FPSB Perbarui MoU dengan 2 PT Asal China

Sejak awal penandatanganan MoU pada Oktober 2012 lalu, kerjasama ‘Cross Cultural Research Collaboration Exchange Program atau disingkat dengan CRCEP terus berjalan. Bahkan, dalam agenda CRCEP di Prodi Psikologi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) pada hari Kamis, 18 Agustus 2016, CRCEP yang semula terdiri dari Universitas Islam Indonesia, Zhejiang University (Hangzhou), dan Universitas Surabaya, kini mendapat tambahan anggota baru yakni Zhoukou Normal University. Kehadiran rombongan CRCEP sendiri disambut hangat oleh Dekan FPSB UII, Ka. Prodi Psikologi FPSB UII beserta segenap staf pengajar Prodi Psikologi FPSB UII. Tari Saman asal Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam pun turut menyambut kedatangan rombongan.

Dalam agenda kunjungan tersebut, Prof. Dr. Jianghong Ma dari Department of Psychology & Behavioral Sciences Institute for Applied Psychology Studies Zhejiang University berkesempatan mempresentasikan penelitiannya yang berjudul Bodily Postures Impact Acquisition of Traditional Chinese Values of Filial Piety.  Sedangkan Dr. Emi Zulaifah, Dra., M.Sc. dari Prodi Psikologi FPSB UII menyampaikan tentang  Moral Behavior and The Call for Moral Psychology in Islamics: A Case of Indonesian Muslims.

Pembaruan penandatanganan MoU CRCEP pun dilakukan antara Dekan Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Dr.rer.nat. Arief Fahmie, MA., Psikolog  dengan Profesor Jianhong Ma (Vice-Head. School of Psychology and Behavioral Sciences, Zhejiang University)  dan Profesor Xianghua Jia (Assistant Dean of Department of Education Sciences Zhoukou Normal University) di House of Balcony Plaza Ambarukmo Yogyakarta.

Rombongan juga melakukan kunjungan ke sejumlah obyek wisata, seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Malioboro. Kita semua tentu berharap agar kerjasama tersebut akan terus berlanjut dalam rangka pengembangan riset dan pengembangan kurikulum, serta meningkatkan keterlibatan mahasiswa dan dosen dalam program pertukaran kebudayaan.

 

Tim PKM Psikologi Raih Perunggu PIMNAS XXIX

Sempat mengukir prestasi sebagai  5th best paper di ajang The 3 rd International Conference in Education, Psychology and Social Science (ICEPSS) yang diselenggarakan oleh IRESinc (International Research Enthusiast Society) di Hiyas ng Bulacan Convention Center, Malolos City, Bulacan-Philippines (19-21 Mei 2016), kelompok PKM asal Prodi Psikologi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) yang beranggotakan Mirza Muchammad Iqbal (2014), Dinu Hafidh Muvariz (2013), Akmal Maulana Luthfi Ridlo Sanggusti (2013), Syafira Putri Ekayani (2014), dan Nyda Afsari (2014) kembali mengukir prestasi dengan meraih Juara III Bidang Penelitian Sosial dan Humaniora pada perhelatan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) XXIX Tahun  2016 di Institut Pertanian Bogor, 8-11 Agustus 2016.

Penelitian berjudul Efek PTC (Parent-Teacher Communication) terhadap Keterlibatan Siswa SD: Peran Teknologi Komunikasi dengan subyek penelitian siswa kelas empat (IV) SDN Candirejo Ngaglik Sleman tersebut memang bertujuan untuk mengetahui pengaruh komunikasi antara orangtua dan guru melalui pemanfaatan teknologi informasi terhadap keterlibatan siswa dalam kelas. Dan hasilnya cukup signifikan.

Tim berpendapat bahwa penelitian tersebut juga berpotensi menjadi sebuah sistem penunjang pembelajaran  berbentuk sistem komunikasi dua arah antara guru dan orangtua yang dapat dikembangkan lebih lanjut untuk saling mengkomunikasikan perkembangan siswa. Mereka juga menambahkan bahwasannya hasil penelitian itu telah dipresentasikan dan dipublikasikan pada Proceedings Journal of Education, Psychology and Social Science Research (ISSN 2423-1924), dipresentasikan pada Simposium Nasional 2016 yang diselenggarakan oleh Laboratorium Mahasiswa Universitas Islam Indonesia dan berkolaborasi dengan Ikatan Lembaga Penalaran dan Penelitian Mahasiswa Indonesia (ILP2MI) serta dipublikasikan pada beberapa media cetak dan juga media online.

Tim berharap agar penelitian tersebut dapat diterapkan didalam sistem pendidikan. Tim juga berencana akan melakukan pelatihan kepada para guru dalam implementasi PTC tersebut agar  meningkatkan keterlibatan siswa di kelas.

 

Menjadi Pembelajar Sejati dan Calon Pemimpin Bernurani

“Kebaruan merupakan kesempatan untuk menyusun langkah ke depan (masa depan). Masa Anda kuliah adalah lebih dari sekedar anda belajar saat sma. Ini adalah masa pengembangan diri. Masa pengembangan seluruh potensi diri anda. Masa anda untuk menjadi aktivis di luar kelas, berorganisasi dan tetap berprestasi di dalam kelas. Anda kembangkan kegiatan intra dan ekstra.  Manfaatkan keduanya. Sungguh merugi mahasiswa yang hanya dari kos-an ke kelas saja”. Demikian motivasi awal yang disampaikan oleh Prof. Dr. Anies Baswedan pada acara Kuliah Perdana Mahasiswa Baru Universitas Islam Indonesia bertema Menjadi Pembelajar Sejati dan Calon Pemimpin Bernurani, Kamis, 11 Agustus 2016 di Auditorium K.H. Abdul Kahar Mudzakkir.

 

 Lebih jauh, sosok penggagas gerakan “Turun Tangan” dan “Indonesia Mengajar” tersebut mengajak para mahasiswa baru untuk sebisa mungkin memiliki kemampuan penguasaan bahasa internasional, gagasan, dan pola pikir/pengetahuan luas seperti para tokoh nasional pendiri negeri ini supaya Indonesia mampu kembali mempesona dunia seperti jama dulu. Mahasiswa juga diajak untuk mampu mengantisipasi setiap perubahan zaman yang terjadi begitu cepat.

Oleh karenanya, sosok yang pernah mengemban sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI di Kabinet Kerja Presiden Jokowi tersebut menyampaikan 3 pilar utama yang perlu dimiliki oleh mahasiswa selaku generasi muda, yakni karakter dasar, literasi dasar dan 4C (critical thinking, creativity, collaboration dan communication).

“Karakter dasar secara sederhana dipahami sebagai kebiasaan. Karakter disiplin akan diperoleh dengan kebiasaan disiplin. Karakter jujur akan diperoleh dengan kebiasaan berlaku jujur, dan seterusnya. Ada 2 karakter penting yang harus dijaga, yakni karakter moral dan karakter kinerja. Karakter moral harus bisa jalan berdampingan dengan karakter kinerja. Tidak boleh hanya jujur, dan tawadhu saja tapi pemalas. Tidak boleh juga menjadi pekerja keras tapi culas. Karakter kinerja yang dibutuhkan di masa depan adalah karakter ingin tahu (curiosity). Ini karakter pertama yang dibutuhkan di masa depan. Pembelajar sejati itu selalu mau ‘menikmati jalan’, karena mengalami proses pembelajaran secara terus menerus”, ungkapnya.

Terkait dengan literasi dasar, mantan Rektor Universitas Paramadina Jakarta tersebut menegaskan pentingnya setiap generasi muda untuk memiliki minat baca dan daya baca apa saja  termasuk membaca berbagai ilmu pengetahuan (literasi sains/science).

Critical thinking (berpikir kritis) sebagai salah satu bagian dari pilar 4C perlu dimiliki sebagai benteng terhadap ide-ide ekstrim yang ada di semua sektor (bukan hanya dalam agama).  Karena jika tidak punya critical thinking akan membuat seseorang mudah menerima sebuah informasi tanpa mau melakukan pengecekan ulang.  Sedangkan unsur creativity bisa diwujudkan dengan menciptakan sesuatu yang bermanfaat di masa depan atau pun menciptakan sesuatu untuk mengantisipasi perubahan di masa depan.  Untuk communication mau tidak mau mahasiswa UII harus bisa menguasai banyak bahasa internasional. Penguasaan bahasa internasional akan memudahkan dunia memahami Indonesia dan juga memudahkan Indonesia dalam memberi warna atau berpengaruh di dunia seperti halnya yang sudah dilakukan para tokoh nasional kita jaman dulu dengan sederet gagasan yang menembus batas teritorial. Collaboration sebagai unsur 4C terakhir lebih pada kemampuan mengelola ambang batas (perbedaan yang terjadi)  yang sering menimbulkan permasalahan. Dibutuhkan  kedewasaan dalam pengelolaan ambang batas tersebut.   

Berbicara tentang kepemimpinan, Anies Baswedan menegaskan bahwa seorang pemimpin hendaknya punya mimpi ke depan (visioner), tidak hanya sekedar mengejar jabatan (otoritatif) ataupun sekedar mengejar glorifikasi. Rumus kepemimpinan yang baik adalah memiliki trust (kepercayaan), integrity (integritas) dan intimacy (kedekatan) yang tinggi dengan merendahkan atau mengurangi self interest (kepentingan pribadi). Sedangkan untuk menjadi seorang pembelajar sejati pelu kiranya belajar followership, bukan hanya sekdar leadership.

Wafa’ kembali Ukir Prestasi

Mewakili Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Wafa’ yang merupakan mahasiswa Prodi Psikologi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam indonesia (UII) berhasil mengukir prestasi sebagai Juara III bidang Tafsir Al Quran pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Nasional XXVI di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, 26 Syawwal-2 Dzulqa’idah  1437 H/31 Juli-5 Agustus 2016.

Sebelum lolos mewakili Propinsi DIY, puteri pasangan Achmad Afifi dan Raudlatul Jannah yang lahir di kota suci Makkah, Saudi Arabia pada 22 Oktober 1995 ini lebih dulu mengukir prestasi sebagai Juara 1  Lomba Tafsir Al Quran Bahasa Arab Tingkat Provinsi DIY tahun 2016, Juara 1 cabang Debat Bahasa Arab dan Juara 2 cabang Broadcasting di ajang Festival Bahasa Arab dan Inggris (FBAI) yang digelar di Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Ngawi Jawa Timur juga di tahun 2016.

Sedikit mundur ke tahun 2015, pemilik motto hidup “la ilaha illa Allah..” ini pun pernah menyumbang prestasi sebagai Juara 1 Lomba Debat Bahasa Arab (bersama tim) di ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional (MTQMN) ke-14 tahun 2015 di Kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat.   

Agaknya, rangkaian prestasi yang diperoleh anak pertama dari enam bersaudara tersebut memang bukanlah sebuah kebetulan. Ini bisa ditelusuri dari raihan jejak prestasi penggemar ‘masakan ibu’ ini sebelum masuk ke Perguruan Tinggi (baca: Universitas Islam Indoneisa). Saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar Indonesia-Makkah, setidaknya ada 2 prestasi yang diraih, yakni sebagai Juara 1 Lomba Karya Ilmiah tingkat SD antar SILN (Sekolah Indonesia Luar Negeri) dan Juara 1 Olimpiade Matematika tingkat SD antar SILN (Sekolah Indonesia Luar Negeri ) se Saudi Arabia. Saat duduk di jenjang SMP Indonesia Makkah, Wafa’ kembali mengukir prestasi dengan meraih Juara 2 Olimpiade Matematika tingkat SMP antar SILN (Sekolah Indonesia Luar Negeri ) se Saudi Arabia dan juga terpilih sebagai Siswa teladan SMP Indonesia Makkah tahun 2007.

Tak berhenti di jenjang SMP, saat duduk di bangku SMA (Diniyah Ponpes Lubangsa Annuqayah), Wafa kembali mempersembahkan Juara 1 cabang Debat Bahasa Arab MQK  SMA antar pesantren tingkat Provinsi di Bangkalan jawa timur dan juga Juara 1 Debat Bahasa Arab MQK Nasional antar Pesantren di Jambi

Semoga raihan prestasi tersebut bisa menginspirasi kita semua untuk juga berprestasi. Amiin.

FPSB Gelar Pelatihan BTAQ Metode Albarqy

Sangat mudah, sederhana, menarik, asik, menyenangkan, dan sangat cepat. Demikian sebagian besar testimoni peserta pelatihan Baca Tulis Al Qur’an Metode Albarqy yang diselenggarakan oleh Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Selasa-Kamis, 28 Syawwal – 1 Dzul Qa’idah 1437 H/ 2-4 Agustus 2016 di Auditorium FPSB UII. Pelatihan bagi calon asisten/pendamping praktikum mata kuliah Agama Islam  itu diampu oleh M. Romzul Islam beserta isteri, Iffaty Nasyi’ah, S.H., S.Ag.,M.H. (staf pengajar Hukum Bisnis, UIN Malang).

 

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan FPSB UII, Dr. Hepi Wahyuningsih, S.Psi., M.Si.  Dalam sambutan singkatnya, Hepi Wahyuningsih berharap agar para peserta nantinya mampu berbagi pengetahuan (baca: Metode Al Barqy) kepada para mahasiswa baru saat mereka menjadi asisten praktikum Mk. Agama Islam di semester 1 dan 2 maupun berbagi pengetahuan dengan orang lain.

Sementara  ketua tim pelatihan Metode Albarqy yang juga pengasuh pondok pesantren Al Musanni- Gemolong, K.H. Slamet Albarqy S.,  dalam sambutannya banyak mengupas sejarah penemuan metode Albarqy yang diperkenalkan pada tahun 1965 oleh Dr. Muhajir Sulton, dosen Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya. Menurutnya, metode Albarqy (Albarqy : secepat kilat) memiliki banyak keunggulan atau kemudahan dibanding dengan metode Baca Tulis Al Quran lainnya.

“Pendekatan metode Albarqy menggunakan bahasa ibu. Sehingga, sebodoh-bodohnya mahasiswa dia akan bisa membaca Al Quran dalam 4 jam. Untuk anak-anak, mengajarkan dengan bernyanyi itu lebih menyenangkan. Saat ini Albarqy juga sedang mengembangkan metode Baca Tulis Al Quran untuk Anak Berkebutuhan Khusus”, ungkapnya. 

Pada hari pertama tersebut, peserta mendapat materi mengenal teknik mengingat huruf hijaiyah secara lebih mudah melalui empat kata kunci yang disusun sedemikian rupa sehingga sangat mudah diingat/dipahami oleh siapapun yang membacanya. Adapun keempat kata kunci yang dimaksud yakni (1) a-da-ra-ja  (2)  ma-ha-ka-ya (3)  ka-ta-wa-na  (4) sa-ma-la-ba. Dari keempat kata kunci tersebut kemudian dielaborasikan dengan huruf yang mirip secara bentuk, seperti ra dengan za, ta dengan tsa, sin dengan syin dan seterusnya.  Masih di hari pertama, peserta juga mendapat materi tentang teknik mengajar yang menyenangkan dan tidak membosankan dengan mengkombinasikannya bersama nyanyian/lagu.

 Pada hari kedua dan ketiga peserta sudah membentuk kelompok untuk melakukan simulasi mengajar (micro teaching), baik dengan sesama peserta maupun dengan mengajar peserta dari luar pelatihan. Dalam proses simulasi tersebut, peserta (selaku pengajar) ditekankan hanya memberikan contoh sekali yang kemudian cukup memandu tanpa harus mengajari berulang kali. 

FPSB Gelar Syawalan dan Pelepasan Calon Jamaah Haji

Keluarga Besar Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan acara “Syawalan dan Pelepasan Calon Jamaah Haji” di Lemah Ledok Garden & Resto, Jl. Cangkringan Km. 0,3 Sleman Yogyakarta, Ahad, 18 Syawal 1437 H/24 Juli 2016. Acara yang dihadiri oleh keluarga dosen, pegawai, perwakilan mahasiswa dan perwakilan ikatan orangtua mahasiswa FPSB UII tersebut juga menghadirkan ustadz Ananta Wibowo untuk memberikan siraman rohani.

Acara diawali dengan pembacaan Al Quran, ikrar syawalan dari perwakilan lembaga mahasiswa FPSBUII, ikrar dari pimpinan FPSB UII, ikrar dari pengurus yayasan FPSB UII, ikrar dari perwakilan orangtua mahasiswa FPSB UII (IKAMA) serta pelepasan calon jamaah haji (Dr. H. Fuad Nashori, S., Psi., M.Si., Psikolog, Enggar Furi Herdianto, S.IP., MA,  Tutik  Rahayu dan suami).

Di awal tausiyahnya, ustadz Ananta Wibowo yang pernah mengenyam pendidikan di Fakultas Ekonomi UII itu mengawali dengan mengajak keluarga besar FPSB UII untuk senantiasa menyebarkan salam terhadap sesama muslim. Dengan saling menyebarkan salam maka akan terwujud kondisi saling menyayangi karena Allah SWT. Hal ini sesuai dengan sebuah hadist yang menceritakan tentang anjuran menyebarkan salam yang disampaikan oleh Rasulullah kepada para sahabat.

Terkait dengan makna syawalan, pengarang lagu sekaligus penyanyi ‘Air Mata Masjid’ dan ‘Air Mata Tahajud’ tersebut memaknainya sebagai peningkatan kualitas diri (ketaqwaan) di hadapan Allah SWT. “Hanya Allah yang tahu tentang peningkatan kualitas diri (ketaqawaan) kita. Kita tidak boleh mengaku lebih bertaqwa dibanding orang  lain. Gunakan setiap waktu kita untuk melakukan kebaikan (ibadah kepada Allah) dengan membantu sesama. Setiap orang akan berjumpa dengan Allah SWT. Hanya saja kita akan berjumpa dengan rahmatNya atau dengan murkaNya?”, ungkapnya.

Peningkatan kualitas ketaqwaan tersebut juga dimaknai sebagai kemenangan yang terbagi dalam 5 tingkatan, yakni kemenangan setiap hari yang dimaknai sebagai ketaatan kita dalam menjalankan setiap perintah dan menjauhi laranganNya dan senantiasa memohon ampun (taubat nasuha) jika melakukan kesalahan pada setiap harinya, kemenangan ketika mati (mati dengan khusnul khotimah), kemenangan saat di padang maksyar (mendapat naungan Allah SWT), kemenangan saat bisa masuk surga dan yang kelima adalah kemenangan bisa berjumpa dengan Allah SWT.

“Kemenangan tertinggi,  yakni berjumpa dengan Allah SWT merupakan puncak pencapaian tertinggi kita. Mari kita capai kemenangan tertinggi kita tersebut melalui keempat kemenangan-kemenangan tersebut !”, pungkasnya.

HI Gelar Mini Project Exhibition CDIC

Program Studi Hubungan Internasional (HI) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar “Mini Project Exhibition” program “Community Development and International Cooperation-CDIC”, Selasa, 21 Juni 2016 di Ged. Moh. Hatta (Perpustakaan UII). Rektor UII, Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc dalam sambutannya sesaat sebelum membuka pameran menegaskan pentingnya keterlibatan pihak akademisi (mahasiswa) dalam turut serta memberdayakan masyarakat, tidak hanya sekedar mempelajari ilmu pengetahuan.

Pernyataan rektor UII tersebut diiyakan oleh Prof. Francis Daehoon Lee dan menambahkan klausul pemberdayaan masyarakat (komunitas) tersebut sebagai salah satu upaya menghadapi persaingan hidup yang semakin keras di masa yang akan datang.

Selain membuka acara, Rektor UII bersama Dekan FPSB UII (Dr.rer.nat. Arief Fahmie, S., Psi., M.A., Psikolog), Prof. Francis Daehoon Lee (SKHU), Johan Richard Weintre, Ph.D. (Flinders University Adelaide Australia), dan Herman Felani Tanjung, S.S., MA (IP UII) melakukan penilaian atas program CDIC yang sudah dilakukan oleh mahasiswa Prodi HI (terbagi dalam 7 kelompok), baik yang berupa dokumentasi (foto, video), maupun  produk wirausaha masyarakat dusun binaan, seperti keripik puteri malu, pupuk organik dan juga gula semut. Perlu diketahui bahwasannya beberapa dusun yang menjadi binaan program CDIC antara lain adalah Dusun Batusari Kabupaten Gunung Kidul, Dusun Bandungan Kabupaten Bantul, dan Dusun Banjaran Kabupaten Kulon Progo.

 

Laboratorium Psikologi Gelar Kompetisi Aplikasi Metodologi Penelitian

Laboratoriu Psikologi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Univeritas Islam Indonesia (UII) kembali menggelar hajatan “Kompetisi Penelitian Eksperimen, Observasi dan Wawancara 2016”.  Pendaftaran atau pengumpulan proposal yang sudah dibuka sejak Mei 2016 berhasil menjaring 275 proposal individual dari kelas praktikum dan 2 proposal kelompok dari kelas non praktikum dan diambil 25% yang lolos babak selanjutnya. Sedangkan untuk proposal penelitian eksperimen terkumpul 55 propsal dari kelompok kelas praktikum dan 33 proposal proposal dari kelompok non praktikum.

Setelah melalui seleksi laporan (di review oleh para reviewer), akhirnya diperoleh 3 laporan penelitian terbaik kelas Observasi & Wawancara (OW) dan 3  laporan penelitian terbaik kelas eksperimen untuk kemudian dipresentasikan di depan juri pada hari Senin 20 Juni 2016 di R. Audiovisual Lt. 2 dan Lab. Klasikal lt.4.

Dari hasil penilaian dewan juri untuk kelas Observasi dan Wawancara yang terdiri dari Rr. Indahria Sulistyarini, S.Psi., M.A., Psi., Nur Pratiwi Noviati, S.Psi., M.Psi., Endah Puspita Sari, S.Psi., M.Psi., Nur Widiasmara, S.Psi., M.Psi., dan Libbie Annatagia, S.Psi., M.Psi., penelitian berjudul “Work Life Balance Pada Driver Ojek Syar’i  (Ojesy) Wanita Yang Telah Berkeluarga” karya Nadhila Safitri berhak meraih juara pertama dengan total nilai 334, disusul penelitian berjudul “Resiliensi Pada Remaja Pasca Problematika Perceraian Orang Tua” karya Savira Juniastira  di urutan kedua dengan nilai 308 dan penelitian berjudul “Subjective Well Being Pada Remaja Dalam Masa Emerging Adulthood Yang Orang Tuanya Bercerai” karya Iroh Rohmaniah di peringkat tiga dengan nilai 259.

Sedangkan di kelas eksperimen, dewan juri yang terdiri dari Mira Aliza Rachmawati, S.Psi., M.Psi., Annisa Miranty, S.Psi., M.Psi., Hazhira Qudsyi, S.Psi., M.A., Fani Eka Nurtjahjo, S.Psi., M.Psi., dan Susilo Wibisono, S.Psi., M.A. memberikan juara pertama dengan nilai 334 pada penelitian berjudul “Pengaruh Figur Otoritas Terhadap Kepatuhan Pada Mahasiswa Menggunakan Alat Daigi “Obdience To Autority Tester” karya Indy Cita Aisyah, Iroh Rohmaniah, Anggi Permana, Dhesy Nurindah Dwi P, dan Ghea Monalisa. Penelitian berjudul “Pengaruh Metode Katarsis Terhadap Tingkat Stres Mahasiswa Psikologi Angkatan 2014” karya Zahra Annisa S., Nadhila Safitri, Diah Aulia, Talitha Quratu Aini, dan Naning Safitri memperoleh posisi kedua dengan raihan nilai 308.  Dan di posisi ketiga terpilih penelitian berjudul  “Pengaruh Warna Terhadap Persepsi Visual Pada Permainan Imagine Box” karya Tri Wahyuningtyas K., Nadhila Safitri, Anggia Afra Anandita, Alya Zahra Nadhirah, dan Rahayu Giri Rinjani dengan raihan nilai 259. Sementara untuk alat penelitian terbaik diraih oleh Mega Ristanti, Indah Rahmasari,  Sitti Rojiah Nur Insyirah Puhi, dan Mega Ayu Novariska yang mendukung penelitiannya berjudul Pengaruh Kebisingan Terhadap Short Term Memory Pada Alat Bulby.

Kepada masing-masing pemenang berhak memperoleh hadiah berupa uang tunai kisaran 500.000 sd 1.500.000.-. Khusus untuk peraih juara pertama mendapat tambahan biaya untuk mengikuti konferensi masing-masing 1.500.000,- (Penelitian Eksperimen) dan Rp 750.000,- (Penelitian Observasi & Wawancara).

Psikologi Kaji Penanganan Potensi Siswa Berkebutuhan Khusus

Penangan/Perkembangan Potensi Siswa Berkebutuhan Khusus. Demikian topik kuliah seminar pakar  ‘Psikologi Pendidikan dan Perkembangan’ yang diselenggarakan oleh Prodi Psikologi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) pada hari Kamis, 16 Juni 2016 di ruang Auditorium FPSB UII dengan menghadirkan Tri Purwanti, S.Pd sebagai pemateri. Sedangkan moderator dibawakan oleh Fani Eka Nurtjahjo, M.Psi.

Dalam paparannya, pendiri sekaligus direktur SLB Islam Qathrunnada Bantul itu menegaskan pentingnya layanan/pendidikan ketauhidan dalam proses pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus. Meski sepintas akan terlihat sulit untuk mendidik sekaligus menggali potensi anak-anak berkebutuhan khusus tersebut, tapi dengan materi ketauhidan ternyata potensi mereka bisa digali dengan lebih baik. Beliau mencontohkan salah satu siswanya bernama Akbar Putra Cailendra (penderita spektrum autis dan pemilik IQ 138)  saat sudah bisa menghafal beberapa surat dalam Al Quran.

Kepada para peserta (mahasiswa), sosok sederhana penulis buku metode pembelajaran Al Quran untuk anak tuna rungu ini berharap jika suatu saat mahasiswa melakukan observasi dan atau assesmen hendaknya bisa dilakukan beberapa kali (pendampingan secara intensif), sehingga benar-benar mengetahui kondisi siswa untuk kemudian dapat menemukan solusi yang tepat pada masalah yang ada. “Jika kita ingin melakukan terapi atau sekedar berkomunikasi dengan anak-anak autis maka kita perlu memaksakan diri kita untuk masuk ke dunia mereka, buka memaksa mereka masuk ke dunia kita”, ungkapnya.  Tak lupa sosok penyabar dan ramah ini juga mengingatkan pentingnya dukungan orangtua dan lingkungan pada keberlangsungan proses pembelajaran dari sekolah sampai ke rumah.

Psikologi UPI Studi Banding ke FPSB UII

Keluarga besar yang terdiri atas 54 mahasiswa dan dosen pendamping Departemen Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia Bandung melakukan kunjungan studi banding ke Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Senin, 1 Ramadhan 1437 H/6 Juni 2016. Kehadiran rombongan pada hari pertama puasa Ramadhan 1437 H tersebut disambut hangat oleh Dekan dan LEM FPSB UII. Dalam sambutannya, ketua rombongan sekaligus Kepala Departemen Psikologi UPI,  Dr. H. M. Engkos Kosasih, M.Pd mengatakan bahwa selain untuk keperluan studi banding, kunjungan yang dilakukan juga dalam rangka lebih lebih memperkenalkan eksistensi Departemen Psikologi UPI-Bandung kepada fakultas atau perguruan tinggi yang dijadikan tujuan studi banding.

Selain itu, salah satu tujuan yang juga tak kalah penting dalam lawatan tersebut adalah untuk memberikan mapping orientasi program S2 bagi mahasiswa Psikologi UPI serta berusaha membangun komitmen untuk pengembangan keilmuan psikologi agar lebih berdaya dalam mengatasi permasalahan yang ada di tengah masyarakat.  

Sementara Dekan FPSB UII, Dr.rer.nat. Arief Fahmie, S.Psi., M.A., Psikolog dalam kesempatan tersebut menyampaikan tentang sejarah perjalanan FPSB UII yang memang sejak dilahirkan sudah berbentuk fakultas serta gambaran prodi-prodi yang ada di lingkungan FPSB UII.

Sejurus kemudian, perwakilan atau ketua dari masing-masing lembaga kemahasiswaan (LEM FPSB UII dan BEM Psikologi UPI) duduk bersama untuk saling bertukar informasi kelembagaan mahasiswa. Sistem Student Government  yang dimiliki oleh kelembagaan mahasiswa di lingkungan UII menjadi titik perhatian pengurus BEM Psikologi UPI. Musem UII dan Candi Kimpulan yang ada di komplek perpustakaan pusat UII menjadi persinggahan terakhir rombongan sebelum bertolak pulang ke kota Bandung.