Fakultas Psikologi UII Sosialisasikan Visi & Misi Baru

(Kiri) Ibu Dr. RA. Retno Kumolohadi, S.Psi., M.Si., Psikolog dan (Kanan) Dr. Sus Budiharto, S.Psi., M.Si., Psikolog sebagai pembicara kegiatan Sosialisasi Visi & Misi Fakultas Psikologi UII. Foto: Surya

 

Fakultas Psikologi UII menggelar sosialisasi visi misi di Auditorium Gedung Dr. Soekiman Wirjosandjojo, Senin (20/4/2026). Langkah ini bertujuan memperkuat identitas keindonesiaan serta menyongsong standar akreditasi internasional.

Pimpinan fakultas menekankan pentingnya penyelarasan visi dengan nilai-nilai Universitas Islam Indonesia (UII). Langkah ini mendorong setiap unit memiliki budaya organisasi yang seragam dan sistematis.

“Mengapa perlu ada kemiripan bahkan mirip sekali ya karena kita memang bagian dari UII,” tutur narasumber. Pasalnya, visi misi tersebut harus mengacu pada komitmen sebagai rahmatan lil alamin.

Sementara itu, integrasi Catur Dharma menjadi pilar utama setiap aktivitas akademik di fakultas. Tim penyusun juga telah melakukan studi banding dengan berbagai fakultas untuk memperkaya perspektif.

“Psikologi yang berkualitas di internasional itu kita punya khasa di situ,” ungkap peserta diskusi. Kendati demikian, aspek keindonesiaan tetap mengisi bagian inti pengembangan kurikulum masa depan.

Sosialisasi ini diharapkan memberi dampak nyata bagi masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan. Seluruh sivitas akademika berkomitmen mewujudkan fakultas yang unggul di tingkat dunia.

Visi Fakultas Psikologi UII:

Terwujudnya Fakultas Psikologi UII sebagai rahmatan lilalaminmemiliki komitmen pada keunggulan, keindonesiaan, dan risalah islamiah dalam melaksanakan catur dharma Perguruan Tinggi, setara dengan institusi pendidikan psikologi yang berkualitas di tingkat internasional.

Misi Fakultas Psikologi UII:

  1. Menjadikan Psikologi Islam dan nilai-nilai keIndonesiaan sebagai dasar dalam proses pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan dakwah di tingkat nasional dan internasional.
  2. Menyelenggarakan pendidikan yang berintegritas, profesional, inovatif, dan adaptif terhadap perubahan.
  3. Melaksanakan penelitian yang kreatif, inovatif, aplikatif, dan berkesinambungan.
  4. Melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dan dakwah dalam kerangka pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan sosial.
  5. Menjalin kerjasama secara intensif dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan dakwah.
  6. Mewujudkan tata kelola berbasis nilai Islam dan nilai luhur bangsa untuk menghasilkan ekosistem akademik yang unggul

Tujuan Fakultas Psikologi UII:

  1. Menghasilkan ilmuwan dan praktisi Psikologi serta pemimpin yang berkualitas, bermanfaat bagi masyarakat, mampu menerapkan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan serta berdaya saing tinggi.
  2. Mewujudkan sumber daya manusia yang unggul secara fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spiritual dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab akademik
  3. Menjalankan proses pendidikan dan pengajaran secara baik dan unggul sehingga dapat bersaing secara global
  4. Menjalankan pengabdian masyarakat dan dakwah yang mampu memberdayakan masyarakat berdasarkan nilai Islam dan keindonesiaan
  5. Menghasilkan karya-karya di bidang Psikologi Islam yang bertaraf nasional dan  internasional.
  6. Menjalin kemitraan strategis sehingga tercipta kolaborasi yang memperkuat kualitas akademik dan rekognisi global, mendorong inovasi dan produktivitas, serta memperluas dampak sosial secara berkelanjutan.
  7. Mewujudkan tata kelola akademik yang akuntabel, berintegritas, dan adaptif

Fakultas Psikologi UII Gelar Perdana Kajian Rabu Pagi (KRP) 2026

Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia (UII) sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan Kajian Rabu Pagi (KRP) sepanjang Februari 2026. Agenda rutin ini merupakan hasil kolaborasi strategis dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Budaya (FISB) UII. Kegiatan bertujuan mempererat silaturahmi serta meningkatkan pemahaman keagamaan bagi dosen dan tenaga kependidikan (tendik).

Acara berlangsung khidmat di Musholla Baitul Hadi, Lantai 1 Gedung Soekiman Wirjosandjojo. Kajian ini digelar rutin setiap hari Rabu mulai pukul 08.00 hingga 09.00 WIB.

Program ini mengusung konsep kepanitiaan bergilir setiap tiga bulan antar fakultas. Tiga bulan pertama tahun ini menjadi tanggung jawab penuh dari Fakultas Psikologi UII.

Rangkaian kajian dibuka pada Rabu (4/2/2026) oleh Ustaz Fuat Hasanuddin, Lc., MA. Beliau memaparkan materi mendalam mengenai “Fiqih Ibadah” sebagai fondasi keseharian umat muslim.

“Menariknya mereka kuat dalam memahami teks dalil. Tidak hanya tekstual tapi juga sangat kontekstual,” ujar Fuat saat menjelaskan pentingnya pemahaman hukum Islam yang komprehensif.

Antusiasme peserta berlanjut pada pekan kedua, tepatnya Rabu (11/2/2026). Hasim Ikhwanudin, S.Ars hadir mengupas tuntas tema “Persiapan Terpenting Menyambut Ramadhan”.

Dalam paparannya, Hasim menekankan pentingnya kesiapan hati selayaknya menyambut tamu agung. “Menyambut tamu istimewa itu tidak mungkin kita sambut dengan rumah yang kotor, pakaian yang lusuh, dan persiapan yang seadanya,” tegas Hasim di hadapan jamaah.

Sementara itu, rangkaian kegiatan bulan Februari ditutup manis oleh Tajul Muluk, S.Ud., M.Ag. Pada Rabu (25/2/2026), ia mengajak jamaah untuk “Lebih Dekat dengan Al-Qur’an”.

Tajul mengingatkan bahwa kehadiran kitab suci umat Islam ini melalui proses sejarah yang tidak instan. “Al-Qur’an itu punya sejarah panjang. Prosesnya panjang, perjalanannya panjang, penuh dengan perjuangan,” ungkapnya menutup sesi kajian bulan ini.

Kolaborasi ini menjadi wujud nyata implementasi nilai Catur Dharma UII, khususnya dakwah islamiyah. Pasalnya, penguatan spiritualitas sivitas akademika dinilai penting dalam menunjang kinerja profesional yang berintegritas.

Kendati demikian, panitia memastikan kegiatan serupa akan terus berlanjut pada bulan-bulan berikutnya. Nantinya, giliran FISB yang akan memegang kendali kepanitiaan pada triwulan kedua.

Kajian Rabu Pagi UII, Fakultas Psikologi UII, Persiapan Ramadan 2026, Dakwah Islamiyah Kampus, Agenda Dosen Tendik UII

Fakultas Psikologi UII Jaring Calon Mahasiswa di IIETE 2026

Para Perwakilan Promosi dari berbagai Fakultas di Universitas Islam Indonesia. Foto: Cinta Marcom

Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia (UII) resmi berpartisipasi dalam pameran IIETE 2026. Pameran pendidikan ini diselenggarakan di Jakarta International Convention Center pada 12-15 Februari 2026.

Kehadiran kampus ini bertujuan memberikan informasi pendidikan tinggi bagi para pelajar. Fakultas Psikologi UII mengutus dua perwakilan komunikasi pemasaran untuk melayani konsultasi publik.

Langkah strategis ini mencerminkan komitmen UII dalam memajukan pendidikan masyarakat. Pasalnya, ajang ini menjadi wadah edukasi krusial bagi siswa jenjang SMA.

Stan Fakultas Psikologi UII ramai dikunjungi para pelajar dari berbagai daerah. Mereka sangat antusias menggali informasi seputar ilmu perilaku dan kesehatan mental.

Cinta Putri Ananta sebagai perwakilan Promosi Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesa sempat mewawancarai seorang peserta pameran. Pengunjung dari SMAN 17 Kota Bekasi itu membagikan alasan memilih psikologi.

Siswa tersebut merasa sangat peduli dengan isu kesehatan jiwa di masyarakat. “Saya termotivasi ingin membantu orang yang kesusahan atau dalam masalah mental, Saya sangat berminat untuk masuk Psikologi”.

Sementara itu, pameran IIETE 2026 ini menghadirkan puluhan institusi pendidikan ternama. Acara tersebut menargetkan kehadiran lebih dari 35 ribu pengunjung tahun ini.

Kegiatan pameran ini diharapkan terus menguatkan reputasi Fakultas Psikologi UII. Publik diharapkan makin menyadari peran kampus dalam mengatasi persoalan kesehatan mental.

Pengunjung antusias mendengarkan paparan dari PIC Promosi UII. Foto: Cinta Marcom

 

Salah satu PIC perwakilan promosi dari Fakultas Psikologi UII (Cinta Putri Ananta) sedang berfoto bersama dengan pengunjug. Foto: Cinta Marcom

Haru Pelepasan Wisudawan Terakhir Magister Psikologi Profesi UII

Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar Pelepasan Wisudawan pada Sabtu (14/2/2026). Kegiatan bersejarah ini berlangsung sangat khidmat di di Gedung Dr. Soekiman Wirdjosandjojo Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia. Pasalnya, Sumpah Profesi Psikolog Periode 77 ini melepas tiga wisudawan magister angkatan terakhir. Mereka adalah Ari Widyastuti, Rizky Tri, dan Zalina. Ketiganya merupakan lulusan Program Magister […]

Mahasiswa Psikologi UII Sabet Juara YICF 2026

Delegasi Fakultas Psikologi UII berhasil menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional baru-baru ini. Mereka menyabet juara kategori Equal Voice dalam Yogyakarta International Choral Festival (YICF) 2026 yang telah digelar mulai Senin(9/02/2026) hingga Kamis (12/02/2026).Ajang bergengsi ini merupakan gelaran perdana yang diinisiasi oleh Bandung Choral Society. Kompetisi tersebut berlangsung meriah dan berpusat di Taman Budaya Embung Giwangan, Yogyakarta.

Kehadiran festival ini menegaskan kembali posisi Yogyakarta sebagai kota budaya di mata dunia. Pasalnya, acara ini sukses membawa panggung paduan suara internasional ke jantung kota pelajar.

Tim Psikologi UII harus bersaing ketat dengan berbagai kelompok paduan suara terbaik dari mancanegara. Kendati demikian, performa memukau mereka berhasil memikat hati para dewan juri kompetisi.

Terdapat tujuh mahasiswa berbakat yang tergabung dalam tim pemenang kategori Equal Voice ini. Mereka adalah Silva Sari Thamrin, Alya Levina Fisabilillah, dan Fitria Nur’izza Maulida.

Anggota lainnya meliputi Khalisa Jasmin, Laura Maritza R., serta Maulani Wisesya. Nama Mira Sari turut melengkapi formasi solid yang sukses mengharumkan almamater tersebut.

Kemenangan ini menjadi bukti nyata kualitas non-akademik mahasiswa di tengah padatnya perkuliahan. Sementara itu, pihak fakultas terus berkomitmen mendukung partisipasi mahasiswa dalam kompetisi global.

Capaian ini diharapkan mampu memicu semangat berprestasi yang lebih luas bagi mahasiswa lainnya. Prestasi di YICF 2026 ini sekaligus memperkaya portofolio seni budaya universitas.

Telkom University Pelajari Tata Kelola Lab Psikologi UII

Foto bersama Dosen dan Pimpinan Fakultas Psikologi UII dengan delegasi Prodi S1 Psikologi Universitas Telkom. Foto: Yopa

Prodi S1 Psikologi Universitas Telkom mengadakan kunjungan ke Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia pada Kamis (8/1/2026). Kunjungan di Laboratorium Psikologi UII ini bertujuan memperkuat tata kelola lab dan inovasi kurikulum digital.

Rombongan Universitas Telkom disambut hangat oleh pimpinan Fakultas Psikologi UII di Laboratorium Psikologi Sleman. Wakil Dekan 1 Universitas Telkom, Dr. Martha Tri Lestari, memimpin delegasi dalam kunjungan kerja tersebut.

Ketua Program Studi Psikologi Telkom University, Sri Widaningsih, mengapresiasi keunggulan sistem laboratorium di UII. “Kalau saya lihat di sini sudah sangat settle kayaknya ya dari jurnal sudah ada Sinta 2,” ujarnya.

Sri menambahkan bahwa pengelolaan jurnal di Fakultas Psikologi UII menjadi inspirasi bagi institusi mereka. Pasalnya, Telkom University tengah mengembangkan Program Studi Psikologi yang baru memasuki semester ketiga.

Sementara itu, Kepala Laboratorium Psikologi UII, Muhammad Novvaliant, menjelaskan fungsi vital fasilitas laboratorium. Laboratorium memfasilitasi kebutuhan praktikum mahasiswa dari jenjang sarjana hingga profesi secara terintegrasi.

Fasilitas tersebut meliputi peminjaman alat tes psikologi hingga ruang observasi yang modern bagi mahasiswa. Kendati demikian, UII terus berinovasi mengoptimalkan layanan laboratorium guna mendukung riset psikologi digital.

Diskusi juga membahas penyelenggaraan Psikologi Expo sebagai wadah pengenalan ilmu psikologi bagi masyarakat luas. Inisiatif ini memberikan dampak nyata bagi pengembangan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan mental.

Dorong Perubahan Sosial, Mahasiswa Psikologi Gelar KREASI 2026

Konferensi Riset Mahasiswa Psikologi (KREASI) 2026 digelar secara daring melalui Zoom Meeting yang diikuti sekitar 859 peserta. Foto: Zoom Meeting

Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia menggelar Konferensi Riset Mahasiswa Psikologi (KREASI) 2026 pada Jumat (2/1/2026). Kegiatan daring ini memberdayakan pemuda lewat riset guna mendorong perubahan sosial masyarakat.

Acara ini merupakan bentuk kolaborasi antara UII dengan tiga universitas mitra lainnya. Mitra tersebut mencakup UHAMKA Jakarta, Universitas Mulawarman, serta Universitas Islam Riau.

Empat pakar psikologi hadir sebagai narasumber utama untuk membagikan ilmu mereka. Mereka adalah Abu Bakar Fahmi, Dr. Hairani Lubis, Bahril Hidayat, dan Sonny Andrianto.

Sementara itu, Thobagus Mohammad Nu’man memandu jalannya sesi seminar sebagai moderator. Panitia juga melibatkan mahasiswa aktif sebagai petugas acara demi kelancaran kegiatan.

MC acara menyampaikan sambutan hangat kepada para tamu undangan di awal sesi. “Kami ucapkan selamat datang kepada seluruh narasumber seminar nasional pada pagi hari ini,” tuturnya.

Para peserta mempresentasikan hasil penelitian melalui unggahan video di kanal YouTube. Sistem tanya jawab dilakukan secara asinkron guna menjaga interaksi antar peneliti muda.

Panitia menyiapkan berbagai kategori penghargaan untuk mengapresiasi karya riset terbaik mahasiswa. Kategori tersebut meliputi Best Presenter, Best Paper, hingga Favorite Presentation bagi peserta.

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas riset mahasiswa di tingkat nasional. Pasalnya, pemikiran kritis mahasiswa sangat dibutuhkan untuk memecahkan masalah sosial saat ini.

Penyelenggaraan KREASI 2026 mencerminkan komitmen UII dalam mengembangkan ilmu pengetahuan bermanfaat. Kendati demikian, seluruh proses tetap mengedepankan integritas akademik dan nilai kemanusiaan.

Dosen Fakultas Psikologi UII Salurkan Hak Suara Pilrek 2026-2030

Beberapa dosen Fakultas Psikologi UII turut serta dalam pemilihan calon rektor UII periode 2026-2030. foto: Surya

Dosen Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia (UII) memadati Laboratorium Klasikal Lantai 4 Gedung Dr. Soekiman Wirjosandjojo, Selasa (23/12/2025). Mereka hadir memberikan hak suara dalam pemilihan Bakal Calon Rektor UII periode 2026-2030.

Kegiatan penjaringan tingkat fakultas ini berlangsung khidmat mulai pukul 08.00 hingga 11.30 WIB. Para dosen tampak antusias berpartisipasi dalam pesta demokrasi kampus tertua di Indonesia tersebut.

Panitia Pemilihan (PP) menerapkan aturan ketat dalam mekanisme pencoblosan surat suara kali ini. Pemilih wajib melingkari tiga nomor urut atau nama Bakal Calon Rektor pilihan mereka.

Panitia menegaskan bahwa surat suara akan dianggap rusak jika tata cara spesifik ini dilanggar. Pasalnya, suara dinyatakan tidak sah jika pemilih melingkari kurang atau lebih dari tiga nama.

Selain itu, koreksi pilihan hanya boleh dilakukan dengan memberi tanda silang pada lingkaran yang salah. Mekanisme ini dirancang untuk menjamin validitas dan akurabilitas suara para akademisi.

Dekan Fakultas Psikolog UII Dr.phil. Qurotul Uyun, S.Psi., M.Si, Psikolog dan Sonny Andrianto, S.Psi., M.Si., Ph.D. selaku Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan dan Alumni (KKA) terlihat ikut serta menyalurkan hak pilihnya. Partisipasi aktif dosen menjadi kunci suksesnya regenerasi kepemimpinan yang strategis di lingkungan UII.

Hasil pemilihan di tingkat fakultas ini akan menentukan kandidat yang berhak melaju ke tahap seleksi berikutnya. Proses ini merupakan pijakan krusial bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi UII menuju 2030. (yp)

FP UII Bekali Wisudawan Strategi Karir Masa Depan

(Kanan) Pemaparan materi oleh Bintang Ilham Avicena, S.Psi. selaku pemateri alumni Psikologi UII yang berprofesi sebagai Asesor SDM Aparatur Ahli Pertama, UPTD Penilaian Kompetensi ASN BKPP Kabupaten Sleman. foto: dok. panitia.

Fakultas Psikologi UII menggelar seminar karir bagi para calon wisudawan periode dua. Acara tersebut berlangsung di Auditorium Gedung Soekiman pada Senin (22/12/2025).

Kegiatan ini bertujuan menyiapkan lulusan menghadapi tantangan dunia kerja yang kompetitif. Pembekalan tersebut mencakup strategi teknis hingga pengenalan karir di sektor pemerintahan.

Bintang Ilham Avicena memaparkan peluang karir psikologi sebagai Asesor SDM di pemerintahan. Ia menegaskan pentingnya validitas alat ukur dalam menilai kompetensi pegawai negeri.

Sementara itu, Nani Septianie mengulas cara memenangkan persaingan melalui penguatan kapasitas diri. Ia mendorong peserta untuk aktif membangun jejaring profesional sejak dini.

DPKA UII memberikan panduan menyusun Curriculum Vitae yang menarik dan profesional. Mereka juga membagikan teknik wawancara kerja menggunakan metode STAR yang sangat efektif.

Metode STAR menekankan penjelasan situasi, tugas, tindakan, dan hasil akhir kerja. Pendekatan ini membantu pelamar menjawab pertanyaan wawancara secara terstruktur dan sangat meyakinkan.

Lulusan dapat memanfaatkan layanan DPKA seperti konseling karir dan bimbingan mentor. Seluruh materi seminar tersebut menjadi bekal berharga bagi masa depan para alumni. (yp)

Sesi berfoto bersama Pimpinan FP dan FISB UII, pemateri, serta peserta seminar karir sekaligus calon wisudawan periode II TA 2025/2026. foto: dok.panitia

Talkshow Fakultas Psikologi UII: Mengupas Mental Health Dewasa Awal

(Kiri) Dr.rer.nat. Dian Sari Utami, S.Psi., M.A. Selaku Moderator duduk bersama Abdul (Tengah) Azeez E P, PhD sebagai pemateri pertama dan (Kanan) Wanadya Ayu Krishna Dewi, S.Psi., M.A. Pemateri kedua. foto: Dok. Panitia

Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar wicara daring membahas kesehatan mental, Sabtu (13/12/2025). Forum ini menyoroti dinamika kesejahteraan psikologis pada fase dewasa awal dalam perspektif lintas budaya.

Dua akademisi lintas negara hadir sebagai pembicara kunci untuk mengupas isu krusial tersebut. Mereka adalah Abdul Azeez E P, PhD dari Vellore Institute of Technology dan Wanadya Ayu Krishna Dewi, S.Psi., M.A. selaku Dosen Fakultas Psikologi UII.

Abdul Azeez E P, PhD dalam paparannya menyoroti bahwa emerging adulthood merupakan periode perkembangan yang unik sekaligus kritis. “Culturally constructed- not universal,” tegas Azeez merujuk pada lintasan fase kedewasaan dalam materinya.

Pasalnya, setiap individu menghadapi ekspektasi sosial dan pola hubungan orang tua yang berbeda-beda. Hal ini secara langsung mempengaruhi pembentukan identitas serta resiliensi mental seseorang saat beranjak dewasa.

Azeez lantas memaparkan definisi kesejahteraan sebagai sebuah konstruksi multidimensi yang mencakup pertumbuhan personal manusia. “Environmental mastery, and positive relations with others,” tambahnya mengutip materi presentasi yang ditampilkan.

Sementara itu, diskusi juga menyentuh berbagai faktor risiko yang kerap menghantui generasi muda saat ini. Ketidakstabilan hidup dan kurangnya dukungan sosial disebut sebagai pemicu utama munculnya kecemasan.

Kendati demikian, fase transisi ini tetap menawarkan peluang besar bagi individu untuk memperbaiki lintasan hidupnya. Kuncinya terletak pada pengembangan growth mindset dan kemampuan regulasi emosi yang mumpuni.

Peserta diajak memahami bahwa status kesehatan subjektif dan gaya hidup sehat adalah prediktor positif kesejahteraan. “All link to stronger mindset,” jelas Azeez mengenai korelasi antara kesehatan fisik dan mental.

Kegiatan ini berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari partisipan yang memadati ruang virtual Zoom. Acara ini menjadi wujud komitmen UII dalam memberikan edukasi psikologi yang relevan bagi masyarakat.

Diharapkan, wawasan lintas budaya ini dapat membantu peserta merefleksikan diri demi pertumbuhan mental yang positif. Diskusi ini sekaligus menutup rangkaian agenda akademik akhir tahun di lingkungan Fakultas Psikologi UII. (yp)