FP UII Akselerasi Produksi Psikolog Klinis Hadapi Tantangan Kesehatan Mental

 

(Kiri) Prof. Drs. Subandi, M.A., Ph.D., Psikolog, (Kiri Tengah) Dr.phil. Qurotul Uyun, S.Psi., M.Si, Psikolog, (Kanan Tengah) Dr. Indria Laksmi Gamayanti, M.Si., Psikolog, Megawati Santoso, Ph.D (Kanan) Berfoto bersama setelah penandatanganan Kerja Sama (MoA) Fakultas Psikologi UII dengan Kolegium Psikologi Klinis. foto: Yopa

Fakultas Psikologi UII resmi menandatangani MoA dengan Kolegium Psikologi Klinis  Pada Kamis (18/12/2025) bertempat di Gedung Dr. Soekiman Wirdjosandjojo Lantai 1. Langkah strategis ini diambil untuk mempercepat terwujudnya lebih banyak psikolog klinis yang kompeten di Indonesia.

Upaya percepatan ini krusial untuk merespons meningkatnya permasalahan kesehatan mental di masyarakat. Dekan Fakultas Psikologi UII, Dr. Phil. Qurotul Uyun, menegaskan bahwa peran fakultas sangat strategis dalam mendukung kebutuhan nasional tersebut.

“Peran Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia UII sangat strategis dalam mendukung terwujudnya lebih banyak psikolog klinis yang kompeten untuk merespons meningkatnya permasalahan kesehatan mental di Indonesia. Sejalan dengan visi UII sebagai universitas yang mengintegrasikan keunggulan keilmuan, nilai-nilai keislaman, dan pengabdian bagi kemanusiaan, Fakultas Psikologi berkomitmen memperkuat layanan kesehatan mental melalui pendekatan yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga sistemik, kolaboratif, dan berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Qurotul Uyun.

Beliau menambahkan bahwa pendidikan profesi dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem layanan kesehatan mental. Tujuannya agar lulusan memiliki kompetensi profesional sekaligus kepekaan etik dan tanggung jawab sosial yang berakar pada nilai-nilai keislaman seperti rahmah dan integritas.

Sebagai wujud nyata, UII menjalin kemitraan dengan Puskesmas, rumah sakit, layanan kesehatan jiwa pemerintah, sekolah, pesantren, hingga komunitas. “Melalui keterlibatan langsung dalam penanganan kasus nyata, mahasiswa memperoleh pengalaman klinis yang autentik, sekaligus memungkinkan masyarakat merasakan manfaat langsung dari kehadiran layanan psikologi,” jelasnya.

Ke depan, kerja sama dengan Kolegium Psikolog Klinis juga akan meluncurkan Program Titian di Pusat Psikologi Terapan. Program ini dirancang untuk memperkuat kompetensi psikolog dalam kolaborasi interprofesional dan penanganan masalah kesehatan mental yang kompleks.

“Dengan demikian, Fakultas Psikologi UII tidak hanya berkontribusi melalui peningkatan jumlah psikolog klinis, tetapi juga melalui pendidikan psikolog klinis yang kompeten, beretika, kontekstual, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman, serta siap melayani kebutuhan nyata masyarakat Indonesia secara berkelanjutan,” tutupnya.

Agenda tersebut juga diisi dengan pembekalan oleh Megawati Santoso, Ph.D. selaku pimpinan Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) dan Dr. Indria Laksmi Gamayanti selaku ketua Kolegium Psikologi Klinis. Sesi ini menjadi persiapan bagi calon wisudawan yang akan mengikuti Pengambilan Sumpah Profesi pada Jumat (19/08/2025). (yp)

 

Sesi foto bersama peserta pembekalan sumpah profesi bersama pemateri dari Konsil Kesehatan Indonesia dan Kolegium Psikologi Klinis. foto: Yopa

 

Sebelas Mahasiswa Psikologi UII Mengikuti Kompetisi Intervarsity Student Creativity and Digital Competition (ISCDC) 2025 di Malaysia

Program Studi Psikologi Universitas Islam Indonesia kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Melalui kegiatan Intervarsity Student Creativity and Digital Competition  (ISCDC) 2025 yang diselenggarakan di Universiti Utara Malaysia pada tanggal 24 November 2025 hingga 1 Desember 2025, mahasiswa belajar untuk menuangkan pengalaman ke dalam ide kreatif dengan berbagai metode. Kegiatan ini merupakan sebuah kompetisi sekaligus forum budaya yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara di Asia Tenggara untuk mengeksplorasi peran budaya dalam membangun hubungan antarbangsa.

Kompetisi tingkat internasional ini menjadi ajang bagi mahasiswa untuk berbagi budaya masing masing melalui karya kreatif dan kolaborasi internasional. Melalui kegiatan ISCDC ini, mahasiswa diharapkan mampu memperkuat pemahaman antar budaya, meningkatkan kreativitas dalam menyampaikan pesan sosial, dan memperluas relasi akademik antar negara.

Sebelas mahasiswa Prodi S1 Psikologi berkesempatan untuk mengikuti kompetisi ISCDC 2025. Kompetisi ini terdiri dari berbagai kategori, termasuk Poster Design Competition: “Designing Harmony”, Cooking Showcase: “Taste of ASEAN”, Essay Competition: “ASEAN Identity Through Alor Setar”, dan Reels Challenge: “Faces of Friendship”. Pengalaman ini semakin berkesan karena seluruh delegasi Psikologi UII berhasil membawa pulang penghargaan kejuaraan di seluruh cabang perlombaan. Kemenangan ini dirasakan sebagai hasil dari perjalanan panjang atas kerjasama tim, kreativitas, dan keberanian dari setiap anggota delegasi.

Foto bersama delegasi Fakultas Psikologi UII dalam ajang kompetisi ISCDC 2025. foto: dok. panitia

Kegiatan ISCDC bertujuan untuk memotivasi mahasiswa dalam memahami keberagaman budaya melalui kreasi kreatif, diskusi, dan kerja sama. Bagi mahasiswa psikologi, kegiatan ini merupakan peluang untuk mengamati bagaimana budaya membentuk cara pandang, pola pikir, dan ungkapan emosi. Ini sejalan dengan konsentrasi penelitian Psikologi Sosial dan Psikologi Lintas Budaya yang mengkaji cara manusia bertindak dalam konteks sosial yang beragam.

Pihak penyelenggara ISCDC, Bapak Herman Felani, S.S., M.A., turut menyampaikan kesan dan harapannya terhadap kegiatan tahun ini. Beliau mengungkapkan bahwa ISCDC sangat berkesan karena menjadi wadah kolaborasi antar negara yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai latar budaya. Menurut beliau, kegiatan ini memberikan banyak manfaat, terutama karena mahasiswa memperoleh pengalaman global, belajar berkolaborasi, sekaligus berkompetisi secara sehat. Beliau juga berharap agar ISCDC dapat terus dilaksanakan di masa mendatang, dengan jumlah negara dan peserta yang semakin banyak serta pelaksanaan yang semakin baik. Pengalaman ini menumbuhkan pemahaman yang lebih dalam tentang keberagaman budaya dan memperluas sudut pandang sebagai mahasiswa psikologi.

Pengalaman dalam mengikuti ISCDC ini menjadi memori yang sangat berharga dalam memberikan wawasan internasional, menumbuhkan pemahaman yang lebih dalam tentang keberagaman budaya, serta memperluas sudut pandang sebagai mahasiswa psikologi. Penyelenggara ISCDC, Bapak Herman Felani, S.S., M.A. turut memberikan harapannya untuk ISCDC, “Semoga kegiatan ISCDC dapat dapat dilaksanakan lagi, kalau bisa negara negaranya ditambah makin banyak dan makin baik”. Pada masa yang mendatang, semoga semakin banyak mahasiswa Psikologi UII yang terlibat dalam kegiatan internasional demi mengharumkan nama Universitas Islam Indonesia. Dukungan serupa juga datang dari Dekan Fakultas Psikologi UII, Dr.Phil. Qurotul Uyun, S.Psi., M.Si., Psikolog yang menyampaikan bahwa kegiatan internasional ini bukan sekadar perjalanan akademik atau kunjungan luar negeri, tetapi menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk belajar beradaptasi, bertemu dengan orang baru, serta memperluas perspektif mereka. Mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk berempati dan memahami perbedaan budaya; meskipun Indonesia dan Malaysia memiliki nilai yang serupa, tetap terdapat kebiasaan dan dinamika sosial yang perlu dihormati.

Dengan capaian ini, Fakultas Psikologi UII berusaha untuk meningkatkan komitmennya untuk terus membuka peluang internasional dan kolaborasi serupa di masa mendatang. Hal ini, diupayakan untuk terus membangun lingkungan pembelajaran yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menumbuhkan kepribadian yang adaptif, tangguh, berintegritas, dan memberikan manfaat bagi sesama. (Luthfina Qurata Ainni)

Dosen Psikologi UII Bedah Isu Mental dan Hukum

Para peserta sangat antusias dan fokus dalam menyimak pemaparan para dosen pemateri. foto: Najwa Defiandra S (JJ)

Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia (UII) sukses menggelar Seminar Diseminasi Karya Dosen. Acara akademik ini bertempat di Auditorium Dr. Soekiman Wirjosandjojo Lantai 3, Jumat (5/12/2025).

Tiga dosen pakar hadir membedah isu krusial mulai dari kesehatan mental remaja hingga psikologi forensik. Diskusi mendalam ini menyoroti peran vital keluarga dan ahli profesi dalam menyelesaikan masalah sosial.

Read more

Tendik Psikologi UII Perkuat Sinergi Lewat “Satu Ruang Banyak Cerita”

Tendik dan Karyawan Fakultas Psikologi UII fokus menyimak pemaparan materi oleh Fanny Fauzy Hanifunni’am, S.Psi., M.Psi. foto: Yopa

Fakultas Psikologi (FP) dan Fakultas Ilmu Sosial Budaya (FISB) UII berkolaborasi menggelar Capacity Building bagi tenaga kependidikan (Tendik). Acara pembinaan ini berlangsung di Anaya Azana Boutique Hotel, Tawangmangu, Jawa Tengah, pada Jumat-Sabtu (28-29/11/2025). Read more

Perkuat Jejaring Internasional, Psikologi UII Kunjungi Van Lang University Vietnam

Foto bersama delegasi Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia dengan Van Lang University. (Kiri) Thobagus Moh.Nu’man, S.Psi., M.A., Psikolog, (Kiri) Dr. Nita Trimulyaningsih, S.Psi., M.Psi, Psikolog, (Tengah) Nguyễn Bảo Thanh Nghi, PhD (Dean of Faculty of Social Sciences and Humanities) (Kanan) Hazhira Qudsyi, S.Psi., M.A., (Kanan) Annisaa Miranty Nurendra, S.Psi., M.Psi. Psikolog. foto: dok. panitia

Rabu (19/11/2025). Fakultas Psikologi UII melaksanakan kunjungan resmi ke Van Lang University (VLU) Vietnam. Kunjungan ini bertujuan menjajaki kerja sama internasional antar-kedua institusi pendidikan tersebut.

Delegasi UII dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Psikologi, Dr.phil. Qurotul Uyun, S.Psi., M.Si., Psikolog. Mereka diterima hangat oleh pimpinan Faculty of Social Sciences and Humanities (FSSH) Van Lang University.

Pertemuan yang berlangsung produktif ini menyepakati tiga fokus kerja sama strategis bagi kedua pihak. Program tersebut meliputi pertukaran mahasiswa, seminar internasional, hingga pertukaran dosen dan tenaga kependidikan.

Dalam skema pertukaran mahasiswa, peserta akan mengikuti kegiatan selama 7-10 hari secara resiprokal. Sementara itu, seminar ilmiah online akan melibatkan narasumber ahli dari masing-masing fakultas.

Dr.phil. Qurotul Uyun menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah penting bagi internasionalisasi pendidikan. “Kolaborasi ini akan memperkuat internasionalisasi pendidikan psikologi di UII,” ungkapnya dalam sambutannya.

Ia berharap kerja sama ini membuka ruang belajar lintas budaya bagi seluruh civitas akademika. Pasalnya, kontribusi akademik yang bermakna sangat dibutuhkan oleh masyarakat dalam skala global.

Pihak Van Lang University turut menyambut baik inisiasi kemitraan strategis dengan Fakultas Psikologi UII. Dekan FSSH VLU, Dr. Nguyễn Bảo Thanh Nghi, menyebut UII sebagai mitra yang tepat.

“Kami percaya bahwa UII adalah mitra strategis dalam pengembangan program akademik dan mobilitas internasional,” tegasnya. Ia berharap kegiatan kolaboratif ini mampu memberi manfaat nyata bagi kedua belah pihak.

Kegiatan ini diakhiri dengan pertukaran cenderamata serta sesi foto bersama seluruh delegasi. Kendati demikian, agenda kunjungan berlanjut dengan peninjauan fasilitas akademik melalui kegiatan campus tour.

Kunjungan resmi tersebut diharapkan menjadi awal kerja sama jangka panjang bagi kedua universitas. Hal ini sekaligus memperkuat posisi Fakultas Psikologi UII dalam kancah pendidikan tinggi dunia. (yp)

Kunjungi FP UII, Psikologi UNS Lakukan Studi Banding Manajemen Laboratorium

Foto bersama para delegasi Universitas Sebelas Maret bersama delegasi Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia. foto: Yopa

 

Fakultas Psikologi Universitas Sebelas Maret (UNS) menyambangi Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia (UII), Senin (25/11/2025). Kunjungan ini bertujuan mempelajari tata kelola laboratorium psikodiagnostika dan riset secara mendalam. Rombongan diterima hangat di Ruang Kuliah Magister Lantai 1 Fakultas Psikologi UII.

Agenda utama pertemuan ini menyoroti pengelolaan laboratorium, pelaksanaan praktikum, serta inovasi pembelajaran berbasis laboratorium. Pasalnya, Fakultas Psikologi UII dinilai memiliki infrastruktur dan manajemen laboratorium yang mumpuni.

Kepala Laboratorium Psikodiagnostika dan Riset UNS, Dr. Theda Renanita, mengungkapkan alasan memilih UII sebagai tujuan. Ia mengaku mendapat rekomendasi dari pihak luar terkait kualitas laboratorium Fakultas Psikologi UII.

Kendati Psikologi UNS telah berdiri sejak 2002, statusnya sebagai fakultas mandiri baru diresmikan pada 2022. Hal ini membuat mereka merasa perlu banyak belajar terkait pengembangan fasilitas pendukung akademik.

“Kami masih butuh untuk belajar banyak dari Fakultas Psikologi Universitas yang lainnya khusus dari Universitas Islam Indonesia,” ujar Theda.

Sementara itu, pihak UNS membawa rombongan lengkap termasuk Kepala Bagian Tata Usaha, Samdani, serta tim laboran. Mereka ingin menggali ilmu terkait infrastruktur, manajemen, hingga sumber daya manusia (SDM).

Sekretaris Jurusan Psikologi UII, Annisaa Miranty Nurendra, S.Psi., M.Psi. Psikolog, menyambut baik inisiatif kolaborasi antar perguruan tinggi ini. Diskusi berlangsung interaktif dengan pemaparan materi dari Kepala Laboratorium Psikologi UII, Muhammad Novvaliant Filsuf Tasaufi, S.Psi., M.Psi., Psikolog.

Selain diskusi di ruangan, delegasi UNS juga berkeliling melihat fasilitas laboratorium di lantai empat. Kunjungan ini diharapkan membuka peluang kerja sama penelitian dan pengabdian masyarakat di masa depan. (yp)

Bahas Fudhulul Nadhar, PSPI UII Ingatkan Bahaya Kecanduan Visual

Pusat Studi Psikologi Islam (PSPI) Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar kajian hadits bertajuk “Racun Hati: Terlalu Banyak Melihat” di Mushola Baitul Hadi, Gedung Soekiman Wirjosandjojo, Kamis (27/11/2025). Kegiatan yang dihadiri oleh dosen dan tenaga kependidikan ini menghadirkan Dr. Ahmad Rusdi, S.Psi., S.Sos.I., M.A., Si., yang mengupas tuntas bahaya Fudhulul Nadhar atau pandangan mata yang tidak terkendali bagi kesehatan spiritual manusia.

Ahmad Rusdi menyoroti relevansi pengendalian pandangan dalam konteks kehidupan modern yang lekat dengan gawai. Menurutnya, konsep menundukkan pandangan saat ini tidak hanya berkaitan dengan aurat lawan jenis, tetapi juga pembatasan screen time yang berlebihan.

Istilah Fudhulul Nadhar menjadi sorotan utama karena sering kali dianggap remeh namun berdampak fatal. Perilaku menyibukkan diri dengan hal-hal mubah secara berlebihan (Al ishtighal bi al mubahat) ternyata mampu meracuni kejernihan hati.

“Apabila matanya rusak melihat hal-hal yang rusak dan jelek, maka jelek juga hatinya,” tegas Ahmad Rusdi saat menjelaskan korelasi antara mata dan hati. Ia menambahkan bahwa hati yang terkontaminasi visual negatif akan menjadi seperti tempat sampah dan sulit menerima marifatullah.

Pasalnya, seseorang yang terlalu sering mengumbar pandangan akan mengalami fase Al-istihsan atau termanipulasi oleh keindahan semu. Objek yang ditonton terus-menerus akan terinternalisasi ke dalam hati, menciptakan imajinasi yang melenakan, dan akhirnya memicu berbagai kerusakan batin.

Sebaliknya, kemampuan mengendalikan pandangan justru akan mendatangkan cahaya dan ketajaman intuisi bagi seorang mukmin. Hati yang terjaga dari visual yang tidak perlu akan lebih mudah menerima nasihat kebaikan dan memiliki firasat yang tajam dalam mengambil keputusan.

“Kendalikanlah pandanganmu dan kemaluanmu maka itu lebih baik bagimu,” pesan Ahmad Rusdi mengutip salah satu dalil sebagai solusi praktis. Pengendalian diri ini dinilai jauh lebih efektif untuk menjaga kesehatan mental dan spiritual dibandingkan membiarkan mata liar tanpa batasan.

Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama untuk civitas akademika UII, termasuk mendoakan kesembuhan bagi yang sakit dan husnul khatimah bagi yang telah berpulang. Kajian ini diharapkan menjadi sarana perbaikan amal sekaligus pengingat agar bijak dalam berinteraksi dengan dunia visual. (yp)

Mahasiswa dan Alumni Psikologi UII Ikuti Pelatihan HR Simulation bersama Praktisi Industri

Suasana kegiatan pelatihan Gateway: HR Simulation yang diisi oleh pemateri alumni Psikologi (Kanan) Fajrul Falah, S.Psi., MM., CHRP dan Sambutan oleh Sonny Andrianto, S.Psi., M.Si., Ph.D selaku Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan dan Alumni (KKA) Fakultas Psikologi UII. foto: dok. panitia

Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia (UII) akan menyelenggarakan kegiatan Gateway Program bertajuk HR Simulation. Acara ini berlangsung di Auditorium lantai 3 Gedung Dr. Soekiman Wirjosandjojo, Selasa (25/11/2025).

Program luring ini bertujuan memberikan pembekalan karier bagi mahasiswa aktif dan alumni Prodi Psikologi. Panitia memprioritaskan lulusan baru atau fresh graduate untuk mengikuti sesi simulasi praktik ini.

Dua praktisi berpengalaman hadir sebagai pemateri utama dalam sesi pelatihan intensif tersebut. Mereka adalah Fajrul Falah, S.Psi., M.M. dan Frans Pontoh, S.Psi. dari Micro Madani Institute.

Fajrul Falah, S.Psi., M.M. selaku Recruitment & Selection Head akan membagikan materi mengenai strategi seleksi karyawan. Sementara itu, Frans Pontoh memfokuskan materi pada aspek pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia.

Peserta akan mendapatkan pengalaman langsung menjadi staf HR melalui metode mini simulasi nyata. Pendekatan ini membantu peserta memahami dinamika pekerjaan sesungguhnya di dunia industri secara praktis.

Kegiatan ini di mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB dengan materi yang padat. Mahasiswa diharapkan hadir tepat waktu untuk memaksimalkan penyerapan ilmu dari para ahli.

Pendaftaran peserta dilakukan secara daring melalui tautan khusus yang telah disediakan oleh panitia. Calon peserta wajib mengisi formulir sebelum batas waktu penutupan pada Jumat (21/11/2025). Panitia membatasi kuota peserta hanya untuk 60 orang demi menjaga efektivitas pelatihan. (yp)

POTMA Psikologi UII Perkuat Sinergi Orang Tua Mahasiswa

(Kiri) Dr.phil. Emi Zulaifah, M.Sc., Psikolog Sebagai Pemateri dan (Kanan) Dian Febriany Putri, S.Psi., M.Psi., Psikolog sebagai moderator acara Pertemuan Orang Tua Mahasiswa (POTMA) Fakultas Psikologi UII. foto: Marcomm FP UII

Fakultas Psikologi UII menggelar Pertemuan Orang Tua Mahasiswa 2025 di Yogyakarta pada Sabtu (22/11). Acara ini berlangsung khidmat di Auditorium Prof. K.H. Abdul Kahar Mudzakkir.

Dekan Fakultas Psikologi UII, Dr.phil. Qurotul Uyun, membuka kegiatan tersebut secara resmi. Beliau mengajak para orang tua bersinergi  mendukung kesuksesan akademik putra-putri mereka.

Sesi berikutnya adalah pengenalan sistem informasi akademik melalui pemutaran video panduan UIIGateway. Agus Hermanta menjelaskan cara praktis bagi wali mahasiswa untuk memantau nilai anak.

Dr. Phil. Dra. Emi Zulaifah mengisi acara Talk Show Parenting  tentang pendampingan generasi Z. Dian Febri memandu diskusi interaktif mengenai tantangan psikologis mahasiswa di era digital.

Kegiatan berakhir dengan agenda Kampus Tour yang dipandu oleh tim Marcomm . Orang tua mengunjungi perpustakaan, museum, serta situs bersejarah Candi Kimpulan di lingkungan kampus.

Sinergi antara kampus dan keluarga menjadi kunci utama dalam membentuk lulusan yang berintegritas. Fakultas berharap komunikasi ini terus terjalin demi kenyamanan studi seluruh mahasiswa baru. (yp)

Poster: Poster Potma FP UII 2025

Tingkatkan Atmosfer Publikasi, Para Dosen FP UII Ikuti Kegiatan Writing Day Last Session 2025

Beberapa perwakilan Dosen Psikologi sedang fokus dalam menulis publikasi karya ilmiah. foto: Yopa

 

Dosen Fakultas Psikologi UII berpartisipasi aktif dalam Writing Day Last Session 2025 untuk meningkatkan publikasi ilmiah. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari mulai Senin (10/11/2025) hingga Rabu (12/11/2025).

Sejumlah akademisi hadir, termasuk Ketua Jurusan Psikologi, Dr. Ahmad Rusdi, S.Psi., S.Sos.I., M.A.Si. dan Kaprodi Psikologi Program Sarjana, Hazhira Qudsyi, S.Psi., M.A., juga tampak antusias mengikuti acara ini.

Panitia mewajibkan peserta menjaga ketenangan demi terciptanya suasana kondusif selama proses penulisan berlangsung. Diskusi di luar konteks artikel dilarang keras agar tidak mengganggu konsentrasi peserta lain.

Hazhira mengungkapkan bahwa suasana kebersamaan memberikan dorongan positif dalam menyelesaikan naskah. Ia merasa termotivasi untuk segera menyelesaikan tulisan saat melihat rekan sejawat fokus bekerja.

Hazhira mengangkat topik pengaruh permainan congklak terhadap peningkatan memori kerja pada siswa sekolah dasar. Topik ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih nyata bagi literasi psikologi pendidikan di Indonesia.

Setiap peserta wajib mengirimkan draf artikel serta alamat web jurnal tujuan sebelum acara dimulai. Satu naskah hanya boleh dikerjakan oleh satu penulis untuk memastikan produktivitas individu.

Peserta harus menyerahkan bukti submisi ke panitia paling lambat satu minggu setelah kegiatan berakhir. Hazhira berharap naskahnya dapat menembus jurnal terakreditasi Sinta 2 atau terindeks Scopus.

Ia mengusulkan adanya materi strategi menembus jurnal bereputasi sebelum sesi menulis dimulai kedepannya. Hal ini penting untuk membantu dosen memilih jurnal berkualitas dengan biaya terjangkau.

Dekan Fakultas Psikologi UII, Dr. phil. Qurotul Uyun, S.Psi., M.Si., Psikolog, turut hadir memberikan sambutan penutup. Ia mengapresiasi program ini dan berharap tradisi menulis bersama tetap berlanjut di tiap fakultas.

Menurutnya, dosen membutuhkan ketenangan dan fokus penuh saat menyusun karya ilmiah agar hasilnya maksimal. Kebersamaan dalam kegiatan ini juga menjadi wadah saling menyemangati dan berbagi strategi publikasi.

Walaupun FPSB telah berpisah, Qurotul Uyun menegaskan kolaborasi antara Fakultas Psikologi dan Fakultas Ilmu Sosial Budaya harus tetap terjalin. Dukungan antar-fakultas menjadi kunci kemajuan bersama dalam dunia akademik.

Ia mendoakan agar seluruh naskah peserta dapat terbit di jurnal terakreditasi nasional maupun internasional. Proses perbaikan naskah yang tekun diyakini akan membuahkan hasil publikasi yang memuaskan.

Menulis merupakan bentuk ibadah dan optimalisasi tugas dosen selain kewajiban mengajar dan pengabdian masyarakat. Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik semangat dosen untuk terus berkarya dan produktif. (yp)