Prodi Pendidikan Profesi Psikolog UII Evaluasi LPPPU

Dr. Sus Budiharto, S.Psi., M.Si., Psikolog selaku Dekan Fakultas Psikologi UII memberikan sambutan didepan mahasiswa dan jajaran supervisor LPPPU. Foto: Cinta (Marcomm)
Program Studi Pendidikan Profesi Psikolog Program Profesi (PSP5) Fakultas Psikologi UII (FP-UII) menggelar acara penarikan dan evaluasi Layanan Psikologi Profesi Psikolog Umum (LPPPU) batch empat di Sleman. Acara pada Selasa (18/8/2026) ini menandai tuntasnya masa praktik lapangan para calon psikolog.
Agenda resmi ini bertempat di R Auditorium Lantai Tiga Gedung Soekiman Wirjosandjojo. Pertemuan tersebut menghadirkan jajaran dekanat, pengelola prodi, serta para supervisor instansi mitra.
Dekan Fakultas Psikologi UII Dr. Sus Budiharto, S.Psi., M.Si., Psikolog menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh mitra lembaga. “kami ingin mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin selama ini”
Sinergi ini mencakup empat latar layanan utama masyarakat. Empat latar tersebut meliputi bidang kesehatan, pendidikan, tempat kerja, dan komunitas.
Sementara itu, Ketua Prodi PSP5 UII Uly Gusniarti, S.Psi., M.Si., Ph.D., Psikolog meresmikan penarikan mahasiswa praktik. “dengan resmi kami menyatakan bahwa adik-adik yang sedang LP3U di lapangan kami tarik kembali”
Setelah penarikan ini, mahasiswa akan fokus mempersiapkan ujian kompetensi profesi. Penyiapan laporan dan ujian internal LP3U dijadwalkan berlangsung akhir Agustus ini.
Pasalnya, para mahasiswa harus menyelesaikan seluruh kriteria kelulusan akademik secara tepat. Rangkaian ujian tertulis berbasis komputer diselenggarakan pada bulan September mendatang.
Tahapan puncak pendidikan profesi ini ditutup dengan ujian lisan akhir. Ujian lisan tersebut dijadwalkan bertahap hingga akhir Oktober tahun ini.
Selain seremoni penarikan, forum ini menggelar sesi evaluasi program secara mendalam. Forum evaluasi LP3U Psikologi UII ini membahas peningkatan kedisiplinan dan manajemen waktu.
Para supervisor lapangan menyampaikan beragam pengalaman pendampingan mahasiswa di lembaga. Di sisi lain, isu komunikasi antara supervisor internal dan eksternal turut disoroti.
Perwakilan supervisor komunitas Baroro mengusulkan matriks target kerja mingguan yang jelas. Menurutnya, panduan terstruktur membantu mahasiswa bekerja lebih sistematis di lapangan.
Kendati demikian, tantangan di latar pendidikan juga memerlukan perhatian khusus pengelola. Supervisor sekolah menyoroti pentingnya keterlibatan kooperatif dari pihak orang tua siswa.
Pihak program studi menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap kode etik psikologi. Penanganan kasus lapangan wajib mengutamakan izin resmi dari pihak keluarga klien.
Sementara itu, latar kerja memerlukan adaptasi terhadap dinamika organisasi instansi. Perubahan struktur kerja di perusahaan sering mempengaruhi fokus intervensi para mahasiswa.
Perwakilan mitra industri mengharapkan mahasiswa mampu memberikan rekomendasi program yang aplikatif. Masukan tersebut disambut baik pengelola sebagai bahan pembenahan sistem monitoring.
Pengelola prodi berkomitmen memperketat jadwal supervisi untuk angkatan mendatang. Pengetatan jadwal bertujuan menjaga kualitas lulusan psikolog agar tetap unggul.
Fakultas Psikologi UII senantiasa mengintegrasikan nilai keislaman dalam setiap layanan profesi. Dekan mengingatkan agar seluruh tugas diniatkan sebagai bentuk ibadah kepada Allah.
Nilai Rahmatan lil ‘Alamin menjadi pijakan utama pelayanan psikologi kepada masyarakat. Spirit pendiri UII seperti Dr. Soekiman Wirjosandjojo terus menjiwai langkah akademik.
Melalui program LP3U Psikologi UII, para calon psikolog dilatih secara matang. Pengalaman praktik lapangan menempa kesiapan profesional mereka di tengah masyarakat.
Kerja sama formal antar lembaga juga diperkuat melalui penandatanganan naskah kesepakatan. Kesepakatan ini menjadi landasan kokoh bagi pengembangan kemitraan strategis berkesinambungan.
Penerjunan mahasiswa untuk periode berikutnya direncanakan pada akhir tahun ini. Pengelola terus mematangkan persiapan agar pelaksanaan program berjalan lebih optimal.
Sinergi berkelanjutan ini diharapkan memberi kemaslahatan nyata bagi bangsa Indonesia. Fakultas Psikologi UII bertekad mencetak psikolog bermartabat dan berintegritas tinggi.
Selain itu, sarana logbook mahasiswa juga menjadi perhatian dalam diskusi tersebut. Format pencatatan harian akan diperbarui agar lebih memudahkan proses umpan balik.
Umpan balik yang efektif sangat membantu pemantauan perkembangan kompetensi mahasiswa secara riil. Hal ini krusial untuk memastikan standar kualitas praktik psikologi tetap terjaga.
Pertemuan evaluasi ini diakhiri dengan komitmen bersama seluruh pihak yang hadir. Seluruh peserta menyepakati pentingnya kolaborasi erat demi mencetak lulusan yang siap berkontribusi.



