Telisik Peran Psikolog di Puskesmas dan Rumah Sakit

Dari waktu ke waktu kebutuhan jasa psikolog di puskesmas/rumah sakit semakin meningkat seiring dengan semakin kompleksnya permasalahan yang ada di masyarakat. Langkah pemda Sleman membuat pilot project pelibatan psikolog di Puskesmas dalam penanganan kasus kesehatan jiwa di Puskesmas tahun 2006 silam , ternyata juga sudah diadopsi atau diikuti oleh pemerintah kota Yogyakarta sejak tahun 2010 dan pemda Bantul mulai tahun 2017 ini. Ini menunjukan peran penting seorang psikolog di Puskesmas. Namun demikian, meskipun sudah banyak masyarakat yang memanfaatkan jasa psikolog di puskesmas, tidak sedikit juga masyarakat yang belum bisa atau belum mau memanfaatkannya. Anggapan bahwa jasa psikolog hanya untuk orang gila menjadikan mereka enggan untuk berhubungan atau memanfaatkan jasa psikolog yang sudah ada. Sehingga untuk bisa melakukan intervensi yang baik kepada masyarakat diperlukan pelibatan kader-kader dusun/kampung. Demikian disampaikan oleh Ika Pratiwi Wibawanti, S.Psi., M.Psi dalam kolokium (kuliah pakar) Prodi Psikologi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Rabu, 8 Rajab 1438 H/5  April 2017 di ruang Auditorium Lt.3.

 

Ika menambahkan bahwa tugas seorang psikolog di puskesmas adalah melakukan kegiatan promotif-preventif, dan kuratif-rehabilitatif. Untuk kegiatan promotif-preventif bisa dilakukan dalam bentuk sosialisasi melalui pembuatan media promosi (leaflet, poster, lembar balik), penyuluhan, pelatihan/update knowledge bagi kader dan pendidik di sebuah wilayah, melaksanakan tugas terpadu (psikoedukasi dan konseling bagi calon pengantin, skrining kesehatan mental dan inteligensi siswa, antenatal care, PKPR dan konselor sebaya), pembentukan dan pemberdayaan kader (kader kesehatan jiwa, kader posyandu, kader lansia), serta melakukan kegiatan inovatif seperti halnya mobile counseling (lintas profesi).

Sedangkan kegiatan kuratif-rehabilitatif dilakukan melalui konseling dan psikoterapi  terhadap kasus yang ada, baik kasus individual maupun kelompok. Dalam proses ini, apabila ada kasus dianggap cukup komplek (memerlukan penanganan medis, dikhawatirkan memiliki efek negatif yang bersifat masal seperti halnya ajakan bunuh diri secara bersama-sama) maka Psikolog Puskesmas akan memberikan rujukan ke Rumah Sakit atau bahkan melakukan koordinasi lintas sektoral. “Beberapa kasus yang banyak terjadi di Puskesmas diantaranya adalah psikosomatis, depresi, kekerasan (KDRT, KDP, bullying), gangguan cemas, serta masalah pengasuhan dan tumbuh kembang anak”, pungkas alumni Prodi Psikologi FPSB UII yang saat ini bertugas sebagai Psikolog di Puskesmas Umbulharjo II dan juga Rumah Sakit Condong Catur (RSCC)  Yogyakarta tersebut.

Psikologi UNISS Kuliah Umum ke FPSB UII

“Fakultas Psikologi (Psi) Universitas Selamat Sri (UNISS) merupakan fakultas yang baru saja berdiri. Oleh karena itu kami ingin sekali belajar banyak ke Prodi Psikologi (psi) Fakultas Psikologi & Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) ini, karena kami juga alumni Psikologi UII”. Demikian ungkap Prapti Leguminosa, S.Psi., M.Psi, Dekan Fakultas Psikologi UNISS-Kendal yang juga alumni Prodi Psikologi FPSB UII saat mendampingi mahasiswanya melakukan Kunjungan Kuliah Lapangan (KKL) ke FPSB UII, Rabu, 10 Mei 2017. Rombongan sendiri diterima hangat oleh Dekan FPSB UII, Dr.rer.nat. Arief Fahmie, S.Psi., MA., Psikolog beserta perwakilan PSC, perwakilan Jafana dan juga tim Marcoms FPSB UII di ruang audiovisual lt.2.

Dalam KKL tersebut, mahasiswa Fak. Psikologi UINISS mendapatkan materi Konseling Qurani yang disampaikan oleh Sus Budiharto, S.Psi., M.Si., Psikolog. Menurut Pak Sus (Sapaan akrab Sus Budiharto) agama memang diturunkan untuk membimbing manusia agar hidup lebih bermakna dan bahagia di dunia dan akhirat. Jadi misi agama memang untuk membuat hidup manusia bahagia. Beliau juga menegaskan bahwasannya konseling Qur’ani merupakan salah satu aplikasi dari konseling Islami. Sedangkan konseling Islami sendiri diartikan sebagai aktifitas  bimbingan untuk mengembangkan akal pikiran, kejiwaan, keimanan, keyakinan agar dapat mengatasi problematika kehidupan dengan baik dan benar secara mandiri dengan berpedoman pada Al Quran dan Al Hadist.

Dalam kuliah tersebut, para mahasiswa diminta langsung praktek konseling Qur’ani. Masing-masing diminta untuk menulis/menceritakan masalah atau peristiwa/pengalaman mengesankan yang dialami beberapa waktu terakhir. Peserta kemudian diajak menghayati (berdiskusi) tentang eksistensi manusia dalam Al Quran, fungsi Al Quran sebagai petunjuk, penyembuh, rahmat, dan juga pembeda antara kebenaran dan kebatilan. Setelah bisa memahami hal itu, peserta diminta mengucapkan ayat Al Quran yang dihafal atau membuka Al Quran secara spontan dengan terlebih dahulu membaca ta’awudz, membaca salah satu atau beberapa ayat dengan terjemahannya. Dari apa yang dihafal/dibaca  tersebut peserta difasilitasi untuk mengetahui makna dari terjemah ayat tersebut dan diberi tanggapan bahwa ayat yang telah dibaca/dihafal adalah media memahami masalah/makna hidupnya.

Mahasiswa pun sangat antusias untuk menyampaikan permasalahan yang dihadapi sekaligus mereka ingin mengetahui jalan keluar / jawaban permasalahan yang dihadapi melalui makna Al Quran.

Usai mengikuti kuliah lapangan, mahasiswa mendapat kesempatan berkunjung ke Laboratorium Psikologi dan juga berdiskusi dengan komunitas Psychology Study Club (PSC).

Mahasiswa FPSB Raih Juara 1 & 3 STQ XXIV DIY

Mahasiswa Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) berhasil meraih Juara 1 dan Juara 3 cabang lomba Tafsir Al Quran Bahasa Arab Golongan Putri pada ajang Seleksi Tilawatil Quran (STQ) XXIV tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang diselenggarakan oleh Kabupaten Kulon Progo, 28-29 April 2017. Untuk Juara 1 diraih oleh Wafa (mahasiswa Prodi Psikologi angkatan 2014) yang tampil mewakili Kabupaten Bantul, sedangkan Juara 3 diraih oleh Lisda Mukarromah (mahasiswa Prodi Psikologi angkatan 2016) yang  mewakili Kabupaten Sleman.

 

Wafa menginformasikan bahwa STQ diselenggarakan rutin setiap tahun dengan tujuan menyiapkan bibit unggul untuk menghadapi ajang MTQ dan mendidik kader dalam meningkatkan kualitas syiar Islam. STQ XXIV yang melombakan delapan cabang, yaitu tilawah dewasa, tilawah anak-anak, tahfidz satu juz dan tilawah, tahfidz lima juz dan tilawah, tahfidz 10 juz, tahfidz 20 juz, tahfidz 30 juz, tafsir bahasa Arab tersebut diikuti oleh 110 anggota kafilah dari 5 kabupaten se-DIY

“Secara pribadi, saya memiliki cita-cita yang ingin saya pegang sejak awal, yakni menghafal Al Quran. Pastinya sama dengan yang dirasakan oleh penghafal Quran lainnya, yakni ingin menjaga Al Quran sebaik-baiknya dan semampu kami menjaganya. Baik kekuatan hafalan, amal, dan pemahaman.  Mengikuti perlombaan Al Quran adalah salah satu cara yabg sangat mendukung motivasi untuk menjaga hafalan alquran dan mengujinya. Selain itu juga memperoleh pengalaman berkompetisi dan bergaul bersama sesama pencinta Al Quran. Adanya ajang seperti ini menjadikan saya lebih tegas terhadap diri sendiri untuk menjaga Al Quran lebih baik lagi dan lebih teruji (ada progress). Kelebihan lomba dibidang tafsir adalah terfasilitasinya peserta dalam memahami tafsir Al Quran secara bertahap dan metodologis serta  merujuk pada referensi yang baik, sepeti kitab Al Maraghi dan Shofwatuttafasir. Pemahaman ini akan dipadukan dengan pemahaman peserta dalam memandang fenomena kontemporer. Tujuan akhir adalah menjadi ahlul quran, ahlullah. Yang bisa memberi mahkota bagi kedua orangtua saya kelak”, ungkap Wafa.

MAPPRO Ambil Sumpah 5 Orang Master Psikologi

Program Magister Psikologi Profesi (MAPPRO) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) kembali mengambil sumpah  terhadap 5 orang lulusannya, yakni Pamuharsi, S.Psi., M.Psi., Darmawan Wicaksono, S.Psi., M.Psi., Firman Firdaus Salim, S.Psi., M.Psi., Hesty Yuliasari, S.Psi. M.Psi dan Cindani Trika Kusuma, S.Psi., M.Psi., Sabtu, 22 April 2017 di Auditorium FPSB UII. Selain dihadiri Dr.rer.nat. Arief Fahmie, S.Psi., M.A., Psikolog (Dekan FPSB UII), Nandang Sutrisno, SH., LLM., M.Hum., Ph.D selaku Rektor UII pun turut hadir menyaksikan prosesi pengambilan sumpah tersebut.

Dalam sambutannya, Rektor mengingatkan semakin banyaknya permasalahan di masyarakat yang membutuhkan kehadiran psikolog. Seperti halnya Pilkada di berbagai daerah, usai pelaksanaan pastilah meninggalkan banyak permasalahan, termasuk yang paling menonjol dan sering terjadi adalah keretakan hubungan antar masyarakat yang berbeda dalam memberikan dukungan kepada calon kepala daerah saat kampanye hingga saat pencoblosan.

 

Semantara Raden Sumedi Priyana Nugraha, Drs., M.Sc., Ph. mewakili pengurus HIMPSI Wilayah Yogyakarta yang berhalangan hadir mengatakan pentingnya para lulusan Mappro memiliki ‘semangat bermanfaat setiap hari bagi masyarakat’. Beliau juga berpesan agar para lulusan terus senantiasa belajar dan belajar. Selain meningkatkan keilmuan, juga perlu kiranya meningkatkan kualitas diri (motivasi, self confidence, hard work, dll). Selain diminta bergabung dengan HIMPSI, lulusan juga diminta bergabung dengan berbagai lembaga profesi lainnya. Hal ini dalam rangka menambah atau memperkaya jaringan. Dengan  jaringan yang banyak, maka akan memperbanyak juga kesempatan untuk memperoleh pekerjaan. Namun demikian, menciptakan lapangan pekerjaan dirasa akan jauh lebih baik dan bermanfaat dibanding mencari pekerjaan.  Terakhir sosok yang akrab disapa Pak Sumedi ini mengajak lulusan untuk membiasakan diri dengan kebiasaan yang baru, yakni sebagai seorang psikolog yang mempunyai peran sebagai pemecah masalah atau problem solver.

Selamat dan semoga ilmu yang diterima dapat bermanfaat bagi masyarakat.

AP2TPI Gelar Sharing di FPSB UII

Learning Outcome (LO) atau hasil pembelajaran menjadi ‘titik tekan’ diskusi  dari anggota Asosiasi Penyelenggara Pendidikan Tinggi Psikologi  Indonesia (AP2TPI) wilayah Yogyakarta yang diselenggarakan di Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia  (UII), Jumat, 31 Maret 2017. Tampak hadir beberapa utusan dari Perguruan Tinggi Penyelenggara Psikologi di Wilayah Yogyakarta, seperti dari Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Sanata Dharma, Universitas Proklamasi, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, UIN Sunan Kalijaga, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Mercu Buaya Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada, Sekolah Tinggi Psikologi Yogyakarta, dan tentu Profi Psikologi FPSB UII selaku tuan rumah. 

Kualitas LO tersebut tentu tak luput dari desain kurikulum yang dijadikan pijakan dalam proses belajar mengajar. Selain LO beberapa hal terkait dengan akreditasi pun didiskusikan bersama, seperti kemungkinan penguji skripsi lintas perguruan tinggi di wilayah Yogyakarta, pelibatan HIMPSI dalam setiap diskusi dan juga kemungkinan untuk mendapatkan akreditasi dari luar negeri seperti akreditasi ASEAN University Network-Quality Assurance (AUN-QA) yang telah diraih Fakultas Psikologi UGM dan juga akan diupayakan oleh prodi Psikologi FPSB UII tahun 2020 mendatang.

Ka. Prodi Psikologi, Mira Aliza Rachmawati, S.Psi., M.Psi pun mendapat kesempatan untuk menyosialisasikan rencana memperoleh akreditasi ASEAN University Network-Quality Assurance (AUN-QA).

Mahasiswa FPSB Raih Excellent Paper Award IAARHIES

Nomophobia Arround Us ! Demikian judul paper garapan Ulfah Fauzia Oktafiani dan Chemara Zethy yang berhasil meraih “Excellence Paper Award” kategori Best Presentation/Best Content pada konferensi internasional yang diselenggarakan oleh The International Academic, Association of Researchers in Humanities, IT, Enggineering,  Science  (IAARHIES), Sabtu, 25 Maret 2017 di M Hotel Singapore. Read more

BEM UNISULA Silaturrahmi ke LEM FPSB UII

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi (F.Psi) Universitas Islam Sultan Agung (UNISULA)-Semarang  mengadakan kunjungan studi banding dan silaturrahmi ke Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) dengan mengangkat tema “Menguatkan Jiwa Organisator yang Inovatif dan Kompetitif”, Senin, 27 Maret 2017.

Kehadiran rombongan disambut hangat oleh LEM FPSB UII di R. Auditorium Lt.3. Dalam studi banding dan silaturrahmi tersebut, selain memperkenalkan masing-masing pengurus dengan tugas-tugasnya, keduanya pun saling memaparkan ‘dapur’ organisasi masing-masing sebelum akhirnya saling tanya-jawab seputar pengeloaan organisasi.

Kelas Pranikah Awali NCIP 2017

Workshop Kelas Pranikah mengawali rangkaian Third National Conference on Islamic Psychology (NCIP) yang diselenggarakan oleh Prodi Psikologi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia,  Sabtu, 18 Maret 2017 (batch 1) dan 25 Maret 2017 (batch 2). Hadir sebagai pemateri adalah Irwan Nuryana Kurniawan, S.Psi., M.Si yang menyampaikan materi “Mengapa Harus Menikah?”. Sedangkan materi Kesehatan Reproduksi dan Persiapan Psikologis Calon Penganten disampaikan oleh Uly Gusniarti, S.Psi., M.Psi., Psikolog dan dr. Titis Nurmasitoh, M.Sc.

Sedangkan materi sesi 2 (batch 2) tentang ” Membangun Kedekatan & Komunikasi Efektif dan Prinsip-prinsip Pengasuhan Anak akan disampaikan oleh Fani Eka N, S.Psi.,M.Psi., Psikolog bersama Uly Gusniarti S.Psi., M.Psi., Psikolog.

Perlu kami informasikan bahwa 3th NCIP 2017 akan digelar pada 16-17 Mei 2017 di hotel Shantika Yogyakarta. Adapun tema yang akan diangkat pada kegiatan yang bertujuan untuk mempertemukan praktisi, pakar, akademisi, dan juga masyarakat umum pemerhati psikologi Islam dalam  rangka membangun jejaring dan kajian berbasis Psikologi Islam adalah Psikologi Anak Mulia. Tema ini diangkat untuk mengembangkan kajian-kajian mengenai karakter unggul yang bersumber dari ajaran Islam guna mencetak pribadi yang rahmatan lil ‘alamin.

 

 

Psikologi Gelar Training and Development

“Saat ini banyak orang psikologi yang bekerja tidak di bidangnya (di bank, restoran, dll). Yang harus kita pikirkan adalah apa yang harus saya lakukan kalau sy lulus nanti?! ini yg harus dipikirkan. Kita Psikologi ada dimana-mana. Kita harus berbuat sesuatu. Kita harus berpikir saya duduk (baca : posisi) dimana nih? If you don’t have experience, you are nothing”. Demikian ungkap Nuzsep Almigo, S.Psi., M.Si kepada para mahasiswa prodi Psikologi dalam acara Training and Development, Jumat, 10 Maret 2017 di R. Auditorium FPSB UII.

 

Lebih jauh Nuzsep Almigo memotivasi mahasiswa untuk senantiasa meningkatkan diri dengan terus menambah pengetahuan dan pengalaman melalui pelatihan-pelatihan, termasuk mengikuti perkembangan alat tes psikologi yang semakin maju dengan melibatkan teknologi. Hal ini diyakini akan sangat membantu seorang lulusan psikologi bekerja pada bidangnya. “Diamond (berlian) kaalau ketemu di pinggir jalan meskipun kecil pasti akan diambil. Beda dengan batu biasa. Meski jauh lebih besar dari diamond, kalau ketemu di pinggiR jalan orang tidak mau mengambilnya. Itu bedanya kualitas dan tidak berkualitas”, ungkapnya.  

 

Nuzsep juga mengingatkan pentingnya berhati-hati dalam mengikuti sebuah training/pelatihan. Dia mengutip keterangan dari Dr. Djamaluddin Ancok yang  menyatakan bahwa banyak pelatihan yang menyesatkan. Kenapa menyesatkan? Karena banyak pelatihan yang berbiaya mahal tapi kurang mengena atau berbobot. Oleh karenanya dia mengajar agar dalam memilih pelatihan perlu critical thinking, seperti biaya, kesesuaian materi, kenyamanan tempat, travel, dll. Dan yang paling penting adalah debrief/refleksi. Kita akan bicara insight atau ilmu psikologi. Dengan debrief akan lebih maksimal.

 

Psikologi Raih Hibah Internasionalisasi Prodi

Program Studi Psikologi (Psi) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) berhasil memperoleh Hibah Internal Internasionalisasi Prodi dari Badan Pengembangan Akademik (BPA) UII senilai 380 juta. Hal ini disampaikan oleh Ka. Prodi Psikologi FPSB UII, Mira Aliza Rachmawati, S.Psi., M.Si usai nego costing dengan BPA UII, Kamis, 3 jumadil Akhir 1438 H / 2 Maret 2017 M lalu.

 

Menurut sosok yang akrab Bu Mira tersebut, dana yang diperoleh akan dialokasi untuk pengajuan proses akreditas ASEAN University Network-Quality Assurance (AUN-QA). “In sya Allah dengan jumlah tersebut saya kira cukup untuk bisa menjalankan program-program penunjang perolehan akreditasi Internasional yang akan kita ajukan pada tahun 2020 mendatang. Mohon doanya agar Allah SWT memudahkan usaha kami”, ungkapnya.

Akreditasi AUN-QA sendiri merupakan network pendidikan tinggi Asia Tenggara yang melakukan assessment  terkait apakah input, proses dan outcome sebuah prodi di Asia Tenggara sudah sesuai dengan standar yang semestinya. Kriteria penilaian meliputi : (1) Jenis lulusan yang akan dihasilkan (Expected learning outcome-ELO), (2) Spesifikasi program studi (Program specification),  (3) Struktur dan isi program studi (Program structure and content), (4) Strategi pembelajaran (Teaching and learning strategy), (5) Strategi penilaian hasil pembelajaran (Student assessment), (6) Kualitas dosen (Academic staff quality), (7) Tenaga kependidikan (Supporting staff), (8) Kualitas mahasiswa (Student quality), (9) Bimbingan dan dukungan terhadap mahasiswa (Student advice and support), (10) Fasilitas dan infrastruktur (Facilities and infrastructure), (11) Sistem penjaminan mutu proses pembelajaran (Quality assurance of teaching and learning process), (12) Program pengembangan/peningkatan mutu staf (Staff development activities), (13) Masukan dari pengguna lulusan (Stakeholder feedback), (14) Luaran (Output), (15) Kepuasan stakeholder (Stakeholder satisfaction).

Bu Mira menambahkan bahwa beberapa rencana program kerja dari Prodi Psikologi untuk memperoleh akreditasi AUN-QA tersebut sudah diagendakan, seperti (a) penyusunan kurikulum dan capaian pembelajaran yang memuat kekhasan psikologi Islam dan berstandar internasional, (b) peningkatan kompetensi dosen, (c) peningkatan kuantitas jumlah penelitian, pengabdian masyarakat dan publikasi ilmiah internasional, (d) peningkatan wawasan dan kompetensi mahasiswa, (e) pengembangan sistem pembelajaran dan manajemen mutu berbasis teknologi, (f) inisiasi laboratorium psikologi standar internasional serta (g) penyusunan AUN-QA SAR.\

Untuk tahun pertama fokus di penyusunan kurikulum dan capaian pembelajaran yang memuat kekhasan psikologi Islam dan berstandar internasional (a), peningkatan kompetensi dosen (b) dan penyusunan AUN-QA SAR (g). Adapun pihak-pihak yang akan dilibatkan (kerjasama) diantara adalah Psikologi UI yang sudah mendapat AUN-QA sejak thn 2013, UGM sebagai tenaga ahli dan universitas luar negeri seperti UWA Australia dan UM Malaysia”, pungkasnya.