Fakultas Psikologi UII Sukseskan Katarsis Perdana 2026

Semangat dan antusiasme mahasiswa mewarnai hari pertama kegiatan Pra Katarsis 2026 pada Kamis, 10 September. Rangkaian orientasi ini diisi dengan berbagai aktivitas interaktif yang membangun kekompakan. Keseruan juga terlihat saat para peserta berkelompok mengikuti berbagai permainan lapangan, mulai dari permainan arah dengan penutup wajah berbentuk kerucut biru hingga ketangkasan menyusun gelas plastik menggunakan tali pengait. Raut wajah ceria dari para mahasiswa yang duduk rapi di area kampus menunjukkan hangatnya kebersamaan pada hari pertama orientasi tersebut. (Foto: PDD/Katarsis 2026)

 

Fakultas Psikologi UII menggelar orientasi Kala Ta’aruf Humanis dan Sinergis (KATARSIS) 2026 bagi mahasiswa baru. Kegiatan ini berlangsung sejak Kamis(10/09/2026) hingga Sabtu(12/09/2026) di Kampus Terpadu UII.

Dahulu, orientasi tingkat ini tergabung dengan Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya. Kini, acara difokuskan sepenuhnya khusus untuk mahasiswa Fakultas Psikologi UII.

Ketua Panitia Revando Aqsha Viantara menjelaskan tujuan utama kegiatan sejarah ini. “KATARSIS 2026 lebih kami fokuskan untuk membangun identitas fakultas psikologi,” tuturnya.

Pasalnya, identitas keilmuan sangat penting bagi mahasiswa di era fakultas mandiri. Mereka diharapkan mampu mewujudkan potensi belajar dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.

Selain itu, panitia secara khusus merancang agenda gelar wicara dunia psikologi. Kegiatan tersebut sangat memfasilitasi mahasiswa agar memahami lingkungan akademik secara komprehensif.

Sementara itu, pengenalan lingkungan kampus juga difasilitasi melalui program tur fakultas. Agenda tur ini sangat membantu peserta dalam mengenali berbagai sarana pendidikan.

Peserta didik baru merespons positif seluruh rangkaian acara Katarsis Psikologi UII. “Tentu saja saya merasa sangat excited,” kata Zulfa Risti Alifah antusias.

Pengenalan Oragnisasi Kemahasiswaan di Fakultas Psikologi UII pada Hari kedua Katarsis 11 September 2026. (Foto: PDD/Katarsis 2026)

 

Kegiatan orientasi inspiratif ini banyak berpusat di fasilitas Auditorium Kahar Mudzakir. Gedung berkapasitas besar tersebut seolah menjadi rumah kedua bagi mahasiswa baru.

Peserta lain juga turut merasakan tingginya keseruan sejak hari pertama acara. “Jujur saat saya mendengar nama katarsis, di bayangan saya itu, pasti acara nya seru banget,” terang Annisa Rid Wanty.

Di sisi lain, nuansa kegiatan sama sekali tidak terasa terlalu menegangkan. “Acaranya tidak terasa seperti orientasi kaku atau penuh tekanan,” jelas Nailah Fitri.

Konsep orientasi memadukan nilai keislaman mulia dengan edukasi modern yang humanis. Hal tersebut sangat mencerminkan semangat agung UII sebagai institusi rahmatan lil alamin.

Lebih lanjut, agenda Katarsis ini mendorong interaksi positif antar sesama mahasiswa. Mereka perlahan saling bertegur sapa dan membangun ikatan solidaritas yang kuat.

Naora Dhabita membagikan memori pribadinya saat mengikuti acara penyambutan mahasiswa ini. “Berangkat sendiri, pulang dengan banyak cerita,” tuturnya dengan penuh rasa haru.

Awalnya ia sempat merasa canggung karena sama sekali tidak memiliki kenalan. Kendati demikian, forum ini sukses memberikannya banyak kawan baru yang berharga.

Terdapat pula banyak momen berkesan lain yang dirasakan oleh para peserta. Salah satunya adalah ketika mereka kompak menyerukan berbagai yel-yel dengan penuh semangat.

Rangkaian perayaan ditutup melalui persembahan apik pertunjukan musik bertajuk Simfoni Karsa yang diisi oleh grup band “The Lantis”. Hiburan meriah ini sukses meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh mahasiswa baru Fakultas Psikologi UII.

Salah satu kegiatan Katarsis 2026 yaitu Gema Karya yang menampilkan berbagai kreativitas para Mahasiswa Baru Fakultas Psikologi UII 2026. (Foto: PDD/Katarsis 2026)

 

Khansa Yumna Tsabita merasa sangat bersyukur atas kelancaran pelaksanaan agenda tersebut. “Overall, menurutku KATARSIS 2026 adalah suatu permulaan yang baik untuk acara katarsis berikutnya,” ungkap Khansa.

Harapannya, segenap mahasiswa baru dapat terus berkembang hebat bersama Fakultas Psikologi UII. Mereka diyakini sanggup menorehkan inovasi gemilang demi kebaikan masyarakat dan kemajuan bangsa.

Sebelum memasuki rangkaian inti, panitia juga menyelenggarakan agenda Pra-Katarsis pada hari Kamis. Kegiatan pendahuluan ini diisi dengan senam pagi sehat dan ragam perlombaan kelompok.

Dhea Tri Zahrani mengakui bahwa sesi senam bersama temannya tersebut sangat asyik. “Waktu pembukaan jugaa itu kerenn banget sihh apalagi yang waktu hidupin senter bersama sama,” puji Dhea.

Selama hari pertama acara, para mahasiswa berkesempatan mengikuti diskusi kelompok terpumpun. Mereka didorong berani menyampaikan aneka opini logis terkait ragam isu dunia psikologi.

Selain itu, panitia turut membuka ruang jelajah pameran lembaga kemahasiswaan. Para pendatang baru dapat langsung mempelajari unit kegiatan kampus secara mendalam.

Nilai-nilai keagamaan tetap dijunjung tinggi sepanjang berlangsungnya orientasi pendidikan tingkat fakultas ini. Seluruh jadwal ibadah mahasiswa selalu diutamakan dengan pelaksanaannya di Masjid Ulil Albab.

Hari terakhir Kegiatan Katarsis 2026 diisi dengan acara Talkshow, Pengenalan Marcomm, Menjelajah Gedung Fakultas Psikologi UII (Psytour), dan diakhiri dengan Simfoni Karsa yaitu penampilan Grup Band The Lantis. (Foto:PDD/Katarsis 2026)

 

Memasuki hari kedua, panitia menggelar sesi diskusi interaktif yang sangat inspiratif. Gelar wicara bertajuk Cakrawala Psikologi sukses memperluas wawasan keilmuan seluruh peserta didik.

Prosesi pelepasan identitas tanda peserta menjadi simbol penting dalam penerimaan keluarga besar. Seluruh mahasiswa kini resmi bergabung secara utuh menjadi tulang punggung fakultas mandiri.

Penyelenggaraan perdana Katarsis menuntut etos kerja keras maksimal dari seluruh jajaran kepanitiaan. Kemampuan mengantisipasi hambatan teknis serta komunikasi efektif telah menjadi kunci keberhasilan utama.

Kesuksesan luar biasa ini segera menjelma menjadi acuan standar bagi kepengurusan berikutnya. Semua pihak berharap tradisi positif pelepasan emosi ini sanggup terus dipertahankan konsisten.

Fakultas Psikologi UII kini telah melangkah pasti merangkai sejarah gemilang di masa depan. Batu pijakan ini sukses membekali tunas muda berkarakter unggul, cerdas, dan berintegritas tinggi.

Kumpulan foto dari mahasiswa baru peserta KATARSIS 2026

 

Lewat ONDI, Psikologi UII Tanamkan Nilai Islam Mahasiswa Baru

ONDI Fakultas Psikologi UII: Menanamkan Pondasi Karakter Islami. Ratusan mahasiswa baru Fakultas Psikologi UII mengikuti kegiatan ONDI yang dipandu oleh pemateri dan musyrif di ruang kelas. Sesi terpisah untuk mahasiswa dan mahasiswi bertujuan menanamkan nilai-nilai dasar Islam sebagai landasan studi dan masa depan.

 

 

Fakultas Psikologi UII sukses menyelenggarakan Orientasi Nilai Dasar Islam pada Senin(07/09/2026). Kegiatan ini bertempat di Gedung Dr. Soekiman Wirjosandjojo. Ratusan mahasiswa baru mengikuti agenda pembinaan karakter tersebut.

Program orientasi keagamaan ini merupakan kegiatan wajib tahunan kampus. Agenda ini menjadi prasyarat lulus Satuan Kredit Partisipasi.

Fakultas Psikologi UII berkomitmen mencetak generasi unggul yang mendunia. Lulusan kampus kelak harus memiliki karakter berintegritas dan Islami.

Panitia mengestimasi kehadiran sekitar empat ratus empat puluh dua peserta. Mereka dibagi secara merata ke dalam sepuluh ruang kelas.

Sementara itu, seluruh rangkaian kegiatan telah disiapkan secara matang. Agenda orientasi dimulai dengan sangat tertib pada pukul 07.00 WIB.

Sesi pagi diawali dengan presensi peserta dan pencairan suasana. Peserta kemudian langsung menerima materi utama tentang aqidah Islam.

Setiap kelas dipandu secara kolaboratif oleh dua orang musyrif. Nadina Reisya selaku salah satu musyrifah/pemandu sekaligus mahasiswa S1 Psikologi UII  angkatan 2024 membagikan pengalaman menariknya.

“tentunya memandu kelas berisi 45 orang merupakan tantangan bagi kami,” tutur Nadina.

Nadina menjelaskan strateginya bersama rekan pemandu kelas. “untuk mengatasi hal tersebut, saya dan partner biasanya melakukan bonding dan pembagian tugas terlebih dahulu sebelum masuk kelas.”

“biasanya tugas itu kami bagi dua : musyrifah pertama bertugas untuk membuka kelas dan ice breaking, menjadi operator dan mendampingi pemateri selama sesi di kelas.”

“sedangkan musyrifah kedua bertugas untuk membacakan tata tertib, menjemput dan mengantar pemateri serta mengkondisikan pendampingan maba selama berjalannya sesi materi.”

“pengkondisian maba di jam rawan seperti jam siang juga membutuhkan usaha yang lebih besar, sehingga kami membagi posisi duduk musyrifah agar strategis dan mudah menjangkau maba yang sudah mulai kelelahan atau mengantuk di tengah materi.”

Di sisi lain, materi orientasi juga membahas praktik ibadah harian. Pelaksanaan ibadah wajib harus menjadi kebiasaan rutin bagi mahasiswa.

Pasca istirahat siang, fokus kajian berlanjut ke area pendidikan akhlak. Perilaku serta gaya hidup mahasiswa harus mencerminkan kemuliaan ajaran Islam.

Pasalnya, tantangan pergaulan di era modern kini dirasa semakin berat. Pemuda sangat membutuhkan fondasi moral yang tangguh dan benar-benar kuat.

Memasuki rentang sore hari, para mahasiswa wajib mengikuti ujian tulis. Ujian ini mengukur tingkat pemahaman peserta atas materi sesi awal.

Peserta juga wajib mengisi formulir tes penempatan keagamaan tingkat lanjutan. Asesmen ini berkaitan dengan kelancaran membaca kitab suci Al-Qur’an.

Selain itu, praktik tes bacaan Al-Qur’an langsung dilaksanakan seketika. Hasil tes menentukan pengelompokan level pembelajaran agama ke depannya nanti.

Tim penguji amat memperhatikan ketepatan makharijul huruf setiap individu peserta. Jika melakukan banyak kesalahan, peserta otomatis masuk klasifikasi pra dasar.

Kendati demikian, peserta dilarang keras melanggar segala macam aturan tertib. Standar busana mahasiswa wajib memadukan unsur warna dasar hitam putih.

Mahasiswa yang terbukti melanggar akan langsung dinyatakan tidak lulus tahapan. Mereka wajib mengulang keseluruhan program orientasi ini pada tahun depan.

Ketegasan aturan tersebut bertujuan murni untuk mengawal standar kualitas lulusan. Universitas senantiasa menjunjung tinggi pilar kedisiplinan agung serta adab kesopanan.

Pelaksanaan program ini sangat didukung oleh para pakar ahli pemateri. Terdapat sekitar tiga puluh pemateri berkompeten yang hadir langsung mengajar.

Nadina turut membagikan kesannya terhadap antusiasme tinggi mahasiswa baru tersebut. Ia menyambut baik kobaran semangat para peserta selama kegiatan berlangsung.

“selama sesi ONDI kemarin, saya melihat para mahasiswa baru tahun ini bersemangat dan penasaran,” kenang Nadina antusias.

“mereka juga tidak malu untuk sharing mengenai pengalaman masing-masing,” tambahnya.

“saya harap, dari titik manapun teman-teman maba memulai perjalanan, materi ONDI kemarin dapat menjadi bekal dan pegangan bagi teman-teman maba selama menimba ilmu di Fakultas Psikologi UII.”

“semoga materi itu tidak hanya berhenti di catatan lembar kerja , tapi dapat diingat dan diimplementasikan di kehidupan seharihari teman-teman maba sekalian.”

Program keagamaan ini diharapkan selalu memberikan kemaslahatan murni bagi masyarakat. Mahasiswa kelak dituntut mampu menjadi pilar penting rahmatan lil alamin.

Penanaman nilai luhur tersebut sangat selaras dengan visi mulia fakultas. Kampus berhasrat kuat membentuk cendekiawan berwawasan mondial dan sangat unggul.

Penguasaan teori ilmu psikologi mutlak harus didasari oleh pedoman agama. Dua elemen penting ini sama sekali tidak dapat dipisahkan mahasiswa.

Sinergi keilmuan pasti melahirkan psikolog muda berwawasan keislaman yang teguh. Mereka akan tangguh menghadapi kerasnya ragam tantangan dunia kerja global.

Jajaran pimpinan fakultas berjanji akan terus menyempurnakan standar kualitas acara. Evaluasi berkala dipastikan senantiasa berlangsung ketat setelah seluruh agenda usai.

Harapannya, seluruh kader baru sukses mengaplikasikan nilai esensial pembelajaran orientasi. Mengingat tahap perjalanan panjang studi akademik mereka di kampus baru bermula.

Fasilitas infrastruktur ruang kelas dinilai sudah sangat memadai dan nyaman. Kelancaran proses penyampaian keilmuan agama dapat terus berjalan amat optimal.

Rangkaian kegiatan pembinaan yang padat ini berakhir pada pukul 17.30 WIB. Peserta akhirnya pulang dengan membawa pencerahan ilmu yang sangat berharga.

Fakultas Psikologi UII Hadiri Seminar Maskulinitas Rifka Annisa

Momen diskusi mendalam pada Seminar Hybrid “Beyond ‘Be Strong’: Maskulinitas dan Kesehatan Mental Laki-laki” yang diselenggarakan oleh Rifka Annisa Women’s Crisis Center. (Kiri) Indiah Wahyu Andari, Psi pemateri ketiga, (Tengah) Sri Wiyanti Eddyono, S.H., LL.M. (HR), Ph.D pemateri kedua, dan (Kanan) Arka Nareswari, S.Psi., M.A. selaku Moderator sekaligus konselor Rifka Annisaa WCC. (Foto: Yopa/UPKH)

 

 

Perwakilan Fakultas Psikologi UII menghadiri seminar hibrida guna membahas kesehatan mental laki-laki pada Jumat(04/09/2026). Acara gagasan Rifka Annisa ini terselenggara melalui wadah telekonferensi Zoom dan tatap muka langsung. Kegiatan luring tersebut bertempat di Kantor Rifka Annisa Women’s Crisis Center (WCC), Daerah Istimewa Yogyakarta.

Seminar ini merupakan rangkaian pra-konferensi menuju perhelatan internasional yang akan digelar Februari 2027 mendatang. Kegiatan ini bertujuan membedah norma kerentanan maskulinitas untuk mencegah kekerasan berbasis gender secara terstruktur.

Pemateri pertama yang membahas materi Laki-laki, Maskulinitas, dan Kesehatan Mental, Aditya Putra Kurniawan, MSH.Couns, menyoroti keengganan pria dalam mencari dukungan ahli saat menghadapi tekanan psikologis. “Laki-laki itu sangat sedikit yang kemudian ketika punya masalah dia berusaha mencari dukungan psikologis,” tegas Dosen Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) tersebut.

Pasalnya, masyarakat kerap menuntut kaum adam menjadi sosok tangguh yang dilarang menunjukkan sisi emosional. Hambatan kultural tersebut membatasi akses pria untuk mendapatkan pemulihan kesehatan mental laki-laki secara tepat waktu.

Akibatnya, banyak laki-laki mengalami fenomena penundaan perawatan atau treatment delay yang memperburuk kondisi kejiwaannya. Penolakan atas kerentanan diri justru membuat akumulasi masalah mental menjadi jauh lebih berisiko dan kronis.

Sementara itu, pemateri kedua yang membahas materi Maskulinitas dan Kekerasan Berbasis Gender, Direktur/Ketua Pusat Kajian Law, Gender and Society sekaligus Dosen Departemen Hukum Pidana Fakultas Hukum (FH) Universitas Gadjah Mada (UGM), Sri Wiyanti Eddyono, S.H., LL.M.(HR)., Ph.D., menjelaskan bahwa tuntutan maskulinitas turut memicu perilaku agresif. Ia menyebut, laki-laki kerap merasa berhak menormalisasi tindak kekerasan terhadap kelompok yang dianggap memiliki posisi lebih rendah.

Kendati demikian, Sri Wiyanti menegaskan tidak seluruh kaum pria selalu menjadi pelaku tindak kekerasan. “Padahal ada tujuh puluh lima persen laki-laki lain yang belum tentu melakukan kekerasan,” paparnya.

Namun, nilai hegemonik telah diinternalisasi sejak usia dini melalui pembagian peran secara kaku. Pemahaman keliru ini perlahan melegitimasi anggapan bahwa kekuasaan absolut merupakan hak mutlak seorang pria.

Oleh karena itu, masyarakat perlu segera mempromosikan nilai positif sebagai alternatif pencegahan kekerasan struktural. “Kita harus juga mulai mengubah cara pandang si laki-laki sendiri,” tegas perempuan disapa Iyi.

Di sisi lain, Direktur Rifka Annisaa Women’s Crisis Center yang juga alumni Psikologi UII Yogyakarta, Indiah Wahyu Andari, Psi menjelaskan, individu yang terus-menerus menekan emosi biasanya akan melampiaskan amarah tersebut kepada pasangan hidupnya sebagai dampak dari beban maskulinitas pada sebuah hubungan asmara.

Indiah mengingatkan bahwa trauma masa kecil tidak boleh dijadikan tameng pembenaran atas tindak kekerasan. “Memahami luka seseorang tidak berarti membenarkan tindakannya,” tegasnya.

Lebih lanjut, upaya mencapai keadilan gender mutlak membutuhkan keterlibatan aktif dari para laki-laki. Mereka harus dilatih untuk mengelola konflik tanpa kekerasan demi mewujudkan relasi asmara yang sehat.

Keberhasilan transformasi perilaku ini akan selalu diukur melalui evaluasi kesejahteraan partner atau pasangannya. “Jadi berempatinya itu tetap disertai dengan akuntabilitas mengakui dampak perilaku,” pesan Indiah terkait proses perubahan.

Selain itu, sinergi lintas institusi pendidikan seperti Fakultas Psikologi UII memiliki andil penting dalam edukasi publik. Penyebaran wawasan setara gender ini selaras dengan nilai keislaman untuk menghadirkan manfaat secara luas.

Kegiatan seminar hybrid ini turut menyinggung persoalan minimnya fasilitas layanan konseling yang ramah pria. Akses infrastruktur pendukung yang memadai amat dibutuhkan untuk menyelamatkan kesehatan mental laki-laki masa kini.

Semua elemen bangsa dituntut bekerja sama menurunkan stigma buruk terkait upaya pencarian bantuan psikologis. Kesadaran kolektif ini dipercaya mampu memutus mata rantai penderitaan mental yang dialami banyak individu.

Setiap manusia memiliki hak prerogatif untuk menyuarakan kerentanan jiwanya tanpa harus merasa dihakimi lingkungan. Langkah sederhana ini merupakan fondasi awal guna membentuk peradaban bermasyarakat yang jauh lebih aman.

Jika Anda butuh teman untuk bercerita, jangan ragu untuk segera membagikan beban tersebut. Mencari pertolongan profesional bukanlah simbol kelemahan, melainkan bentuk keberanian tertinggi dalam merawat akal sehat.

Rifka Annisaa WCC mengajak semua gender, terutama para wanita, untuk berani bersuara melawan segala bentuk kekerasan. Bungkamnya para korban hanya akan melanggengkan dominasi oknum yang memanfaatkan celah ketidaksetaraan relasi kuasa.

Jangan biarkan rasa takut membelenggu hak Anda untuk mendapatkan keadilan dan perlindungan hukum. Hubungi segera lembaga penyedia layanan psikologis tepercaya jika Anda ingin melaporkan kasus kekerasan.

Selamat Datang Mahasiswa Baru Fakultas Psikologi UII

GELORA ALMAMATER BIRU. Himpunan Mahasiswa Psikologi  UII secara resmi menyambut kedatangan mahasiswa baru Fakultas Psikologi angkatan 2026 di Kampus Terpadu UII, Yogyakarta. Berlatar belakang kemegahan gedung berlogo khas UII, para mahasiswa baru berbaris rapi dan saling merangkul di hadapan pengurus Himapsi yang mengibarkan bendera organisasi. Momen ini menjadi simbol kuatnya ikatan persaudaraan sekaligus langkah awal adaptasi mahasiswa di dunia perkuliahan. (Foto: Vallerian K.P.)

 

 

Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar kuliah perdana bagi mahasiswa baru pada Rabu(02/09/2026). Kegiatan ini digelar di Lapangan GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo dan Gedung Dr. Soekiman Wirjosandjojo [uii]. Acara ini bertujuan mengenalkan lingkungan kampus kepada mahasiswa baru secara komprehensif [uii]. Tercatat sebanyak 5.326 mahasiswa baru UII mengikuti gelaran Kuliah Perdana tahun akademik 2026/2027 [uii]. Mereka berasal dari berbagai wilayah di Indonesia hingga mancanegara [uii].

Suasana penyambutan tingkat universitas semakin semarak dengan penampilan kolaborasi Unit Kegiatan Mahasiswa. Acara juga diisi dengan pengenalan jajaran pimpinan universitas dan fakultas[uii].

Selain itu, panitia menyerahkan berbagai penghargaan kepada sejumlah mahasiswa berprestasi. Rektorat juga melakukan prosesi penyematan jas almamater secara simbolis kepada perwakilan [uii].

Rektor UII, Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, menyampaikan pidato sambutan yang sangat inspiratif. Beliau memberikan pesan dan nasihat khusus bagi para mahasiswa baru [uii].

“Sukses ini bukan kebetulan, melainkan hasil keberanian mencoba, konsistensi menjalankan proses, dan keteguhan bangkit dari kegagalan.”. “Jangan takut salah, ikutilah semua proses kehidupan ini dengan sebaik-baiknya,” tegas Prof. Hari Purnomo [uii].

Pasalnya, capaian akademis di ruang kelas saja tidak cukup untuk menghadapi tantangan global. Iklim persaingan di dunia luar saat ini sudah sangatlah ketat [uii].

Oleh karena itu, mahasiswa dituntut aktif meningkatkan kompetensi dan menemukan jati diri. Proses belajar di perguruan tinggi harus mencakup berbagai kegiatan positif [uii].

Kegiatan positif tersebut sangat penting untuk membentuk karakter dan pribadi yang tangguh. Mahasiswa Baru UII diharapkan mampu menyerap nilai-nilai luhur kampus ini [uii].

Sementara itu, Rektor UII mengimbau mahasiswa untuk berani menetapkan cita-cita tinggi [uii]. Mereka harus mulai merancang target masa depan sejak hari pertama kuliah [uii].

Beliau juga menekankan pentingnya sifat rendah hati di tengah masyarakat yang kompleks [uii]. Penguasaan ilmu pengetahuan yang tinggi harus selalu membawa kebermanfaatan nyata [uii].

“Jadilah mahasiswa yang berani berpikir besar.”[uii]. “Meskipun saudara memiliki ilmu yang tinggi, tetap harus menjaga supaya selalu rendah hati dalam menghadapi masyarakat.”[uii].

“UII ini adalah rumah besar yang tumbuh untuk menjadikan saudara pemimpin-pemimpin bangsa,” tutur Rektor UII [uii]. Pesan motivasi ini menjadi pendorong semangat besar bagi para mahasiswa baru [uii].

Di sisi lain, rangkaian Kuliah Perdana ditutup dengan sesi kuliah umum inspiratif. Sesi bincang santai ini menghadirkan Alif Muhammad Gultom sebagai narasumber utama [uii].

Alif merupakan alumni Fakultas Hukum UII yang sukses meniti karier profesional. Saat ini, ia bekerja sebagai Legal Counsel di perusahaan Teleport [uii].

Setelah acara kuliah perdana selesai, Himpunan Mahasiswa Psikologi UII menggelar sesi penyambutan khusus. Mahasiswa Baru Psikologi UII berkumpul dengan tertib di timur Gedung Dr. Soekiman Wirjosandjojo.

Kemeriahan acara penyambutan ini juga terekam jelas dalam berbagai dokumentasi visual. Nampak ratusan mahasiswa memadati halaman kampus sambil menyerukan yel-yel secara serentak.

Kemeriahan acara tersebut diiringi oleh tabuhan instrumen drum yang menjaga ritme semangat para peserta. Terdengar jelas gemuruh suara mahasiswa yang menyanyikan yel-yel pembangkit semangat dengan lirik seruan untuk bersuara dan bersatu, “Kiri bersuara, kanan bersuara, satukan suara!”

Kekompakan panitia Himpunan Mahasiswa Psikologi yang berseragam hitam juga ikut membakar semangat rekan-rekannya. Mereka dengan sigap memandu barisan mahasiswa baru yang memakai jas almamater biru di bawah terik matahari.

Bendera kebanggaan ungu Himpunan Mahasiswa Fakultas Psikologi UII tampak berkibar menyemarakkan suasana penyambutan. Mahasiswa baru terlihat sangat antusias mengikuti setiap rangkaian penyambutan ini.

Foto bersama Mahasiswa baru bersama Himpunan Mahasiswa Psikologi UII. (Foto: Vallerian K.P.)

Psikologi UII Sambut Pimpinan Baru Prodi Periode 2026-2030

 

Foto bersama Pimpinan Fakultas Psikologi beserta jajaran Pimpinan Prodi periode lama dan periode baru. (dari Kiri ke Kanan) Dr. Sus Budiharto, S.Psi., M.Si., Psikolog (Dekan FP UII), Sonny Andrianto, S.Psi., M.Si., Ph.D (Wadek bidang Keuangan dan Sumber Daya), Annisaa Miranty Nurendra, S.Psi., M.Psi. Psikolog (Sekjur Psikologi), Dr. Nita Trimulyaningsih, S.Psi., M.Psi, Psikolog (Kaprodi lama Magister Psikologi), Uly Gusniarti, S.Psi., M.Si., Ph.D., Psikolog (Kaprodi baru Prodi Pendidikan Profesi Psikolog Program Profesi/PSP5), Hazhira Qudsyi, S.Psi., M.A. (Sekprodi baru Prodi Sarjana Psikologi), Thobagus Moh.Nu’man, S.Psi., M.A., Psikolog (Kaprodi baru Prodi Sarjana Psikologi), Dr. Ahmad Rusdi, S.Psi., S.Sos.I., M.A.Si (Wadek bidang Akademik, Riset, dan Rekognisi). Foto: Shatrani Zareeva M.A. (marcomm)

 

 

Fakultas Psikologi UII menggelar acara Pisah Sambut Pimpinan Jurusan dan Prodi di Auditorium Soekiman Wirdjosanjojo Sleman. Agenda pada Selasa (01/09/2026) ini menandai estafet kepemimpinan periode 2022-2026 dan 2026-2030.

Kegiatan khidmat tersebut dihadiri oleh jajaran dekanat, dosen, tenaga kependidikan, serta perwakilan mahasiswa. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh mahasiswi Hana Fortuna Sakban.

Dekan Fakultas Psikologi UII, Dr. Sus Budiharto, S.Psi., M.Si., Psikolog, memberikan sambutan hangat. Beliau menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi para pimpinan unit periode sebelumnya.

Dalam pesannya, Dr. Sus Budiharto mengajak seluruh civitas akademika untuk terus berbenah. Ia menekankan pentingnya membaca peluang serta tantangan zaman berbasis nilai keislaman.

Sementara itu, Plt. Ketua Jurusan periode 2025-2026, Annisaa Miranty Nurendra, turut menyampaikan refleksinya. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas kerja sama seluruh pihak selama empat tahun pengabdian.

Annisaa mengungkapkan keberhasilan berbagai program pengembangan dosen dan kelembagaan secara berkelanjutan. Ia berharap kepemimpinan baru dapat melanjutkan program strategis yang belum terselesaikan.

Pada kesempatan sama, pergantian kepemimpinan Program Studi Sarjana Psikologi juga resmi diperkenalkan. Thobagus Moh. Nu’man, S.Psi., Psi., kini resmi menjabat sebagai Ketua Program Studi Sarjana.

Thobagus didampingi oleh Hazhira Qudsyi, S.Psi., M.A., yang mengemban amanah Sekretaris Program Studi. Pasalnya, duet kepemimpinan ini akan berfokus pada penguatan kurikulum berbasis OBE.

Kepemimpinan baru berkomitmen mengawal akreditasi serta evaluasi pembelajaran secara maksimal. Kesiapan kurikulum yang matang menjadi kunci utama peningkatan kualitas akademik lulusan.

Selain itu, estafet kepemimpinan juga berlangsung pada Program Studi Magister Psikologi. Dr.rer.nat. Dian Sari Utami, S.Psi., M.A., resmi menggantikan Dr. Nita Trimulyaningsih, S.Psi., M.Psi.

Dian Sari menyatakan kesiapannya melanjutkan capaian positif prodi magister periode sebelumnya. Ia memohon dukungan seluruh civitas akademika dalam menjalankan amanah barunya.

Di sisi lain, Program Studi Pendidikan Profesi Psikologi juga memperkenalkan pimpinan baru. Uly Gusniarti, S.Psi., M.Si., Ph.D., kembali dipercaya memimpin prodi profesi tersebut.

Uly Gusniarti akan dibantu oleh Dian Febriany Putri, S.Psi., M.Psi., selaku Sekretaris Prodi. Sinergi kepemimpinan ini diharapkan mampu memperkuat mutu layanan pendidikan profesi.

Momen Pisah Sambut dilanjutkan penyerahan kenang-kenangan secara simbolis. Penyerahan buket anggrek penuh warna melambangkan rasa apresiasi serta semangat pengabdian.

Dekan beserta pimpinan periode sebelumnya memberikan kenang-kenangan kepada pejabat lama. Suasana kehangatan dan rasa kekeluargaan sangat terasa menyelimuti seluruh jalannya acara.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Hariz Enggar Wijaya. Doa melantunkan harapan agar amanah baru senantiasa mendatangkan keberkahan bagi lembaga.

Seluruh peserta memohon petunjuk Allah SWT dalam menjalankan tugas catur darma perguruan tinggi. Nilai keislaman dan prinsip Rahmatan lil ‘Alamin selalu menjadi pijakan utama institusi.

Acara diakhiri dengan sesi foto bersama antara jajaran pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan. Kebersamaan ini memperkuat komitmen Fakultas Psikologi UII untuk terus tumbuh dan berkembang.

Penguatan kerja sama internal diharapkan mampu merespons berbagai tantangan pendidikan masa depan. Fakultas Psikologi UII siap memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu serta masyarakat.

Semangat baru pengelola diharapkan membawa fakultas meraih berbagai prestasi akademik unggul. Tatanan kepemimpinan anyar ini menjadi modal berharga menuju kejayaan serta kemajuan institusi.

Dengan mengusung tagline melayani kemanusiaan, seluruh pengelola fakultas optimis menebar kebaikan. Inovasi dan kolaborasi akan terus ditingkatkan demi kebaikan bangsa serta nilai agama.

Komitmen bersama ini mempertegas langkah Fakultas Psikologi UII menjadi lembaga berkualitas internasional. Integrasi nilai-nilai keislaman tetap menjadi landasan utama setiap karya dan pelayanan.

Semua pihak menyambut masa depan institusi dengan optimisme tinggi serta integritas kokoh. Sinergi berkelanjutan antarelemen menjadi pilar utama keberhasilan setiap program strategis fakultas. (yp)

Fakultas Psikologi UII Bekali Tendik UHO Kesehatan Mental

(Kiri) Dr. Sus Budiharto, S.Psi., M.Si., Psikolog menjadi narasumber dalam Workshop yang diselennggarakan oleh Universitas Halu Oleo.

 

Dekan Psikologi UII, Dr. Sus Budiharto, S.Psi., M.Si., Psikolog, menjadi narasumber workshop di Kendari, Kamis(27/08/2026). Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar kegiatan ini guna membahas strategi kesehatan mental tendik.

Kegiatan edukatif tersebut berlangsung meriah di Sahid Azizah Syariah Hotel. Sekitar 150 administrator dari berbagai unit kerja UHO hadir menjadi peserta aktif.

Universitas Islam Indonesia mengirimkan pakar psikologi industri dan organisasi kebanggaannya Sus Budiharto membagikan ilmu penting terkait pentingnya kesehatan mental dalam lingkungan kerja.

Isu kesehatan mental tendik memiliki signifikansi tinggi bagi mutu layanan institusi pendidikan. Kondisi psikologis prima tentu mendukung terciptanya layanan akademik berstandar profesional.

Kepala UPA BK UHO, Eva Herik, menyoroti pentingnya kehadiran tenaga administratif kampus. “Jadi tenaga kependidikan ini memiliki peran strategis di lingkungan kampus,” ujarnya.

Selain itu, atensi terhadap tendik kerap terlupakan dibanding urusan dosen atau mahasiswa. Padahal, mereka merupakan garda terdepan sistem pelayanan birokrasi universitas setiap harinya.

Keterlibatan Fakultas Psikologi UII ini sangat mencerminkan kuatnya penerapan nilai Rahmatan lil ‘Alamin. Ilmu psikologi nyata diaplikasikan demi membawa kemaslahatan besar bagi masyarakat luas.

Sementara itu, materi workshop diarahkan pada teknik mengenali kondisi psikologis diri sendiri. Peserta diajarkan mengelola tekanan pekerjaan agar terhindar dari rasa jenuh rutinitas.

Narasumber asal UII juga menekankan pentingnya membangun jalur komunikasi efektif antarkaryawan kampus. Hal tersebut merupakan syarat mutlak demi menciptakan lingkungan kerja yang harmonis.

Kendati demikian, kegiatan edukasi ini diharapkan tidak sekadar menjadi rutinitas seremonial. Penyelenggara menargetkan perubahan nyata pada pola kerja seluruh pegawai pasca pembekalan.

Pasalnya, staf administrasi pasti berhadapan dengan ragam tuntutan layanan kampus setiap harinya. Interaksi intensif itu jelas menuntut kesiapan mental yang tangguh tanpa beban berlebih.

Acara pelatihan ini resmi dibuka oleh perwakilan Pelaksana Tugas Rektor UHO. Ketua Lembaga Penjaminan Mutu UHO, Prof. Edward Ngii, bertugas meresmikan acara tersebut.

Inisiatif UHO mengadakan kegiatan bimbingan dan konseling ini patut mendapat apresiasi tinggi. Mereka sadar penuh bahwa kondisi mental staf menentukan kelancaran operasional sebuah institusi.

Di sisi lain, Eva kembali menegaskan luasnya sasaran program pelayanan dari kampusnya. Pihaknya aktif mengawal kesejahteraan mental seluruh elemen penting sivitas akademika UHO.

Program edukasi kesehatan jiwa dirancang untuk merangkul semua pihak tanpa terkecuali. “Di UPA Bimbingan dan Konseling UHO, target kegiatan bukan hanya untuk dosen dan mahasiswa,” paparnya.

Kehadiran narasumber UII merupakan wujud tanggap atas ajakan kolaborasi yang edukatif. Sinergi antarkampus membuka pintu lebar bagi inovasi kajian ilmu psikologi terapan.

Selama acara, peserta dibimbing menyusun ritme tugas ideal agar tidak memicu frustrasi. Pakar psikologi UII banyak memberikan tips manajerial stres yang sangat aplikatif.

UII senantiasa memegang komitmen mulianya untuk menebarkan manfaat akademik secara luas. Partisipasi utusan UII menjadi wujud pengabdian bermutu hingga ke luar pulau Jawa.

Seluruh peserta tampak sangat antusias mengikuti pemaparan seru dari pakar psikologi. Banyak diskusi interaktif tercipta guna membedah problema dunia kerja secara konkret.

Panitia kampus sebelumnya telah menyurati seluruh fakultas demi memeriahkan pelatihan penting ini. Tujuannya memastikan setiap unit di kampus mengirimkan delegasi tenaga kependidikannya.

Kemitraan positif antara institusi UII dengan instansi pendidikan lain wajib dipertahankan teguh. Fakultas Psikologi UII selalu terbuka menjalin kerja sama demi mencerdaskan kehidupan bangsa.

Masalah kesehatan psikologis pekerja ternyata berdampak langsung pada tingkat kepuasan layanan mahasiswa. Karenanya, edukasi dari dosen UII terkait manajemen stres dirasa begitu krusial.

Dinamika komunikasi di antara pegawai rentan memicu ketegangan bila diabaikan begitu saja. Kemampuan mengendalikan emosi merupakan faktor kunci penjaga kelancaran administrasi sebuah institusi.

Dedikasi Fakultas Psikologi UII dalam mendampingi institusi perguruan tinggi patut dibanggakan. Kiprah ini semakin meneguhkan posisi UII sebagai kampus penebar kemanfaatan umat.

Eva Herik terus mengingatkan bahwa kualitas pelayanan prima berakar dari kejernihan pikiran. Pegawai akan sulit bersikap profesional saat terus didera oleh beratnya beban kerja.

Oleh karena itu, penyuluhan ilmu psikologi terbukti efektif mengurai aneka kebuntuan emosi. Pekerja akhirnya mengerti cara paling sehat untuk menanggapi kritik maupun konflik kantor.

Rangkaian penyampaian materi berlangsung sangat tertib dari awal hingga pengujung penutupan acara. Suasana sarana akomodasi yang nyaman mempermudah penyerapan gagasan psikologis secara maksimal.

Pakar UII sangat berharap agar seluruh paparan tersebut sukses mendorong perbaikan mentalitas. Iklim organisasi sehat pasti akan melahirkan inovasi kemudahan pelayanan yang memuaskan.

Transfer pengetahuan ke luar daerah ini memvalidasi tingginya kompetensi staf pengajar UII. Reputasi Universitas Islam Indonesia di mata kampus negeri lain kian gemilang.

Kesimpulannya, investasi pada kebahagiaan psikologis karyawan akan membuahkan hasil pelayanan yang istimewa. Psikologi UII siap mengawal transformasi organisasi pendidikan menuju zona kesejahteraan mental optimal.

Gandeng Psikologi UII, SMAN 1 Purworejo Petakan Potensi Siswa

Penandatanganan Implementasi Kerja Sama Sma N1 Purworejo dengan Fakultas Psikologi UII oleh Dekan Fakultas Psikologi Dr. Sus Budiharto, S.Psi., M.Si., Psikolog. (Foto: Fakhrian/Marcomm)

 

 

Fakultas Psikologi UII menerima kunjungan tim SMA Negeri 1 Purworejo pada Senin(24/08/2026) di kampus. Pertemuan ini membahas evaluasi riset siswa serta peresmian hubungan kerja sama antar lembaga.

Delegasi sekolah hadir untuk berkonsultasi mengenai karya ilmiah pada ajang kompetisi sains nasional. Penelitian siswa tersebut menyoroti masalah kelelahan mental akibat padatnya rutinitas akademik pelajar.

Dampak riset psikologi ini sangat relevan dengan fenomena tekanan belajar remaja masa kini. Pasalnya, banyak siswa menengah atas mengalami penurunan fokus akibat tingkat kelelahan mental tinggi.

Tim siswa mengusung inovasi terapi alam bernama Greta untuk mengatasi masalah kelelahan tersebut. Intervensi ini mengadopsi konsep memeluk pohon guna melepaskan energi negatif dalam diri siswa.

Kendati demikian, para akademisi UII menyarankan penyederhanaan variabel riset agar hasil lebih optimal. Variabel daya fokus disarankan untuk dieliminasi karena belum menunjukkan angka perubahan yang signifikan.

Sementara itu, variabel kelelahan mental terbukti menurun drastis setelah siswa mengikuti program Greta. Oleh sebab itu, fokus analisis pada satu variabel akan membuat laporan lebih tajam.

Selain membahas riset, momen ini juga diwarnai dengan penandatanganan berita acara kerja sama. Langkah strategis ini mengukuhkan komitmen edukasi antara institusi perguruan tinggi dan sekolah menengah.

Sinergi kelembagaan ini mencerminkan dedikasi nyata UII dalam mengabdi kepada masyarakat luas. Hal tersebut sangat selaras dengan nilai keislaman yang berorientasi pada prinsip Rahmatan lil ‘Alamin.

Di sisi lain, dosen UII juga menyoroti bahaya ambisi juara pada diri siswa. Tuntutan prestasi akademik berlebihan justru berisiko merusak kesehatan mental generasi muda penerus bangsa.

Pihak UII siap mendukung publikasi hasil penelitian siswa tersebut ke dalam jurnal bereputasi. Publikasi ilmiah dinilai jauh lebih bermanfaat sebagai rekam jejak akademik bagi para siswa.

Rencana tindak lanjut kerja sama ini mencakup program pemetaan psikologis bagi seluruh siswa. Tes psikologi berkala akan membantu guru mengenali potensi dan minat bakat peserta didik.

Bimbingan konseling di SMA Negeri 1 Purworejo kelak memiliki basis data yang akurat. Penanganan siswa yang bermasalah secara akademik pun dapat dilakukan dengan pendekatan lebih humanis.

Kolaborasi pendidikan ini diharapkan memacu semangat inovasi riset di kalangan pelajar sekolah menengah. Dukungan kampus sangat dibutuhkan untuk mengarahkan metode ilmiah siswa sesuai standar penelitian baku.

Kegiatan kunjungan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang konstruktif seputar instrumen psikologi. Siswa mendapatkan pengalaman langsung mempertahankan argumen riset di hadapan dosen ahli metode kuantitatif.

Masukan berharga dari kampus menjadi bekal penting bagi tim perwakilan sekolah sebelum bertanding. Mereka optimis mampu merevisi laporan penelitian tepat waktu sesuai dengan arahan para pakar.

Fakultas Psikologi UII senantiasa membuka pintu bagi sekolah yang membutuhkan pendampingan riset siswa. Kontribusi aktif ini menjadi bukti nyata peran kampus dalam mencerdaskan kehidupan generasi bangsa.

Pendekatan terapi alam atau Shinrin-yoku yang diteliti siswa dinilai sangat inovatif dan aplikatif. Praktik relaksasi sederhana ini bisa diterapkan secara mandiri oleh remaja di lingkungan sekolah.

Penggunaan aplikasi statistik modern seperti Jamovi juga mendapat apresiasi dari para dosen pembimbing. Kemampuan analisis data tingkat lanjut membuktikan kualitas akademik siswa SMA Negeri 1 Purworejo.

Akhir sesi pertemuan ditutup dengan prosesi dokumentasi bersama seluruh peserta dan jajaran dosen. Wajah antusias dan penuh harap terpancar dari delegasi sekolah setelah mendapat pencerahan riset.

Keberadaan fasilitas riset psikologi UII turut memukau para siswa selama berada di kampus. Lingkungan akademik yang kondusif terbukti mampu memantik semangat belajar dan keingintahuan ilmuwan muda.

Kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada satu proyek kompetisi karya ilmiah semata. Sinergi berkelanjutan akan terus dipupuk demi meningkatkan mutu pendidikan karakter di institusi sekolah.

Manfaat program kolaboratif ini pastinya akan dirasakan langsung oleh masyarakat dan dunia pendidikan. Pengentasan masalah kesehatan mental pelajar merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen pendidik nasional.

Semoga jalinan kemitraan strategis ini membawa keberkahan melimpah bagi UII dan mitra sekolah. Upaya memajukan literasi psikologi masyarakat akan selalu didukung penuh oleh segenap sivitas akademika.

Siswa SMA N1 Purworejo sedang mempresentasikan hasil penelitianya dihadapan para tamu undangan sekaligu delegasi Fakultas Psikologi. (Foto: Fakhrian/Marcomm)

Psikologi UII Terima Kunjungan Studi Universitas Al Azhar Indonesia

Suasana diskusi tentang penerapan dan pengembangan kurikulum Program Studi Psikologi, Pelaksanaan proses pembelajaran, Pelaksanaan kegiatan praktikum dan pengelolaan laboratorium psikologi, Pengelolaan serta pengembangan fasilitas laboratorium dan sarana pendukung pembelajaran, antara Delegasi FPP UAI bersama delegasi Fakultas Psikologi UII. (Foto: Fakhrian N.H./Marcomm)

 

 

Fakultas Psikologi UII menerima kunjungan studi banding dari Fakultas Psikologi dan Pendidikan Universitas Al Azhar Indonesia (FPP-UAI) di Depok. Kunjungan ini berlangsung lancar pada Kamis(03/09/2026) untuk membahas integrasi keilmuan. Diskusi tersebut fokus pada kurikulum pendidikan dan pengelolaan laboratorium psikologi Islam.

Rombongan FPP UAI diwakili oleh Kaprodi Psikologi Liana Mailani, S. Psi., M.A. dan Direktur Akademik Dr. Radhiya Bustan, M. Soc., Sc., Psikolog. Mereka disambut hangat oleh jajaran pimpinan dan dosen Fakultas Psikologi UII.

Kaprodi Psikologi UAI Liana menyampaikan tujuan utama kedatangan mereka ke kampus ini. “Sebenarnya kami ingin banyak belajar dari UII terkait kurikulum, laboratorium,” tuturnya menjelaskan.

Kunjungan ini sangat penting untuk pengembangan keilmuan psikologi berlandaskan nilai Islam. Pasalnya, integrasi agama dan sains dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

Pemahaman keislaman ini terus didorong kepada seluruh pendidik secara perlahan.

UII telah lama menjadi pionir dalam penerapan keilmuan psikologi Islam. Hal ini memotivasi institusi pendidikan lain untuk turut mengembangkan konsep serupa.

Kendati demikian, penerapan kurikulum khas ini bukan tanpa hambatan di lapangan. Salah satu tantangannya adalah penyiapan sumber daya manusia yang benar-benar kompeten.

Fakultas Psikologi UII memiliki strategi khusus untuk mengatasi kendala krusial tersebut. Mereka mengadakan program pengajian rutin guna membekali para tenaga pendidik internal.

Pendekatan kolaboratif ini sukses meningkatkan rasa percaya diri para dosen muda. Sementara itu, mereka juga diajak menulis buku bunga rampai secara bersama.

Upaya berkelanjutan ini mewujudkan nilai Rahmatan lil Alamin dalam lingkungan akademik. Sistem pembelajaran menjadi jauh lebih inklusif dan ramah bagi semua kalangan.

Selain itu, Fakultas Psikologi UII juga membagikan pengalaman evaluasi sistem kurikulumnya. Saat ini mereka sedang menyempurnakan implementasi konsep Outcome Based Education (OBE).

Sistem OBE menuntut pengukuran capaian pembelajaran yang sangat detail dan presisi. Fakultas terus melakukan pembaruan kurikulum agar senantiasa relevan dengan kebutuhan zaman.

Di sisi lain, pembahasan hangat juga menyentuh topik pengelolaan laboratorium praktik. Pihak UAI ingin mengetahui standar penyelenggaraan praktikum alat tes diagnostik psikologi.

Mahasiswa sarjana di kampus ini dilatih menggunakan berbagai instrumen asesmen penting. Mereka praktik langsung mengadministrasikan tes inteligensi hingga alat tes kepribadian dasar.

Praktikum laboratorium ini sifatnya wajib dan sangat menentukan status kelulusan mahasiswa. Setiap kelompok kecil didampingi oleh satu asisten praktikum yang sudah berpengalaman.

Model pengajaran ini membekali seluruh lulusan dengan standar kompetensi yang kuat. Alumni terbukti menjadi lebih siap ketika memasuki jenjang pendidikan profesi psikolog.

Kebijakan akademik nasional terkait program MBKM juga sempat menjadi bahan diskusi. Pengelola program studi sangat berhati-hati dalam mengonversi nilai kegiatan magang eksternal.

Mereka tentu tidak ingin kompetensi inti para mahasiswa hilang begitu saja. Oleh karena itu, konversi nilai hanya diberlakukan khusus untuk mata kuliah pilihan.

Pertemuan studi banding kedua institusi ini berlangsung hangat dan sangat kekeluargaan. Diskusi dua arah tersebut memberikan banyak wawasan segar bagi kedua belah pihak.

Delegasi UAI berencana segera mengadopsi beberapa program unggulan dari kampus ini. Salah satunya adalah skema pelibatan dosen agama dalam kelas mata kuliah umum.

Langkah kolaborasi lintas prodi dinilai sangat efektif guna mempercepat integrasi keilmuan. Para dosen dipastikan akan saling melengkapi ragam perspektif dalam proses mengajar.

Pihak tuan rumah menyambut baik rencana progresif pengembangan kurikulum UAI tersebut. Mereka selalu terbuka luas untuk menjalin kerja sama strategis di masa depan.

Kegiatan sarat ilmu ini akhirnya ditutup dengan sesi ramah tamah bersama. Sinergi positif institusi pendidikan Islam diharapkan semakin kuat setelah pertemuan ini.

Pengembangan ilmu pengetahuan berbasis Islam memang membutuhkan komitmen solid banyak pihak. Jejaring kampus muslim nasional memegang peran vital dalam mewujudkan cita-cita tersebut.

Berbagai inovasi pendidikan tinggi harus terus didorong demi melahirkan generasi unggul. Mahasiswa masa depan dituntut cerdas secara akademik sekaligus teguh fondasi spiritualnya.

Kampus ini sukses membuktikan bahwa ajaran agama dan sains bisa bersinergi harmonis. Fakta keberhasilan ini menjadi inspirasi berharga bagi seluruh perguruan tinggi Indonesia.

Delegasi Prodi Psikologi Fakultas Psikologi dan Pendidikan, Universitas Al-Azhar Indonesia. (Foto: Fakhrian/Marcomm)

Fakultas Psikologi UII Lepas Wisudawan Sarjana Periode VI 2026

Sambutan perwakilan wisudawan oleh Hidayah Ananta Putri. Foto: Clearesta O.S., Rija A., Lutfiatul Mazidah A.E.P. (Marcomm)

 

 

Fakultas Psikologi UII menyelenggarakan pelepasan wisudawan sarjana periode VI secarakhidmat. Acara ini berlangsung di Auditorium Gedung Soekiman Wirdjosandjojo pada Sabtu(22/08/2026). Kegiatan tersebut bertujuan menyerahkan kembali lulusan kepada orang tua masing-masing.

Pasalnya, para wisudawan telah berhasil menyelesaikan studi di kampus tercinta. Mereka kini siap mengabdi sepenuhnya ke tengah masyarakat luas.

Dr. Sus Budiharto, S.Psi., M.Si., Psikolog selaku Dekan Fakultas Psikologi UII hadir memberikan sambutan yang begitu hangat. Beliau berpesan agar keilmuan psikologi harus didasari dengan kekuatan iman.

Hal ini sangat sejalan dengan nilai Islami kampus tersebut.”Ilmu psikologi harus didasari iman.” Demikian kutipan langsung dari pesan inspiratif Bapak Dekan tersebut.

Selain itu, setiap lulusan diharapkan menjadi penyembuh bagi alam semesta. Senyuman tulus menjadi langkah paling awal dalam proses penyembuhan tersebut.

Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas diri setiap saat. Sikap jujur wajib dipegang teguh oleh setiap wisudawan Psikologi UII.

Sementara itu, perwakilan wisudawan turut memberikan sambutan yang sangat mengharukan. Hidayah Ananta Putri didapuk resmi mewakili seluruh teman-teman angkatannya.

Ananta menceritakan perjuangan hebatnya berjualan mochi selama masa kuliah berlangsung. Bisnis kecilnya itu mendapat dukungan penuh dari para dosen.

“Suatu kehormatan bagi saya bisa diamanahkan dan berdiri di depan ini.” Kata-kata ini diucapkan Ananta dengan penuh rasa haru mendalam.

Kendati demikian, perjalanan hidup Ananta tidak selalu berjalan dengan mulus. Ia harus pandaibmembagi waktu antara jadwal kuliah dan bisnis.

Ia juga kehilangan sang ibu tercinta saat pertengahan masa kuliah. Kesedihan mendalam itu tidak menyurutkan semangatnya meraih gelar sarjana.

Di sisi lain, perwakilan orang tua mahasiswa juga memberikan pesan. Bapak Faturahman Gazalibberkenan naik ke atas mimbar utama.

Bapak Faturahman menyampaikan rasa terima kasih yang amat sangat mendalam. Ia bersyukurbputrinya mendapat bekal keilmuan yang sangat bermanfaat.

Beliau berprofesi sebagai hakim di sebuah lembaga resmi Pengadilan Agama. Profesi ini kerap kali menghadapi sengketa rumah tangga suami istri.

Menurut beliau, ilmu psikologi sangat penting untuk mendamaikan berbagai perselisihan. Psikologi diyakini mampu menenangkan jiwa yang sedang bergejolak hebat.

“Andai kata saya ini dahulu sarjana psikologi UII, mungkin tidak pusing-pusing menghadapi mereka itu.” Ujar Bapak Faturahman jujur di hadapan seluruh peserta acara.

Dalam acara ini, pihak fakultas memberikan penghargaan kepada lulusan terbaik. Wisudawan berprestasi akademik tingkat terbaik diraih olehSaudari Dia Sofia.

Dia Sofia sukses meraih nilai Indeks Prestasi Kumulatif sebesar 3,89. Ia merupakan putri kebanggaan langsung dari Bapak Faturahman Gazali.

Fakultas juga sangat mengapresiasi wisudawan berprestasi gemilang di kancah nasional. Saudari Fatimah Azzahra berhasil mengharumkan nama besar universitas kita.

Ia menjuarai ajang bergengsi Musabaqah Tilawatil Quran tingkat internasional. Prestasinya membuktikan keunggulan sejati mahasiswa Fakultas Psikologi UII.

Acara pelepasan ini turut diwarnai momen persembahan lagu sangat spesial. Wisudawan bernyanyi khusus untuk menghibur para keluarga yang hadir.

Fitria Nurizza Maulidah menyumbangkan suara emasnya dengan sangat indah sekali. Lagu tersebut sukses mengundang isak tangis bahagia segenap hadirin.

Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi doa bersama yang khidmat. Wakil Dekan Bidang Akademik, Riset dan Rekognisi Bapak Dr. Ahmad Rusdi, S.Psi., S.Sos.I., M.A.Si memimpin langsung sesi doa penutup tersebut.

Doa dipanjatkan untuk senantiasa memohon keberkahan ilmu para sarjana muda. Harapannya, setiap lulusan senantiasa dilindungi oleh rahmat Allah SWT.

Lulusan diharapkan mampu mengabdi sesuai dengan nilai luhur Rahmatan lil ‘Alamin. Ilmu yang didapat harus membawa kemaslahatan nyata bagi masyarakat.

Acara ini ditutup dengan proses pembagian Surat Keterangan Pendamping Ijazah. Para lulusan tertib mengambil dokumen penting di meja registrasi.

Sesi foto bersama akhirnya menjadi penutup rangkaian acara bahagia ini. Senyum ceria terus menghiasi wajah seluruh peserta kegiatan tersebut.

Seluruh civitas akademika turut merasa bangga atas pencapaian gemilang lulusan. Wisudawan Psikologi UII kini bersiap menyongsong masa depan cerah.

Bekal ilmu psikologi berbasis Islami akan menjadi senjata utama mereka. Mereka kini siap bersaing di dunia kerja secara profesional.

Kampus terus berkomitmen kuat mencetak generasi penerus bangsa yang unggul. Kualitas pendidikan selalu menjadi sasaran prioritas utama universitas ini.

Fakultas Psikologi UII sangat berharap para alumni selalu menjaga nama baik. Jalinan silaturahmi dengan kampus tercinta ini harus terus dirawat abadi.

Semoga keberkahan selalu menyertai langkah panjang para sarjana baru ini. Kiprah nyata merekadi tengah masyarakat sangat dinantikan saat ini.

Dekan UII turut membagikan pengalaman pribadinya saat memilih jalan karir. Beliau mengakui profesi dosen sebenarnya bukanlah cita-cita hidup awalnya.

Namun, beliau meyakini hal tersebut adalah ketetapan takdir jalan Allah. Ketetapan Allah pasti membawa banyak kebaikan di dunia dan akhirat.

Pesan ini turut memotivasi lulusan yang masih mencari peluang pekerjaan. Kesabaran selalu menjadi kunci utama dalam menghadapi setiap bentuk ujian.

Lulusan diminta jangan putus asa saat menghadapi penolakan dunia kerja. Segala kesulitan hidup pasti akan membuahkan hasil manis kelak.

Selain itu, semangat pantang menyerah harus tertanam di dada wisudawan. Mahasiswa sudah dilatih menghadapi berbagai tantangan selama kuliah berlangsung.

Kebersamaan selama empat tahun kuliah turut menorehkan kenangan sangat indah. Lingkungan suportif sangat membantu mahasiswa melewati masa sulit perkuliahan.

“Tarik napas sejenak, inhale, exhale.” Demikian ucapan Ananta saat mencoba menenangkan haru di mimbar.

Teknik relaksasi pernapasan tersebut merupakan bekal ilmu dasar psikologi praktis. Mahasiswa kerap mempraktikkannya untuk mengelola kondisi emosi diri sendiri.

Fakultas Psikologi UII memang serius membekali keterampilan nyata bagi mahasiswa. Ilmu tersebut sangat relevan digunakan untuk kebutuhan hidup harian.

Para pimpinan fakultas juga tampak kompak hadir mendampingi Bapak Dekan. Mereka memberikan dukungan moral yang penuh kepada para sarjana muda.

Kehadiran para orang tua menambah kesakralan prosesi pelepasan sarjana ini. Dukungan keluarga adalah pilar paling penting bagi kesuksesan para mahasiswa.

Perwakilan orang tua sangat menyadari beratnya perjuangan para dosen pengajar. Mereka memohonkan maaf tulus atas segala khilaf dari anak-anaknya.

Doa restu orang tua turut menyempurnakan kebahagiaan para wisudawan hari ini. Momen pelukan hangat mengiringi linangan air mata bahagia keluarga.

Lulusan kini secara resmi menyandang gelar kehormatan sarjana psikologi penuh. Tanggung jawab sosial yang besar kini telah menanti mereka.

Wisudawan sarjana ini adalah calon agen perubahan unggul di masyarakat. Kontribusi positif mereka akan selalu dinantikan oleh bangsa Indonesia.

 

Fakultas Psikologi UII Gelar Silaturahmi IKI UII

Dr. phil. Qurotul Uyun, S.Psi., M.Si., Psikolog, menyampaikan materi bertajuk “Ibu Tangguh & Bahagia” dalam kegiatan Pertemuan Keluarga Besar Ikatan Keluarga Ibu-Ibu Universitas Islam Indonesia (IKI-UII) yang digelar pada Jumat, 21 Agustus 2026. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Qurotul Uyun mengajak para peserta untuk membangun ketangguhan diri dan kebahagiaan sebagai bagian penting dalam menjalankan peran di keluarga maupun lingkungan sosial. (Foto: Fakhrian & Nisa/Marcomm)

Fakultas Psikologi UII menggelar silaturahmi IKI UII guna mengedukasi keluarga pada Jumat(21/08/2026). Acara ini berlangsung edukatif di Gedung Kuliah Umum Prof. Dr. Sardjito.

Kegiatan rutin tahunan ini dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Anggota Ikatan Keluarga Ibu-Ibu UII tampak memadati ruangan tersebut.

Fakultas Psikologi UII bertindak sebagai tuan rumah penyelenggara. Agenda utama ini mengusung tema kesehatan mental keluarga.

Topik utamanya adalah mewujudkan sosok ibu tangguh dan bahagia. Dr.phil. Qurotul Uyun, S.Psi., M.Si, Psikolog hadir langsung sebagai pemateri utama.

Ibu Ragilia Lutfiatin selaku penyelenggara memberikan sambutan hangat. Beliau menekankan pentingnya silaturahmi untuk melapangkan pintu rezeki.

Ketua IKI UII, Ibu Sri Wahyuningsih, turut memberikan arahan. Beliau mengapresiasi upaya Fakultas Psikologi UII dalam acara ini.

Acara diawali dengan layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis. Peserta juga dihibur oleh penampilan Hadroh IKI UII.

Pasalnya, kesehatan fisik sangat berpengaruh pada kondisi psikologis ibu. Pemeriksaan ini dibantu oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran UII.

Panitia membatasi kuota pemeriksaan kesehatan hanya untuk seratus orang. Hal ini menyesuaikan ketersediaan waktu dan tenaga medis.

Sementara itu, tim Psikologi Profesi memandu sesi ice breaking. Peserta diajak bernyanyi bersama agar suasana menjadi lebih cair.

Lagu kebangsaan Indonesia Raya dinyanyikan dengan penuh semangat. Himne UII juga turut berkumandang merdu di dalam ruangan.

Pembacaan ayat suci Al Quran menambah keberkahan acara ini. Suasana ruangan seketika menjadi sangat tenang dan damai.

Sesi inti dipandu oleh moderator Ibu Dian Febriany Putri, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Diskusi berjalan interaktif membahas dinamika emosi ibu sehari-hari.

Dr. Qurotul Uyun menjelaskan bahaya fenomena butterfly effect. Emosi negatif sekecil apapun bisa merusak suasana rumah.

Beliau memaparkan bahwa ibu tidak dituntut menjadi sosok sempurna. Ibu berhak merasa sedih atau kecewa dalam batas wajar.

“Jadi, ibu itu adalah pusat energi dalam hidup.”. Demikian kutipan langsung dari penjelasan Dr. Qurotul Uyun.

Kendati demikian, emosi negatif tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Pendekatan spiritual seperti memperbanyak istighfar dinilai sangat ampuh.

Selain itu, waktu istirahat sejenak juga sangat penting. Hal ini membantu ibu merefleksikan diri dengan jernih.

Di sisi lain, ibu harus mampu menerima ketetapan Allah. Sikap ikhlas akan menghadirkan rasa kebahagiaan yang otentik.

Peserta tampak antusias merespons materi yang sangat relevan ini. Banyak ibu yang menyadari pentingnya mengelola rasa amarah.

Panitia membagikan berbagai doorprize pada sesi tanya jawab. Peserta yang beruntung menerima hadiah dengan sangat bahagia.

Moderator Dian Febriany memberikan simpulan yang menyentuh hati. Beliau mengingatkan para ibu untuk senantiasa merawat dirinya.

“Karena ketika seorang ibu belajar merawat dirinya bukan berarti dia sedang mengurangi cintanya kepada keluarga.”. Pesan indah tersebut menutup sesi inti acara ini.

Tim Psikologi Profesi kembali memandu sesi relaksasi ringan. Langkah ini efektif meregangkan otot setelah duduk lama.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi hikmah ibadah haji. Ibu Wanadya Ayu Krishna Dewi, S.Psi., M.A. bertugas membagikan pengalaman berharga tersebut.

Sesi ini bertujuan mempertebal keimanan anggota IKI UII. Ilmu tersebut diharapkan dapat diaplikasikan di rumah masing-masing.

Fakultas Psikologi UII sukses memfasilitasi kebutuhan edukasi ini. Pertemuan IKI UII ini berlangsung lancar hingga siang.

Acara ini sangat sejalan dengan nilai Rahmatan lil Alamin. Edukasi ini membawa kemaslahatan bagi keluarga besar UII.

Kehadiran Fakultas Psikologi UII memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Khususnya dalam upaya mencetak keluarga yang sehat mental.

Acara silaturahmi ini akhirnya ditutup dengan doa bersama khusyuk. Pertemuan rutin sukses mempererat ukhuwah islamiyah antar anggota.

Semoga kegiatan positif semacam ini dapat rutin diselenggarakan. Fakultas Psikologi UII siap terus berkontribusi bagi umat.

Ilmu psikologi aplikatif ini terbukti sangat diminati masyarakat awam. Pesan moral tersampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami.

Ibu yang bahagia akan melahirkan generasi masa depan cemerlang. Lingkungan keluarga menjadi fondasi utama pembentukan karakter anak.

Wanadya Ayu Krishna Dewi, S.Psi., M.A., menyampaikan materi bertajuk “Makna dan Hikmah Haji” dalam kegiatan Pertemuan Keluarga Besar Ikatan Keluarga Ibu-Ibu Universitas Islam Indonesia (IKI-UII), Jumat, 21 Agustus 2026. Dalam sesi tersebut, Wanadya mengajak peserta untuk memahami ibadah haji tidak hanya sebagai rangkaian ritual keagamaan, tetapi juga sebagai perjalanan spiritual yang sarat makna dan hikmah bagi kehidupan.