Gandeng ANI, FP UII Kembangkan Riset Neuropsikologi

Foto bersama dosen FP UII dengan pemateri Dr. Augustina Sulastri dari ANI. Foto: Surya

 

Fakultas Psikologi UII menjalin kerja sama dengan Asosiasi Neuropsikologi Indonesia (ANI) pada Jumat (5/6/2026). Kolaborasi ini bertujuan mengembangkan keilmuan psikologi dan meningkatkan pemberdayaan masyarakat luas.

Penandatanganan naskah kerja sama dilakukan langsung oleh pimpinan kedua belah pihak. Dokumen resmi tersebut menyatakan maksud kemitraan adalah “mengadakan kerja sama secara kelembagaan” demi kemajuan profesi.

Ruang lingkup kemitraan ini mencakup pengembangan kurikulum neuropsikologi pada berbagai jenjang program studi. Pasalnya, materi ini penting untuk mendalami dinamika klinis sistem saraf manusia.

Sementara itu, kedua belah pihak juga sepakat melakukan kolaborasi riset bersama. Penelitian tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu psikologi.

Selain peresmian hubungan kerja sama, kedua lembaga langsung menggelar kuliah tamu ilmiah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Auditorium Lantai 3 Gedung KH. Wahid Hasyim UII.

Ketua Umum ANI hadir langsung sebagai narasumber utama dalam acara akademik tersebut. Ia membawakan materi ilmiah dengan topik khusus yaitu “Consciousness dalam Psikologi Kognitif”.

Kendati demikian, seluruh implementasi kegiatan tetap mengutamakan asas kepercayaan dan kesetaraan. Kemitraan strategis ini menjadi wujud nyata pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi. (yp)

Penandatanganan kerja sama (MoA) Fakultas Psikologi UII dengan Asosiasi Neuropsikologi Indonesia yang diwakili oleh (kiri)Dr. Ahmad Rusdi, S.Psi., S.Sos.I., M.A.Si dengan (kanan) Dr. Augustina Sulastri. Foto: Surya

Serunya Pengalaman Sehari Menjadi Mahasiswa Psikologi UII

Siswa sangat antusias mengikuti kegiatan simulasi sehari menjadi mahasiswa Psikologi UII. Foto: Rian (Marcomm)

 

 

Sebanyak 180 siswa SMA merasakan langsung pengalaman kuliah pada Rabu (3/6/2026). Mereka mengikuti program promosi “Sehari Menjadi Mahasiswa UII” di Kampus Terpadu.

Acara bertema “Desain Versi Terbaikmu” ini mengenalkan kehidupan kampus secara interaktif. Pasalnya, calon mahasiswa membutuhkan referensi utuh sebelum memilih perguruan tinggi idaman.

Fakultas Psikologi (FP) UII turut berpartisipasi menyambut hangat para pelajar tersebut. Siswa diajak berkeliling melihat fasilitas unggulan dan mencoba kelas interaktif fakultas.

Sementara itu, peserta juga melakukan simulasi perkuliahan layaknya mahasiswa sungguhan. Mereka menerima replika Kartu Tanda Mahasiswa untuk menyelesaikan berbagai misi akademik.

Sehari Menjadi Mahasiswa UII dirancang sebagai bagian dari kampanye I’m UII,” ungkap perwakilan penyelenggara. Kendati demikian, kegiatan ini juga menghadirkan gelar wicara bersama dosen inspiratif.

Program inovatif ini diharapkan mampu memberikan kesan positif bagi para pelajar. Dengan begitu, mereka semakin mantap melanjutkan pendidikan tinggi di kampus UII.

Para siswa mengikuti instruksi yang diberikan oleh pemateri kelas interaktif yang disampaikan oleh staf Marcomm FP UII. Foto: rian (Marcomm FP UII)

 

 

 

Prof Suleyman Derin Ungkap Dua Dimensi Psikologi

Mahasiswa menyimak pemaparan materi oleh Prof. Dr. Suleyman Derin dari Marmara University, Istanbul, Turki. Foto: Surya

 

 

Fakultas Psikologi UII mengkaji pemikiran Al-Ghazali bersama Prof. Suleyman Derin pada Jumat (22/5/2026). Kuliah tamu di Auditorium Dr. Soekiman Wirjosandjojo ini bertujuan memadukan sains dengan nilai Islam.

Kegiatan akademik ini merupakan wujud implementasi visi dan nilai keislaman di lingkungan fakultas. Pasalnya, kajian psikologi Islam terus dikembangkan agar mampu menjawab tantangan masyarakat modern.

Dalam paparannya, Profesor asal Marmara University ini menyoroti keterbatasan teori psikologi modern. Ia menilai pendekatan Barat kerap melupakan aspek fundamental manusia yang berupa jiwa.

Konsep Islam justru menawarkan keseimbangan hidup yang utuh antara dunia dan dimensi ketuhanan. Islamic psychology has two dimensions vertical as well as horizontal but modern psychology is only horizontal,” tegasnya.

Sementara itu, pimpinan fakultas sangat menyambut baik diskusi ilmiah yang mendalam ini. Mahasiswa diharapkan mengeksplorasi ilmu perilaku dengan tetap berpegang teguh pada spiritualitas.

Kendati demikian, disiplin keilmuan psikologi Islam tidak lantas mengabaikan pembuktian empiris. In Islamic psychology, the truth lies in your heart,” pungkas Prof Derin.(yp)

FP UII Sambut Kunjungan Sekolah Perdana MAS Husnul Khotimah

Siswa Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Husnul Khotimah Kuningan Jawa Barat berfoto bersama Pimpinan Fakultas Psikologi. Foto: Zeva (Marcom)

 

 

Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia (UII) menerima kunjungan sekolah perdana yaitu Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Husnul Khotimah Kuningan. Acara tersebut berlangsung pada Rabu (6/5/2026) di Auditorium Lantai 3 Gedung Dr. Soekiman Wirjosandjojo.

Kunjungan ini bertujuan mengenalkan program studi psikologi UII kepada para siswa sekolah tersebut. Pasalnya, pemahaman ilmu psikologi dinilai amat penting untuk mempelajari perilaku manusia sehari-hari.

Dekan Fakultas Psikologi UII, Dr. Uyun, menyambut kedatangan rombongan siswa beserta guru pendamping. Ia memaparkan keunggulan program studi UII yang selalu mengintegrasikan ilmu umum dan agama.

“Jadi psikologi yang berkembang selama ini di luar sana adalah psikologi barat,” ungkap Dr. Uyun. Ia menegaskan bahwa mahasiswa Fakultas Psikologi UII akan turut mempelajari ilmu psikologi Islam.

Sementara itu, Kepala MAS Husnul Khotimah, Ustaz Alfar, sangat mengapresiasi sambutan hangat fakultas. Ia menilai ilmu kejiwaan ini sangat relevan untuk dipelajari oleh siswa jurusan IPS.

“Kenapa tepat untuk belajar psikologi ya tadi karena banyak manfaatnya soal psikologi ini ya,” tuturnya. Manfaat tersebut mencakup perbaikan manajemen diri hingga penyelesaian berbagai permasalahan sosial masyarakat.

Kendati demikian, rangkaian agenda kunjungan tidak sekadar berpusat di dalam ruangan auditorium kampus. Para siswa turut diajak mengenal kekayaan sejarah yang ada di sekitar lingkungan universitas.

Di akhir acara, para siswa diajak berkeliling melihat langsung peninggalan Candi Kimpulan. Situs candi bersejarah tersebut terletak tepat di dalam area bangunan Perpustakaan UII.

RSUD Sragen Gandeng FP UII Atasi Masalah Psikologi Remaja

Foto bersama delegasi RSUD Sragen bersama para delegasi Fakultas Psikologi UII. Foto: Yopa (PKH)

Fakultas Psikologi UII menerima kunjungan RSUD Sragen di Auditorium Soekiman pada Kamis (2/4/2026). Pertemuan ini membahas kerja sama penanganan kasus psikologi remaja melalui program magang.

Saat ini, RSUD Sragen menghadapi kendala kurangnya tenaga ahli psikologi di faskes mereka. Pihak RSUD Sragen berujar, “Permasalahan lain adalah bahwa di RSUD itu baru ada satu psikolog.”

Pasalnya, tingkat kunjungan pasien psikologi di kabupaten tersebut terus mengalami lonjakan yang cukup tajam. Banyak calon tenaga kerja dan anak sekolah membutuhkan layanan pemeriksaan psikotes awal.

Selain itu, Sragen juga fokus mengatasi masalah peredaran narkoba pada komunitas remaja. Hubungan kemitraan dengan kampus diharapkan mampu memperkuat program Pusat Informasi Konseling Remaja.

Sementara itu, pimpinan Fakultas Psikologi UII menyambut baik rencana kolaborasi strategis ini. Kampus siap menerjunkan mahasiswa magang untuk membantu pemetaan masalah di masyarakat.

Kendati demikian, program penguatan komunitas dinilai sangat tepat dijalankan oleh para alumni muda. Dr. Edi menegaskan, “Namun kalau itu untuk mengatasi masalah-masalah yang komunitas itu sudah bisa.”

Telkom University Pelajari Tata Kelola Lab Psikologi UII

Foto bersama Dosen dan Pimpinan Fakultas Psikologi UII dengan delegasi Prodi S1 Psikologi Universitas Telkom. Foto: Yopa

Prodi S1 Psikologi Universitas Telkom mengadakan kunjungan ke Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia pada Kamis (8/1/2026). Kunjungan di Laboratorium Psikologi UII ini bertujuan memperkuat tata kelola lab dan inovasi kurikulum digital.

Rombongan Universitas Telkom disambut hangat oleh pimpinan Fakultas Psikologi UII di Laboratorium Psikologi Sleman. Wakil Dekan 1 Universitas Telkom, Dr. Martha Tri Lestari, memimpin delegasi dalam kunjungan kerja tersebut.

Ketua Program Studi Psikologi Telkom University, Sri Widaningsih, mengapresiasi keunggulan sistem laboratorium di UII. “Kalau saya lihat di sini sudah sangat settle kayaknya ya dari jurnal sudah ada Sinta 2,” ujarnya.

Sri menambahkan bahwa pengelolaan jurnal di Fakultas Psikologi UII menjadi inspirasi bagi institusi mereka. Pasalnya, Telkom University tengah mengembangkan Program Studi Psikologi yang baru memasuki semester ketiga.

Sementara itu, Kepala Laboratorium Psikologi UII, Muhammad Novvaliant, menjelaskan fungsi vital fasilitas laboratorium. Laboratorium memfasilitasi kebutuhan praktikum mahasiswa dari jenjang sarjana hingga profesi secara terintegrasi.

Fasilitas tersebut meliputi peminjaman alat tes psikologi hingga ruang observasi yang modern bagi mahasiswa. Kendati demikian, UII terus berinovasi mengoptimalkan layanan laboratorium guna mendukung riset psikologi digital.

Diskusi juga membahas penyelenggaraan Psikologi Expo sebagai wadah pengenalan ilmu psikologi bagi masyarakat luas. Inisiatif ini memberikan dampak nyata bagi pengembangan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan mental.

FP UII Akselerasi Produksi Psikolog Klinis Hadapi Tantangan Kesehatan Mental

 

(Kiri) Prof. Drs. Subandi, M.A., Ph.D., Psikolog, (Kiri Tengah) Dr.phil. Qurotul Uyun, S.Psi., M.Si, Psikolog, (Kanan Tengah) Dr. Indria Laksmi Gamayanti, M.Si., Psikolog, Megawati Santoso, Ph.D (Kanan) Berfoto bersama setelah penandatanganan Kerja Sama (MoA) Fakultas Psikologi UII dengan Kolegium Psikologi Klinis. foto: Yopa

Fakultas Psikologi UII resmi menandatangani MoA dengan Kolegium Psikologi Klinis  Pada Kamis (18/12/2025) bertempat di Gedung Dr. Soekiman Wirdjosandjojo Lantai 1. Langkah strategis ini diambil untuk mempercepat terwujudnya lebih banyak psikolog klinis yang kompeten di Indonesia.

Upaya percepatan ini krusial untuk merespons meningkatnya permasalahan kesehatan mental di masyarakat. Dekan Fakultas Psikologi UII, Dr. Phil. Qurotul Uyun, menegaskan bahwa peran fakultas sangat strategis dalam mendukung kebutuhan nasional tersebut.

“Peran Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia UII sangat strategis dalam mendukung terwujudnya lebih banyak psikolog klinis yang kompeten untuk merespons meningkatnya permasalahan kesehatan mental di Indonesia. Sejalan dengan visi UII sebagai universitas yang mengintegrasikan keunggulan keilmuan, nilai-nilai keislaman, dan pengabdian bagi kemanusiaan, Fakultas Psikologi berkomitmen memperkuat layanan kesehatan mental melalui pendekatan yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga sistemik, kolaboratif, dan berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Qurotul Uyun.

Beliau menambahkan bahwa pendidikan profesi dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem layanan kesehatan mental. Tujuannya agar lulusan memiliki kompetensi profesional sekaligus kepekaan etik dan tanggung jawab sosial yang berakar pada nilai-nilai keislaman seperti rahmah dan integritas.

Sebagai wujud nyata, UII menjalin kemitraan dengan Puskesmas, rumah sakit, layanan kesehatan jiwa pemerintah, sekolah, pesantren, hingga komunitas. “Melalui keterlibatan langsung dalam penanganan kasus nyata, mahasiswa memperoleh pengalaman klinis yang autentik, sekaligus memungkinkan masyarakat merasakan manfaat langsung dari kehadiran layanan psikologi,” jelasnya.

Ke depan, kerja sama dengan Kolegium Psikolog Klinis juga akan meluncurkan Program Titian di Pusat Psikologi Terapan. Program ini dirancang untuk memperkuat kompetensi psikolog dalam kolaborasi interprofesional dan penanganan masalah kesehatan mental yang kompleks.

“Dengan demikian, Fakultas Psikologi UII tidak hanya berkontribusi melalui peningkatan jumlah psikolog klinis, tetapi juga melalui pendidikan psikolog klinis yang kompeten, beretika, kontekstual, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman, serta siap melayani kebutuhan nyata masyarakat Indonesia secara berkelanjutan,” tutupnya.

Agenda tersebut juga diisi dengan pembekalan oleh Megawati Santoso, Ph.D. selaku pimpinan Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) dan Dr. Indria Laksmi Gamayanti selaku ketua Kolegium Psikologi Klinis. Sesi ini menjadi persiapan bagi calon wisudawan yang akan mengikuti Pengambilan Sumpah Profesi pada Jumat (19/08/2025). (yp)

 

Sesi foto bersama peserta pembekalan sumpah profesi bersama pemateri dari Konsil Kesehatan Indonesia dan Kolegium Psikologi Klinis. foto: Yopa

 

Perkuat Jejaring Internasional, Psikologi UII Kunjungi Van Lang University Vietnam

Foto bersama delegasi Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia dengan Van Lang University. (Kiri) Thobagus Moh.Nu’man, S.Psi., M.A., Psikolog, (Kiri) Dr. Nita Trimulyaningsih, S.Psi., M.Psi, Psikolog, (Tengah) Nguyễn Bảo Thanh Nghi, PhD (Dean of Faculty of Social Sciences and Humanities) (Kanan) Hazhira Qudsyi, S.Psi., M.A., (Kanan) Annisaa Miranty Nurendra, S.Psi., M.Psi. Psikolog. foto: dok. panitia

Rabu (19/11/2025). Fakultas Psikologi UII melaksanakan kunjungan resmi ke Van Lang University (VLU) Vietnam. Kunjungan ini bertujuan menjajaki kerja sama internasional antar-kedua institusi pendidikan tersebut.

Delegasi UII dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Psikologi, Dr.phil. Qurotul Uyun, S.Psi., M.Si., Psikolog. Mereka diterima hangat oleh pimpinan Faculty of Social Sciences and Humanities (FSSH) Van Lang University.

Pertemuan yang berlangsung produktif ini menyepakati tiga fokus kerja sama strategis bagi kedua pihak. Program tersebut meliputi pertukaran mahasiswa, seminar internasional, hingga pertukaran dosen dan tenaga kependidikan.

Dalam skema pertukaran mahasiswa, peserta akan mengikuti kegiatan selama 7-10 hari secara resiprokal. Sementara itu, seminar ilmiah online akan melibatkan narasumber ahli dari masing-masing fakultas.

Dr.phil. Qurotul Uyun menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah penting bagi internasionalisasi pendidikan. “Kolaborasi ini akan memperkuat internasionalisasi pendidikan psikologi di UII,” ungkapnya dalam sambutannya.

Ia berharap kerja sama ini membuka ruang belajar lintas budaya bagi seluruh civitas akademika. Pasalnya, kontribusi akademik yang bermakna sangat dibutuhkan oleh masyarakat dalam skala global.

Pihak Van Lang University turut menyambut baik inisiasi kemitraan strategis dengan Fakultas Psikologi UII. Dekan FSSH VLU, Dr. Nguyễn Bảo Thanh Nghi, menyebut UII sebagai mitra yang tepat.

“Kami percaya bahwa UII adalah mitra strategis dalam pengembangan program akademik dan mobilitas internasional,” tegasnya. Ia berharap kegiatan kolaboratif ini mampu memberi manfaat nyata bagi kedua belah pihak.

Kegiatan ini diakhiri dengan pertukaran cenderamata serta sesi foto bersama seluruh delegasi. Kendati demikian, agenda kunjungan berlanjut dengan peninjauan fasilitas akademik melalui kegiatan campus tour.

Kunjungan resmi tersebut diharapkan menjadi awal kerja sama jangka panjang bagi kedua universitas. Hal ini sekaligus memperkuat posisi Fakultas Psikologi UII dalam kancah pendidikan tinggi dunia. (yp)

Kunjungi FP UII, Psikologi UNS Lakukan Studi Banding Manajemen Laboratorium

Foto bersama para delegasi Universitas Sebelas Maret bersama delegasi Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia. foto: Yopa

 

Fakultas Psikologi Universitas Sebelas Maret (UNS) menyambangi Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia (UII), Senin (25/11/2025). Kunjungan ini bertujuan mempelajari tata kelola laboratorium psikodiagnostika dan riset secara mendalam. Rombongan diterima hangat di Ruang Kuliah Magister Lantai 1 Fakultas Psikologi UII.

Agenda utama pertemuan ini menyoroti pengelolaan laboratorium, pelaksanaan praktikum, serta inovasi pembelajaran berbasis laboratorium. Pasalnya, Fakultas Psikologi UII dinilai memiliki infrastruktur dan manajemen laboratorium yang mumpuni.

Kepala Laboratorium Psikodiagnostika dan Riset UNS, Dr. Theda Renanita, mengungkapkan alasan memilih UII sebagai tujuan. Ia mengaku mendapat rekomendasi dari pihak luar terkait kualitas laboratorium Fakultas Psikologi UII.

Kendati Psikologi UNS telah berdiri sejak 2002, statusnya sebagai fakultas mandiri baru diresmikan pada 2022. Hal ini membuat mereka merasa perlu banyak belajar terkait pengembangan fasilitas pendukung akademik.

“Kami masih butuh untuk belajar banyak dari Fakultas Psikologi Universitas yang lainnya khusus dari Universitas Islam Indonesia,” ujar Theda.

Sementara itu, pihak UNS membawa rombongan lengkap termasuk Kepala Bagian Tata Usaha, Samdani, serta tim laboran. Mereka ingin menggali ilmu terkait infrastruktur, manajemen, hingga sumber daya manusia (SDM).

Sekretaris Jurusan Psikologi UII, Annisaa Miranty Nurendra, S.Psi., M.Psi. Psikolog, menyambut baik inisiatif kolaborasi antar perguruan tinggi ini. Diskusi berlangsung interaktif dengan pemaparan materi dari Kepala Laboratorium Psikologi UII, Muhammad Novvaliant Filsuf Tasaufi, S.Psi., M.Psi., Psikolog.

Selain diskusi di ruangan, delegasi UNS juga berkeliling melihat fasilitas laboratorium di lantai empat. Kunjungan ini diharapkan membuka peluang kerja sama penelitian dan pengabdian masyarakat di masa depan. (yp)

Fakultas Psikologi UII Terima Kunjungan Benchmarking IIUM Malaysia

(Kanan) Assoc. Prof. Ts. Dr. Hamwira Sakti Bin Yaacob Delegasi dari IIUM sedang berdiskusi bersama Dekan Fakultas Psikologi UII (Tengah) Dr.phil. Qurotul Uyun, S.Psi., M.Si, Psikolog dan Dr. Nita Trimulyaningsih, S.Psi., M.Psi, Psikolog selaku Ketua Program Studi Psikologi Program Magister

Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia (UII) menerima kunjungan strategis dari International Islamic University Malaysia (IIUM), Jumat (7/11/2025). Pertemuan ini digelar di Ruang Rapat Departemen Psikologi untuk membahas penguatan kerja sama antarlembaga.

Dekan Fakultas Psikologi UII, Dr. Phil. Qurotul Uyun, S.Psi., M.Si., menyambut langsung kehadiran rombongan tamu tersebut. Ia didampingi oleh jajaran ketua jurusan serta ketua program studi di lingkungan fakultas.

Sementara itu, delegasi tamu dipimpin oleh Assoc. Prof. Ts. Dr. Hamwira Sakti Bin Yaacob dari IIUM. Ia hadir dalam kapasitasnya sebagai Deputy Director Office of Knowledge for Change & Advancement.

Agenda utama kunjungan meliputi sambutan pimpinan dan diskusi mendalam mengenai pengelolaan institusi pendidikan tinggi. Kedua belah pihak antusias bertukar wawasan terkait pengembangan kualitas akademik berbasis nilai Islam.

Pasalnya, kegiatan benchmarking semacam ini vital untuk menjaga standar pendidikan global yang kompetitif. UII dan IIUM memiliki kesamaan visi dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai religius.

Sesi diskusi dilanjutkan dengan tanya jawab interaktif yang membahas peluang sinergi di masa depan. Penyerahan cinderamata lantas dilakukan sebagai simbol eratnya tali silaturahmi antarkedua universitas. Kunjungan ini diharapkan menjadi pembuka jalan bagi kolaborasi riset dan akademik yang lebih konkret. (yp)