Oleh: Fuad Nashori – Saya menyaksikan sejumlah contoh tentang perilaku yang menunjukkan kerendahan hati. Saat proses mengerjakan disertasi di Universitas Padjadjaran lebih dari 10 tahun lalu, saya dibimbing tiga promotor. Promotor pertama dan kedua adalah guru besar. Yang menarik adalah promotor kedua lebih senior dari sisi usia dibanding dengan promotor pertama. Sekalipun demikian, ada sebuah […]
https://psychology.uii.ac.id/wp-content/uploads/2024/04/6b22d64f-1372-4f34-98dc-b34e8ee52132-1.jpg23041664yopahttps://psychology.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/Logo-FP-untuk-Header-1030x501.pngyopa2024-04-01 13:39:582026-08-17 18:05:27Pribadi yang Rendah Hati
Oleh: Tri Ruswantoro – “Seberapa banyak kebahagian yang kamu kejar, hingga kamu benar – benar merasa puas dengan kebahagiaan itu” Pertanyaan itu yang selalu muncul di lingkungan kita, seberapa besar kesuksesan yang telah kita raih hingga berapa banyak harta yang telah kita kumpulkan, tetapi semua itu bukan menjadi ukuran atau mencerminkan kebahagiaan dalam diri seseorang.
https://psychology.uii.ac.id/wp-content/uploads/2024/03/3c530bd2-24d7-470d-8f12-0e30a058eebc-1-e1709787771970.jpg500361yopahttps://psychology.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/Logo-FP-untuk-Header-1030x501.pngyopa2024-03-28 08:00:132026-08-17 18:05:27BAHAGIA ITU SEDERHANA
Oleh: Fenty Puspitasari – “Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya, jadilah saja jalan kecil, jalan setapak yang membawa orang ke mata air” (Douglas Malloch) Kisah perjuangan para teladan selalu menarik untuk disimak. Sebut saja, kisah Rasulullah ﷺ dan sahabat yang hikmahnya tak pernah pudar. Cerita ulama besar yang mencerahkan umat. Tak lupa kisah pemimpin […]
Oleh: M. Yopa V.P. – Manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna karena diberikan kemampuan yang tidak dimiliki oleh makhluk lainya. Yang pertama berupa akal untuk membedakan mana perbuatan yang baik dan buruk. Lalu yang kedua adalah pikiran yaitu untuk mengumpulkan, menyaring, dan mengolah informasi serta menentukan cara pandang ketika menghadapi suatu masalah. […]
https://psychology.uii.ac.id/wp-content/uploads/2024/02/108fa665-e45d-483b-beb6-c0c49124cc32-1.jpg16642432yopahttps://psychology.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/Logo-FP-untuk-Header-1030x501.pngyopa2024-02-28 08:00:502026-08-17 18:05:27Menjaga Keseimbangan Alam, Kunci Keberlangsungan Peradaban Umat Masa Depan
Oleh:Widodo Hesti Purwantoro – Manusia diciptakan sempurna oleh Allah Swt. dengan bekal akal, pikiran, syahwat dan hawa nafsu. Ini jelas berbeda dengan malaikat yang hanya dibekali akal saja tanpa hawa nafsu sehingga mereka jauh dari perbuatan dosa. Sedangkan manusia, sudah bisa dipastikan tidak akan lepas dari kesalahan dan dosa. Tidak ada satu manusiapun yang lepas dari kesalahan dan dosa. Namun demikian, Allah Swt. adalah Dzat yang Maha Menerima Taubat.Read more
https://psychology.uii.ac.id/wp-content/uploads/2024/02/c5ad71ec-bcb8-4f10-acf7-fc4e70a34fc1.jpeg23041664yopahttps://psychology.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/Logo-FP-untuk-Header-1030x501.pngyopa2024-02-14 21:19:552026-08-17 18:05:27Taubat Itu Keren!
Oleh:Farhan Al Farizi – Generasi stroberi merupakan sebutan yang muncul untuk anak-anak zaman sekarang. Kreatif dan punya segudang ide-ide solutif namun gampang “penyok” dan hancur. Sebagai ayah 1 orang putri yang cantik nan solehah, saya sedikit takut dan sedih membayangkan bagaimana keadaan lingkungan ketika anak saya tumbuh dewasa. Sesuatu yang membuat saya sedikit tenang adalah bahwa generasi ini tidak tiba- tiba muncul lalu membesar dan menjadi generasi stroberi dengan segala macam positif negatifnya. Read more
https://psychology.uii.ac.id/wp-content/uploads/2024/02/62c7fecb-e15c-464b-9bd4-d62deb6b5151.jpeg25601536yopahttps://psychology.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/Logo-FP-untuk-Header-1030x501.pngyopa2024-02-07 20:51:062026-08-17 18:05:27Ayah, Main Yuk!
Oleh: Dwi Pranita — Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, kita pasti pernah mengalami kendala dan permasalahan. Perbedaan pendapat ataupun prinsip kerap sekali silih berganti mewarnai hidup kita. Misalnya, perbedaan pendapat antara orang tua dengan anaknya, kakak dengan adiknya, senior dengan juniornya ataupun atasan dengan bawahannya. Dalam budaya Indonesia, seringkali yang muda lah yang diminta untuk mengalah, karena yang tua beranggapan bahwa mereka sudah banyak makan asam garam kehidupan sehingga mereka akan merasa lebih berpengalaman lalu dengan mudahnya menasihati yang lebih muda. Mau tidak mau, yang muda ini diminta untuk menerima pendapat dari yang tua. Jika tidak menerima maka disanalah konflik dimulai.Read more
https://psychology.uii.ac.id/wp-content/uploads/2024/01/75b69028-7223-481e-8aa0-cecea2d956f2-1.jpg16642432yopahttps://psychology.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/Logo-FP-untuk-Header-1030x501.pngyopa2024-01-28 08:00:302026-08-17 18:05:27ADAB-ADAB MENASIHATI YANG LEBIH TUA
“Sesungguhnya segala sesuatu berasal dari Allah dan akan kembali pada-Nya”.
Kehilangan adalah hukum alam, bahwa apa yang kita miliki adalah titipan, tidak akan kekal selamanya. Setiap orang tentu pernah mengalami kehilangan, kehilangan barang, kehilangan kesempatan maupun kehilangan seseorang yang sangat berarti dalam hidup kita. Tulisan ini sebagai ungkapan hati untuk mengurai beban yang sudah cukup menyesakkan hati “Kehilangan orang-orang yang kita cintai”. Kehilangan yang berturut-turut membuat kita seakan tidak berdaya baik hati, perasaan, fisik, bahkan pikiran. Kita hanya dapat bersimpuh dihapan Allah dan bertanya “Sudah dekatkah giliran hamba menghadap-Mu ya Allah?, satu per satu saudara dan orang-orang terdekat hamba engkau kehendaki menghadap-Mu?”.
Pertanyaan ini selalu terngiang di telinga setiap ada saudara yang meninggal, walaupun kita yakin bahwa rezeki, jodoh, hidup dan mati itu adalah sudah menjadi kuasa Allah, dan semua yang bernyawa akan mengalaminya, Qur’an Surat Al-Anbiya ayat 35 yang berbunyi sebagai berikut:Read more
Oleh: Imadi — Sekarang memang sangat berbeda jauh dibanding dengan zaman dahulu. Pada zaman dahulu, banyak kegiatan maupun aktivitas yang dilakukan oleh banyak orang dengan cara alami dan seadanya. Banyak sekali perubahan dan perbedaan yang kita alami dan kita rasakan pada saat ini. Saat ini kita semua memasuki di era atau zaman yang serba canggih dan serba digital. Sebagai umat Islam yang hidup di dunia saat ini, mau tidak mau harus beradaptasi dengan alur kehidupan perkembangan zaman yang berlangsung–Tentu saja dengan tetap memegang teguh rambu-rambu yang ada dalam agama Islam.Read more
https://psychology.uii.ac.id/wp-content/uploads/2023/12/Peran-Orang-Tua-Terhadap-Anak-Dari-Bahaya-Media-Sosial-min.jpg23041664yopahttps://psychology.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/Logo-FP-untuk-Header-1030x501.pngyopa2023-12-28 08:08:022026-08-17 18:05:28Peran Orang Tua Terhadap Anak Dari Bahaya MedSos
Oleh: Fariyanto —Pernah mendengar istilah mengorbankan yang kecil untuk mendapatkan yang lebih besar? Dengan berbuat baik hal tersebut bisa saja terwujud.
Berbuat baik kepada orang lain, termasuk memberikan bantuan kepada orang lain merupakan cerminan seorang Muslim yang beriman dan bertakwa. Ketika ada orang yang sedang menghadapi kesusahan maka kita karena Allah Ta’ala semata-mata dianjurkan untuk membantu. Ketika ada saudara Muslim yang mengalami kesulitan ekonomi kita diajarkan untuk karena Allah Ta’ala semata-mata memberikan sedekah kepadanya. Tidaklah rugi membantu orang lain terlebih terhadap sesama muslim atau bahkan kepada kerabat terdekat kita karena Allah SWT melalui malaikat-Nya akan senantiasa mencatat kebaikan kita.Read more