MAPPRO Kaji Penguatan Keluarga Menuju Indonesia Beradab

Challenge dari keluarga kita itu bukan lebih ringan. Ekologi keluarga kita selalu berubah. Tapi tidak selalu lebih nyaman. Saat ini kita dalam posisi waspada. Kita saat ini sedang berada pada posisi darurat adab (family alert darurat adab). Kasus kekerasan seksual semakin marak yang disumbang oleh miras, narkoba dan pornografi. Oleh karenanya, untuk membuat keluarga yang kuat menuju Indonesia yang beradab salah sastu cara yang bisa dilakukan adalah dengan kesadaran akan tugas kita kepada Allah SWT, tugas kita kepada sesama manusia, akhlak kita kepada alam/lingkungan maupun akhlak kita pada diri sendiri. Demikian diungkapkan oleh Dr. Phil. Emi Zulaifah, M.Sc saat memberikan materi kuliah umum berjudul Penguatan Keluarga Menuju Indonesia Beradab pada mahasiswa angkatan XIII Program Magister Psikologi Profesi (MAPPRO) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia, Senin, 7 Shafar 1438 H/7 November 2016 di R. Auditorium FPSB UII.

 

Selain mendapatkan materi penguatan keluarga dari Dr.Phil. Emi Zulaifah, M.Sc, peserta kuliah umum juga mendapatkan materi Memperkuat Peran Keluarga dalam Mempromosikan Perilaku Positif dan Menjauhi Perilaku Negatif yang disampaikan oleh Supra Wimbarti, M.Sc., Ph.D dengan bahasan utama seputar definisi keluarga, teori tentang keluarga, strategi atau intervensi yang bisa dilakukan saat keluarga dalam kondisi krisis, dan juga tentang keluarga tangguh di era digital saat 

MAPPRO Gelar Sumpah Profesi ke 32

Kesehatan  mental itu sangat sederhana. Orang dikatakan sehat secara mental apabila dia sabar, jujur, amanah, mau berbagi ilmu, mau saling membantu/tolong menolong. Apabila seseorang sudah mulai menyendiri, sedikit-sedikit berpikir kalau semua orang jahat padanya, lupa kiri-kanan (asik bermain hp/tidak peduli dengan kesusahan orang lain) maka orang tersebut sudah tidak sehat secara mental. Demikian ungkap Ketua HIMPSI Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, Drs. Helly P. Soetjipto, MA  saat memberikan sambutan dalam acara Pengambilan Sumpah Profesi periode 32 yang diikuti oleh 4 orang lulusan Program Magister Psikologi Profesi (MAPPRO) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Sabtu, 21 Muharram 1438 H/22 Oktober 2016 di Auditorium FPSB UII.

Senada dengan apa yang disampaikan oleh Drs. Helly P. Soetjipto, MA, rektor UII, Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc selain mengingatkan kepada para lulusan untuk bisa mengamalkan ilmu yang diperoleh secara maksimal untuk kebaikan umat, juga mengingatkan kepada lulusan untuk senantiasa berusaha memperbaiki diri sendiri dulu sebelum memperbaiki (memberikan intervensi) kepada orang lain (klien).

“Yang terbaik adalah selalu memulai dari diri sendiri terlebih dahulu”, ungkapnya. 

Dosen Prodi Psikologi Raih Best Paper ICIBSoS 2016

Paper berjudul Effectiveness of Sabr (Patience) and Salat (Prayer) on Resilience, Psychopathological symptoms, Just World Belief, and Coping after Merapi Eruption 2010 in Yogyakarta  milik dosen Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Dr. Phil. Qurrotul Uyun, S.Psi., M.Si., Psikolog berhasil meraih Best Paper dalam konferensi internasional yang diselenggarakan oleh International Congress on Interdisciplinary Behavior and Social Science 2016 (ICIBSoS 2016) di Eastparc Hotel Yogyakarta, 5-6 Shafar 1438 H/5-6 November 2016.

Menurut sang pemilik, paper tersebut berisi tentang efektifitas terapi dari kesabaran dan sholat untuk mengurangi gejala-gejala psikopatologis korban erupsi merapi tahun 2010 silam. Adapun gejala-gejala psikopatologis yang dimaksud antara lain adalah depreesi, kecemasan, gangguan panik dan somatisasi. “Setelah korban diberikan pelatihan itu mereka mengalami penurunan gejala2 psikopaologis tersebut ”, ungkapnya.

Selanjutnya, lulusan program doktoral Institute of Psychology, Faculty of Biosciences, Pharmacy and Psychology, University of Leipzig, Jerman ini berharap agar karyanya dapat bermanfaat bagi diri sendiri, bagi keluarga dan bagi para pembaca untuk kemudian bisa dilanjutkan dengan pengembangan model-model intervensi melalui pendekatan Islam untuk mengurangi gejala-gejala psikopatologis ataupun meningkatkan kesehatan mental pada kasus-kasus lain.

“Semoga ini juga dapat memberikan semangat pada temen-teman untuk terus meneliti dengan menggunakan pendekatan Islam atau menggunakan referensi dari Al Quran dan hadist sebagai dasar teori-teori psikologi”, pungkasnya. 

FPSB Dukung Lahirya Yogyakarta Declaration On Human Dignity 2016

Perspektif psikologi barat yang seakan-akan menempatkan manusia hanya sebagai makhluk yang memiliki nafsu dan keinginan semata tanpa ada sisi spiritualitas agaknya telah mengusik para ahli psikolog muslim dunia (Sudan, Jerman, Australia, Malaysia, Saudi Arabia, Pakistan dan Indonesia) untuk mengembalikan fitrah manusia kembali pada Tuhannya dalam konferensi bertajuk “Child Psychology: An Islamic & Cultural Perspective”, 5-6 Shafar 1438 H/5-6 November 2016 di Universitas Gadjah Mada yang diselenggarakan The International Association of Muslim Psychologist (IAMP) dan didukung penuh oleh International Istitute of Islamic Thought (IIIT), International Islamic University of Malaysia, Asosiasi Psikologi Islam (API), Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, dan Prodi Fakultas Ilmu Sosial dan Budaya UIN Yogyakarta.

Konferensi tersebut sekaligus menjadi tonggak sejarah perjuangan para psikolog muslim dalam mewujudkan/merumuskan ilmu psikologi yang lebih baik/maslahat bagi umat manusia dengan lahirnya Deklarasi Yogyakarta 2016 tentang Martabat Kemanusiaan :  Prinsip-Prinsip Fundamental untuk memelihara Martabat Kemanusiaan dan Peradaban yang Mulia (Yogyakarta Declaration of Human Dignity 2016the Fundamental Principles to Preserve Human Dignity and Great Civilization). 

FPSB Selenggarakan POTMA 2016

Dalam rangka membangun komunikasi dan silaturrahim yang baik dengan orangtua/wali mahasiswa baru angkatan 2016, Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) secara khusus menyelenggarakan Pertemuan Orangtua/Wali Mahasiswa (POTMA), Sabtu, 5 Shafar 1438 H/5 November 2016 di GKU. Prof. Dr. dr. Sardjito, M.D., MPH. Tak kurang dari 200 orangtua/wali mahasiswa hadir dalam pertemuan tersebut.

Selain mendapatkan banyak materi terkait proses belajar mengajar di FPSB UII dan juga materi Unysis, diakhir acara para orangtua juga mendapat materi seminar parenting berjudul “Menjadi Orangtua  Ideal: Melesatkan Potensi Anak”  yang disampaikan secara apik dan menarik oleh Hj. Ratna Syifa’a Rachmahana, S.Psi., M.Si., Psikolog.

Dalam paparannya, sosok yang akrab disapa bu Ratna ini mengajak orangtua untuk terus aktif memberikan perhatian, empati, kasih sayang, dan afeksi posiif kepada anak-anaknya meskipun mereka sudah dewasa. 

MAPPRO Gelar Workshop Internasional : Kaji Intervensi Psikologi Islami

Beragam perspektif dikemukakan oleh para ahli terkait dengan pembentukan perilaku manusia. Ada yang meyakini bahwa dasar perilaku manusia terbentuk semata sebagai respon atas stimulus lingkungan (perspektif behaviorisme), ada yang meyakini bersumber dari pikiran dan keyakinan yang dimilikinya (perspektif kognitif), ada juga sebagian yang meyakini bersumber dari pengalaman masa lalu yang mengendap dalam ingatan bawah sadarnya (psikoanalisis), dan juga ada yang meyakini bahwa manusia bebas berkehendak dalam memilih suatu perilaku (perspektif humanisme). Namun demikian, dari berbagai perspektif yang ada tersebut, pada dasarnya sepakat terhadap nilai-nilai empirisme dan positivisme yang berkonsekuensi bahwa manusia akan dilihat sebatas makhluk material tanpa dikaitkan dengan spiritualitas atau dengan kata lain meminggirkan peran Tuhan (agama) dalam pembicaraan psikologi.

Oleh karena itu, sebagai bagian dari perguruan tinggi yang meyaikini adanya peran Tuhan (Allah SWT) dalam berbagai aspek kehidupan manusia (perspektif Islam), MAPPRO FPSB UII secara khusus menyelenggarakan workshopIntervensi Psikologi Islam dengan mengundang Presiden Asosiasi Psikolog Muslim Internasional (International Association of Muslim Psychologists-IAMP), Prof. Rahmatullah Khan sebagai pemateri, Jumat, 4 Shafar 1438 H/ 4 November 2016 di Gedung Moh. Hatta (Perpustakaan Pusat) Kampus Terpadu UII dengan tujuan untuk menguatkan pengembangan intervensi psikologi dalam perspektif Islam (secara konsep dan aplikasi/intervensi).

 

Di hadapan peserta workshop yang terdiri dari para akademisi, praktisi psikolog, dan juga mahasiswa itu, Prof. Rahmatullah Khan menyampaikan materi Islamic Behavior Therapy (i-CBT) yang sedang ia kembangkan dan merupakan modifikasi dari Cognitive Behavior Theray (CBT) yang berkembang dalam tradisi sains Barat. Beliau mengawali paparannya dengan menyampaikan beberapa kontribusi besar yang diberikan oleh para ilmuwan muslim di dunia sains, termasuk psikologi. Menurutnya, intervensi Psikologi Islam memang sangat dibutuhkan dalam mewujudkan kualitas hidup yang lebih baik.

 

Beberapa penelitian intervensi menggunakan pendekatan Psikologi Islam pun telah terbukti efektif, seperti terapi zikir untuk meningkatkan resiliensi penderita gangguan low back pain-LBP (Khairiyah, 2012), terapi zikir Al-Fatihah untuk meningkatkan kesejahteraan subjektif rehabilitasi narkoba (Muzkiyyah, Nashori, Sulistyarini, 2015), efektivitas penghayatan dan zikir Surat an-Naas untuk mengurangi gejala obsessive-compulsive disorder (Fakhruddiana, 2011), efektivitas pelatihan mendengarkan Al-Qur’an dalam menurunkan kecemasan menghadapi masa depan pada remaja (Utami & Urbayatun, 2015), pengaruh mendengarkan murattal Al-Qur’an dalam menurunkan tingkat insomnia mahasiswa Program Studi Psikologi (Wulandari, 2012), efektivitas pelatihan tadabbur al-Qur’an untuk menurunkan stres penderita diabetes milletus (Habibah, 2015), efektivitas terapi Tadabbur Al-Qur’an untuk mengurangi kecemasan menghadapi persalinan pertama (Prapto, Nashori, & Rumiani, 2015) dan beberapa intervensi shalat ternyata juga terbukti efektif dalam menurunkan stres dan perilaku yang negatif. 

Mahasiswa FPSB UII Raih Best Paper Presenter ICSSH 2016

“Ja9oan Sebaya as an agent of change in Dealing with the Threat of Demographic Bonus in 2020”. Demikian judul paper karya mahasiswa Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) yang telah mengantarkan kedua orang penulisnya, Dewi Isma Rikya Ihsan (prodi Ilmu Komunikasi) dan  Wira Setya Dharma  (Prodi Psikologi) meraih Best Paper Presenter pada perhelatan 11th International Conference on Social Science and Humanities yang diselenggaakan oleh Imperial College London, South Kensington, Inggris, 19-20 September 2016.

Menurut keduanya, gagasan yang ada dalam paper sendiri berupa pembentukan komunitas bernama “Ja9oan Sebaya” yang terdiri dari remaja usia 15 tahun sebagai peer counsellor bagi teman sebayanyadalam upaya menumbuhkan kesadaran akan bahaya merokok. Komunitas ini nantinya akan mendapatkan pelatihan terkait bahaya merokok dan peer counsellor, sehingga diharapkan di masa mendatang akan semakin banyak remaja yang sadar terhadap bahaya merokok,  mau berhenti merokok, bisa  menjadi remaja yang sehat, produktif, berprestasi serta dapat memberikan pengaruh positif disaat Indonesia mengalami bonus demografi.

 

“Saya sangat bersyukur atas kesempatan ini. Alhamdulilah presentasi berjalan dengan lancar. Pertanyaan dua peneliti dari Afrika Selatan dan Saudi Arabia dapat terjawab dengan baik. Jujur dalam hal ini kemampuan sangat diuji, tetapi dalam menjawab pertanyaan kita harus tetap tenang sehingga jawaban yang kita berikan sistematis dan menjawab pastinya. Terima kasih kepada Allah SWT. Terima kasih juga kepada kedua orang tua, universitas, dan teman-teman semua atas doa dan dukungannya.”, ungkap Dewi Ihsan mengenang momen konferensi yang diikutinya.

Hal senada juga disampaikan oleh Wira Setya Dharma. Ia senang dan bersyukur dapat memiliki pengalaman ini. “Semoga pengalaman ini dapat menginspirasi teman-teman semua untuk terus berkarya dan menjadi mahasiswa yang produktif. Perjalanan kita masih panjang, terus melangkah dan semangat meraih cita-cita”, tambah Wira.

Konferensi sendiri diikuti oleh peserta dari berbagai negara, seperti, Inggris, Indonesia, Jepang, Thailand, Malaysia, Cina, Afrika Selatan, Singapura dan juga Saudi Arabia. Sejumlah praktisi dan peneliti pun hadir dalam konferensi ini.

 

Film Motivasi Masuk 10 Pemenang Lomba Video Psikoedukasi Kesehatan Mental HIMPSI

Film bergenre edukasi karya mahasiswa Prodi Psikologi Fakultas Psikologi (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Muhammad Taufik Akbar Wibowo (angkatan 2014) berjudul Motivasi berhasil masuk 10 pemenang Lomba Video Psikoedukasi Kesehatan Mental bertema Psikoedukasi untuk Indonesia Sehat: Tunjukkan dan Bagikan yang diselenggarakan oleh Himpunan Psikologi Indonesia (HMPSI) dalam rangka  Hari Ulang Tahun Himpunan Psikologi Indonesia ke-57 (11 Juli 2016). Bersama 9 (individu maupun kelompok)  pemenang lainnya, pria kelahiran 1996 ini berhak memperoleh hadiah berupa sertifikat dan sejumlah uang pembinaan.   

Adapaun yang bertindak sebagai tim penilai ataupun dewan juri dalam lomba tersebut diantaranya adalah Juneman Abraham, S.Psi., M.Si. (Ketua), Dr. Ayu Dwi Nindyati, Psikolog (Anggota), dan Margaretha, S.Psi., P.G.Dip.Psych., M.Sc. (anggota). Keputusan ketiga tim tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Ketua Umum Himpunan Psikologi Indonesia No. 031/SK/PP-HIMPSI/X/16, tanggal 12 Oktober 2016.

Saat dimintai tanggapanya, Ketua Program Studi Psikologi FPSB UII, Mira Aliza Rachmawati, S.Psi., M.Psi  selain mengungkapnya rasa syukur juga berharap agar capaian tersebut dapat memacu teman-teman mahasiswa yang lain untuk bisa ikut berpretasi.

Menjadi Mahasiswa yang Bertanggung Jawab

Be Responsible. Menjadi Mahasiswa yang Bertanggung Jawab. Demikian tema kuliah umum yang diselenggarakan oleh Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Sabtu, 1 Oktober 2016 dengan menghadirkan Dinda Denis P. Putrantya, S.Psi sebagai pemateri dan Ibu Fani Nur Tjahjo, S.Psi., M.Psi sebagai moderator.

Dalam paparannya, penulis buku “Bikin Belajar Selezat Coklat” tersebut mengajak peserta untuk senantiasa mensyukuri banyak hal, banyak nikmat yang sudah diberikan Allah SWT. “Kenikmatan yang kita dapatkan adalah ujian bagi kita pada setiap harinya. Jadi bukan hanya ujian sekolah saja”, ungkapnya. Dan terkait dengan tema kuliah umum, Denis mengatakan bahwa kunci tentang sebuah tanggung jawab adalah saat kita mempunyai tugas, baik tugas yang diamanahkan oleh sesama manusia ataupun tugas yang diamanahkan oleh Allah SWT. Sosok yang pernah tinggal di Honolulu tersebut juga mengajak peserta kuliah umum yang didominasi mahasiswa baru Prodi Psikologi tersebut untuk memiliki cita-cita yang tidak hanya berorientasi kepada dunia saja, namun juga pada akhirat.   

 

Selain cita-cita, mahasiswa juga perlu menetapkan visi hidup dimana visi yang kuat akan menciptakan sense of pupose & direction dalam mengelola diri. “Visi besar memberi energi untuk selalu melakukan yang terbaik”, tegasnya. Denis menambahkan bahwa puncak kesuksesan seseorang bisa dilihat atau diraih saat mencapai usia 40 tahun. Hal itu berarti pada usia 40 tahun tersebut, hendaknya seseorang sudah mapan dalam berbakti kepada kedua orangtua, mapan dalam melakukan proyek-proyek kebaikan, serta mapan dalam mempersiapkan keturunan (keturunan yang cukup mapan dalam material maupun spiritual saat ditinggalkan menghadap Ilahi), mapan secara spiritual (apapun yang dilakukan memiliki nilai spiritual), serta mapan secara finansial yang dimungkinkan bisa untuk mendanai proyek-proyek kebaikan, proses kaderisasi dan bentuk amal kebaikan lainnya.

Oleh karenanya, dalam kuliah tersebut mahasiswa juga diminta untuk membuat tangga impian ataupun proyeksi hidup yang hendak dicapai hingga usia 40 tahun. 

Tim Basket Putra FPSB Raih Juara 2 Psychology Summit 2016

Sempat unggul di babak perempat final atas Tim Basket Putra Universitas Atma Jaya Jogjakarta dengan skor tipis 45:42, Tim Basket Putra Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) akhirnya harus puas menduduki peringkat/juara 2 pada kompetisi cabang Bola Basket  2nd Annual Psychology Summit 2016 yang diselenggarakan oleh BEM Fak. Psikologi Universitas Indonesia Jakarta. Dalam laga final yang berlangsung di Gelanggang Remaja Pasar Minggu (30/09/2016) tersebut Tim Basket Putra FPSB UII  harus mengakui ketangguhan Tim Basket Putra Universitas Surabaya (UBAYA) dan menyerah kalah dengan skor 52:43.

“Saya sebagai manajer sekaligus player FPSB Basketball team bangga dengan prestasi yang telah kami dapatkan diajang Psychosummit 2016 di Universitas Indonesia, karena dengan komposisi pemain yang bisa dibilang baru dan persiapan latihan yang hanya dalam waktu sekitar 1 bulan, kami dapat meraih posisi kedua dalam ajang ini dan saya berterima kasih kepada pihak kampus khususnya FPSB yang telah mendukung FPSB Basketball team di ajang Psychosummit 2016. Harapannya pihak kampus lebih memperhatikan sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan UKM kampus khususnya FPSB, sehingga UKM yang ada dikampus lebih berkembang dan lebih berprestasi”, ungkap Raharjo Fajar.

Perlu kami informasikan bahwa perhelatan 2nd Annual Psychology Summit Fakultas Psikologi Universitas Indonesia “Together Towards Unity and Equality” yang menyelenggarakan berbagai cabang lomba dan diikuti oleh mahasiswa psikologi dari perguruan tinggi negeri maupun swasta dari seluruh Indonesia tersebut sejatinya  merupakan penggabungan dari tiga acara tahunan yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Jakarta, yakni PIASTRO (Psychology in Art and Sport through Competition), Psychology Festival, dan Psychopedia.

Selamat dan tetap semangat agar Tim Basket Putra FPSB UII bisa kembali meraih Juara 1 seperti halnya pada PIASTRO 2014, PIASTRO 2009, dan PIASTRO 2008.