Oleh: Tri Ruswantoro – “Seberapa banyak kebahagian yang kamu kejar, hingga kamu benar – benar merasa puas dengan kebahagiaan itu” Pertanyaan itu yang selalu muncul di lingkungan kita, seberapa besar kesuksesan yang telah kita raih hingga berapa banyak harta yang telah kita kumpulkan, tetapi semua itu bukan menjadi ukuran atau mencerminkan kebahagiaan dalam diri seseorang.
https://psychology.uii.ac.id/wp-content/uploads/2024/03/3c530bd2-24d7-470d-8f12-0e30a058eebc-1-e1709787771970.jpg500361yopahttps://psychology.uii.ac.id/wp-content/uploads/2025/07/cvcv.pngyopa2024-03-28 08:00:132026-06-17 09:34:14BAHAGIA ITU SEDERHANA
Oleh: Fenty Puspitasari – “Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya, jadilah saja jalan kecil, jalan setapak yang membawa orang ke mata air” (Douglas Malloch) Kisah perjuangan para teladan selalu menarik untuk disimak. Sebut saja, kisah Rasulullah ﷺ dan sahabat yang hikmahnya tak pernah pudar. Cerita ulama besar yang mencerahkan umat. Tak lupa kisah pemimpin […]
Oleh: Hidayatun Nafiah – “Manusia langit itu orang yang ibadah terus kalau manusia bumi lebih mengutamakan dunia”, kata seseorang dalam sebuah perkumpulan. “Wah berarti enak ya jadi manusia langit pasti masuk surga,” saut yang lain. “Ya kalau bisa kita jadi manusia langit daripada manusia bumi”. Diskusi itu terus terngiang dalam hati karena terasa janggal dan […]
https://psychology.uii.ac.id/wp-content/uploads/2024/03/17317c46-3957-4781-8136-74897f8b95e3-1-scaled-1.jpg14632560yopahttps://psychology.uii.ac.id/wp-content/uploads/2025/07/cvcv.pngyopa2024-03-14 08:00:342026-06-17 09:34:15Manusia Langit dan Manusia Bumi dalam Kitab Al-Hikam
Oleh: M. Darzan Hanan Mahmroni – Propaganda “Islam Toleran”, “Islam Agama Damai” dan “Islam Agama Perang” merupakan metamorfosis dari propaganda “anti perang” dan “perdamaian abadi”. Propaganda ini merupakan senjata mematikan yang digunakan kaum kafir meredam dan mematikan semangat dan aktivitas jihad dan futuhat. Dulu pernah digunakan jargon “Jihad Defensif ” untuk mendangkalkan pemahaman kaum muslim. Kaum […]
https://psychology.uii.ac.id/wp-content/uploads/2024/03/4f8ec590-1c72-4655-a9dc-1e56cc04ce16-1-1.jpg16251664yopahttps://psychology.uii.ac.id/wp-content/uploads/2025/07/cvcv.pngyopa2024-03-07 08:00:582026-06-17 09:34:15Islam Antara Agama Perang atau Agama Damai?
Oleh: Sianani Nurjannah – “Ya Allah malah udan..” kalimat yang kerap saya dengar di jam-jam pulang kantor ketika hujan mulai turun. Ya, hujan sedang kerap turun dan bulan-bulan ini memang dirasakan memiliki curah hujan yang tinggi dan tidak jarang disertai angin kencang, serta petir yang menyambar. Bagi sebagian orang sangat mengharapkan datangnya musim ini termasuk […]
Oleh: M. Yopa V.P. – Manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna karena diberikan kemampuan yang tidak dimiliki oleh makhluk lainya. Yang pertama berupa akal untuk membedakan mana perbuatan yang baik dan buruk. Lalu yang kedua adalah pikiran yaitu untuk mengumpulkan, menyaring, dan mengolah informasi serta menentukan cara pandang ketika menghadapi suatu masalah. […]
https://psychology.uii.ac.id/wp-content/uploads/2024/02/108fa665-e45d-483b-beb6-c0c49124cc32-1.jpg16642432yopahttps://psychology.uii.ac.id/wp-content/uploads/2025/07/cvcv.pngyopa2024-02-28 08:00:502026-06-17 09:34:15Menjaga Keseimbangan Alam, Kunci Keberlangsungan Peradaban Umat Masa Depan
Oleh: Muslimah – Di tahun 80-an, dapat kita lihat banyak anak bermain-main di sungai dengan asyiknya, begitu juga di sawah anak-anak main sepakbola begitu seru sampai kotor baju dan badannya, yang semua itu tanpa diawasi oleh orang tua. Anak-anak menemukan karakter dirinya dan juga belajar menyelesaikan masalah sosial bersama disitu. Tetapi pada masa sekarang ini […]
Oleh:Widodo Hesti Purwantoro – Manusia diciptakan sempurna oleh Allah Swt. dengan bekal akal, pikiran, syahwat dan hawa nafsu. Ini jelas berbeda dengan malaikat yang hanya dibekali akal saja tanpa hawa nafsu sehingga mereka jauh dari perbuatan dosa. Sedangkan manusia, sudah bisa dipastikan tidak akan lepas dari kesalahan dan dosa. Tidak ada satu manusiapun yang lepas dari kesalahan dan dosa. Namun demikian, Allah Swt. adalah Dzat yang Maha Menerima Taubat.Read more
https://psychology.uii.ac.id/wp-content/uploads/2024/02/c5ad71ec-bcb8-4f10-acf7-fc4e70a34fc1.jpeg23041664yopahttps://psychology.uii.ac.id/wp-content/uploads/2025/07/cvcv.pngyopa2024-02-14 21:19:552026-06-17 09:58:16Taubat Itu Keren!
Oleh:Farhan Al Farizi – Generasi stroberi merupakan sebutan yang muncul untuk anak-anak zaman sekarang. Kreatif dan punya segudang ide-ide solutif namun gampang “penyok” dan hancur. Sebagai ayah 1 orang putri yang cantik nan solehah, saya sedikit takut dan sedih membayangkan bagaimana keadaan lingkungan ketika anak saya tumbuh dewasa. Sesuatu yang membuat saya sedikit tenang adalah bahwa generasi ini tidak tiba- tiba muncul lalu membesar dan menjadi generasi stroberi dengan segala macam positif negatifnya. Read more
https://psychology.uii.ac.id/wp-content/uploads/2024/02/62c7fecb-e15c-464b-9bd4-d62deb6b5151.jpeg25601536yopahttps://psychology.uii.ac.id/wp-content/uploads/2025/07/cvcv.pngyopa2024-02-07 20:51:062026-06-17 09:58:16Ayah, Main Yuk!
Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah ( Al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (Q.S. An nisa: 59)
Muqoddimah
Saat ini sudah memasuki awal bulan Februari 2024, dimana pada tanggal 14 Februari 2024 bangsa Indonesia akan menyelenggarakan pemilihan umum untuk presiden dan wakil presiden, anggota DPR, DPRD provinsi, DPD dan DPRD kota/kabupaten. Rakyat akan memilih kandidat, siapakah yang pantas terpilih menjadi pemimpin bangsa dan menjadi representasi rakyat Indonesia 5 tahun kedepan. Dalam pandangan Islam, terkait memilih pemimpin sudah digariskan melalui Alquran dan As Sunnah. Ada 2 kriteria secara umum memilih pemimpin dalam pandangan Islam yaitu pilihlah pemimpin yang bernilai dan memiliki capability (kemampuan).
Pentingnya pemimpin dalam sebuah negara diibaratkan seperti ruh dan jasad. Jika pemimpin tidak memiliki ruh, maka ia seperti bangkai yang tidak memiliki nilai. Sementara itu, jika pemimpin tidak memiliki jasad maka ia akan terombang ambing dengan ketidakmampuannya. (Willi Ashadi) Read more
https://psychology.uii.ac.id/wp-content/uploads/2024/02/Leader-King2.jpg1000684yopahttps://psychology.uii.ac.id/wp-content/uploads/2025/07/cvcv.pngyopa2024-02-01 17:48:172026-06-17 09:58:16MENCARI PEMIMPIN YANG BERINTEGRITAS: VALUEABLE AND CAPABLE