Gandeng Psikologi UII, SMAN 1 Purworejo Petakan Potensi Siswa

Penandatanganan Implementasi Kerja Sama Sma N1 Purworejo dengan Fakultas Psikologi UII oleh Dekan Fakultas Psikologi Dr. Sus Budiharto, S.Psi., M.Si., Psikolog. (Foto: Fakhrian/Marcomm)

 

 

Fakultas Psikologi UII menerima kunjungan tim SMA Negeri 1 Purworejo pada Senin(24/08/2026) di kampus. Pertemuan ini membahas evaluasi riset siswa serta peresmian hubungan kerja sama antar lembaga.

Delegasi sekolah hadir untuk berkonsultasi mengenai karya ilmiah pada ajang kompetisi sains nasional. Penelitian siswa tersebut menyoroti masalah kelelahan mental akibat padatnya rutinitas akademik pelajar.

Dampak riset psikologi ini sangat relevan dengan fenomena tekanan belajar remaja masa kini. Pasalnya, banyak siswa menengah atas mengalami penurunan fokus akibat tingkat kelelahan mental tinggi.

Tim siswa mengusung inovasi terapi alam bernama Greta untuk mengatasi masalah kelelahan tersebut. Intervensi ini mengadopsi konsep memeluk pohon guna melepaskan energi negatif dalam diri siswa.

Kendati demikian, para akademisi UII menyarankan penyederhanaan variabel riset agar hasil lebih optimal. Variabel daya fokus disarankan untuk dieliminasi karena belum menunjukkan angka perubahan yang signifikan.

Sementara itu, variabel kelelahan mental terbukti menurun drastis setelah siswa mengikuti program Greta. Oleh sebab itu, fokus analisis pada satu variabel akan membuat laporan lebih tajam.

Selain membahas riset, momen ini juga diwarnai dengan penandatanganan berita acara kerja sama. Langkah strategis ini mengukuhkan komitmen edukasi antara institusi perguruan tinggi dan sekolah menengah.

Sinergi kelembagaan ini mencerminkan dedikasi nyata UII dalam mengabdi kepada masyarakat luas. Hal tersebut sangat selaras dengan nilai keislaman yang berorientasi pada prinsip Rahmatan lil ‘Alamin.

Di sisi lain, dosen UII juga menyoroti bahaya ambisi juara pada diri siswa. Tuntutan prestasi akademik berlebihan justru berisiko merusak kesehatan mental generasi muda penerus bangsa.

Pihak UII siap mendukung publikasi hasil penelitian siswa tersebut ke dalam jurnal bereputasi. Publikasi ilmiah dinilai jauh lebih bermanfaat sebagai rekam jejak akademik bagi para siswa.

Rencana tindak lanjut kerja sama ini mencakup program pemetaan psikologis bagi seluruh siswa. Tes psikologi berkala akan membantu guru mengenali potensi dan minat bakat peserta didik.

Bimbingan konseling di SMA Negeri 1 Purworejo kelak memiliki basis data yang akurat. Penanganan siswa yang bermasalah secara akademik pun dapat dilakukan dengan pendekatan lebih humanis.

Kolaborasi pendidikan ini diharapkan memacu semangat inovasi riset di kalangan pelajar sekolah menengah. Dukungan kampus sangat dibutuhkan untuk mengarahkan metode ilmiah siswa sesuai standar penelitian baku.

Kegiatan kunjungan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang konstruktif seputar instrumen psikologi. Siswa mendapatkan pengalaman langsung mempertahankan argumen riset di hadapan dosen ahli metode kuantitatif.

Masukan berharga dari kampus menjadi bekal penting bagi tim perwakilan sekolah sebelum bertanding. Mereka optimis mampu merevisi laporan penelitian tepat waktu sesuai dengan arahan para pakar.

Fakultas Psikologi UII senantiasa membuka pintu bagi sekolah yang membutuhkan pendampingan riset siswa. Kontribusi aktif ini menjadi bukti nyata peran kampus dalam mencerdaskan kehidupan generasi bangsa.

Pendekatan terapi alam atau Shinrin-yoku yang diteliti siswa dinilai sangat inovatif dan aplikatif. Praktik relaksasi sederhana ini bisa diterapkan secara mandiri oleh remaja di lingkungan sekolah.

Penggunaan aplikasi statistik modern seperti Jamovi juga mendapat apresiasi dari para dosen pembimbing. Kemampuan analisis data tingkat lanjut membuktikan kualitas akademik siswa SMA Negeri 1 Purworejo.

Akhir sesi pertemuan ditutup dengan prosesi dokumentasi bersama seluruh peserta dan jajaran dosen. Wajah antusias dan penuh harap terpancar dari delegasi sekolah setelah mendapat pencerahan riset.

Keberadaan fasilitas riset psikologi UII turut memukau para siswa selama berada di kampus. Lingkungan akademik yang kondusif terbukti mampu memantik semangat belajar dan keingintahuan ilmuwan muda.

Kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada satu proyek kompetisi karya ilmiah semata. Sinergi berkelanjutan akan terus dipupuk demi meningkatkan mutu pendidikan karakter di institusi sekolah.

Manfaat program kolaboratif ini pastinya akan dirasakan langsung oleh masyarakat dan dunia pendidikan. Pengentasan masalah kesehatan mental pelajar merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen pendidik nasional.

Semoga jalinan kemitraan strategis ini membawa keberkahan melimpah bagi UII dan mitra sekolah. Upaya memajukan literasi psikologi masyarakat akan selalu didukung penuh oleh segenap sivitas akademika.

Siswa SMA N1 Purworejo sedang mempresentasikan hasil penelitianya dihadapan para tamu undangan sekaligu delegasi Fakultas Psikologi. (Foto: Fakhrian/Marcomm)

Psikologi UII Terima Kunjungan Studi Universitas Al Azhar Indonesia

Suasana diskusi tentang penerapan dan pengembangan kurikulum Program Studi Psikologi, Pelaksanaan proses pembelajaran, Pelaksanaan kegiatan praktikum dan pengelolaan laboratorium psikologi, Pengelolaan serta pengembangan fasilitas laboratorium dan sarana pendukung pembelajaran, antara Delegasi FPP UAI bersama delegasi Fakultas Psikologi UII. (Foto: Fakhrian N.H./Marcomm)

 

 

Fakultas Psikologi UII menerima kunjungan studi banding dari Fakultas Psikologi dan Pendidikan Universitas Al Azhar Indonesia (FPP-UAI) di Depok. Kunjungan ini berlangsung lancar pada Kamis(03/09/2026) untuk membahas integrasi keilmuan. Diskusi tersebut fokus pada kurikulum pendidikan dan pengelolaan laboratorium psikologi Islam.

Rombongan FPP UAI diwakili oleh Kaprodi Psikologi Liana Mailani, S. Psi., M.A. dan Direktur Akademik Dr. Radhiya Bustan, M. Soc., Sc., Psikolog. Mereka disambut hangat oleh jajaran pimpinan dan dosen Fakultas Psikologi UII.

Kaprodi Psikologi UAI Liana menyampaikan tujuan utama kedatangan mereka ke kampus ini. “Sebenarnya kami ingin banyak belajar dari UII terkait kurikulum, laboratorium,” tuturnya menjelaskan.

Kunjungan ini sangat penting untuk pengembangan keilmuan psikologi berlandaskan nilai Islam. Pasalnya, integrasi agama dan sains dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

Pemahaman keislaman ini terus didorong kepada seluruh pendidik secara perlahan.

UII telah lama menjadi pionir dalam penerapan keilmuan psikologi Islam. Hal ini memotivasi institusi pendidikan lain untuk turut mengembangkan konsep serupa.

Kendati demikian, penerapan kurikulum khas ini bukan tanpa hambatan di lapangan. Salah satu tantangannya adalah penyiapan sumber daya manusia yang benar-benar kompeten.

Fakultas Psikologi UII memiliki strategi khusus untuk mengatasi kendala krusial tersebut. Mereka mengadakan program pengajian rutin guna membekali para tenaga pendidik internal.

Pendekatan kolaboratif ini sukses meningkatkan rasa percaya diri para dosen muda. Sementara itu, mereka juga diajak menulis buku bunga rampai secara bersama.

Upaya berkelanjutan ini mewujudkan nilai Rahmatan lil Alamin dalam lingkungan akademik. Sistem pembelajaran menjadi jauh lebih inklusif dan ramah bagi semua kalangan.

Selain itu, Fakultas Psikologi UII juga membagikan pengalaman evaluasi sistem kurikulumnya. Saat ini mereka sedang menyempurnakan implementasi konsep Outcome Based Education (OBE).

Sistem OBE menuntut pengukuran capaian pembelajaran yang sangat detail dan presisi. Fakultas terus melakukan pembaruan kurikulum agar senantiasa relevan dengan kebutuhan zaman.

Di sisi lain, pembahasan hangat juga menyentuh topik pengelolaan laboratorium praktik. Pihak UAI ingin mengetahui standar penyelenggaraan praktikum alat tes diagnostik psikologi.

Mahasiswa sarjana di kampus ini dilatih menggunakan berbagai instrumen asesmen penting. Mereka praktik langsung mengadministrasikan tes inteligensi hingga alat tes kepribadian dasar.

Praktikum laboratorium ini sifatnya wajib dan sangat menentukan status kelulusan mahasiswa. Setiap kelompok kecil didampingi oleh satu asisten praktikum yang sudah berpengalaman.

Model pengajaran ini membekali seluruh lulusan dengan standar kompetensi yang kuat. Alumni terbukti menjadi lebih siap ketika memasuki jenjang pendidikan profesi psikolog.

Kebijakan akademik nasional terkait program MBKM juga sempat menjadi bahan diskusi. Pengelola program studi sangat berhati-hati dalam mengonversi nilai kegiatan magang eksternal.

Mereka tentu tidak ingin kompetensi inti para mahasiswa hilang begitu saja. Oleh karena itu, konversi nilai hanya diberlakukan khusus untuk mata kuliah pilihan.

Pertemuan studi banding kedua institusi ini berlangsung hangat dan sangat kekeluargaan. Diskusi dua arah tersebut memberikan banyak wawasan segar bagi kedua belah pihak.

Delegasi UAI berencana segera mengadopsi beberapa program unggulan dari kampus ini. Salah satunya adalah skema pelibatan dosen agama dalam kelas mata kuliah umum.

Langkah kolaborasi lintas prodi dinilai sangat efektif guna mempercepat integrasi keilmuan. Para dosen dipastikan akan saling melengkapi ragam perspektif dalam proses mengajar.

Pihak tuan rumah menyambut baik rencana progresif pengembangan kurikulum UAI tersebut. Mereka selalu terbuka luas untuk menjalin kerja sama strategis di masa depan.

Kegiatan sarat ilmu ini akhirnya ditutup dengan sesi ramah tamah bersama. Sinergi positif institusi pendidikan Islam diharapkan semakin kuat setelah pertemuan ini.

Pengembangan ilmu pengetahuan berbasis Islam memang membutuhkan komitmen solid banyak pihak. Jejaring kampus muslim nasional memegang peran vital dalam mewujudkan cita-cita tersebut.

Berbagai inovasi pendidikan tinggi harus terus didorong demi melahirkan generasi unggul. Mahasiswa masa depan dituntut cerdas secara akademik sekaligus teguh fondasi spiritualnya.

Kampus ini sukses membuktikan bahwa ajaran agama dan sains bisa bersinergi harmonis. Fakta keberhasilan ini menjadi inspirasi berharga bagi seluruh perguruan tinggi Indonesia.

Delegasi Prodi Psikologi Fakultas Psikologi dan Pendidikan, Universitas Al-Azhar Indonesia. (Foto: Fakhrian/Marcomm)

Psikologi UII Gandeng PCINU Taiwan Bahas Mental Migran

(dari kiri ke kanan) Muhammad Ghofur selaku Ketua PCINU Taiwan berfoto bersama Dr. Sus Budiharto, S.Psi., M.Si., Psikolog selaku Dekan Fakultas Psikilogi. (Foto: Fakhrian N.H./Marcomm)

 

 

Fakultas Psikologi UII berdiskusi dengan PCINU Taiwan pada Rabu(05/08/2026) di Ruang Rapat Magister. Kerja Sama Psikologi UII ini menargetkan solusi komprehensif bagi masalah mental migran.

Kegiatan kolaborasi strategis ini melibatkan petinggi fakultas dan jajaran pengurus PCINU. Tujuannya adalah merancang program pendampingan psikologis yang berkelanjutan bagi para diaspora.

Pasalnya, kondisi lingkungan pekerja migran di luar negeri seringkali sangat memprihatinkan. Tekanan pekerjaan dan beban akademik memicu tingkat stres yang teramat tinggi.

Ketua PCINU Taiwan, Muhammad Ghofur, turut hadir secara langsung membawa rombongannya. Ia menyebut populasi Warga Negara Indonesia di wilayah tersebut sangat besar.

“Teman-teman PMI dan pelajar yang ada di Taiwan itu kurang lebih ada 400.000 jiwa,”. Besarnya angka ini tentu menuntut perhatian serius dari kalangan akademisi kampus.

Sementara itu, jumlah mahasiswa Indonesia di kawasan tersebut mencapai belasan ribu orang. Mereka kerap kali menghadapi kendala akademis dan gegar budaya yang cukup berat.

Mahasiswa KKN UII sebelumnya telah banyak membantu menyukseskan program dakwah lokal. Mereka bahkan dipercaya menjadi tenaga khatib selama momen suci bulan Ramadan.

Di sisi lain, masalah psikologis yang perlahan muncul dirasa semakin kompleks. Kasus depresi berujung tragis sempat menimpa beberapa pekerja harian dan mahasiswa.

Oleh karena itu, kehadiran tenaga ahli dari pihak UII sangat dinantikan. PCINU berharap segera mendapat bantuan konseling jarak jauh bagi para jamaahnya.

Selain itu, para pengurus PCINU sendiri juga rentan mengalami kelelahan mental. Beban mengurusi ragam masalah sosial migran terus menerus menguras banyak energi.

Pihak kampus menawarkan program bantuan psikologis awal atau lazim disebut psychological aid. Program ini dirancang khusus untuk membekali relawan dengan kemampuan dasar konseling.

Kendati demikian, implementasi nyata kolaborasi ini tidak hanya terbatas pada layanan konseling. Kedua lembaga turut menjajaki potensi riset bersama yang sangat inovatif ke depannya.

Riset terapan tersebut bertujuan memetakan akar masalah kesehatan mental warga secara ilmiah. Hasilnya kelak akan langsung digunakan untuk merumuskan berbagai kebijakan penanganan yang efektif.

Wakil Dekan Bidang Akademik UII, Dr. Ahmad Rusdi, S.Psi., S.Sos.I., M.A.Si, memimpin jalannya sesi diskusi pemetaan. Suasana pertemuan ini berlangsung hangat dengan pertukaran gagasan yang dinilai sangat konstruktif.

Pelaksanaan Kerja Sama Psikologi UII ini merepresentasikan nilai luhur pendidikan berlandaskan Islam. Perguruan tinggi harus selalu siap hadir membawa rahmat bagi kebaikan seluruh alam.

Seremoni penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) menjadi puncak acara penting pada sore hari tersebut. Dokumen kesepakatan ini menjadi landasan legal untuk pelaksanaan rancangan program kerja berikutnya.

Dukungan fasilitas teknologi juga dipersiapkan guna memfasilitasi seluruh kebutuhan komunikasi jarak jauh. Mahasiswa Prodi Pendidikan Profesi Psikolog dan Magister Psikologi  UII nantinya akan banyak dilibatkan dalam proses skrining psikologis virtual.

Langkah preventif ini sangat diharapkan mampu mendeteksi potensi krisis mental secara dini. Para tenaga pekerja bisa segera mendapatkan penanganan tepat sebelum masalahnya bertambah parah.

Organisasi PCINU Taiwan telah lama diakui secara sah oleh pihak pemerintah setempat. Legalitas kuat ini tentu memudahkan kemancaran pelaksanaan berbagai macam kegiatan kolaboratif antarnegara.

Mahasiswa UII yang pernah tulus mengabdi di sana memberikan berbagai testimoni positif. Mereka melihat secara langsung betapa pentingnya pendampingan emosional bagi para pekerja migran.

“Solidaritas di sana itu cukup tinggi gitu,”. Demikian kesaksian jujur Afta Raasikh Editia selaku mahasiswa Psikologi UII yang pernah melaksanakan program pengabdian di Taiwan.

Semangat persaudaraan kuat inilah yang ingin terus diperkuat melalui kesepakatan kerja sama. Sinergi positif antar lembaga ini diharapkan senantiasa membawa keberkahan bagi bangsa Indonesia.

Dr. Sus Budiharto, S.Psi., M.Si., Psikolog selaku Dekan Fakultas Psikologi juga memastikan seluruh program ini tidak akan berhenti pada seremonial. Tindak lanjut yang berkesinambungan akan rutin diawasi guna menjamin kualitas pengabdian masyarakat Fakultas Psikologi UII.

Foto bersama delegasi PCINU Taiwan bersama delegasi Fakultas Psikologi UII. (Foto: Fakhrian N.H./Marcomm)

UMPKU Benchmarking Tata Kelola Laboratorium ke Psikologi UII

Foto bersama delegasi Fakultas Psikologi UII dan delegasi Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta. Foto: Rija (Marcomm)

 

Fakultas Psikologi UII menerima kunjungan benchmarking dari Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta pada Selasa (14/7/2026) siang. Acara ini bertujuan mendalami tata kelola, sistem administrasi, dan standar operasional prosedur laboratorium psikologi.

Delegasi UMPKU dipimpin langsung oleh Wakil Rektor II, Bdn. Munaaya Fitriyya, S.E., S.S.T., M.Kes. Dekan Fakultas Psikologi UII, Dr. Sus Budiharto, menyambut rombongan di Gedung Dr. Soekiman Wirjosandjojo.

Dr. Sus Budiharto mengapresiasi kehadiran tamu sebagai sarana silaturahmi yang membawa keberkahan bersama. “Setiap kali ada tamu maka Allah akan melimpahkan karunianya kepada kita ini,” ujarnya.

Munaaya Fitriyya menjelaskan alasan pemilihan UII sebagai tujuan utama kunjungan belajar institusinya. “Psikologi ini kami ibarat masih angkatan pertama kemarin baru mulai mahasiswa jadi masih seumur jagung,” katanya.

Pasalnya, UMPKU baru meresmikan prodi psikologi pada tahun 2025 dan membutuhkan panduan standar laboratorium. Mereka ingin memastikan kesiapan sarana prasarana sebelum menghadapi proses reakreditasi di masa mendatang.

Sementara itu, Kepala Laboratorium Psikologi UII, Muhammad Novvaliant, memaparkan beragam fasilitas tes psikologi. Ia menjelaskan prosedur peminjaman alat mulai dari tes inteligensi hingga tes proyektif.

Kunjungan ditutup dengan peninjauan langsung ke ruang laboratorium klasikal, individual, hingga lab anak. Sesi dokumentasi dan penyerahan cindera mata menandai komitmen kerja sama berkelanjutan antar kedua pihak.

 

Gandeng ANI, FP UII Kembangkan Riset Neuropsikologi

Foto bersama dosen FP UII dengan pemateri Dr. Augustina Sulastri dari ANI. Foto: Surya

 

Fakultas Psikologi UII menjalin kerja sama dengan Asosiasi Neuropsikologi Indonesia (ANI) pada Jumat (5/6/2026). Kolaborasi ini bertujuan mengembangkan keilmuan psikologi dan meningkatkan pemberdayaan masyarakat luas.

Penandatanganan naskah kerja sama dilakukan langsung oleh pimpinan kedua belah pihak. Dokumen resmi tersebut menyatakan maksud kemitraan adalah “mengadakan kerja sama secara kelembagaan” demi kemajuan profesi.

Ruang lingkup kemitraan ini mencakup pengembangan kurikulum neuropsikologi pada berbagai jenjang program studi. Pasalnya, materi ini penting untuk mendalami dinamika klinis sistem saraf manusia.

Sementara itu, kedua belah pihak juga sepakat melakukan kolaborasi riset bersama. Penelitian tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu psikologi.

Selain peresmian hubungan kerja sama, kedua lembaga langsung menggelar kuliah tamu ilmiah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Auditorium Lantai 3 Gedung KH. Wahid Hasyim UII.

Ketua Umum ANI hadir langsung sebagai narasumber utama dalam acara akademik tersebut. Ia membawakan materi ilmiah dengan topik khusus yaitu “Consciousness dalam Psikologi Kognitif”.

Kendati demikian, seluruh implementasi kegiatan tetap mengutamakan asas kepercayaan dan kesetaraan. Kemitraan strategis ini menjadi wujud nyata pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi. (yp)

Penandatanganan kerja sama (MoA) Fakultas Psikologi UII dengan Asosiasi Neuropsikologi Indonesia yang diwakili oleh (kiri)Dr. Ahmad Rusdi, S.Psi., S.Sos.I., M.A.Si dengan (kanan) Dr. Augustina Sulastri. Foto: Surya

Serunya Pengalaman Sehari Menjadi Mahasiswa Psikologi UII

Siswa sangat antusias mengikuti kegiatan simulasi sehari menjadi mahasiswa Psikologi UII. Foto: Rian (Marcomm)

 

 

Sebanyak 180 siswa SMA merasakan langsung pengalaman kuliah pada Rabu (3/6/2026). Mereka mengikuti program promosi “Sehari Menjadi Mahasiswa UII” di Kampus Terpadu.

Acara bertema “Desain Versi Terbaikmu” ini mengenalkan kehidupan kampus secara interaktif. Pasalnya, calon mahasiswa membutuhkan referensi utuh sebelum memilih perguruan tinggi idaman.

Fakultas Psikologi (FP) UII turut berpartisipasi menyambut hangat para pelajar tersebut. Siswa diajak berkeliling melihat fasilitas unggulan dan mencoba kelas interaktif fakultas.

Sementara itu, peserta juga melakukan simulasi perkuliahan layaknya mahasiswa sungguhan. Mereka menerima replika Kartu Tanda Mahasiswa untuk menyelesaikan berbagai misi akademik.

Sehari Menjadi Mahasiswa UII dirancang sebagai bagian dari kampanye I’m UII,” ungkap perwakilan penyelenggara. Kendati demikian, kegiatan ini juga menghadirkan gelar wicara bersama dosen inspiratif.

Program inovatif ini diharapkan mampu memberikan kesan positif bagi para pelajar. Dengan begitu, mereka semakin mantap melanjutkan pendidikan tinggi di kampus UII.

Para siswa mengikuti instruksi yang diberikan oleh pemateri kelas interaktif yang disampaikan oleh staf Marcomm FP UII. Foto: rian (Marcomm FP UII)

 

 

 

Prof Suleyman Derin Ungkap Dua Dimensi Psikologi

Mahasiswa menyimak pemaparan materi oleh Prof. Dr. Suleyman Derin dari Marmara University, Istanbul, Turki. Foto: Surya

 

 

Fakultas Psikologi UII mengkaji pemikiran Al-Ghazali bersama Prof. Suleyman Derin pada Jumat (22/5/2026). Kuliah tamu di Auditorium Dr. Soekiman Wirjosandjojo ini bertujuan memadukan sains dengan nilai Islam.

Kegiatan akademik ini merupakan wujud implementasi visi dan nilai keislaman di lingkungan fakultas. Pasalnya, kajian psikologi Islam terus dikembangkan agar mampu menjawab tantangan masyarakat modern.

Dalam paparannya, Profesor asal Marmara University ini menyoroti keterbatasan teori psikologi modern. Ia menilai pendekatan Barat kerap melupakan aspek fundamental manusia yang berupa jiwa.

Konsep Islam justru menawarkan keseimbangan hidup yang utuh antara dunia dan dimensi ketuhanan. Islamic psychology has two dimensions vertical as well as horizontal but modern psychology is only horizontal,” tegasnya.

Sementara itu, pimpinan fakultas sangat menyambut baik diskusi ilmiah yang mendalam ini. Mahasiswa diharapkan mengeksplorasi ilmu perilaku dengan tetap berpegang teguh pada spiritualitas.

Kendati demikian, disiplin keilmuan psikologi Islam tidak lantas mengabaikan pembuktian empiris. In Islamic psychology, the truth lies in your heart,” pungkas Prof Derin.(yp)

FP UII Sambut Kunjungan Sekolah Perdana MAS Husnul Khotimah

Siswa Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Husnul Khotimah Kuningan Jawa Barat berfoto bersama Pimpinan Fakultas Psikologi. Foto: Zeva (Marcom)

 

 

Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia (UII) menerima kunjungan sekolah perdana yaitu Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Husnul Khotimah Kuningan. Acara tersebut berlangsung pada Rabu (6/5/2026) di Auditorium Lantai 3 Gedung Dr. Soekiman Wirjosandjojo.

Kunjungan ini bertujuan mengenalkan program studi psikologi UII kepada para siswa sekolah tersebut. Pasalnya, pemahaman ilmu psikologi dinilai amat penting untuk mempelajari perilaku manusia sehari-hari.

Dekan Fakultas Psikologi UII, Dr. Uyun, menyambut kedatangan rombongan siswa beserta guru pendamping. Ia memaparkan keunggulan program studi UII yang selalu mengintegrasikan ilmu umum dan agama.

“Jadi psikologi yang berkembang selama ini di luar sana adalah psikologi barat,” ungkap Dr. Uyun. Ia menegaskan bahwa mahasiswa Fakultas Psikologi UII akan turut mempelajari ilmu psikologi Islam.

Sementara itu, Kepala MAS Husnul Khotimah, Ustaz Alfar, sangat mengapresiasi sambutan hangat fakultas. Ia menilai ilmu kejiwaan ini sangat relevan untuk dipelajari oleh siswa jurusan IPS.

“Kenapa tepat untuk belajar psikologi ya tadi karena banyak manfaatnya soal psikologi ini ya,” tuturnya. Manfaat tersebut mencakup perbaikan manajemen diri hingga penyelesaian berbagai permasalahan sosial masyarakat.

Kendati demikian, rangkaian agenda kunjungan tidak sekadar berpusat di dalam ruangan auditorium kampus. Para siswa turut diajak mengenal kekayaan sejarah yang ada di sekitar lingkungan universitas.

Di akhir acara, para siswa diajak berkeliling melihat langsung peninggalan Candi Kimpulan. Situs candi bersejarah tersebut terletak tepat di dalam area bangunan Perpustakaan UII.

RSUD Sragen Gandeng FP UII Atasi Masalah Psikologi Remaja

Foto bersama delegasi RSUD Sragen bersama para delegasi Fakultas Psikologi UII. Foto: Yopa (PKH)

Fakultas Psikologi UII menerima kunjungan RSUD Sragen di Auditorium Soekiman pada Kamis (2/4/2026). Pertemuan ini membahas kerja sama penanganan kasus psikologi remaja melalui program magang.

Saat ini, RSUD Sragen menghadapi kendala kurangnya tenaga ahli psikologi di faskes mereka. Pihak RSUD Sragen berujar, “Permasalahan lain adalah bahwa di RSUD itu baru ada satu psikolog.”

Pasalnya, tingkat kunjungan pasien psikologi di kabupaten tersebut terus mengalami lonjakan yang cukup tajam. Banyak calon tenaga kerja dan anak sekolah membutuhkan layanan pemeriksaan psikotes awal.

Selain itu, Sragen juga fokus mengatasi masalah peredaran narkoba pada komunitas remaja. Hubungan kemitraan dengan kampus diharapkan mampu memperkuat program Pusat Informasi Konseling Remaja.

Sementara itu, pimpinan Fakultas Psikologi UII menyambut baik rencana kolaborasi strategis ini. Kampus siap menerjunkan mahasiswa magang untuk membantu pemetaan masalah di masyarakat.

Kendati demikian, program penguatan komunitas dinilai sangat tepat dijalankan oleh para alumni muda. Dr. Edi menegaskan, “Namun kalau itu untuk mengatasi masalah-masalah yang komunitas itu sudah bisa.”

Telkom University Pelajari Tata Kelola Lab Psikologi UII

Foto bersama Dosen dan Pimpinan Fakultas Psikologi UII dengan delegasi Prodi S1 Psikologi Universitas Telkom. Foto: Yopa

Prodi S1 Psikologi Universitas Telkom mengadakan kunjungan ke Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia pada Kamis (8/1/2026). Kunjungan di Laboratorium Psikologi UII ini bertujuan memperkuat tata kelola lab dan inovasi kurikulum digital.

Rombongan Universitas Telkom disambut hangat oleh pimpinan Fakultas Psikologi UII di Laboratorium Psikologi Sleman. Wakil Dekan 1 Universitas Telkom, Dr. Martha Tri Lestari, memimpin delegasi dalam kunjungan kerja tersebut.

Ketua Program Studi Psikologi Telkom University, Sri Widaningsih, mengapresiasi keunggulan sistem laboratorium di UII. “Kalau saya lihat di sini sudah sangat settle kayaknya ya dari jurnal sudah ada Sinta 2,” ujarnya.

Sri menambahkan bahwa pengelolaan jurnal di Fakultas Psikologi UII menjadi inspirasi bagi institusi mereka. Pasalnya, Telkom University tengah mengembangkan Program Studi Psikologi yang baru memasuki semester ketiga.

Sementara itu, Kepala Laboratorium Psikologi UII, Muhammad Novvaliant, menjelaskan fungsi vital fasilitas laboratorium. Laboratorium memfasilitasi kebutuhan praktikum mahasiswa dari jenjang sarjana hingga profesi secara terintegrasi.

Fasilitas tersebut meliputi peminjaman alat tes psikologi hingga ruang observasi yang modern bagi mahasiswa. Kendati demikian, UII terus berinovasi mengoptimalkan layanan laboratorium guna mendukung riset psikologi digital.

Diskusi juga membahas penyelenggaraan Psikologi Expo sebagai wadah pengenalan ilmu psikologi bagi masyarakat luas. Inisiatif ini memberikan dampak nyata bagi pengembangan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan mental.