Lewat ONDI, Psikologi UII Tanamkan Nilai Islam Mahasiswa Baru

ONDI Fakultas Psikologi UII: Menanamkan Pondasi Karakter Islami. Ratusan mahasiswa baru Fakultas Psikologi UII mengikuti kegiatan ONDI yang dipandu oleh pemateri dan musyrif di ruang kelas. Sesi terpisah untuk mahasiswa dan mahasiswi bertujuan menanamkan nilai-nilai dasar Islam sebagai landasan studi dan masa depan.
Fakultas Psikologi UII sukses menyelenggarakan Orientasi Nilai Dasar Islam pada Senin(07/09/2026). Kegiatan ini bertempat di Gedung Dr. Soekiman Wirjosandjojo. Ratusan mahasiswa baru mengikuti agenda pembinaan karakter tersebut.
Program orientasi keagamaan ini merupakan kegiatan wajib tahunan kampus. Agenda ini menjadi prasyarat lulus Satuan Kredit Partisipasi.
Fakultas Psikologi UII berkomitmen mencetak generasi unggul yang mendunia. Lulusan kampus kelak harus memiliki karakter berintegritas dan Islami.
Panitia mengestimasi kehadiran sekitar empat ratus empat puluh dua peserta. Mereka dibagi secara merata ke dalam sepuluh ruang kelas.
Sementara itu, seluruh rangkaian kegiatan telah disiapkan secara matang. Agenda orientasi dimulai dengan sangat tertib pada pukul 07.00 WIB.
Sesi pagi diawali dengan presensi peserta dan pencairan suasana. Peserta kemudian langsung menerima materi utama tentang aqidah Islam.
Setiap kelas dipandu secara kolaboratif oleh dua orang musyrif. Nadina Reisya selaku salah satu musyrifah/pemandu sekaligus mahasiswa S1 Psikologi UII angkatan 2024 membagikan pengalaman menariknya.
“tentunya memandu kelas berisi 45 orang merupakan tantangan bagi kami,” tutur Nadina.
Nadina menjelaskan strateginya bersama rekan pemandu kelas. “untuk mengatasi hal tersebut, saya dan partner biasanya melakukan bonding dan pembagian tugas terlebih dahulu sebelum masuk kelas.”
“biasanya tugas itu kami bagi dua : musyrifah pertama bertugas untuk membuka kelas dan ice breaking, menjadi operator dan mendampingi pemateri selama sesi di kelas.”
“sedangkan musyrifah kedua bertugas untuk membacakan tata tertib, menjemput dan mengantar pemateri serta mengkondisikan pendampingan maba selama berjalannya sesi materi.”
“pengkondisian maba di jam rawan seperti jam siang juga membutuhkan usaha yang lebih besar, sehingga kami membagi posisi duduk musyrifah agar strategis dan mudah menjangkau maba yang sudah mulai kelelahan atau mengantuk di tengah materi.”
Di sisi lain, materi orientasi juga membahas praktik ibadah harian. Pelaksanaan ibadah wajib harus menjadi kebiasaan rutin bagi mahasiswa.
Pasca istirahat siang, fokus kajian berlanjut ke area pendidikan akhlak. Perilaku serta gaya hidup mahasiswa harus mencerminkan kemuliaan ajaran Islam.
Pasalnya, tantangan pergaulan di era modern kini dirasa semakin berat. Pemuda sangat membutuhkan fondasi moral yang tangguh dan benar-benar kuat.
Memasuki rentang sore hari, para mahasiswa wajib mengikuti ujian tulis. Ujian ini mengukur tingkat pemahaman peserta atas materi sesi awal.
Peserta juga wajib mengisi formulir tes penempatan keagamaan tingkat lanjutan. Asesmen ini berkaitan dengan kelancaran membaca kitab suci Al-Qur’an.
Selain itu, praktik tes bacaan Al-Qur’an langsung dilaksanakan seketika. Hasil tes menentukan pengelompokan level pembelajaran agama ke depannya nanti.
Tim penguji amat memperhatikan ketepatan makharijul huruf setiap individu peserta. Jika melakukan banyak kesalahan, peserta otomatis masuk klasifikasi pra dasar.
Kendati demikian, peserta dilarang keras melanggar segala macam aturan tertib. Standar busana mahasiswa wajib memadukan unsur warna dasar hitam putih.
Mahasiswa yang terbukti melanggar akan langsung dinyatakan tidak lulus tahapan. Mereka wajib mengulang keseluruhan program orientasi ini pada tahun depan.
Ketegasan aturan tersebut bertujuan murni untuk mengawal standar kualitas lulusan. Universitas senantiasa menjunjung tinggi pilar kedisiplinan agung serta adab kesopanan.
Pelaksanaan program ini sangat didukung oleh para pakar ahli pemateri. Terdapat sekitar tiga puluh pemateri berkompeten yang hadir langsung mengajar.
Nadina turut membagikan kesannya terhadap antusiasme tinggi mahasiswa baru tersebut. Ia menyambut baik kobaran semangat para peserta selama kegiatan berlangsung.
“selama sesi ONDI kemarin, saya melihat para mahasiswa baru tahun ini bersemangat dan penasaran,” kenang Nadina antusias.
“mereka juga tidak malu untuk sharing mengenai pengalaman masing-masing,” tambahnya.
“saya harap, dari titik manapun teman-teman maba memulai perjalanan, materi ONDI kemarin dapat menjadi bekal dan pegangan bagi teman-teman maba selama menimba ilmu di Fakultas Psikologi UII.”
“semoga materi itu tidak hanya berhenti di catatan lembar kerja , tapi dapat diingat dan diimplementasikan di kehidupan seharihari teman-teman maba sekalian.”
Program keagamaan ini diharapkan selalu memberikan kemaslahatan murni bagi masyarakat. Mahasiswa kelak dituntut mampu menjadi pilar penting rahmatan lil alamin.
Penanaman nilai luhur tersebut sangat selaras dengan visi mulia fakultas. Kampus berhasrat kuat membentuk cendekiawan berwawasan mondial dan sangat unggul.
Penguasaan teori ilmu psikologi mutlak harus didasari oleh pedoman agama. Dua elemen penting ini sama sekali tidak dapat dipisahkan mahasiswa.
Sinergi keilmuan pasti melahirkan psikolog muda berwawasan keislaman yang teguh. Mereka akan tangguh menghadapi kerasnya ragam tantangan dunia kerja global.
Jajaran pimpinan fakultas berjanji akan terus menyempurnakan standar kualitas acara. Evaluasi berkala dipastikan senantiasa berlangsung ketat setelah seluruh agenda usai.
Harapannya, seluruh kader baru sukses mengaplikasikan nilai esensial pembelajaran orientasi. Mengingat tahap perjalanan panjang studi akademik mereka di kampus baru bermula.
Fasilitas infrastruktur ruang kelas dinilai sudah sangat memadai dan nyaman. Kelancaran proses penyampaian keilmuan agama dapat terus berjalan amat optimal.
Rangkaian kegiatan pembinaan yang padat ini berakhir pada pukul 17.30 WIB. Peserta akhirnya pulang dengan membawa pencerahan ilmu yang sangat berharga.






















