Psikologi UII Bahas Kesehatan Mental Pemuda Lewat ISCIP 2026

Moderator Beserta Pemateri Seminar 6th ISCIP 2026. Foto: Zoom Meeting
Program Studi Psikologi UII menggelar seminar Internasional Student Conference on Islamic Psychology (ISCIP) ke-6 melalui media daring Zoom, Sabtu (18/07/2026) pagi. Agenda tahunan ini mengangkat tema kesejahteraan mental pemuda guna merespons tantangan tantangan era digital saat ini.
Dekan Fakultas Psikologi UII, Dr. Sus Budiharto, secara resmi membuka konferensi internasional yang dihadiri pakar mancanegara tersebut. Ia menyatakan bahwa jiwa manusia dirancang secara inheren untuk memiliki keteraturan, regulasi, dan juga harmoni.
Ketua Program Studi Psikologi UII, Hazhira Qudsyi, turut memberikan pesan motivasi bagi para peneliti muda. Ia menekankan bahwa konferensi ini merupakan wadah belajar yang sangat berharga bagi para mahasiswa.
“Research is not about being perfect, it is about being willing to learn, receive feedback, and continue growing,” tegas Hazhira. Pasalnya, ide dan solusi riset mahasiswa sangat bermanfaat bagi individu, keluarga, sekolah, hingga komunitas luas.
Sementara itu, Dr. Arooj Arshad menyoroti tanggung jawab pengasuhan sebagai kunci utama menjaga kesehatan mental anak. “Instead of asking what’s wrong with our children let’s just ask how we fulfilled our responsibility,” tuturnya.
Dr. Ruhaya Hussin juga memaparkan integrasi nilai spiritual guna memperkuat resiliensi psikologis dalam menghadapi tantangan hidup. “When it comes to talidic framework of coping we have our ultimate support which is our creator,” pungkasnya.
Konferensi ini memfasilitasi puluhan mahasiswa internasional untuk mempresentasikan hasil riset orisinal mereka secara paralel. Kendati demikian, agenda utama tetap berfokus pada pengembangan riset psikologi yang berbasis pada nilai-nilai keislaman.














