Adu Gagasan 4 Calon Dekan Fakultas Psikologi UII 2026-2030

Empat calon Dekan dari kiri ke kanan: 1. Dr. Hepi Wahyuningsih, S.Psi.,M.Si , 2. Dr.phil. Qurotul Uyun, S.Psi., M.Si, Psikolog, 3. Dr. RA. Retno Kumolohadi, S.Psi., M.Si., Psikolog , 4. Dr. Sus Budiharto, S.Psi., M.Si., Psikolog. Foto: Yopa

Empat calon Dekan Fakultas Psikologi UII memaparkan rencana aksi periode 2026-2030 pada Selasa (23/06/2026). Acara pemaparan ini digelar langsung di Auditorium Lantai 3 Gedung Dr. Soekiman Wirosandjojo.

Kegiatan strategis ini bertujuan meneguhkan jati diri keilmuan fakultas. Setiap kandidat menawarkan strategi terbaik untuk menjawab tantangan pendidikan global.

Kandidat pertama, Dr. Hepi Wahyuningsih, S.Psi.,M.Si, berfokus pada kualitas keunggulan kelembagaan fakultas. “Meneguhkan jati diri sebagai pusat keunggulan psikologi Islam, profesional, realistis, dan berdampak,” kata Hepi.

Sementara itu, Dr. Sus Budiharto, S.Psi., M.Si., Psikolog menyoroti kuatnya peran kepemimpinan profetik. Pendekatan luhur ini dinilai krusial untuk mencapai tujuan organisasi bersama.

“Kepemimpinan profetik: kemampuan dan proses pemimpin dalam mengendalikan dirinya,” tegas Sus dalam sesi presentasinya.

Calon ketiga, Dr. RA. Retno Kumolohadi, S.Psi., M.Si., Psikolog, membahas pentingnya karakter Ulil Albab. “Fakultas Psikologi UII perlu terus memperkuat daya saing di tengah kompetisi perguruan tinggi yang semakin ketat,” paparnya.

Pasalnya, Dr.phil. Qurotul Uyun, S.Psi., M.Si, Psikolog selaku calon dekan Incumbent juga menekankan perlunya sebuah akselerasi kemajuan. “Melanjutkan yang baik, menghadirkan energi baru, dan mempercepat kemajuan,” jelas Uyun menjabarkan strateginya.

Kendati demikian, seluruh gagasan para kandidat tetap berlandaskan nilai luhur Islam. Rencana strategis ini diyakini mampu membawa dampak positif dan kemajuan Fakultas Psikologi UII. (yp)

Momen Bersejarah: Psikologi UII Gelar Studium Generale Perdana

Sonny Andrianto, S.Psi., M.Si., Ph.D selaku Wakil Dekan Bidang KKA, memaparkan sejarah Fakultas Psikologi UII. Foto: Clea (Marcomm)

 

 

Fakultas Psikologi UII menggelar Studium Generale perdana di Auditorium Dr. Soekiman Wirjosandjojo pada Jumat (12/6/2026). Acara perayaan milad ke-31 ini menyoroti nilai kemanusiaan pada era kecerdasan artifisial.

Pasalnya, lompatan teknologi saat ini memicu gejala krisis psikologis masyarakat di ranah digital. Ancaman tersebut meliputi stres teknologi, kecemasan berlebih, hingga fenomena keterasingan digital.

Oleh karena itu, manusia dituntut menjaga kejernihan hati sebagai fondasi utama kesehatan mental. Pemateri sekaligus dosen Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Bapak Dr. H. Khoiruddin Bashori, M.Si. mengingatkan pentingnya bersikap bijak terhadap penderitaan.

“Padahal kata Frankel yang memunculkan makna itu penghayatan,” tegas Khoiruddin memotivasi para mahasiswa. Ia menjelaskan bahwa penghayatan pengalaman merupakan kunci pencarian makna hidup.

Dua sumber lainnya mencakup daya kreasi serta sikap tangguh dalam merespons ujian kehidupan. Membangun resiliensi spiritual melalui ibadah rutin menjadi tameng kuat dalam menghadapi tantangan digital.

Sementara itu, fakultas terus mendorong integrasi psikologi modern dengan nilai profetik dan spiritualitas. Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan dan Alumni, Bapak Sonny Andrianto, S.Psi., M.Si., Ph.D turut memberikan sambutan.

Beliau menegaskan peran penting pendidikan tinggi di tengah berbagai dinamika zaman masa kini. “Ilmu dan pengabdian kita harus selalu menghadirkan pencerahan jiwa dan kemaslahatan bagi sesama,” ucap Sony.

Ia juga mengapresiasi pencapaian para civitas akademika penerima penghargaan berprestasi. Pemberian penghargaan tersebut bertujuan memotivasi peningkatan mutu dan nilai luhur organisasi. Rangkaian perayaan milad ke-31 kemudian diakhiri dengan suasana kekeluargaan yang erat.


Penyerahan penghargaan oleh Dr.phil. Qurotul Uyun, S.Psi., M.Si, Psikolog selaku Dekan Fakultas Psikologi UII (2022-2026) kepada Dosen Berprestasi (Kanan Atas) Hazhira Qudsyi, S.Psi., M.A. , (Kanan Bawah) Resnia Novitasari, S.Psi., M.A., (Kiri Bawah) Annisaa Miranty Nurendra, S.Psi., M.Psi. Psikolog. Foto: Clea (Marcomm)

 

Penyerahan penghargaan oleh Dr.phil. Qurotul Uyun, S.Psi., M.Si, Psikolog selaku Dekan Fakultas Psikologi UII (2022-2026) kepada Tendik berprestasi (Kiri) Suparyati, Sulasmi, (Kanan) Fenty Puspita Sari. Foto: Clea (Marcomm)

 

Foto bersama peserta Studium Generale dalam rangka Milad ke-31 Fakultas Psikologi UII 2026. Foto: Clea (Marcomm

Fakultas Psikologi UII Sosialisasikan Visi & Misi Baru

(Kiri) Ibu Dr. RA. Retno Kumolohadi, S.Psi., M.Si., Psikolog dan (Kanan) Dr. Sus Budiharto, S.Psi., M.Si., Psikolog sebagai pembicara kegiatan Sosialisasi Visi & Misi Fakultas Psikologi UII. Foto: Surya

 

Fakultas Psikologi UII menggelar sosialisasi visi misi di Auditorium Gedung Dr. Soekiman Wirjosandjojo, Senin (20/4/2026). Langkah ini bertujuan memperkuat identitas keindonesiaan serta menyongsong standar akreditasi internasional.

Pimpinan fakultas menekankan pentingnya penyelarasan visi dengan nilai-nilai Universitas Islam Indonesia (UII). Langkah ini mendorong setiap unit memiliki budaya organisasi yang seragam dan sistematis.

“Mengapa perlu ada kemiripan bahkan mirip sekali ya karena kita memang bagian dari UII,” tutur narasumber. Pasalnya, visi misi tersebut harus mengacu pada komitmen sebagai rahmatan lil alamin.

Sementara itu, integrasi Catur Dharma menjadi pilar utama setiap aktivitas akademik di fakultas. Tim penyusun juga telah melakukan studi banding dengan berbagai fakultas untuk memperkaya perspektif.

“Psikologi yang berkualitas di internasional itu kita punya khasa di situ,” ungkap peserta diskusi. Kendati demikian, aspek keindonesiaan tetap mengisi bagian inti pengembangan kurikulum masa depan.

Sosialisasi ini diharapkan memberi dampak nyata bagi masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan. Seluruh sivitas akademika berkomitmen mewujudkan fakultas yang unggul di tingkat dunia.

Visi Fakultas Psikologi UII:

Terwujudnya Fakultas Psikologi UII sebagai rahmatan lilalaminmemiliki komitmen pada keunggulan, keindonesiaan, dan risalah islamiah dalam melaksanakan catur dharma Perguruan Tinggi, setara dengan institusi pendidikan psikologi yang berkualitas di tingkat internasional.

Misi Fakultas Psikologi UII:

  1. Menjadikan Psikologi Islam dan nilai-nilai keIndonesiaan sebagai dasar dalam proses pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan dakwah di tingkat nasional dan internasional.
  2. Menyelenggarakan pendidikan yang berintegritas, profesional, inovatif, dan adaptif terhadap perubahan.
  3. Melaksanakan penelitian yang kreatif, inovatif, aplikatif, dan berkesinambungan.
  4. Melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dan dakwah dalam kerangka pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan sosial.
  5. Menjalin kerjasama secara intensif dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan dakwah.
  6. Mewujudkan tata kelola berbasis nilai Islam dan nilai luhur bangsa untuk menghasilkan ekosistem akademik yang unggul

Tujuan Fakultas Psikologi UII:

  1. Menghasilkan ilmuwan dan praktisi Psikologi serta pemimpin yang berkualitas, bermanfaat bagi masyarakat, mampu menerapkan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan serta berdaya saing tinggi.
  2. Mewujudkan sumber daya manusia yang unggul secara fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spiritual dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab akademik
  3. Menjalankan proses pendidikan dan pengajaran secara baik dan unggul sehingga dapat bersaing secara global
  4. Menjalankan pengabdian masyarakat dan dakwah yang mampu memberdayakan masyarakat berdasarkan nilai Islam dan keindonesiaan
  5. Menghasilkan karya-karya di bidang Psikologi Islam yang bertaraf nasional dan  internasional.
  6. Menjalin kemitraan strategis sehingga tercipta kolaborasi yang memperkuat kualitas akademik dan rekognisi global, mendorong inovasi dan produktivitas, serta memperluas dampak sosial secara berkelanjutan.
  7. Mewujudkan tata kelola akademik yang akuntabel, berintegritas, dan adaptif