SERUMPUN 2017 Berakhir Bahagia

Suasana Stadiun General hari ke-3 SERUMPUN 2017

Haru dan bahagia. Kiranya perasaan itulah yang dirasakan oleh segenap peserta Semarak Ta’aruf Mahasiswa Penuh Makna (SERUMPUN) yang diselenggarakan oleh Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) pada hari terakhir/penutupan, Rabu, 30 Agustus 2017. Hal tersebut agaknya tidaklah berlebihan mengingat berbagai aktivitas yang dikemas oleh panitia merupakan aktivitas yang memiliki ‘nilai/makna’ bagi peserta disamping juga selama pelaksanaan kegiatan memang terjalin keakraban yang baik antara peserta dan panitia. Read more

SERUMPUN 2017 Gelar Aksi Social Experiment

Peserta sedang mendengarkan pengarahan dari panitia

SERUMPUN (Semarak Ta’aruf Mahasiswa Penuh Makna) yang merupakan bentuk ospek mahasiswa baru tingkat fakultas kembali membuat sebuah gebrakan baru. Beberapa tahun silam SERUMPUN menjadi pelopor sebagai ospek tanpa kekerasan yang kemudian terus dipertahankan untuk pelaksanaan SERUMPUN pada tahun-tahun selanjutnya bahkan berkembang menjadi ospek yang penuh dengan kebahagiaan. Untuk SERUMPUN 2017 ini yang berlangsung tanggal 28-30 Agustus 2017 dan diikuti oleh seluruh mahasiswa baru FPSB UII (Prodi Psikologi, Ilmu Komunikasi, Pendidikan Bahasa Inggris, Hubungan Internasional), panitia kembali menambahkan aktivitas yang tak kalah menarik dan bermanfaat melalui program yang diberi label Social Experiment. Read more

Sambut Mahasiswa Baru, LEM FPSB Gelar SERUMPUN 2017

Dalam rangka menyambut mahasiswa baru angkatan 2017, Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) selenggarakan SERUMPUN (Semarak Ta’aruf Mahasiswa Penuh Makna) 2017, Senin-Rabu, 27-29 Agustus 2017 di Kampus FPSB UII. Read more

FPSB Adakan Outbond & Pelatihan Pelayanan Prima bagi Tenaga Kependidikan

Melayani dengan Hati. Demikian tema yang diambil dalam kegiatan Outbond dan Pelatihan Pelayanan Prima yang diselenggarakan oleh Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), 17-18 Agustus 2017 di Magelang. Read more

UII Berikan Penghargaan pada Mahasiswa Berprestasi

Sekitar 20 orang mahasiswa dari berbagai fakultas di lingkungan Universitas Islam Indonesia (UII) memperoleh penghargaan dari Rektor Universitas Islam Indonesia pada acara Kuliah Perdana Mahasiswa Baru UII TA. 2017-2018, yang diselenggarakan di R. Auditorium Prof. Dr. Abdul Kahar Muzakkir Kampus Terpadu UII, Senin, 14 Agustus 2017. Read more

MAPPRO Gelar Sumpah Profesi ke-36

Prosesi pengambilan sumpah lulusan program Magister Psikologi Profesi (MAPPRO) Periode  ke-36

Program Studi Magister Psikologi Profesi (MAPPRO) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) selenggarakan prosesi pengambilan sumpah terhadap 4 orang lulusannya, yakni Hanif Aji Winanto, S.Psi., M.Psi., Winda Hidayati, S.Psi., M.Psi, Rezki Suci Qamaria, S.Psi., M.Psi dan Resi Gusti Nurrega, S.Psi., M.Psi. di R. Auditorium  FPSB UII, Sabtu, 29 Juli 2017. Read more

Keluarga Besar FPSB UII Gelar Halal bi Halal

Bertempat di RM. Banyumili Resto, Nogotirto, Gamping, Sleman, keluarga besar Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan syawalan atau halal bi halal, Ahad, 9 Juli 2017. Tampak hadir dalam acara tersebut adalah dosen dan karyawan (aktif dan purnatugas) beserta keluarga, serta perwakilan dari lembaga kemahasiswaan FPSB UII. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al Quran yang kemudian dilanjutkan dengan ikrar syawalan yang disampaikan oleh Dekan FPSB UII, Dr.rer.nat. Arief Fahmie, S.Psi., M.A., Psikolog, ketua Paguyuban Keluarga Besar FPSB UII, Drs. H. Muh. Bachtiar, MM serta ketua LEM FPSB UII, Akmal Maulana L.R.S Read more

Psikologi Kaji Neurosains : Prospek dan Tantangan

Dalam rangka mengetahui perkembangan kajian neurosains terkait sejauh kemampuannya dalam menguask misteri otak yang berpengaruh pada perilaku manusia serta prospek studi neurosains di Indonesia (peluang dan tantangannya), Departemen Psikologi Pendidikan dan Perkembangan Prodi Psikologi (Psi) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) secara khusus menggelar kolokium bertema “Tren Neurosains dalam Psikologi: Prospek dan Tantangan” pada hari Rabu, 7 Juni 2017 di Auditorium FPSB UII Yogyakarta dengan menghadirkan Galang Lufityanto, S.Psi., M.Psi., Ph.D (Dosen UGM) sebagai pemateri. Adapun moderator dibawakan oleh Hariz Enggar Wijaya, S.Psi., M.Psi.

Dalam paparannya, Galang Lufityanto banyak menceritakan perkembangan penelitian/kajian-kajian bidang neurosains khususnya di luar negeri. Menurutnya keilmuan Psikologi memiliki hubungan yang sangat erat (dekat) dengan neurosains, karena keduanya sama-sama mempelajari perilaku manusia, namun dengan pendekatan atau metode yang berbeda. Neurosains mempelajri perilaku manusia melalui susunan syaraf-syaraf yang ada otak.

“Motivasi mempelajari neurosains didasari pada keinginan yang kuat untuk menemukan mekanisme paling mendasar dalam menjelaskan fenomena psikologis pada manusia. Dengan mempelajari neurosains ini Kita semakin tahu bahwa kita sangat kecil sekali dibanding misteri alam semesta yang luar biasa dan ada kekuatan besar/luar biasa di alam ini”, ungkapnya.

Sementara Kepala Departemen Psikologi Pendidikan dan Perkembangan, Uly Gusniarti, S.Psi., M.Si., Psikolog menjelaskan bahwa secara spesifik dalam ranah Psikologi, studi neurosains mengambil porsi sebesar 13,4%.  Terlihat kecil sepintas, namun jika dibandingkan dengan bidang sosial, riset neurosains dalam psikologi lebih tinggi hampir dua kalinya. Studi awal kajian neurosains dalam psikologi tercatat muncul pertama kali dalam Scopus pada tahun 1961 dan mencapai titik puncak pada tahun 2012.  Mulai pada tahun 2016, studi neurosains terlihat menurun tajam.  Meskipun demikian, gelombang neurosains di Indonesia justru terasa tengah dilirik, baik dalam ranah medis maupun psikologi.  Topik neurosains mengemuka dalam beberapa tahun ini.

Psikologi Adakan Workshop AUN-QA

“Banyak hal yang musti dipersiapakn untuk sertifikasi ASEAN University Network-Quality Assurance (AUN-QA). Saat ini prodi psikologi dapat hibah PHK PS menuju ke sertifikasi AUN QA tahun 2020. Self Report Assessment (SAR) harus sudahs mulai disiapkan sejak awal. Salah satunya adalah kurikulum baru. Karena fokus AUN QA adalah outcome based sehingga kurikulum pun harus mengikuti ketentuan dari AUN QA. Harapannya adalah perlu adanya dukungan dari semua pihak terutama adalah dari fakultas dan universitas”. Demikian ungkap Ka. Prodi Psikologi (Psi) Fakultas Psikoologi dan Ilmu Sosial Budaya (FSB) Universitas Islam Indonesia (UII) usai penyelenggaraan workshop sosialisasi hasil studi banding Tim PHK PS Internasionalisasi Program Psikologi, Senin, 29 Mei 2017 di Indolux hotel dengan menghadirkan Leni Sophia Heliani, ST., M.Sc., Ph.D dari Kantor Jaminan Mutu (KJM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, Prodi Psikologi sudah merencanakan beberapa program dalam rangka memperoleh akreditasi AUN-QA tersebut, seperti (a) penyusunan kurikulum dan capaian pembelajaran yang memuat kekhasan psikologi Islam dan berstandar internasional, (b) peningkatan kompetensi dosen, (c) peningkatan kuantitas jumlah penelitian, pengabdian masyarakat dan publikasi ilmiah internasional, (d) peningkatan wawasan dan kompetensi mahasiswa, (e) pengembangan sistem pembelajaran dan manajemen mutu berbasis teknologi, (f) inisiasi laboratorium psikologi standar internasional serta (g) penyusunan AUN-QA SAR.

Namun demikian, untuk tahun pertama program yang akan dilakukan fokus pada penyusunan kurikulum dan capaian pembelajaran yang memuat kekhasan psikologi Islam dan berstandar internasional (a), peningkatan kompetensi dosen (b) dan penyusunan AUN-QA SAR. Prodi juga akan melibatkan beberapa tenaga ahli dari universitas luar negeri seperti UWA Australia dan UM Malaysia.

Mahasiswa Psikologi UNISS Lakukan KKL di FPSB UII

“Fakultas Psikologi (Psi) Universitas Selamat Sri (UNISS)merupakan fakultas yang baru saja berdiri. Oleh karena itu kami ingin sekali belajar banyak ke Prodi Psikologi (psi) Fakultas Psikologi & Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) ini, karena kami juga alumni Psikologi UII”. Demikian ungkap Prapti Leguminosa, S.Psi., M.Psi, Dekan Fakultas Psikologi UNISS-Kendal yang juga alumni Prodi Psikologi FPSB UII saat mendampingi mahasiswanya melakukan Kunjungan Kuliah Lapangan (KKL) ke FPSB UII, Rabu, 10 Mei 2017. Rombongan sendiri diterima hangat oleh Dekan FPSB UII, Dr.rer.nat. Arief Fahmie, S.Psi., MA., Psikolog beserta perwakilan PSC, perwakilan Jafana dan juga tim Marcoms FPSB UII di ruang audiovisual lt.2.

Dalam KKL tersebut, mahasiswa Fak. Psikologi UINISS mendapatkan materi Konseling Qurani yang disampaikan oleh Susu Budiharto, S.Psi., M.Si., Psikolog. Menurut Pak Sus (Sapaan akrab Sus Budiharto) agama memang diturunkan untuk membimbing manusia agar hidup lebih bermakna dan bahagia di dunia dan akhirat. Jadi misi agama memang untuk membuat hidup manusia bahagia. Beliau juga menegaskan bahwasannya konseling Qur’ani merupakan salah satu aplikasi dari konseling Islami. Sedangkan konseling Islami sendiri diartikan sebagai aktifitas  bimbingan untuk mengembangkan akal pikiran, kejiwaan, keimanan, keyakinan agar dapat mengatasi problematika kehidupan dengan baik dan benar secara mandiri dengan berpedoman pada Al Quran dan Al Hadist.

Dalam kuliah tersebut, para mahasiswa diminta langsung praktek konseling Qur’ani. Masing-masing diminta untuk menulis/menceritakan masalah atau peristiwa/pengalaman mengesankan yang dialami beberapa waktu terakhir. Peserta kemudian diajak menghayati (berdiskusi) tentang eksistensi manusia dalam Al Quran, fungsi Al Quran sebagai petunjuk, penyembuh, rahmat, dan juga pembeda antara kebenaran dan kebatilan. Setelah bisa memahami hal itu, peserta diminta mengucapkan ayat Al Quran yang dihafal atau membuka Al Quran secara spontan dengan terlebih dahulu membaca ta’awudz, membaca salah satu atau beberapa ayat dengan terjemahannya. Dari apa yang dihafal/dibaca  tersebut peserta difasilitasi untuk mengetahui makna dari terjemah ayat tersebut dan diberi tanggapan bahwa ayat yang telah dibaca/dihafal adalah media memahami masalah/makna hidupnya.

Mahasiswa pun sangat antusias untuk menyampaikan permasalahan yang dihadapi sekaligus mereka ingin mengetahui jalan keluar / jawaban permasalahan yang dihadapi melalui makna Al Quran.

Usai mengikuti kuliah lapangan, mahasiswa mendapat kesempatan berkunjung ke Laboratorium Psikologi dan juga berdiskusi dengan komunitas Psychology Study Club (PSC).