MAPSI UII Kupas Psikologi Spiritual dan Keharmonisan

(Kanan) Prof. Uichol Kim sebagai pemateri Kuliah Umum Magister Psikologi UII didampingi oleh Dosen Psikologi (Kiri) Wanadya Ayu Krishna Dewi, S.Psi., M.A. sebagai moderator. Foto: UII

Magister Psikologi UII menggelar kuliah umum psikologi spiritual di Auditorium FPSB UII pada Rabu (26/2/2026). Acara ini membahas peran agama membangun keluarga harmonis bersama pakar dari Indonesia dan Korea.

Sesi pertama acara ini diisi oleh Dr. Sus Budiharto. Ia menjelaskan psikologi spiritual Islam lekat dengan psikologi kenabian.

Mahasiswa juga diimbau untuk selalu menghadirkan kesadaran ilahiah. “Kemudian dalam menuntut ilmu seseorang harus senantiasa berpikir positif,” ujar Sus.

“Psikologi jiwa harus selalu di-tazkiyah agar nur semakin baik dan memberikan getaran yang positif,” jelasnya. Nilai ketuhanan ini sangat penting bagi kemaslahatan umat manusia.

Sementara itu, Prof. Uichol Kim mengisi materi sesi kedua. Pakar asal Inha University ini menyoroti integrasi sains dan agama.

Ia menyebut pemisahan keduanya bisa memicu kesalahan pemahaman sains. Pasalnya, agama merupakan kunci utama penafsiran ilmu pengetahuan manusia.

Kim memberi contoh tradisi silaturahmi di momen Idul Fitri. “Manusia adalah makhluk sosial dan kesendirian bukanlah kodrat dari manusia,” tegasnya.