UPSI Kembali Silaturrahmi ke FPSB UII

Lembaga mahasiswa Majlis Mahasiswa Kolej Ung-ku Omar Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Tanjong Malim, Perak- Malaysia kembali bersilaturrahmi dengan Lembaga Kemahasiswaan Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) yakni Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan juga Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM), Kamis, 09 Maret 2017 di Kampus Terpadu UII.  Kehadirannya bersama Prof. Dr. Rahmatullah Khan dan Nuzsep Almigo, S.Psi., M.Si disambut hangat oleh Dekan FPSB UII bersama ketua DPM/LEM FPSB UII di R. Auditorium FPSB UII.

Dalam sambutannya, Prof. Rahmatullah Khan (Professor VK7, Faculty of Education and Human Development, Universiti Pendidikan Sultan Idris) menyatakan bahwa kehadiran mahasiswa UPSI ke UII merupakan pengalaman yang penting dan bersejarah, karena mereka berkunjung ke sebuah perguruan tinggi tertua di Indonesia. “Program lawatan ini merupakan lawatan akademik dan sosial yang akan mengukuhkan hubungan antara institusi dan juga antara negara. Kami berharap pelajar-pelajar kami dapat menimba ilmu sebanyak-banyaknya khususnya tentang alat tes psikologi”, ungkapnya.

Usai seremoni penerimaan, kedua lembaga mahasiswa melakukan diskusi yang didesain sebagai mini conference dengan mengangkat tema Psychology and Social Sciences as Studies to  Understand The Humanity.  Layaknya sebuah  conference,  dalam diskusi tersebut ada mahasiswa dari UPSI dan FPSB UII yang mempresentasikan hasil risetnya  untuk kemudian  didiskusikan. Keduanya pun saling memberikan saran/ feedback atas paparan yang sudah disampaikan.

Seiring dengan berjalannya diskusi antara lembaga kemahasiswaan, Prof. Dr. Rahmatullah Khan dan Nuzsep Almigo, S.Psi., M.Si selaku dosen pendamping pun terlibat diskusi penjajakan kerjasama dengan pimpinan dan pengelola FPSB UII. Visiting lecture, research collaboration, exchange of relevant information, documentation and material, dan beberapa program pengembangan lainnya menjadi bahasan penjajakan kerjasama. Namun demikian, Prof. Rahmatullah Khan berharap agar kerjasama yang dilakukan bisa lebih fokus. “Kita jalani satu demi satu dulu. Jangan terlalu banyak program. Khawatir tidak tergarap”, imbuhnya.

Selain berdiskusi, para mahasiswa UPSI pun mendapat kesempatan berkunjung ke laboratorium Psikologi FPSB UII untuk melihat-lihat dan bahkan ada beberapa mahasiswa mencoba untuk menggunakan alat tes yang ada.

“Kami sangat senang, karena  mereka dapat berkunjung untuk study banding dan mempercayakan agenda acara kepada kami (LEM dan DPM FPSB) selama 5 hari di Yogyakarta. Dalam operasional kinerjanya di jalankan oleh Pretisya ILKOM 14 dan Nuha Gunawan HI 14 selaku PJ Proker (LEM FPSB) dalam kunjungan akademik ini”, ungkap Ketua LEM FPSB UII, Akmal Maulana R.L.S.

Akmal juga memaparkan bahwa ke depan hubungan tersebut juga akan ditindaklanjuti dengan pembuatan MoU antara Lembaga Mahasiswa FPSB UII dengan Persatuan Pelajar Psikologi UPSI.  Adapun implementasi awalnya adalah pembuatan project “Psychology’s International Virtual Conference” dengan melibatkan UPSI dan Universiti kebangsaan Malaysia (UKM).

Sisi institusi PT alangkah lebih baiknya hubungan yang baik dapat berlanjut dalam bentuk MoU atau MoA sehingga akan mempermudah dlm menjalim kerja sama baik dalam hal riset, pendidikan (exchange, double degree) dan kebudayaan. Sehingga hal tersebut dapat lebih memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dg Malaysia dalam menghadapi kuatnya arus MEA saat ini”, pungkasnya.

FPSB Sosialisasikan Subsidi Kegiatan Lembaga Kemahasiswaan, UKM dan Call for Paper

Dalam rangka menyosialisasikan aturan-aturan draf panduan subsidi pendanaan dari kemahasiswaan universitas/fakultas terkait dengan ketentuan dan mekanisme pengajuan bantuan/subsidi mulai dari universitas-fakultas-prodi, secara khusus  Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi pada hari senin, 6 Maret 2017 di R. Auditorium FPSB UII.

Bersama dengan Kepala Unit Kemahasiswaan, Alumni dan Dakwah islamiyah (KADI) FPSB UII, Dekan FPSB UII, Dr.rer.nat. Arief Fahmie, MA., Psi secara langsung menyampaikan aturan-aturan terkait subsidi kegiatan kemahasiswaan untuk lembaga, UKM, dan komunitas serta subsidi untuk kegiatan call for paper, lomba penalaran, bakat dan minat. Beberapa aturan pendanaan mengalami perubahan.

 

“Fakultas sendiri telah menganggarkan di RKAT untuk kegiatan kemahasiswaan seperti:PKM, minat bakat, subsidi kegiatan lembaga kemahasiswaan (LEM, UKM, komunitas), subsidi call for paper termasuk beasiswa dan anugerah mahasiswa berprestasi”, ungkap Kepala Unit PKH, Nur Widiasmara.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari DPM/LEM FPSB UII, Kognisia, Psikologi Study Club, HIMAKOM, HIMAPSI, KOMAHI, Engine, Komunitas Futsal dan masih banyak lagi. 

Prof . Marcus Stück Berbagi Pengalaman & Pengetahuan

Anak-anak tidak mungkin diajak berpikir tentang masalah yang dihadapinya.  Untuk itu perlu kita tunjukan kepada anak bahwa  kita peduli, care, cinta pada anak, baru  kemudian memberikan jalan keluar atas permasalahan yang dihadapi anak. Parameter biologis seperti halnya penggunaan alat test smartwatch, strees pilot dan sebagainya bisa lebih tepat diberikan kepada anak-anak jika dibandingkan dengan menggunakan kuesioner skala. Demikian kiranya inti sharing pengalaman yang disampaikan oleh Prof. Dr. rer. nat. habil. Marcus Stück pada mahasiswa Prgram pascasarjana Magister Psikologi Profesi (MAPPRO) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UI), Selasa, 28 Februari 2017.

Selain berbagi pengalaman, Prof. Dr. rer. nat. habil. Marcus Stück juga mengenalkan alat tes Hypersensitvity, yakni sebuah alat tes yang memanfaatkan teknologi untuk mengukur kondisi  atau tingkat stress seseorang.  Dengan alat ini juga diketahui bahwa seseorang akan mengalami penurunan tingkat stres usai mengikuti biodanza. Biodanza sendiri sangat tepat jika diberikan untuk melakukan terapi terhadap anak.

 

MAPPRO Gelar Sumpah Profesi ke-34

Program Magister Psikologi Profesi (MAPPRO) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) kembali mengambil sumpah 7 orang lulusannya, Sabtu, 25 Februari 2017 di R. Auditorium FPSB UII.

Ketua HIMPSI Wilayah Yogyakarta, Dr. Helly P. Soetjipto, MA dalam sambutannya kembali mengingatkan pentingnya para lulusan untuk mengemban tugas dan amanah sebagai psikolog tanpa memperhitungkan suku, agama, ras sebagaimana yang telah diikrarkan dalam sumpah tersebut.

Sementara Wakil Rektor II UII, Dr. Nur Feriyanto, M.Si menegaskan semakin pentingnya peran profesi psikolog di masyarakat saat ini dimana persoalan yang dihadapi masyarakat semakin banyak dan sangat komplek. “Anda bisa mengambil kesempatan tersebut untuk mengamalkan ilmu yang Anda miliki”, ungkapnya.

HIMPSI Jajaki Kerjasama denga FPSB UII

Pengelola Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Yogyakarta bertekad akan mengoptimalkan peran dan fungsi organisasi agar lebih bermanfaat bagi masyarakat luas,  berdaya saing/kuat, dan lebih bermartabat. Hal ini disampaikan oleh Haryanta, selaku pengurus HIMPSI Wil. Yogyakarta saat menyosialisasikan mimpi/cita-cita tersebut pada civitas akademika FPSB UII (dosen dan Mahasiswa), Senin, 30 Januari 2017 di R. Auditorium FPSB UII.   

Sosialisasi tersebut juga merupakan tahapan dalam proses penjajakan kerjasama yang ingin dibangun pengurus HIMPSI dengan Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) yang memiliki prodi Psikologi.  

 

Oleh karenya, Haryanta berharap agar setiap lulusan Psikologi (S1 dan S2) bisa segera mengurus kartu anggota HIMPSI dan ijin praktek (bagi lulusan S2) secepatnya. Karena selain akan mendapatkan proteksi (bagi yang akan membuka praktek psikolog) anggota juga akan mendapatkan 2x pelatihan gratis yang diselenggarakan HIMPSI dan juga potongan harga tiket dalam acara2 yang diselenggarakan HIMPSI.

Ketua HIMPSI Wilayah Yogyakarta, drs. Helly P. Soetjipto, MA berharap agar yang  dilakukan HIMPSI wilayah Yogyakarta nantinya bisa memperkuat sistem pendidikan psikologi dan menjadi trend setter pengembangan maupun peningkatan kompetensi Psikologi di Indonesia.

 

Membangun Keluarga Berdaya Tahan di Tengah Perubahan Zaman dalam Perspektif Islam

Perubahan yang terjadi pada pasangan hidup kita (suami/isteri) yang disebabkan oleh banyak faktor (usia, peristiwa, finansial, dll) dapat memicu konflik dan mengancam ketahanan keluarga. Namun apabila nilai-nilai dalam agama diterapkan secara benar, maka nilai-nilai agama itu akan tetap mempu menguatkan keluarga. Hal ini disampaikan oleh Dr.Phil. Qurrotul Uyun, S.Psi., M.Si., Psikolog  dan Dr. Phil Emi Zulaifah, M.Sc dalam acara pertemuan rutin Ikatan Keluarga Ibu-Ibu (IKI) Universitas Islam Indonesia (UII), Jumat, 10 Februari 2017 di GKU. Prof. Dr. Sardjito, M.Ph Kampus Terpadu UII.

Selain penerapan nilai-nilai agama secara baik dalam keluarga sebagai salah satu modal penting dalam mempertahankan keluarga, keduanya juga menyampaikan hal-hal atau prinsip penting lainnya yang juga bisa dijadikan penguat dalam berkeluarga, seperti menemukan-menjalani-memelihara cinta dan cita-cita keluarga, menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna (termausk pasangan hidup kita), menyadari bahwa tidak ada keluarga yang tidak akan diuji oleh Allah SWT, senantiasa mengingat-ingat kebaikan pasangan dan mengingat-ingat kekurangan diri kita, menemukan/menyamakan misi dalam keluarga, bersabar-bersyukur-ridha dengan apa yang sudah diberikan Allah SWT, memaafkan kesalahan yang dilakukan oleh pasangan (tidak ada manusia yang sempurna), serta mau menjadikan konflik sebagai sarana untuk membangun kekuatan keluarga.

 

Keduanya juga menambahkan bahwasannya sebagian orang ada yang mampu menerima setiap musibah dengan rasa syukur dan bahkan membuat semakin dekat dengan Allah SWT.  “Masing2 kita adalah ujian bagi yang lain. Bagaimana setiap periatiwa menjadikan kita semakin dekat dengan Allah. Ini yang menurut saya sangat penting..!”, pungkas Bu Uyun.

 

FPSB Gelar Tadarus ‘khusus’

Semoga Allah SWT memberi kekuatan pada UII dalam menghadapi cobaan yang diberikan ini dan orangtua yang ditinggalkan putra-putranya (baca: peristiwa Diksan Mapala) diberi ketabahan. Demikian harapan yang disampaikan  oleh Dekan Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Dr.rer.nat. Arief Fahmie, M.A., Psikologi sesaat usai memimpin tadarus ‘khusus’ dan doa bersama pagi ini,  Kamis, 26 Januari 2017 di Mushola Baitul Hadi FPSB UII.

 

Tadarus yang diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan dan juga mahasiswa FPSB dilakukan dengan penuh khidmat/khusyuk. Semoga Allah mengabulkan permohonan/doa segenap keluarga besar FPSB UII khususnya dan doa dari segenap keluarga besar UII pada umumnya. Aamiin… 

AMI dan Perbaikan

“Audit sudan rutin kita lakukan sebagai penerapan ajaran Islam bahwa hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan tahun depan harus lebih baik dari tahun ini. Audit ini ingin menemukan peluang untuk memperbaiki diri. Oleh krn itu, pola diskusi menjadi jalan pemahaman kita bersama”. Demikian diungkapkan oleh Farham HM. Saleh selaku auditor Audit Mutu Internal (AMI) UII dalam acara penutupan AMI di FPSB  UII, Rabu, 18 Januari 2017. AMI di FPSB UII sendiri sudah dimulai sejak 13 Januari 2017.

 

Pak Farham dalam kesempatan tersebut menambahkan bahwa antara auditor dan auditee memang harus memiliki pemahaman yang sama. Hal itu penting agar proses audit lebih objektif. Beliau juga menekankan agar perbaikan yang dilakukan nantinya benar-benar mendetail, sehingga bisa membawa kebaikan di masa mendatang.

Dekan FPSB UII, Dr. Arief Fahmi, S.Psi., MA., Psikolog dalam kesempatan itu menegaskan akan melakukan upaya-upaya perbaikan yang dibutuhkan. “Temuan itu penyikapannya adalah bukan kesalahan. Tapi peluang untuk perbaikan. Tidak ada yang sempurna, tapi kita mesti saling mengingatkan untuk perbaikan yang akan datang”, ungkapnya.

AMI sendiri memang diselenggarakan secara rutin sebagai upaya untuk menjaga mutu pendidikan, 

Awal Tahun 2017, Dua Ponpes Modern Silaturrahmi ke FPSB UII

Awal tahun 2017 atau tepatnya pada bulan Januari 2017 Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII)  mendapat kunjungan silaturrahmi dari 2 pondok pesantren  (ponpes) modern yang menyelenggarakan pendidikan setingkat SLTA , yakni Pondok Pesantren Assa’adah Banten pada 10 Januari 2017 dan Pondok Pesantren eLKISI Mojokerto pada 17 Januari 2017.

 

Kunjungan kedua ponpes tersebut bermotivasi sama, yakni ingin memberikan tambahan pengetahuan/ wawasan tentang perguruan tinggi yang ada di Yogyakarta. Kedua pengelola pun sangat berharap agar para santri (siswa/i) nantinya mau dan bisa melanjutkan ke perguruan tinggi, khususnya perguruan tinggi Islam seperti halnya UII. Oleh karena itu, Tim Marketing and Communication (Marcom) FPSB UII yang memang bertugas menerima kedua kunjungan  tersebut memberikan gambaran seputar UII, baik dari sejarah UII, proses seleksi masuk sebagai calon mahasiswa, UKM maupun beasiswa yang bisa diakses setelah diterima sebagai mahasiswa dan juga peluang kerja setelah lulus  dari UII.

Kedua rombongan pun merasa sangat terbantu dengan informasi yang disampaikan dan sangat terkesan dengan penerimaan yang diberikan. 

FPSB Kehilangan Salah Satu Mahasiswa Teladan

Fanni. Demikian nama panggilan akrab dari Zulfanni Asiva, salah satu mahasiswa Program Magister Psikologi Profesi (MAPPRO) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) yang telah dipanggil Allah SWT dalam sebuah kecelakaan di Jl. Kaliurang Km.12 Yogyakarta. Korban bersama rekannya (mahasiswa D3 Kimia UII) yang baru saja keluar dari SPBU Pedak terlibat kecelakaan berat dengan salah satu siswa SMP N 5 Yogyakarta (inisial: DFN) yang mengendarai sepeda motor berkapasitas mesin besar -Kawazaki Ninja- saat berusaha mendahului kendaraan roda empat di depannya. Dalam kecelakaan ini, Fanni yang baru saja mengikuti perkuliahan selama 4 bulan di MAPPRO FPSB UII langsung meninggal di lokasi kejadian. Sedangkan rekannya dan DFN harus menjalani perawatan di RS. Panti Nugroho dan RS. Dr. Sardjito akibat luka serius yang diderita.  

 

Kepergian alumnus (S1) Fakultas Psikologi Universitas Medan Area ini ternyata meninggalkan kesan mendalam di kalangan dosen dan juga teman-teman  kuliahnya, termasuk Dr. H. Fuad Nashori, S.Psi., M.Si., Psikolog selaku ketua ketua Program MAPPRO FPSB UII. “Fanni sendiri adalah seorang pembelajar sejati. Di kelas, ia tampak cukup menonjol. Ia suka tersenyum, menanggapi, dan bertanya. Sore itu (sebulan lalu) sekitar pukul 17, Fanni sedang berbicara sambil berdiri dengan seorang staf. Ketika saya melihatnya ia berbeda dibanding saat di kelas atau saat berpapasan. Saya melihat ia lebih jernih dan senyumnya lebih sejuk. Auranya sangat positif. Semoga ini isyarat kebersihan dirinya. Sekali lagi ini subjektif. Semoga dia termasuk syahidah, husnul khatimah. Wallahu a’lam bi ash-shawab”, ungkap Pak Fuad. “Anaknya kritis, atentif kalau di kelas,” tambah Rumiani, M.Psi, Psikolog, sebagai dosen pembimbing praktikumnya.

Sementara salah satu dosen mata kuliah Kepemimpinan Kenabian, Dr. Faraz mengatakan bahwa korban mempunyai motivasi belajar yang sangat tinggi. “Sejak pertama kali saya mengenalnya, saya menyimpulkan Fanni mahasiswa luar biasa, paling menonjol di kelas. Hari selasa 10 Januari lalu adalah kuliah kami yg terakhir. Fanni giliran presentasi tentang sifat Nabi. Dia menyampaikan dengan semangat sekali,” ungkapnya.

Kesan mendalam lain datang dari teman seniornya di MAPPRO, Muh. Arif Rizki, S.Psi dimana sejak awal masuk MAPPRO (September 2016) almarhumah sudah berpartisipasi aktif mengajar di huntap (hunian tetap korban erupsi G. Merapi). “Jujur saya merasa kehilangan. Beliau adalah salah satu relawan pengajar di huntap bersama mas Yogi dkk. Satu hal yang bisa saya teladani adalah almrhumah memang punya motivasi untuk berbuat baik yang cukup tinggi. Dari mas Yogi saya tahu kalo almarhumah tidak ada motor, tapi beliau ternyata sering ngajar tpa di atas. Mungkin motor yang dipakai merupakan motor pinjaman. Beliau rela di tengah kesibukan aktivitas di awal2 perkuliahan MAPPRO”, ungkapnya. .

Dari peristiwa maut tersebut, Pak Fuad mengajak para orangtua, polisi dan juga sekolah untuk lebih serius menyikapinya. “Siswa SMP secara psikologis masih memiliki emosi yang belum stabil. Saat berada di jalan mereka termasuk kelompok yang rentan. Kemampuan emosi yang belum matang menjadikan mereka kesulitan ketika berada dalam suasana tegang. Karenanya, orangtua, polisi, dan guru untuk memberi edukasi adab dan pengetahuan berkendara di jalan raya. Secara teknis orangtua harus melarang mereka berkendaraan di jalan raya”, pintanya.

Pak Fuad juga menambahkan sebuah kisah nyata dimana sepasang suami istri yang keduanya berprofesi dokter membelikan sepeda motor Kawazaki Ninja pada anaknya sebagai hadiah kelulusan. Dengan perasaan penuh kebahagiaan, anak itu pun mencoba mengendarainya. Namun malang, justeru anak tersebut menabrak dinding seberang rumah tepat disaksikan kedua orangtuanya. Setelah mengalami koma selama 2 hari, anak itu pun akhirnya meninggal dunia. “Bisa dibayangkan bagaimana perasaan ibu bapaknya saat menyaksikan kecelakaan tersebut, saat merawat anaknya di ICU dan akhirnya meninggal dunia. Setelah bertahun-tahun berlalu nereka masih menyesal”, pungkasnya.