Visi Misi Hendaknya Memiliki Batas Waktu
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
“Visi dan misi itu hendaknya memiliki timeframe atau batas waktu yang pasti. Dengan batas waktu yang ada tersebut kita bisa melihat sejauh mana ketercapaian dari visi dan misi itu”. Demikian ungkap Rina Mulyati, S.Psi., M.Sidihadapan para tamu undangan yang diundang secara khusus untuk memberikan masukan terkait penyusunan Visi dan Misi baru Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia, Sabtu, 19 Januari 2013.

Lembaga Kemahasiswaan Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia (DPM/LEM) secara khusus menggelar ‘Bincang-bincang bersama Dekan FPSB UII’, Jumat, 18 Januari 2013 di Mushola Baitul Hadi FPSB UII. Acara yang dihelat usai Jumatan tersebut merupakan media serius dan juga santai lembaga mahasiswa/ mahasiswa perseorangan untuk menyampaikan saran, kritikan, keluhan maupun masukan yang bertujuan untuk perbaikan fakultas, seperti tentang tempat parkir yang sudah tidak muat lagi menampung kendaraan mahasiswa, aturan presensi kuliah, Unysis, remediasi, pelayanan, fasilitas dan lain sebagainya.
Sedikit berbeda dengan pelaksanaan ‘Pembekalan Calon Alumni’ Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas islam Indonesia yang digelar Jumat, 18 Januari 2013 Di Auditorium FPSB UII. Dalam acara ini, secara khusus Pimpinan Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia mengundang seorang alumni Prodi Psikologi FPSB UII yang saat ini tengah mengembang sebagai
“Dasar dari empati adalah merasakan, memikirkan apa yang dirasakan dan dipikirkan orang lain. Jadi untuk bisa ber’empati’dengan sesama, maka harus ada koneksi perasaan yang mampu merasakan orang lain. Empati adalah hubungan, komunikasi dan kelekatan. Empati juga terkait dengan kontak tubuh. Dan d

