Psikologi UII Gandeng PCINU Taiwan Bahas Mental Migran

(dari kiri ke kanan) Muhammad Ghofur selaku Ketua PCINU Taiwan berfoto bersama Dr. Sus Budiharto, S.Psi., M.Si., Psikolog selaku Dekan Fakultas Psikilogi. (Foto: Fakhrian N.H./Marcomm)
Fakultas Psikologi UII berdiskusi dengan PCINU Taiwan pada Rabu(05/08/2026) di Ruang Rapat Magister. Kerja Sama Psikologi UII ini menargetkan solusi komprehensif bagi masalah mental migran.
Kegiatan kolaborasi strategis ini melibatkan petinggi fakultas dan jajaran pengurus PCINU. Tujuannya adalah merancang program pendampingan psikologis yang berkelanjutan bagi para diaspora.
Pasalnya, kondisi lingkungan pekerja migran di luar negeri seringkali sangat memprihatinkan. Tekanan pekerjaan dan beban akademik memicu tingkat stres yang teramat tinggi.
Ketua PCINU Taiwan, Muhammad Ghofur, turut hadir secara langsung membawa rombongannya. Ia menyebut populasi Warga Negara Indonesia di wilayah tersebut sangat besar.
“Teman-teman PMI dan pelajar yang ada di Taiwan itu kurang lebih ada 400.000 jiwa,”. Besarnya angka ini tentu menuntut perhatian serius dari kalangan akademisi kampus.
Sementara itu, jumlah mahasiswa Indonesia di kawasan tersebut mencapai belasan ribu orang. Mereka kerap kali menghadapi kendala akademis dan gegar budaya yang cukup berat.
Mahasiswa KKN UII sebelumnya telah banyak membantu menyukseskan program dakwah lokal. Mereka bahkan dipercaya menjadi tenaga khatib selama momen suci bulan Ramadan.
Di sisi lain, masalah psikologis yang perlahan muncul dirasa semakin kompleks. Kasus depresi berujung tragis sempat menimpa beberapa pekerja harian dan mahasiswa.
Oleh karena itu, kehadiran tenaga ahli dari pihak UII sangat dinantikan. PCINU berharap segera mendapat bantuan konseling jarak jauh bagi para jamaahnya.
Selain itu, para pengurus PCINU sendiri juga rentan mengalami kelelahan mental. Beban mengurusi ragam masalah sosial migran terus menerus menguras banyak energi.
Pihak kampus menawarkan program bantuan psikologis awal atau lazim disebut psychological aid. Program ini dirancang khusus untuk membekali relawan dengan kemampuan dasar konseling.
Kendati demikian, implementasi nyata kolaborasi ini tidak hanya terbatas pada layanan konseling. Kedua lembaga turut menjajaki potensi riset bersama yang sangat inovatif ke depannya.
Riset terapan tersebut bertujuan memetakan akar masalah kesehatan mental warga secara ilmiah. Hasilnya kelak akan langsung digunakan untuk merumuskan berbagai kebijakan penanganan yang efektif.
Wakil Dekan Bidang Akademik UII, Dr. Ahmad Rusdi, S.Psi., S.Sos.I., M.A.Si, memimpin jalannya sesi diskusi pemetaan. Suasana pertemuan ini berlangsung hangat dengan pertukaran gagasan yang dinilai sangat konstruktif.
Pelaksanaan Kerja Sama Psikologi UII ini merepresentasikan nilai luhur pendidikan berlandaskan Islam. Perguruan tinggi harus selalu siap hadir membawa rahmat bagi kebaikan seluruh alam.
Seremoni penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) menjadi puncak acara penting pada sore hari tersebut. Dokumen kesepakatan ini menjadi landasan legal untuk pelaksanaan rancangan program kerja berikutnya.
Dukungan fasilitas teknologi juga dipersiapkan guna memfasilitasi seluruh kebutuhan komunikasi jarak jauh. Mahasiswa Prodi Pendidikan Profesi Psikolog dan Magister Psikologi UII nantinya akan banyak dilibatkan dalam proses skrining psikologis virtual.
Langkah preventif ini sangat diharapkan mampu mendeteksi potensi krisis mental secara dini. Para tenaga pekerja bisa segera mendapatkan penanganan tepat sebelum masalahnya bertambah parah.
Organisasi PCINU Taiwan telah lama diakui secara sah oleh pihak pemerintah setempat. Legalitas kuat ini tentu memudahkan kemancaran pelaksanaan berbagai macam kegiatan kolaboratif antarnegara.
Mahasiswa UII yang pernah tulus mengabdi di sana memberikan berbagai testimoni positif. Mereka melihat secara langsung betapa pentingnya pendampingan emosional bagi para pekerja migran.
“Solidaritas di sana itu cukup tinggi gitu,”. Demikian kesaksian jujur Afta Raasikh Editia selaku mahasiswa Psikologi UII yang pernah melaksanakan program pengabdian di Taiwan.
Semangat persaudaraan kuat inilah yang ingin terus diperkuat melalui kesepakatan kerja sama. Sinergi positif antar lembaga ini diharapkan senantiasa membawa keberkahan bagi bangsa Indonesia.
Dr. Sus Budiharto, S.Psi., M.Si., Psikolog selaku Dekan Fakultas Psikologi juga memastikan seluruh program ini tidak akan berhenti pada seremonial. Tindak lanjut yang berkesinambungan akan rutin diawasi guna menjamin kualitas pengabdian masyarakat Fakultas Psikologi UII.

Foto bersama delegasi PCINU Taiwan bersama delegasi Fakultas Psikologi UII. (Foto: Fakhrian N.H./Marcomm)


















Jajaran pimpinan Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) melakukan kunjungan kerja ke Lahore, Pakistan, pada 17-21 November 2024. Kunjungan ini merupakan bagian dari tindak lanjut kerja sama antara Jurusan Psikologi UII dengan School of Professional Psychology (SPP) di University of Management and Technology (UMT) serta Riphah Institute of Clinical & Professional Psychology (RICPP).

