Pengejar Dunia: Akhirat Terlupakan?

Oleh : Suparyati —Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat menjadikan manusia yang hidup di era modern ini semakin bebas untuk berekspresi. Media sosial menjadi salah satu sarana yang paling sering digunakan untuk mengungkapkan ekspresi. Pengguna media sosial belakangan ini tidak segan-segan untuk mengungkapkan aspirasinya untuk mencapai kebahagiaan duniawi, baik kebahagiaan berupa kekayaan, kekuasaan maupun kepopuleran. Kehidupan yang seharusnya bersifat privasi namun dipertontonkan untuk khalayak umum, sebagai contoh ada orang yang menceritakan masalah pribadinya ke media sosial agar orang-orang memberinya nasihat atau perhatian kepadanya, padahal hal tersebut secara tidak langsung sudah mengumbar aibnya. Bagi sebagian orang media sosial merupakan segalanya, mereka berpikir hanya media sosial yang dapat mengerti dirinya. Padahal segala perbuatan yang ada di dunia ini suatu saat akan dimintai pertanggungjawaban sesuai QS. Al-Mudatstsir: 38 “Setiap orang bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukannya” Read more

Kenali & Kelola Emosi Agar Hidup Lebih Bahagia

oleh: Dr. Esti Hayu Purnamaningsih, MS (Dosen Prodi Psikologi) —–

 

Pengantar     

Ketika seorang wanita merasa dirinya dianggap negatif oleh pasangannya mungkin berdampak kecewa dengan hubungan tersebut. Ketika seorang sahabat menyampaikan kekawatiran mengenai hubungannya dengan pacarnya, sahabat tersebut akan menanggapi. Pada saat itulah pertukaran pendapat yang berlangsung akan memperkuat hubungan persahabatan mereka. Kehidupan emosional memang selalu ada dalam kehidupan sehari-hari. Emosi membuat hidup kita menjadi berwarna. Bisa dibayangkan kalau hidup tanpa emosi, semua datar. Namun demikian emosi yang tidak dikelola dengan baik dapat menganggu hubungan dengan sekitarnya, dapat mengganggu kesehatan, baik fisik maupun mental kita. Lantas, apa itu emosi? Read more

Kecintaan Dunia dan Gangguan Jiwa

Oleh: Novvaliant FT (Dosen Prodi Psikologi)—-

Mencintai kehidupan dunia adalah Sunnatullah serta hal yang sangat manusiawi. Kecintaan manusia terhadap harta, kekuasaan dan berbagai kesenangan hidup muncul dalam berbagai macam perilaku, seperti berusaha mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya, berlomba-lomba mencapai kekuasaan atau sekedar jalan-jalan menikmati pemandangan alam. Sebagai mana yang tertulis dalam surat Ali Imran ayat 14 Allah Swt berfirman yang artinya:

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). Read more

Nalar Keimanan

Oleh: Ahmad Rusdi (Dosen Prodi Psikologi)

Memahami dan Mendiskusikan mengenai iman, nampaknya tidak sesederhana yang dibayangkan. Banyak orang menganggap iman adalah dogmatik, padahal iman lebih kepada pembenaran atas kesimpulan nalar yang tak terbantahkan. Oleh karena itu, iman didefinisikan sebagai pembenaran (al-taṣdīq) dengan hati, pernyataan (al-iqrār) dengan lisan, dan tindakan nyata (al-‘amal bi al-arkān). Pembenaran dengan hati bukan berarti pembenaran buta, karena hati yang dimaksud adalah potensi tertinggi manusia untuk mencapai kebenaran, oleh karena itu inti di dalam hati adalah pengetahuan (intuisi) suci (al-af’idah) yang sebenarnya dapat diakses oleh seluruh manusia. Oleh karena itu, sebagian mufassir mengartikan al-af’idah adalah intelektualitas (al-‘aql). Sulit menemukan kontradiksi antara keimanan dengan nalar, sebaliknya, kesimpulan rasional justru membawa kepada keimanan yang semakin kuat. Read more

Strategi Dakwah untuk Generasi Z

OLeh: Nur Pratiwi Noviati (Dosen Prodi Psikologi) —-

Seorang remaja generasi Z tertarik dengan kajian agama yang dilakukan teman-temannya di kampus.  Ia pun memiliki banyak pertanyaan mengenai masalah yang dialami dalam kehidupan sehari-harinya. Namun ia malu dan enggan bertanya langsung dengan teman atau orang lain, akhirnya ia memutuskan untuk mencari informasi melalui artikel online ataupun video kajian online. Ia juga bergabung dengan kelompok diskusi online yang terdiri dari orang-orang yang mempelajari Islam dan Muslim yang lebih berpengalaman.

Read more

Pandangan Nabi Tentang Ibu Bekerja

Oleh: Lifthya Ahadiati Akmala (Dosen Prodi Psikologi) —–

Raut wajah penuh kelelahan sangat terlihat dari perempuan paruh baya yang duduk tepat di seberang meja kerja saya pagi itu. Hari masih pagi, bahkan masih terlalu pagi untuk menampakkan mimik muka penuh beban pada wajah yang masih tersirat rona cantik meski berdandan ala kadarnya. Sengaja saya memulai pembicaraan kepadanya dengan sedikit pertanyaan tentang kabarnya hari ini. Praktis dari satu pertanyaan yang sederhana keluarlah jawaban panjang kali lebar tentang betapa hiruk pikuknya pagi hari yang telah dilaluinya. Bangun lebih awal dari jadwal muadzin menyuarakan adzan subuh pun nampaknya masih belum cukup untuk mempersiapkan segal keperluan keluarganya tepat waktu sebelum jam sekolah anak-anak maupun jam kerjanya dimulai. Read more

ANAKKU DENGAN SEJUTA HARAPANKU

OLeh: Rr. Indahria Sulistyarini (Dosen Prodi Psikologi)—-

Sekolah itu dengan kekhasan bangunan tuanya telah mencetak cendikia-cendikia muda. Bangunan dengan ketinggian lebih dari 3 meter, dengan ventilasi udara yang sangat memadai menjadi saksi lahirnya anak-anak muda dengan pemikiran yang brilian. Persaingan demi persaingan membuat anak-anak harus berusaha keras untuk mencapai apa yang mereka inginkan. Mereka? Masih berupa sebuah pertanyaan yang membutuhkan jawaban dengan mengulik sejarah hidup mereka. Di Pojok terlihat anak yang menahan diri untuk berinteraksi dengan teman-temannya. Read more

Muslim Dewasa dan Tantangan Jiwa

Oleh: Fani Eka Nurtjahjo (Dosen Prodi Psikologi)—-

Konon katanya, usia 40 tahun merupakan penanda babak baru kehidupan seseorang yang lebih matang. Setiap akan melewati fase dasawarsa dalam hidup, pasti memberikan kesan yang sulit untuk dilewatkan begitu saja, minimal ada hal-hal yang muncul dalam lintasan pikiran. Seringkali bentuknya berupa refleksi laku hidup selama sepuluh tahun terakhir, memikirkan pencapaian, apa yang sudah dilalui, dan banyak hal lainnya. Begitu pula yang saya alami saat ini, ketika usia kronologis dalam kalender masehi telah berada di penghujung usia 30-an yang membuat saya lebih banyak berpikir reflektif terhadap hidup. Usia yang merupakan sebuah fase penting dalam perspektif Islam, di mana pada usia tersebut Nabi Muhammad shallallâhu ’alaihiwasallam diangkat menjadi Rasul. Usia yang juga menyiratkan batas kedewasaan seseorang yang dianggap telah matang dalam hal fisik, akal, intelektual, emosional, dan spiritual. Read more

Krisis Kehidupan dan Jalan Pulang Menuju Tuhan

Oleh: Resnia Novitasari (Dosen Prodi Psikologi) —–

Pernahkah kita mendengarkan cerita atau curahan hati, baik secara langsung atau lewat media sosial melalui ungkapan semacam ini: “Aku kok merasa hidupku hambar ya akhir-akhir ini?”, “Kok rasanya ada yang kurang dalam hidupku padahal aku sudah mencapai banyak hal yang aku impikan?”, “Mengapa sih masalah hidupku kayak nggak habis-habis?”. Isu-isu personal ini kerap mengemuka dalam kehidupan manusia modern. Ada sesuatu yang hilang dalam hidup kita, namun terbatas sekali pengetahuan kita tentang hal itu. Read more

Tuliskan dan Deklarasikan Cita-citamu

Oleh: Dr. H. Fuad Nashori, S.Psi., M.Si., Psikolog–

Quote: Rumuskan dan tuliskan, bahkan bila perlu deklarasikan, cita-citamu. Suatu saat engkau akan sadar apa yang kau tulis telah tergenggam di tanganmu! Read more