Tingkatkan Kesiapsiagaan Kebakaran, Tendik Fakultas Psikologi UII Ikuti Pelatihan Dasar K3

 

Praktik langsung pemadaman api menggunakan APAR jenis dry chemical powder. Foto: SPMKB/UIIPeduli

 

Dalam upaya menciptakan lingkungan kerja yang aman serta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bahaya kebakaran di kampus, perwakilan Tenaga Kependidikan (Tendik) Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia (UII) mengikuti Pelatihan Dasar K3 Tanggap Darurat Bencana Kebakaran. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Satuan Penanggulangan Bencana dan Kemanusiaan (SPMKB / UII Peduli) di bawah Direktorat Pembinaan & Pengembangan Kewirausahaan (DPPK) Simpul Tumbuh UII pada Selasa (28/07/2026). Pelatihan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 15.00 WIB ini bertempat di Ruang 4.12 (Lantai 4), Gedung KH. Mas Mansyur, Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII.

Penguatan Budaya Keselamatan Kerja di Kampus

Rangkaian acara diawali dengan registrasi dan pembukaan formal, dilanjutkan pembacaan lagu wajib Indonesia Raya dan Hymne UII. Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Direktur Simpul Tumbuh UII, Ir. Arif Wismadi, M.Sc., serta Kepala SPMKB/UII Peduli, Dr. Ir. Dwi Handayani, S.T., M.Sc., IPU., ASEAN.Eng..

Dalam sambutannya, pimpinan menekankan pentingnya pemahaman dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi seluruh elemen tendik sebagai garda depan pengelolaan fasilitas operasional unit kerja. Pengetahuan mengenai tanggap darurat dinilai bukan hanya tugas teknis, melainkan komitmen bersama dalam menjaga keselamatan jiwa dan aset organisasi.

Pemahaman Komprehensif Teori Api dan Pengenalan APAR

Pada sesi materi interaktif, pemateri Oktomi Wijaya, S.K.M., M.Sc. memaparkan dasar-dasar terjadinya api (Fire Triangle dan Tetrahedron of Fire), dinamika perkembangan kebakaran, hingga klasifikasi kebakaran (Kelas A, B, C, D, dan K). Para peserta dari Tendik Psikologi UII dibekali pengetahuan mendalam mengenai:

  • Prinsip Pemadaman Api: Teknik cooling (pendinginan), smothering (penutupan oksigen), starving (penghilangan bahan bakar), serta inhibition (pemutusan reaksi rantai kimia).
  • Mengenal Alat Pemadam Api Ringan (APAR): Pemilihan media pemadam yang tepat (air, dry chemical powder, CO2, busa, maupun wet chemical) sesuai jenis risiko kebakaran.
  • Integritas Peralatan K3: Inspeksi kelayakan APAR, seperti mengecek tekanan indikator (posisi warna hijau), kelengkapan pin pengaman, hingga kondisi fisik tabung.

Peserta mengikuti Sesi materi interaktif tentang dasar-dasar terjadinya api hingga klasifikasi kebakaran. Foto: SPMKB/UIIPeduli

Simulasi dan Praktik Langsung Pemadaman Api

Setelah jeda ISHOMA, pelatihan dilanjutkan dengan sesi simulasi tanggap darurat di area terbuka. Para peserta diajak mempraktikkan secara langsung prosedur penggunaan APAR dan fire blanket dengan menerapkan langkah-langkah keselamatan standar:

  1. Memeriksa Tekanan dan Kondisi Aman: Memastikan indikator tekanan berada di posisi hijau sebelum mendekati titik api.
  2. Mencabut Pin Pengaman: Membuka segel keselamatan tanpa menekan tuas secara berlebihan.
  3. Memperhatikan Arah Angin: Mengambil posisi searah dengan hembusan angin untuk menghindari paparan asap dan nyala api.
  4. Mengarahkan Nozzle & Menyapu (Sweep): Mengarahkan corong pemadam tepat ke dasar sumber api dan menyemprotkan media pemadam secara merata.

Keikutsertaan aktif Tendik Fakultas Psikologi UII dalam pelatihan ini diharapkan mampu menularkan budaya sadar K3 di lingkungan Fakultas Psikologi UII, sehingga setiap unit kerja siap melangkah cepat, tepat, dan tenang apabila menghadapi situasi darurat.

Tendik Fakultas Psikologi UII mengikuti simulasi pemadaman api menggunakan kain basah. Foto: SPMKB/UIIPeduli

Menjaga kesehatan

Fakultas Psikologi UII Hadir dalam Kegiatan Promosi “UII Corner”

PIC Booth UII Corner sedang melayani customer yang membutuhkan informasi terkait penerimaan mahasiswa baru UII 2026. Foto: Shatrani Zareeva M.A. (Marcomm)

 

 

Fakultas Psikologi UII menghadirkan layanan informasi publik di Pintu Selatan Stasiun Tugu Yogyakarta. Kegiatan konsultasi promosi kampus ini berlangsung pada Jumat (24/07/2026) pukul 15.00 hingga 21.00 WIB.

Penyelenggaraan booth UII Corner ini diinisiasi oleh Direktorat Pemasaran Universitas Islam Indonesia. Program ini bertujuan memperkuat promosi Penerimaan Mahasiswa Baru tahun akademik 2026/2027.

Direktorat Pemasaran memohon dukungan setiap fakultas untuk mengirimkan delegasi marketing communication (Marcomm). Fakultas Psikologi UII menugaskan staf terbaiknya untuk mengisi jadwal piket tersebut.

Staf Public Relation and Media (PRM) Marcomm ditunjuk mewakili fakultas pada kesempatan tersebut. Shatrani Zareeva Maryam Akbar bertugas memberikan pelayanan konsultasi sepanjang shift sore hingga malam.

Zeva mengungkapkan rasa bahagianya dapat mewakili unit Marcomm Fakultas Psikologi UII secara langsung. “Saya sangat senang dan bersyukur bisa mendapatkan kesempatan untuk mewakili Marcomm Fakultas Psikologi di booth UII Corner, karena disana saya dapat membantu langsung para pengunjung yang datang ke booth untuk mengenal UII atau pun Fakultas Psikologi secara lebih dekat.”

Lokasi booth di Pintu Selatan stasiun sangat strategis dan memiliki aksesibilitas tinggi. Tempat ini menjadi pintu keluar utama bagi para penumpang kereta api di Yogyakarta.

Suasana stasiun terpantau cukup padat oleh arus penumpang dan wisatawan lokal. Kendati demikian, interaksi dengan pengunjung semakin meningkat signifikan pada waktu malam hari.

Zeva menjelaskan kondisi lapangan saat menyapa para wisatawan dan calon mahasiswa. “Suasana pada jam tersebut cukup ramai terutama dengan booth UII yang berlokasi tepat di Pintu Selatan stasiun yang merupakan satu-satunya akses keluar para pengunjung kota Yogyakarta, namun untuk antusiasme pengunjung yang datang ke booth terasa lebih banyak ketika sudah memasuki malam hari.”

Para pengunjung mengajukan beragam pertanyaan penting terkait proses admisi program studi. Topik daya tampung serta kuota penerimaan mahasiswa baru menjadi pertanyaan yang sering diajukan.

Beberapa pengunjung membagikan kisah perjuangan mereka dalam mengikuti rangkaian tes masuk. Selain itu, ketersediaan jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) juga menjadi pusat perhatian.

Kehadiran booth konsultasi ini mempermudah masyarakat mengakses informasi pendidikan tinggi yang akurat. Langkah ini mempertegas komitmen UII dalam menghadirkan layanan publik yang inklusif.

Pelayanan informasi disajikan dengan semangat edukatif yang berlandaskan nilai-nilai keislaman luhur. Pendekatan ini mencerminkan misi UII dalam membawa kemaslahatan Rahmatan lil ‘Alamin bagi masyarakat.

Koordinator pemasaran fakultas memastikan kesiapan materi promosi dan konsultasi bagi setiap pengunjung. Kehadiran delegasi terbukti memberikan dampak positif bagi reputasi kelembagaan Fakultas Psikologi UII.

Konsultasi tatap muka membantu calon mahasiswa memahami iklim akademik di lingkungan kampus. Masyarakat memperoleh gambaran utuh mengenai kurikulum dan fasilitas unggulan yang tersedia.

Kolaborasi antar unit di lingkungan universitas mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan promosi. Sinergi ini memperkuat positioning UII sebagai perguruan tinggi swasta terkemuka di Indonesia.

Zeva mengajak calon mahasiswa bertumbuh bersama melalui ilmu psikologi di UII. “Bagi para calon mahasiswa yang memiliki ketertarikan untuk bergabung menjadi bagian dari Fakultas Psikologi UII, kami mengajak Anda untuk menjadikan perguruan tinggi sebagai perjalanan bertumbuh dan bermakna melalui ilmu psikologi.”

Ia berharap para calon mahasiswa menemukan lingkungan belajar yang mendukung pengembangan diri. “Kami berharap Anda dapat memilih dengan penuh pertimbangan untuk menemukan lingkungan belajar yang dapat mendukung setiap pribadi menjadi versi terbaik dirinya sendiri.”

Psikologi UII Bahas Kesehatan Mental Pemuda Lewat ISCIP 2026

Moderator Beserta Pemateri Seminar 6th ISCIP 2026. Foto: Zoom Meeting

 

Program Studi Psikologi UII menggelar seminar Internasional Student Conference on Islamic Psychology (ISCIP) ke-6 melalui media daring Zoom, Sabtu (18/07/2026) pagi. Agenda tahunan ini mengangkat tema kesejahteraan mental pemuda guna merespons tantangan tantangan era digital saat ini.

Dekan Fakultas Psikologi UII, Dr. Sus Budiharto, secara resmi membuka konferensi internasional yang dihadiri pakar mancanegara tersebut. Ia menyatakan bahwa jiwa manusia dirancang secara inheren untuk memiliki keteraturan, regulasi, dan juga harmoni.

Ketua Program Studi Psikologi UII, Hazhira Qudsyi, turut memberikan pesan motivasi bagi para peneliti muda. Ia menekankan bahwa konferensi ini merupakan wadah belajar yang sangat berharga bagi para mahasiswa.

Research is not about being perfect, it is about being willing to learn, receive feedback, and continue growing,” tegas Hazhira. Pasalnya, ide dan solusi riset mahasiswa sangat bermanfaat bagi individu, keluarga, sekolah, hingga komunitas luas.

Sementara itu, Dr. Arooj Arshad menyoroti tanggung jawab pengasuhan sebagai kunci utama menjaga kesehatan mental anak. “Instead of asking what’s wrong with our children let’s just ask how we fulfilled our responsibility,” tuturnya.

Dr. Ruhaya Hussin juga memaparkan integrasi nilai spiritual guna memperkuat resiliensi psikologis dalam menghadapi tantangan hidup. “When it comes to talidic framework of coping we have our ultimate support which is our creator,” pungkasnya.

Konferensi ini memfasilitasi puluhan mahasiswa internasional untuk mempresentasikan hasil riset orisinal mereka secara paralel. Kendati demikian, agenda utama tetap berfokus pada pengembangan riset psikologi yang berbasis pada nilai-nilai keislaman.

 

Fakultas Psikologi UII Gelar Workshop Penulisan Buletin INSAN

Wakil Dekan Bidang Akademik, Riset dan Rekognisi Ahmad Rusdi, S.Psi., S.Sos.I., M.A.Si selaku pemateri, memaparkan ketentuan penulisan artikel buletin Insan. (Foto: Surya/TI)

Fakultas Psikologi UII sukses menggelar Workshop Penulisan Buletin INSAN UII pada Jumat(17/07/2026). Acara ini bertempat di Ruang Auditorium Lantai 3 Fakultas Psikologi UII. Pelatihan ini melibatkan dosen, staf paruh waktu, dan tenaga kependidikan.

Kegiatan ini difokuskan pada persiapan penerbitan buletin volume 2 edisi 1. Karya ini rencananya akan dicetak dan dibagikan secara digital dalam format PDF.

Mengapa kegiatan penting ini harus dilaksanakan oleh pihak fakultas secara rutin? Pasalnya, ini sangat menunjang aktivitas dosen untuk memenuhi pelaporan kinerja akademik serta pelaporan UII Portofolio bagi Tendik khsusunya pada bagian Dakwah Islami.

Terkait standar orisinalitas naskah, panduan materi menegaskan bahwa Penggunaan AI tidak diperkenankan untuk menulis kalimat dan Naskah tersebut nantinya akan diseleksi ketat sebelum diterbitkan secara luas.

Acara tersebut secara resmi dibuka oleh seorang pemandu acara yang interaktif. Pemandu acara tersebut adalah Annisa Fitriani, S.Psi, selaku staf Unit Jurnal Fakultas Psikologi UII.

Setelah prosesi pembukaan selesai, kegiatan langsung berlanjut pada sesi materi pertama. Sesi awal ini memaparkan pengenalan bentuk tata letak buletin edisi cetak.

Tata letak ini berisi cover, daftar isi serta gabungan tulisan dari seluruh elemen staf internal. Materi desain tersebut disampaikan langsung oleh Muhammad Yopa Velda Putra, S.Kom. staf unit Pemasaran, Kerja Sama dan Humas Fakultas Psikologi UII.

Sementara itu, sesi kedua diisi oleh Dosen sekaligus Wakil Dekan Bidang Akademik, Riset, dan Kognisi Fakultas Psikologi UII yaitu Dr. Ahmad Rusdi, S.Psi., S.Sos.I., M.A.Si hadir sebagai narasumber utama kegiatan.

Beliau menjelaskan secara detail tentang aturan wajib penulisan artikel buletin kampus. Ketentuan ini wajib dipatuhi agar naskah layak terbit secara profesional.

Menurut ketentuan resmi, jumlah kata minimal untuk sebuah artikel adalah 700 kata. Aturan ini belum termasuk daftar pustaka rujukan yang dicantumkan oleh penulis.

Penulis dilarang keras menggunakan poin-poin bertingkat di dalam badan tulisan naskah. Gaya bahasa yang dipakai boleh bersifat ilmiah, semi-ilmiah, maupun bahasa populer.

Jika peserta menggunakan referensi pustaka, penulis minimal harus memakai tiga rujukan. Format pengutipan naskah wajib menggunakan standar sitasi APA edisi ketujuh.

Kendati demikian, panitia sangat mendorong dosen untuk rajin menulis artikel syiar. Hal ini dinilai lebih fleksibel untuk mempercepat pemenuhan evaluasi kinerja mereka.

Artikel syiar harus memuat terminologi keagamaan atau keislaman pada bagian judulnya. Konten tulisan membahas keislaman, keagamaan, serta potret kehidupan masyarakat muslim modern.

Hal ini sangat sejalan dengan misi luhur dari pihak kelembagaan fakultas. Nilai edukatif dan napas keislaman selalu menjadi fondasi utama dalam berkarya.

Selain itu, tulisan opini bergaya populer juga sangat diterima oleh redaksi. Artikel opini harus menunjukkan gagasan argumentatif yang disajikan secara lebih ringan.

Setelah mendengarkan penjelasan materi berbobot, para peserta langsung mempraktikkan penulisan artikel. Mereka mulai merancang gagasan dan mengetik rancangan naskah secara mandiri.

Panitia memberikan waktu luang bagi para peserta untuk segera menyelesaikan tulisannya. Naskah yang telah selesai dapat langsung dikumpulkan secara utuh kepada panitia.

Naskah yang lolos proses penyuntingan redaksi akan diterbitkan secara resmi. Para penulis naskah akan memperoleh insentif khusus dari perwakilan pihak fakultas.

Di sisi lain, naskah berskala plagiarisme di atas dua puluh persen otomatis ditolak. Karya tersebut tidak akan diproses dan langsung dikembalikan kepada pihak penulis.

Sinergi apik antara dosen, staf paruh waktu, dan tendik sangat membanggakan. Hal ini membuktikan bahwa budaya literasi berkembang pesat di lingkungan kampus.

Publikasi edukatif semacam ini berperan penting menyebarkan ilmu psikologi ke masyarakat. Fakultas berkomitmen untuk terus mencerdaskan bangsa melalui berbagai produksi tulisan populer.

Semoga Buletin INSAN UII edisi terbaru segera rampung dan sukses dirilis. Publik tentu sangat menantikan karya ilmiah populer dari perwakilan fakultas tercinta.

Kaya rasa, kaya hati