syiar
Volume 2, Edisi 1
Tanggal Terbit, 12 Maret 2026
Integrasi nilai-nilai Islam dalam menjaga kesehatan mental mahasiswa
Libbie Annatagia
Dosen Fakultas Psikologi, Universitas Islam Indonesia
Permasalahan kesehatan mental di kalangan mahasiswa kini menjadi isu yang semakin krusial dalam dunia pendidikan tinggi, khususnya di tengah berbagai tekanan yang bersumber dari tuntutan akademik, dinamika sosial, hingga krisis makna dalam kehidupan. Menurut World Health Organization (2025), kesehatan mental didefinisikan sebagai suatu kondisi kesejahteraan di mana individu menyadari kemampuan dirinya sendiri, dapat mengatasi tekanan hidup yang normal, dapat bekerja secara produktif, dan mampu memberikan kontribusi kepada komunitasnya. Pada kenyataannya, banyak mahasiswa yang mengalami kesulitan mengatasi tekanan hidup dan mengalami permasalahan-permasalahan psikologis seperti stres, kecemasan dan burnout. Penelitian yang dilakukan oleh Zamroni (2015) menemukan bahwa dari 390 mahasiswa di Malang yang menjadi partisipan penelitian, lebih dari 85% mengalami stres akademik kategori tinggi dan sedang. Penelitian yang dilakukan oleh Dwiana dan Alif (2023) terhadap mahasiswa juga menemukan bahwa sebanyak 180 orang atau 55.4% responden mengalami burnout. Persoalan psikologis seperti stres dan burnout dapat menimbulkan permasalahan-permasalahan lanjutan. Penelitian Andiani, Udijono, dan Martini (2024) menemukan hubungan yang signifikan antara tingkat stres, tingkat kecemasan, dan tingkat depresi dengan terjadinya gangguan tidur yang dialami oleh mahasiswa. Sementara itu, penelitian yang dilakukan oleh Rizki, Hermawan, dan Nurdianti (2023) menemukan bahwa stres akademik berpengaruh dan signifikan terhadap prestasi belajar melalui resiliensi akademik, yang berarti semakin tinggi stres akademik maka semakin rendah resiliensi akademik sehingga prestasi belajar semakin rendah. Permasalahan psikologis yang dialami oleh mahasiswa dapat berdampak pada performa akademik maupun gangguan pada fisik, mental dan sosial. Oleh karena itu, perlu ada penanganan terhadap permasalahan psikologis tersebut.
Salah satu faktor protektif dalam upaya menjaga kesehatan mental mahasiswa adalah dengan adanya penguatan integrasi nilai-nilai Islam. Peran dari aspek religius ini adalah sebagai fondasi spiritual dan psikologis bagi mahasiswa untuk menghadapi berbagai sumber stres yang kemudian dipandang sebagai tantangan kehidupan. Nilai-nilai Islam seperti qanā’ah, sabar, dan tawakal bukan hanya menjadi ritual, melainkan juga strategi coping yang efektif dalam pengelolaan stres, kecemasan, serta burnout. Berikut secara berurutan adalah ayat Al Quran yang menjelaskan tentang konsep tawakal, sabar, dan qanā’ah:
وَمَنۡ يَّـتَّـقِ اللّٰهَ يَجۡعَلْ لَّهٗ مَخۡرَجًا ۙ وَّيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُ ؕ وَمَنۡ يَّتَوَكَّلۡ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسۡبُهٗ ؕ اِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمۡرِهٖ ؕ قَدۡ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَىۡءٍ قَدۡرًا
“… Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.” (QS. al-Talaq: 2-3).
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوا اسۡتَعِيۡنُوۡا بِالصَّبۡرِ وَالصَّلٰوةِ ؕ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيۡنَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. al-Baqarah ayat 153).
قُلْ لَّنۡ يُّصِيۡبَـنَاۤ اِلَّا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَـنَا ۚ هُوَ مَوۡلٰٮنَا ۚ وَعَلَى اللّٰهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ الۡمُؤۡمِنُوۡنَ
“Katakanlah (Muhammad), “Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah bertawakallah orang-orang yang beriman.” (QS. at-Tawbah: 51).
Selain didasarkan dari Al-Qur’an, peran nilai-nilai Islam seperti qanā’ah, sabar, dan tawakal sebagai bentuk coping terhadap stres juga didukung oleh hasil riset terkini. Penelitian yang dilakukan oleh Saputra, Kadar, dan Shofiah (2022) menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara sabar dan tawakal, di mana sabar memberikan pengaruh langsung terhadap tawakal. Selain itu, terdapat hubungan negatif yang signifikan antara tawakal dan tingkat stres, artinya semakin tinggi tawakal, semakin rendah tingkat stres yang dialami. Variabel sabar berpengaruh terhadap stres dengan tawakal sebagai perantara. Secara kuantitatif, sabar memberikan kontribusi sebesar 63% terhadap pembentukan sikap tawakal, sedangkan tawakal menyumbang 53% dalam menurunkan tingkat stres. Sementara itu, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Saputra, Faruqi, dan Kurniawan (2022) ditemukan bahwa tawakal kepada Allah secara signifikan dapat memprediksi tingkat resiliensi akademik, dengan kontribusi yang cukup besar. Ada dua aspek dalam tawakal yang memiliki pengaruh signifikan terhadap resiliensi, yaitu keyakinan kepada Allah dan praktik ibadah. Dengan demikian, dapat dinyatakan bahwa tawakal kepada Allah dapat berperan sebagai mekanisme coping religius yang efektif dalam membantu siswa menghadapi tantangan pembelajaran.
Internalisasi nilai-nilai islam sebagai sarana coping diharapkan akan membentuk mahasiswa pribadi tangguh (hardiness) pada saat menghadapi masalah. Karakteristik tangguh ini akan terlihat dalam upaya mengubah kesulitan menjadi kesempatan (Maddi, 2002). Mahasiswa akan mampu memandang masalah sebagai bentuk ujian dari Allah SWT yang harus dihadapi dengan ketangguhan dan optimisme. Dengan berpegang pada nilai-nilai Islam, seperti sabar, qanā’ah, dan tawakal maka mahasiswa percaya bahwa masalah yang hadir adalah bentuk ujian dari Allah SWT dan meyakini bahwa Allah SWT akan memberi jalan keluar dari arah yang tidak disangka-sangka. Adanya keyakinan tersebut akan membuat mahasiswa terus berupaya mengatasi masalah sembari memohon pertolongan Allah SWT. Pada akhirnya, proses ini akan membantu mahasiswa mempertahankan keseimbangan emosional dan membangun ketahanan mental yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tuntutan akademik dan sosial.
Ayat Al-Qur’an dan temuan-temuan riset menjadi bukti empiris yang menunjukkan efektivitas nilai-nilai Islam dalam optimalisasi kesehatan mental mahasiswa. Oleh karena itu, integrasi pendekatan spiritual dalam pembinaan mental mahasiswa menjadi sebuah kebutuhan yang penting dan mendesak. Upaya integrasi ini memerlukan sinergi antara lembaga pendidikan, keluarga, serta lembaga keagamaan. Nilai-nilai Islam seperti sabar, tawakal, dan qanā’ah perlu ditanamkan melalui kegiatan pembinaan karakter, konseling berbasis nilai keislaman, serta penguatan literasi spiritual melalui media yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa saat ini. Layanan konseling kampus dapat mengintegrasikan nilai-nilai Islam sebagai dasar dalam aktivitas konseling dan psikoterapi. Internalisasi nilai-nilai Islam tidak hanya berperan sebagai sarana coping terhadap stres, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa yang tangguh serta resilien dalam menghadapi dinamika kehidupan.
Daftar Pustaka
Andiani, S., Udijono, A., & Martini. (2024). Hubungan stres, kecemasan dan depresi dengan gangguan tidur pada mahasiswa Universitas Diponegoro. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 23 (2), 180-186. DOI: 10.14710/mkmi.23.2.180-186.
Dwiana, A., & Alif. (2023). Prevalensi burnout berdasarkan jenis kelamin pada mahasiswa fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. EBERS PAPYRUS, 29 (2), 1-12.
Maddi, S. R. (2002). The story of hardiness: twenty years of theorizing, reseach and practice. Consulting Psychology Journal, 54(3), 175–185. https://doi.org/10.1037//1061-4087.54.3.175.
Rizki, D. N., Hermawan, Y., & Nurdianti, R. R. S. (2023). Pengaruh stres akademik terhadap resiliensi akademik dan implikasinya terhadap prestasi belajar. Jurnal Pendidikan Ilmiah Transformatif, 7 (12), 64-72. ISSN: 24401851.
Saputra, A. M., Faruqi, A., & Kurniawan, I. R. (2022). Tawakal kepada Allah memprediksi resiliensi akademik pada pembelajaran online. Jurnal Psikologi Islam dan Budaya, 5 (1), 1-9. https://doi.org/10.15575/jpib.v5i1.15832.
Saputra, A., Kadar, Shofiah, V. (2022). Sabar dan tawakkal sebagai solusi dalam mengatasi stres guru sekolah luar biasa. Jurnal Psikologi, 18 (1), 73-80. http://dx.doi.org/10.24014/ jp.v14i2.14265.
World Health Organization. (2025). Mental health. Global Health Observatory. Retrieved August 5, 2025, from https://www.who.int/data/gho/data/themes/mental-health.



