NCIP 2017 Kaji Psikologi Akhlak Mulia

The 3rd National Conference on Islamic Psychology (NCIP) 2017 yang diselenggarakan oleh Prodi Psikologi (Psi) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) di Shantika Premier Hotel Yogyakarta pada tgl 16-17 Mei 2017 mengangkat Psikologi Akhlak Mulia sebagai tema besar. Menurut panitia penyelenggara, tema tersebut diangkat dengan semangat untuk mengembangkan kajian-kajian mengenai karakter unggul yang bersumber dari ajaran Islam dalam rangka menciptakan pribadi yang rahmatan lil ‘alamin, pribadi yang membawa kebermanfaatan bagi diri sendiri, masyarakat dan seluruh dunia.

Kegiatan yang diharapkan mampu mempertemukan para pakar, praktisi, akademisi, peminat dan pengamat Psikologi Islam maupun masyarakat umum dalam suatu forum yang bertujuan untuk mengembangkan jejaring dan kajian Psikologi berbasis Islam ini dibuka secara langsung oleh Wakil Rektor III Universitas Islam Indonesia, Dr-Ing. Ir. IlyaFadjarMaharika, MA, IAI.

Tampil sebagai pemateri adalah Prof. Dr. Malik Badri (IIIT sekaligus penemu psikologi Islam Modern), Dr.phil. Qurrotul Uyun, Psikolog (Dosen FPSB, Peneliti dan Praktisi Psikologi Islam), Dr. Ahmad Suharto (Pengasuh Ponpes Putri Gontor), dan Dr. Bagus Riyono, M.A (Dosen UGM, Peneliti dan Praktisi Psikolog Islam). Sedangkan Dr.Phil. Emi Zulaifah, M.Sc tampil sebagai moderator.

Dr. Malik Badri, MA sebagai pemateri pertama memberikan apresiasi tinggi atas diselenggarakannya NCIP 2017 tersebut. Dalam paparannya beliau menceritakan perkembangan keilmuan psikologi usai beliau melakukan kritikan pada tahun 1950 terhadap psikologi barat. Banyak ilmuan muslim yang saat itu marah dan tetap mempertahankan Freud. Dan beliau tidak menyangka bahwa apa yang beliau sampaikan telah berhasil membuat para ilmuan muslim gencar (baca: mencintai) mengkaji psikologi Islam. Saat ini pun para psikolog barat merasa ada sesuatu yang kurang dengan pendekatan psikologi yang mereka dilakukan. Mereka mencoba mencari pelengkap berupa psikologi spiritual ke arah Timur yang kemudian banyak dipengaruhi oleh agama Budha. Hal ini yang membuat Dr. Malik Badri cukup prihatin.

Beliau juga menegaskan bahwa akhlak mulia sudah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.  Bahkan meski banyak mukjizat yang sudah Allah SWT tunjukan melalui rasulnya, karakter Nabi Muhammad SAW tetap menjadi mukjizat yang paling bagus yang ditunjukan Allah SWT pada manusia. Beliau juga menambahkan peran penting seorang ibu dalam memberikan sentuhan karakter pada anaknya.

Paparan kedua yang disampaikan oleh Dr. Bagus Riyono, M.A. banyak mengupas tentang konsep lapisan-lapisan jiwa. Pak Bagus mengawali dengan melihat pola pengutusan seorang rasul yang biasanya untuk memperbaiki kondisi sebuah peradaban (baca: peradaban yang hancur). “Ibnu Khaldun mengatakan bahwa ketika suatu bangsa terjebak dalam materialisme maka dipastikan akan jatuh. Ini kemudian akan diambil oleh kelompok lain yang dilandasi spiritual. Nabi diutus saat peradaban hancur, hingga peradaban tersebut bisa bangkit kembali. Begitu seterusnya dan ini sudah dimulai sejak Nabi Adam as. Hanya saja, Nabi Muhammad SAW itu diutus sebagai nabi terakhir. Sekarang sudah masuk jaman materialistik. Maka kita harus khawatir karena ini merupakan tanda-tanda kehancuran dunia”, ungkapnya.

Pak bagus juga menambahkan bahwa untuk bisa mengembangkan akhlak mulia diperlukan pengembangan 4 lapisan penting dari diri seseorang, seperti sensiing, reasoning, empathy, dan juga spiritual. Pada anak2 pun perlu dilatih faham empati, spirtual dan nilai-nilai kebaikan lainnya. Kekuatan spiritual itu yang paling luar biasa.

Sedangkan materi ketiga yang disampaikan Dr. Ahmad Suharto banyak mengupas manajemen pembentukan karakter atau akhlak mulia di pondok Pesantren Putri Gontor. “Kami tidak punya banyak teori. Tapi kami berusaha melakukan hal-hal yang baik”, ungkapnya. Beliau juga menegaskan bahwa pola pendidikan pesantren sudah dilakukan oleh para pejuang muslim sejak jaman dulu bahkan jauh sebelum kemerdekaan. Para pejuang juga ingin menjadikannya model pendidikan nasional.

“Metode terbaik adalah keteladanan. Santri itu 24 jam di kampusbersama ustadzah-ustadzahnya, sehingga mereka melihat keteladanan yang ada. Keteladagan lebih baik daripada ngomong seribu kali. Pembentukan akhlak/mentalitas tidak cukup dengan ngomong/teori, tapi juga harus dengan keteladanan”, tegasnya.

Sementara paparan terakhir disampaikan oleh Dr.phil. Qurrotul Uyun, S.Psi., M.Si., Psikolog melalui presentasinya yang berjudul Pengembangan Intervensi Psikologis Berbasis Psikologi Akhlak Mulia. Menurutnya sosok yang akrab disapa bu Uyun ini, sebenarnya ciri-ciri akhlak mulia yang sudah tersirat dalam Al Quran surat Al Mu’minun ayat 1-10, dimana seorang yang berakhlak mulia akan memiliki ciri-ciri seperti khusuk dalam sholat, menjauhkan diri dari perkataan yang tidak berguna, mau menunaikan zakat, senaniasa menjaga kemaluannya, memelihara amanah dan janjinya serta senantiasa memelihara shalatnya (tepat waktu, tidak melakukan hal-hal yang keji dan munkar, berjamaah, dll).

“Akhlak mulia itu bukan sekedar perbuatan yang dapat dilihat. Ini menyangkut hubungan mnusia pada Allah yang menjadi akar pendidikan akhlak mulia. Semua ibadah/pendidikan itu bertujuan untuk membersihkan hati (tazkiyatun nafs), sehingga akan lebih dekat/taat pada Allah SWT”, ungkapnya.

Usai penyelenggaraan konferensi, panitia NCIP juga menyelenggarakan workshop dengan menghadirkan pemateri Dr. Shukran untuk mengupas tentang Akhlak Mulia dalam Psikologi Industri dan Organisasi, Dr. Ahmad Rusydi & Irwan Nuryana Kurniawan, M.Si tentang Pengembangan Konstruk dan Alat Ukur Psikologi Akhlak Mulia, Drs. Adriano Rusfi, Psikolog yang membahas Pendidikan Berbasis Psikologi Akhlak Mulia, dan Sus Budiharto, M.Si., Psikolog yang menyampaikan tentang konseling Qurani.

Psikologi Gelar Workshop Akhlak Mulia

di Shantika Premier Hotel, 16-17 Mei 2017

Mahasiswa FPSB Raih Excellent Paper Award IAARHIES

Nomophobia Arround Us ! Demikian judul paper garapan Ulfah Fauzia Oktafiani dan Chemara Zethy yang berhasil meraih “Excellence Paper Award” kategori Best Presentation/Best Content pada konferensi internasional yang diselenggarakan oleh The International Academic, Association of Researchers in Humanities, IT, Enggineering,  Science  (IAARHIES), Sabtu, 25 Maret 2017 di M Hotel Singapore. Read more

MAPPRO Seminarkan Bullying dan Kekerasan Seksual

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;}

Sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap kasus kekerasan pada anak yang terus meningkatkan setiap tahunnya, maka mahasiswa program Magister Psikologi Profesi (MAPPRO) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan seminar dan outbond bertema Usaha Preventif Bullying dan Sexual Abuse dengan Pengetahuan Psikologi dan nilai Keislaman.

FPSB Seminarkan Penulisan Karya Ilmiah untuk Jurnal Internasional

 

“Academic Writing for International Journal”. Demikian judul seminar internasional yang digelar oleh Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) sebagai salah satu agenda dari Cross-Cultural Research Collaboration and Exchange Program (CRCEP) bersama dengan Fakultas Psikologi Universitas Surabaya (Ubaya), Zhejiang University (Hangzhou), dan Zhejiang University of Technology (Hangzhou), Sabtu, 16 Agustus 2014 di Auditorium FPSB UII. Kegiatan yang sengaja diselenggarakan sebagai salah satu upaya meningkatkan kuantitas dan kualitas karya tulis dosen dan mahasiswa pada Jurnal Internasional tersebut menghadirkan Prof. Jianhong MA (Zhejiang University) dan Lukman Hakim, S.E., M.Si., Ph.D (UII). Dosen Prodi Psikologi FPSB UII, Wanadya Ayu Krishna Dewi, S.Psi., M.A tampil sebagai moderator. Acara dibuka langsung oleh Dekan FPSB UII, Dr. rer. nat. Arief Fahmi, MA, HRM.

PUSKAGA Gelar Seminar Anak Berkebutuhan Khusus: Deteksi dan Penanganannya.

“Pesatnya perkembangan zaman saat ini, membuat para orangtua sudah mulai menyadari akan peranan pentingnya dalam mengasuh anak. Meskipun, tidak sedikit yang masih belum ‘proporsional’ dalam mengasuh/mendidik anak sesuai dengan potensi yang dimilikinya, tahapan perkembangannya, bahkan ke’unik’-an yang dimiliki setiap anak-masih dianggap para orangtua sebagai sesuatu yang ‘kurang layak’ untuk diterima di lingkungan masyarakat, yang notabene baru bisa menerima anak-anak yang cenderung ‘normatif’ atau dalam standart umum”. Demikian prolog yang disampaikan oleh M. Ratna Ningrum Dyah Sri Rejeki, S.Psi saat berbagi materi ‘Langkah-langkah Penanganan Awal /bagi Anak Berkebutuhan Khusus’ dalam Seminar Anak Berkebutuhan Khusus: Deteksi dan Penangannya yang digelar oleh Pusat Kajian Anak dan Keluarga (PUSKAGA) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia, Ahad, 8 Juni 2014 di Gedung Moh. Hatta (Perpustakaan) UII.

FPSB Selenggarakan Seminar Internasional CRCEP

Sebagai lanjutan dari agenda Cross-Cultural Research Collaboration and Exchange Program (CRCEP) antara Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) dengan Fakultas Psikologi Universitas Surabaya (Ubaya), Zhejiang University (Hangzhou), dan Zhejiang University of Technology (Hangzhou), Senin, 18 November 2013 FPSB UII menerima kunjungan dari ketiga universitas tersebut. Kunjungan dalam rangka pengambilan data (observasi dan wawancara) ini diawali dengan penyelenggaraan seminar internasional di Gedung Mohammad Hatta Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia. Hadir sebagai pemateri adalah George E. Scholz (RELO-The U.S. Embassy), Prof. Jianhong MA (Zhejiang University) dan Dr.rer.nat Arief Fahmi, S.Psi., MA.HRM (FPSB UII). Herman Felani (dosen IP-FE UII) tampil sebagai moderator.

FPSB Gelar Seminar Internasional “Moral Leadership: Multicultural Perspectives”

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Krisis multidimensi melanda dunia saat ini. Misal: Kemiskinan, krisis lingkungan, kriminalitas, korupsi dan kolusi. Pemimpin dunia dan para ahli percaya bahwa krisis tersebut berakar pada masalah mental dan moral.Salah satu solusi dan pencegahan krisis tersebut adalah kembali kepada nilai-nilai moral dan spiritual. Dalam situasi tersebut moral leadership menjadi sesuatu hal yang urgen. Artinya memiliki pemimpin yang cerdas dan visioner tidaklah cukup, responsif, amanah dan bertanggungjawab adalah keharusan. Untuk mengetahui ide, pengetahuan dan pengalaman terkait dengan moral leadership yang berpegang pada etika kebenaran dari berbagai setting budaya atau negara maka, Prodi Psikologi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia menyelenggarakan seminar Internasional “Moral Leadership: Multiculural Perspectives”, Selasa, 2 Oktober 2012 di Auditorium Abdul Kahar Mudzakkir Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia.

Gandeng Leipzig Jerman, Psikologi Gelar Workshop, Seminar dan Kuliah Umum

 

Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi & Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia (FPSB UII) bekerja sama dengan Institut für Psychologie Pädagogische and Rehabilitationspsychologie Universitat Leipzig Jerman akhirnya berhasil menyelenggarakan ‘Seri Seminar dan Workshop Psikologi’ di kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia. Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 23, 24, dan 26 Maret 2012 tersebut diikuti total peserta lebih dari 200 peserta yang terdiri dari dosen, praktisi, mahasiswa dan juga masyarakat umum dari berbagai daerah di Indonesia.

FPSB Agendakan Seminar dan Workshop Psikologi

Seminar

Topik              : Neuropsychological Rehabilitation of Memory Disorders

Pemateri          : Prof. Evelin Witruk [Uni Leipzig, Jerman]

Pelaksanaan

Hari, tanggal    : Sabtu, 24 Maret 2012

Pukul              : 09.00 – 16.00

Tempat          :  Gedung Kuliah Umum Prof. Dr. Sardjito (Lantai 1)

Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia,

Jalan Kaliurang km 14,5 Sleman DIY

Investasi         : Rp 100.000

Workshop

Topik              : School of Empathy