Dosen Fakultas Psikologi UII Salurkan Hak Suara Pilrek 2026-2030

Beberapa dosen Fakultas Psikologi UII turut serta dalam pemilihan calon rektor UII periode 2026-2030. foto: Surya

Dosen Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia (UII) memadati Laboratorium Klasikal Lantai 4 Gedung Dr. Soekiman Wirjosandjojo, Selasa (23/12/2025). Mereka hadir memberikan hak suara dalam pemilihan Bakal Calon Rektor UII periode 2026-2030.

Kegiatan penjaringan tingkat fakultas ini berlangsung khidmat mulai pukul 08.00 hingga 11.30 WIB. Para dosen tampak antusias berpartisipasi dalam pesta demokrasi kampus tertua di Indonesia tersebut.

Panitia Pemilihan (PP) menerapkan aturan ketat dalam mekanisme pencoblosan surat suara kali ini. Pemilih wajib melingkari tiga nomor urut atau nama Bakal Calon Rektor pilihan mereka.

Panitia menegaskan bahwa surat suara akan dianggap rusak jika tata cara spesifik ini dilanggar. Pasalnya, suara dinyatakan tidak sah jika pemilih melingkari kurang atau lebih dari tiga nama.

Selain itu, koreksi pilihan hanya boleh dilakukan dengan memberi tanda silang pada lingkaran yang salah. Mekanisme ini dirancang untuk menjamin validitas dan akurabilitas suara para akademisi.

Dekan Fakultas Psikolog UII Dr.phil. Qurotul Uyun, S.Psi., M.Si, Psikolog dan Sonny Andrianto, S.Psi., M.Si., Ph.D. selaku Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan dan Alumni (KKA) terlihat ikut serta menyalurkan hak pilihnya. Partisipasi aktif dosen menjadi kunci suksesnya regenerasi kepemimpinan yang strategis di lingkungan UII.

Hasil pemilihan di tingkat fakultas ini akan menentukan kandidat yang berhak melaju ke tahap seleksi berikutnya. Proses ini merupakan pijakan krusial bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi UII menuju 2030. (yp)

FP UII Bekali Wisudawan Strategi Karir Masa Depan

(Kanan) Pemaparan materi oleh Bintang Ilham Avicena, S.Psi. selaku pemateri alumni Psikologi UII yang berprofesi sebagai Asesor SDM Aparatur Ahli Pertama, UPTD Penilaian Kompetensi ASN BKPP Kabupaten Sleman. foto: dok. panitia.

Fakultas Psikologi UII menggelar seminar karir bagi para calon wisudawan periode dua. Acara tersebut berlangsung di Auditorium Gedung Soekiman pada Senin (22/12/2025).

Kegiatan ini bertujuan menyiapkan lulusan menghadapi tantangan dunia kerja yang kompetitif. Pembekalan tersebut mencakup strategi teknis hingga pengenalan karir di sektor pemerintahan.

Bintang Ilham Avicena memaparkan peluang karir psikologi sebagai Asesor SDM di pemerintahan. Ia menegaskan pentingnya validitas alat ukur dalam menilai kompetensi pegawai negeri.

Sementara itu, Nani Septianie mengulas cara memenangkan persaingan melalui penguatan kapasitas diri. Ia mendorong peserta untuk aktif membangun jejaring profesional sejak dini.

DPKA UII memberikan panduan menyusun Curriculum Vitae yang menarik dan profesional. Mereka juga membagikan teknik wawancara kerja menggunakan metode STAR yang sangat efektif.

Metode STAR menekankan penjelasan situasi, tugas, tindakan, dan hasil akhir kerja. Pendekatan ini membantu pelamar menjawab pertanyaan wawancara secara terstruktur dan sangat meyakinkan.

Lulusan dapat memanfaatkan layanan DPKA seperti konseling karir dan bimbingan mentor. Seluruh materi seminar tersebut menjadi bekal berharga bagi masa depan para alumni. (yp)

Sesi berfoto bersama Pimpinan FP dan FISB UII, pemateri, serta peserta seminar karir sekaligus calon wisudawan periode II TA 2025/2026. foto: dok.panitia

Talkshow Fakultas Psikologi UII: Mengupas Mental Health Dewasa Awal

(Kiri) Dr.rer.nat. Dian Sari Utami, S.Psi., M.A. Selaku Moderator duduk bersama Abdul (Tengah) Azeez E P, PhD sebagai pemateri pertama dan (Kanan) Wanadya Ayu Krishna Dewi, S.Psi., M.A. Pemateri kedua. foto: Dok. Panitia

Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar wicara daring membahas kesehatan mental, Sabtu (13/12/2025). Forum ini menyoroti dinamika kesejahteraan psikologis pada fase dewasa awal dalam perspektif lintas budaya.

Dua akademisi lintas negara hadir sebagai pembicara kunci untuk mengupas isu krusial tersebut. Mereka adalah Abdul Azeez E P, PhD dari Vellore Institute of Technology dan Wanadya Ayu Krishna Dewi, S.Psi., M.A. selaku Dosen Fakultas Psikologi UII.

Abdul Azeez E P, PhD dalam paparannya menyoroti bahwa emerging adulthood merupakan periode perkembangan yang unik sekaligus kritis. “Culturally constructed- not universal,” tegas Azeez merujuk pada lintasan fase kedewasaan dalam materinya.

Pasalnya, setiap individu menghadapi ekspektasi sosial dan pola hubungan orang tua yang berbeda-beda. Hal ini secara langsung mempengaruhi pembentukan identitas serta resiliensi mental seseorang saat beranjak dewasa.

Azeez lantas memaparkan definisi kesejahteraan sebagai sebuah konstruksi multidimensi yang mencakup pertumbuhan personal manusia. “Environmental mastery, and positive relations with others,” tambahnya mengutip materi presentasi yang ditampilkan.

Sementara itu, diskusi juga menyentuh berbagai faktor risiko yang kerap menghantui generasi muda saat ini. Ketidakstabilan hidup dan kurangnya dukungan sosial disebut sebagai pemicu utama munculnya kecemasan.

Kendati demikian, fase transisi ini tetap menawarkan peluang besar bagi individu untuk memperbaiki lintasan hidupnya. Kuncinya terletak pada pengembangan growth mindset dan kemampuan regulasi emosi yang mumpuni.

Peserta diajak memahami bahwa status kesehatan subjektif dan gaya hidup sehat adalah prediktor positif kesejahteraan. “All link to stronger mindset,” jelas Azeez mengenai korelasi antara kesehatan fisik dan mental.

Kegiatan ini berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari partisipan yang memadati ruang virtual Zoom. Acara ini menjadi wujud komitmen UII dalam memberikan edukasi psikologi yang relevan bagi masyarakat.

Diharapkan, wawasan lintas budaya ini dapat membantu peserta merefleksikan diri demi pertumbuhan mental yang positif. Diskusi ini sekaligus menutup rangkaian agenda akademik akhir tahun di lingkungan Fakultas Psikologi UII. (yp)

Sumpah Profesi Psikolog UII Cetak Sejarah Lulusan Perdana

Penyerahan Sertifikat Kompetensi Psikolog, Surat Tanda Registrasi dan Sertifikat Profesi oleh Dr.phil. Qurotul Uyun, S.Psi., M.Si, Psikolog selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia. foto: Yopa

Fakultas Psikologi UII mengambil sumpah 58 psikolog baru pada Jumat (19/12/2025). Acara berlangsung khidmat di Auditorium Prof. K.H. Abdul Kahar Mudzakkir, Yogyakarta.

Momen ini menjadi sejarah kelulusan perdana Program Studi Pendidikan Profesi Psikologi Program Profesi (PSP5). Lulusan tersebut terdiri dari program profesi dan magister profesi psikologi.

Wakil Rektor Prof. Dr. Jaka Nugraha mengapresiasi keberhasilan lulusan yang tepat waktu. Ia berpesan agar psikolog baru terus belajar menghadapi masalah masyarakat yang kompleks.

Ketua HIMPSI DIY Miftahun Ni’mah Suseno menyambut hangat kehadiran para kolega baru. Beliau menekankan pentingnya menjaga integritas dan kode etik profesi secara konsisten.

Rizky Sholehah sebagai wakil lulusan menyampaikan rasa syukur atas perjalanan studinya. Ia mengajak rekan sejawatnya memberikan dampak positif bagi kesehatan mental masyarakat.

Universitas juga menyampaikan belasungkawa bagi lulusan yang terdampak bencana di Sumatera. Bantuan dan perhatian khusus diberikan kepada mahasiswa dari wilayah bencana tersebut.

Acara ditutup dengan doa bersama dan sesi foto seluruh peserta kegiatan. Kegiatan ini menandai kesiapan psikolog UII melayani bangsa secara profesional. (yp)

 

 

 

 

 

FP UII Akselerasi Produksi Psikolog Klinis Hadapi Tantangan Kesehatan Mental

 

(Kiri) Prof. Drs. Subandi, M.A., Ph.D., Psikolog, (Kiri Tengah) Dr.phil. Qurotul Uyun, S.Psi., M.Si, Psikolog, (Kanan Tengah) Dr. Indria Laksmi Gamayanti, M.Si., Psikolog, Megawati Santoso, Ph.D (Kanan) Berfoto bersama setelah penandatanganan Kerja Sama (MoA) Fakultas Psikologi UII dengan Kolegium Psikologi Klinis. foto: Yopa

Fakultas Psikologi UII resmi menandatangani MoA dengan Kolegium Psikologi Klinis  Pada Kamis (18/12/2025) bertempat di Gedung Dr. Soekiman Wirdjosandjojo Lantai 1. Langkah strategis ini diambil untuk mempercepat terwujudnya lebih banyak psikolog klinis yang kompeten di Indonesia.

Upaya percepatan ini krusial untuk merespons meningkatnya permasalahan kesehatan mental di masyarakat. Dekan Fakultas Psikologi UII, Dr. Phil. Qurotul Uyun, menegaskan bahwa peran fakultas sangat strategis dalam mendukung kebutuhan nasional tersebut.

“Peran Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia UII sangat strategis dalam mendukung terwujudnya lebih banyak psikolog klinis yang kompeten untuk merespons meningkatnya permasalahan kesehatan mental di Indonesia. Sejalan dengan visi UII sebagai universitas yang mengintegrasikan keunggulan keilmuan, nilai-nilai keislaman, dan pengabdian bagi kemanusiaan, Fakultas Psikologi berkomitmen memperkuat layanan kesehatan mental melalui pendekatan yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga sistemik, kolaboratif, dan berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Qurotul Uyun.

Beliau menambahkan bahwa pendidikan profesi dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem layanan kesehatan mental. Tujuannya agar lulusan memiliki kompetensi profesional sekaligus kepekaan etik dan tanggung jawab sosial yang berakar pada nilai-nilai keislaman seperti rahmah dan integritas.

Sebagai wujud nyata, UII menjalin kemitraan dengan Puskesmas, rumah sakit, layanan kesehatan jiwa pemerintah, sekolah, pesantren, hingga komunitas. “Melalui keterlibatan langsung dalam penanganan kasus nyata, mahasiswa memperoleh pengalaman klinis yang autentik, sekaligus memungkinkan masyarakat merasakan manfaat langsung dari kehadiran layanan psikologi,” jelasnya.

Ke depan, kerja sama dengan Kolegium Psikolog Klinis juga akan meluncurkan Program Titian di Pusat Psikologi Terapan. Program ini dirancang untuk memperkuat kompetensi psikolog dalam kolaborasi interprofesional dan penanganan masalah kesehatan mental yang kompleks.

“Dengan demikian, Fakultas Psikologi UII tidak hanya berkontribusi melalui peningkatan jumlah psikolog klinis, tetapi juga melalui pendidikan psikolog klinis yang kompeten, beretika, kontekstual, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman, serta siap melayani kebutuhan nyata masyarakat Indonesia secara berkelanjutan,” tutupnya.

Agenda tersebut juga diisi dengan pembekalan oleh Megawati Santoso, Ph.D. selaku pimpinan Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) dan Dr. Indria Laksmi Gamayanti selaku ketua Kolegium Psikologi Klinis. Sesi ini menjadi persiapan bagi calon wisudawan yang akan mengikuti Pengambilan Sumpah Profesi pada Jumat (19/08/2025). (yp)

 

Sesi foto bersama peserta pembekalan sumpah profesi bersama pemateri dari Konsil Kesehatan Indonesia dan Kolegium Psikologi Klinis. foto: Yopa

 

Sebelas Mahasiswa Psikologi UII Mengikuti Kompetisi Intervarsity Student Creativity and Digital Competition (ISCDC) 2025 di Malaysia

Program Studi Psikologi Universitas Islam Indonesia kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Melalui kegiatan Intervarsity Student Creativity and Digital Competition  (ISCDC) 2025 yang diselenggarakan di Universiti Utara Malaysia pada tanggal 24 November 2025 hingga 1 Desember 2025, mahasiswa belajar untuk menuangkan pengalaman ke dalam ide kreatif dengan berbagai metode. Kegiatan ini merupakan sebuah kompetisi sekaligus forum budaya yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara di Asia Tenggara untuk mengeksplorasi peran budaya dalam membangun hubungan antarbangsa.

Kompetisi tingkat internasional ini menjadi ajang bagi mahasiswa untuk berbagi budaya masing masing melalui karya kreatif dan kolaborasi internasional. Melalui kegiatan ISCDC ini, mahasiswa diharapkan mampu memperkuat pemahaman antar budaya, meningkatkan kreativitas dalam menyampaikan pesan sosial, dan memperluas relasi akademik antar negara.

Sebelas mahasiswa Prodi S1 Psikologi berkesempatan untuk mengikuti kompetisi ISCDC 2025. Kompetisi ini terdiri dari berbagai kategori, termasuk Poster Design Competition: “Designing Harmony”, Cooking Showcase: “Taste of ASEAN”, Essay Competition: “ASEAN Identity Through Alor Setar”, dan Reels Challenge: “Faces of Friendship”. Pengalaman ini semakin berkesan karena seluruh delegasi Psikologi UII berhasil membawa pulang penghargaan kejuaraan di seluruh cabang perlombaan. Kemenangan ini dirasakan sebagai hasil dari perjalanan panjang atas kerjasama tim, kreativitas, dan keberanian dari setiap anggota delegasi.

Foto bersama delegasi Fakultas Psikologi UII dalam ajang kompetisi ISCDC 2025. foto: dok. panitia

Kegiatan ISCDC bertujuan untuk memotivasi mahasiswa dalam memahami keberagaman budaya melalui kreasi kreatif, diskusi, dan kerja sama. Bagi mahasiswa psikologi, kegiatan ini merupakan peluang untuk mengamati bagaimana budaya membentuk cara pandang, pola pikir, dan ungkapan emosi. Ini sejalan dengan konsentrasi penelitian Psikologi Sosial dan Psikologi Lintas Budaya yang mengkaji cara manusia bertindak dalam konteks sosial yang beragam.

Pihak penyelenggara ISCDC, Bapak Herman Felani, S.S., M.A., turut menyampaikan kesan dan harapannya terhadap kegiatan tahun ini. Beliau mengungkapkan bahwa ISCDC sangat berkesan karena menjadi wadah kolaborasi antar negara yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai latar budaya. Menurut beliau, kegiatan ini memberikan banyak manfaat, terutama karena mahasiswa memperoleh pengalaman global, belajar berkolaborasi, sekaligus berkompetisi secara sehat. Beliau juga berharap agar ISCDC dapat terus dilaksanakan di masa mendatang, dengan jumlah negara dan peserta yang semakin banyak serta pelaksanaan yang semakin baik. Pengalaman ini menumbuhkan pemahaman yang lebih dalam tentang keberagaman budaya dan memperluas sudut pandang sebagai mahasiswa psikologi.

Pengalaman dalam mengikuti ISCDC ini menjadi memori yang sangat berharga dalam memberikan wawasan internasional, menumbuhkan pemahaman yang lebih dalam tentang keberagaman budaya, serta memperluas sudut pandang sebagai mahasiswa psikologi. Penyelenggara ISCDC, Bapak Herman Felani, S.S., M.A. turut memberikan harapannya untuk ISCDC, “Semoga kegiatan ISCDC dapat dapat dilaksanakan lagi, kalau bisa negara negaranya ditambah makin banyak dan makin baik”. Pada masa yang mendatang, semoga semakin banyak mahasiswa Psikologi UII yang terlibat dalam kegiatan internasional demi mengharumkan nama Universitas Islam Indonesia. Dukungan serupa juga datang dari Dekan Fakultas Psikologi UII, Dr.Phil. Qurotul Uyun, S.Psi., M.Si., Psikolog yang menyampaikan bahwa kegiatan internasional ini bukan sekadar perjalanan akademik atau kunjungan luar negeri, tetapi menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk belajar beradaptasi, bertemu dengan orang baru, serta memperluas perspektif mereka. Mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk berempati dan memahami perbedaan budaya; meskipun Indonesia dan Malaysia memiliki nilai yang serupa, tetap terdapat kebiasaan dan dinamika sosial yang perlu dihormati.

Dengan capaian ini, Fakultas Psikologi UII berusaha untuk meningkatkan komitmennya untuk terus membuka peluang internasional dan kolaborasi serupa di masa mendatang. Hal ini, diupayakan untuk terus membangun lingkungan pembelajaran yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menumbuhkan kepribadian yang adaptif, tangguh, berintegritas, dan memberikan manfaat bagi sesama. (Luthfina Qurata Ainni)

Dosen Psikologi UII Bedah Isu Mental dan Hukum

Para peserta sangat antusias dan fokus dalam menyimak pemaparan para dosen pemateri. foto: Najwa Defiandra S (JJ)

Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia (UII) sukses menggelar Seminar Diseminasi Karya Dosen. Acara akademik ini bertempat di Auditorium Dr. Soekiman Wirjosandjojo Lantai 3, Jumat (5/12/2025).

Tiga dosen pakar hadir membedah isu krusial mulai dari kesehatan mental remaja hingga psikologi forensik. Diskusi mendalam ini menyoroti peran vital keluarga dan ahli profesi dalam menyelesaikan masalah sosial.

Read more

Tendik Psikologi UII Perkuat Sinergi Lewat “Satu Ruang Banyak Cerita”

Tendik dan Karyawan Fakultas Psikologi UII fokus menyimak pemaparan materi oleh Fanny Fauzy Hanifunni’am, S.Psi., M.Psi. foto: Yopa

Fakultas Psikologi (FP) dan Fakultas Ilmu Sosial Budaya (FISB) UII berkolaborasi menggelar Capacity Building bagi tenaga kependidikan (Tendik). Acara pembinaan ini berlangsung di Anaya Azana Boutique Hotel, Tawangmangu, Jawa Tengah, pada Jumat-Sabtu (28-29/11/2025). Read more

Perkuat Jejaring Internasional, Psikologi UII Kunjungi Van Lang University Vietnam

Foto bersama delegasi Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia dengan Van Lang University. (Kiri) Thobagus Moh.Nu’man, S.Psi., M.A., Psikolog, (Kiri) Dr. Nita Trimulyaningsih, S.Psi., M.Psi, Psikolog, (Tengah) Nguyễn Bảo Thanh Nghi, PhD (Dean of Faculty of Social Sciences and Humanities) (Kanan) Hazhira Qudsyi, S.Psi., M.A., (Kanan) Annisaa Miranty Nurendra, S.Psi., M.Psi. Psikolog. foto: dok. panitia

Rabu (19/11/2025). Fakultas Psikologi UII melaksanakan kunjungan resmi ke Van Lang University (VLU) Vietnam. Kunjungan ini bertujuan menjajaki kerja sama internasional antar-kedua institusi pendidikan tersebut.

Delegasi UII dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Psikologi, Dr.phil. Qurotul Uyun, S.Psi., M.Si., Psikolog. Mereka diterima hangat oleh pimpinan Faculty of Social Sciences and Humanities (FSSH) Van Lang University.

Pertemuan yang berlangsung produktif ini menyepakati tiga fokus kerja sama strategis bagi kedua pihak. Program tersebut meliputi pertukaran mahasiswa, seminar internasional, hingga pertukaran dosen dan tenaga kependidikan.

Dalam skema pertukaran mahasiswa, peserta akan mengikuti kegiatan selama 7-10 hari secara resiprokal. Sementara itu, seminar ilmiah online akan melibatkan narasumber ahli dari masing-masing fakultas.

Dr.phil. Qurotul Uyun menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah penting bagi internasionalisasi pendidikan. “Kolaborasi ini akan memperkuat internasionalisasi pendidikan psikologi di UII,” ungkapnya dalam sambutannya.

Ia berharap kerja sama ini membuka ruang belajar lintas budaya bagi seluruh civitas akademika. Pasalnya, kontribusi akademik yang bermakna sangat dibutuhkan oleh masyarakat dalam skala global.

Pihak Van Lang University turut menyambut baik inisiasi kemitraan strategis dengan Fakultas Psikologi UII. Dekan FSSH VLU, Dr. Nguyễn Bảo Thanh Nghi, menyebut UII sebagai mitra yang tepat.

“Kami percaya bahwa UII adalah mitra strategis dalam pengembangan program akademik dan mobilitas internasional,” tegasnya. Ia berharap kegiatan kolaboratif ini mampu memberi manfaat nyata bagi kedua belah pihak.

Kegiatan ini diakhiri dengan pertukaran cenderamata serta sesi foto bersama seluruh delegasi. Kendati demikian, agenda kunjungan berlanjut dengan peninjauan fasilitas akademik melalui kegiatan campus tour.

Kunjungan resmi tersebut diharapkan menjadi awal kerja sama jangka panjang bagi kedua universitas. Hal ini sekaligus memperkuat posisi Fakultas Psikologi UII dalam kancah pendidikan tinggi dunia. (yp)