Pengenalan Body Mapping dalam Prevensi Sexual Abuse pada Anak

“Akhir-akhir ini semakin marak kejahatan dan eksploitasi terhadap anak seperti kekerasan, bullying, penculikan, penjualan atau yang sering dilihat di media saat ini adalah pelecehan seksual dan pornografi anak. Oleh karenanya anak-anak perlu kita ajari cara-cara melindungi dirinya dari kekerasan tersebut sejak usia dini. Perlu dipahami bahwa tidak ada usia terlalu muda bagi seorang anak anak untuk diperkenalkan dengan upaya perlindungan diri. Idealnya, perlindungan diri mulai dikenalkan pada saat anak berusia 3-5 tahun. Hal ini diperlukan karena pada rentang usia tersebut anak mulai berinteraksi dengan dunia di luar keluarga”. Demikian kiranya pernyataan yang disampaikan Nindyah Rengganis, S.Psi  dari Early Childhood Care and Development Resource Center (ECCD RC) saat menyampaikan materi “Body Mapping : Upaya Membantu Anak Melindungi Diri dari Kekerasan” dalam kolokium yang diselenggarakan oleh Prodi Psikologi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Senin, 23 November 2015 di R. Auditorium FPSB UII. Acara dimoderatori oleh Resnia Novitasari, S.Psi., MA.

Masih menurut Rengganis bahwasanya cara menarik yang bisa digunakan untuk mengenalkan perlindungan diri kepada anak-anak adalah melalui permainan, lagu, body mapping, atau dengan metode-metode tertentu. Rengganis juga menyampaikan 7 konsep factsheets yang disusun oleh Family Planning Quensland yang perlu diberikan kepada anak dalam rangka menanamkan perlindungan dirinya, seperti harga  diri, asertivitas, kesadaran akan tubuh, memahami  bentuk-bentuk hubungan, memahami aturan tentang sentuhan, memahami perasaan yang muncul, dan mengetahui hal yang harus dilakukan jika aturan tersebut terlanggar.

Adapun metode-metode yang disampaikan kepada peserta kolokium antara lain adalah membiasakan agar anak menyadari tentang haknya, memasukan informasi tentang perlindungan diri dalam kegiatan belajar mengajar, ataupun perlindungan diri dengan melakukan body mapping atau pengenalan terhadap tubuh anak terkait bagian tubuh mana yang boleh disentuh dan yang tidak boleh disentuh oleh orang lain serta memberikan informasi yang diperlukan terkait tentang perlindungan diri, perbedaan gender, dan sebagainya.

Lantas, bagaimana jika kekerasan terhadap anak sudah terjadi?

Jika kekerasan tersebut sudah terjadi, maka Rengganis menyampaikan beberapa hal yang bisa dilakukan, yakni  memenuhi kebutuhan anak akan rasa aman dengan tidak menyalahkan korban atas hal yang sudah terjadi, menghubungi pihak yang berkompeten dalam pendampingan kasus kekerasan seperti FPK2PA  (tiap kabupaten), Rifka Annisa, Rekso Dyah Utami, dan sejenisnya, melakukan intervensi psikologis dan kejiwaan jika diperlukan, melibatkan anak dalam proses penyelesaian kasus, membangun dukungan masyarakat untuk memberikan rasa aman kepada korban dan keluarganya, ikut memantau proses hukum yang diambil dan memberi dukungan psikologis-sosial pada korban jika kasusnya masuk ke ranah hukum, serta menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran bagi seluruh masyarakat dan bukan justeru menutupi.

MAPPRO FPSB Milad ke-10

“Alhamdulillah Mappro saat ini berulang tahun yang ke 10. Saat ini perkembangan sudah sangat bagus. Mahasiswa kami saat ini sudah sangat kompetitif (dilihat dari rasio pendaftar dan penerimaan mahasiswa baru). Alhamdulillah kecepatan kelulusan juga lebih baik. Tahun ini juga ada ledakan lulusan dimana dalam satu tahun kemarin ada 61 lulusan. Semoga tahun ke depan akan semakin cepat”. Demikian ungkapan sekaligus harapan dari Ketua Program Magister Psikologi Profesi (MAPPRO) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Dr. H. Fuad Nashori, S.Psi., M.si., Psikolog dalam acara Tasyakuran Milad ke-10 Program Studi MAPPRO FPSB UII yang diselenggarakan pada hari Selasa, 17 November 2015 di Mushola Baitul Hadi FPSB UII dengan mengundang anak-anak Panti Asuhan Nurul Yasmin Yogyakarta.  

 

Adapun agenda Tasyakuran Milad X MAPPRO FPSB UII selain diisi dengan potong tumpeng dan makan bersama, juga diisi dengan siraman rohani dengan mengundang ustd. Dr. Supriyanto Pasir, S.Ag., MA sebagai pemateri. Dalam ceramahnya, ustadz yang akrab disapa Pak. Pasir ini mengajak para jamaah untuk lebih berhati-hati dalam beribadah agar terhindar dari riya’ akibat godaan syetan yang sangat halus.

Agenda milad diakhiri dengan doa bersama yang juga dipimpin langsung oleh ust. Pasir.

Dosen Psikologi Presentasikan Proposal Penelitian di Zhejiang University

Memasuki tahun ketiga kerjasama riset CRCEP (Cross-Cultural Research Collaboration and Exchange Program) antara Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) dengan Fakultas Psikologi Universitas Surabaya (Ubaya), Zhejiang University (Hangzhou), dan Zhejiang University of Technology (Hangzhou), 6 dosen dan 5 orang mahasiswa Prodi Psikologi dan juga Magister Psikologi Prfesi FPSB UII melakukan kunjungan ke Zhejiang University, 1-7 November 2015. Keenam dosen Psikologi yang dimksud adalah Nur Pratiwi Novianti, MA. Psikolog, Dr. H. Fuad Nashori, S.Psi., M.Si., Psikolog, Sumedi Priyatna Nugraha, Drs., MA., M.Ed., Ph.D, Irwan Nuryana Kurniawan, S.Psi., M.Si., Hariz Enggar Wijaya, S.Psi., M.Psi serta Indahria Sulistyarini, S.Psi., MA., Psikolog.

 

Adapun agenda yang diikuti oleh para dosen dan juga mahasiswa FPSB UII di Zhejiang University adalah mempresentasikan proposal penelitian dalam acara 2nd International Conference of Psychology in Health, Educational, Social and Organizational Setting (ICP-HESOS). “Konferensi itu memang berisi presentasi hasil penelitian dan juga proposal penelitian. Harapannya proposal penelitian yang kami sampaikan bisa mendapat respon dari dosen dan juga mahasiswa Zhejiang University untuk dilanjutkan menjadi sebuah penelitian kolaboratif yang bagus dan bisa dimuat di jurnal internasional”, ungkap Pak H. Fuad Nashori yang yang telah mempresentasikan proposal penelitian berjudl “Perbedaan Pemaafan antara Orang Indonesia (Madura) dengan orang Pakistan” dalam konferensi tersebut.   

Pak Fuad berharap agar ke depan akan semakin banyak mahasiswa yang bisa terlibat dalam kerjasama dengan luar negeri sehingga akan menjadi pengalaman internasional yang sangat berarti, karena mahasiswa akan berlatih bertemu dengan rekan-rekan dari negara dan budaya yang berbeda. Namun demikian, yang tidak kalah penting menurut Ketua Program Magister Psikologi Profesi FPSB UII tersebut adalah mempersiapkan makalah, proposal penelitia ataupun artikel yang baik. Hal itu bisa dilakukan dengan keterlibatan prodi untuk meminta para dosen mendampingi mahasiswa dalam pembuatan makalah, artikel ataupun proposal penelitian yang akan dipresentasikan.

“Saya yakin semakin kita banyak bergaul dengan orang lain dengan budaya yang berbeda akan memunculkan banyak inspirasi. Dan bai bagi para rekan-rekan dosen saya harapkan mau membuat makalah/proposal penelitian yang layak. Saya yakin mereka bisa..!”, pungkasnya.

Dua Mahasiswa FPSB Sumbang Prestasi di FJA UIN Malang 2015

Dua orang mahasiswa Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) masing-masing Fitria Hayati asal Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) dan Wafa’ asal Prodi Psikologi (Psi) bersama beberapa rekan mahassiwa asal UII lainnya berhasil menyumbangkan  medali di ajang ‘Festival Jazirah Arab (FJA) Tahun 2015’ yang digelar oleh Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, 10-14 November 2015.

Di festival bertema ‘Membumikan Nilai-nilai Bahasa dan Satra Arab menuju Indonesia Beradab’ tersebut, Wafa’ bersama Tim Debat-nya berhasil meraih juara 1 usai mengalahkan Tim Debat UNIDA Gontor di babak final. Sementara Fitria Hayati yang memang sejak awal masuk UII sangat concern terhadap karya kaligrafi (khattil Qur’an), juga  berhasil meraih juara 1 di cabang Kaligrafi.    

Adapun utusan dari UII yang juga berhasil menyumbang juara diantaranya adalah Mustofa Abdul Karim (Fakultas Ekonomi/2014) yang berhasil meraih Juara 1 pada cabang Pidato Bahasa Arab, Siti Anisa Rahmayani (Fakultas Ilmu Agama Islam/2014) Juara 1 pada cabang Puisi Bahasa Arab, serta M Salim (Fakultas Ilmu Agama Islam 2013) yang harus puas sebagai Juara 3 pada cabang Esssay Bahasa Arab. UII pun berhasil keluar sebagai Juara Umum di perhelatan FJA 2015 tersebut.

Sebagai informasi bahwa Festival Jazirah Arab merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (HMJ BSA) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dengan tujuan untuk memotivasi dan mengapresiasi mahasiswa untuk selalu berkarya dan berkarya demi kelangsungan karya seni sastra Arab.

Wakil Rektor III UII, Dr. Abdul Jamil, SH., MH mengapresiasi atas prestasi yang sudah diraih dan berharap prestasi demi prestasi lainnya akan terus diraih. Khusus kepada Tim Debat Bahasa Arab beliau berharap agar terus meningkatkan kemampuannya guna menembus event yang lebih tinggi, seperti Qatar Arabic Debating Championship dan kompetisi bergengsi lainnya.

Pentingnya Berpikir Kritis

“Globalisasi (baca: perkembangan teknologi-media) satu sisi memberikan keuntungan bagi kita, tapi di sisi lain tanpa disadari sangat merugikan jika kita menggunakannya tanpa mau berpikir kritis. Berpikir kritis harus mengedepankan kebenaran yang multi truth. Media sangat mengonstruksi nilai-nilai di masyarakat. Kalau kita tidak kritis maka kita akan ditindas oleh media. Media itu memiliki ideologi (kepentingan bisnis). Saat ini sedang terjadi peperangan yang masif dari sisi value. Para generasi kita saat ini sudah banyak yang diserang ideologinya melalui banyak sisi, seperti pornografi, narkotika, dll. Saat ini ada perperangan nilai yang tidak terasa, tapi benar-benar merusak”. Demikian pernyataan yang disampaikan oleh Zaka Akhmad (International Researcher) dalam kuliah umum bertajuk “Critical Thingking & Collaborative Learning to Engage in Global Mobility” yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Kamis, 12 November 2015 di R. Auditorium Lt.3.

Selain mengundang Zaka Akhmad untuk mengupas tuntas pentingnya berpikir kritis, acara yang juga dihadiri oleh Dekan FPSB UII, Dr.rer.nat Arief Fahmie, S.Psi., MA., Psikolog tersebut juga mengundang Karlina Denistia (LPDP Awardee) untuk membahas aplikasi berpikir positif dalam proses belajar mengajar atau “collaborative learning” agar siswa lebih mudah dalam mengingat ataupun memahami materi yang disampaikan oleh seorang guru.

Karlina menambahkan bahwa saat ini guru memang dituntut harus lebih kreatif dalam mengajar. Hal ini dikarenakan anak-anak ataupun siswa di jaman sekarang sudah sangat penuh pengetahuannya (diperoleh melalui teknologi-media informasi). “Di sini collaborative learning bisa diaplikasikan. Collaborative learning sangat efektif karena mereka berkolaborasi dalam belajar ”, ungkap Karlina.

Di sesi akhir, 6 (enam) orang mahasiswa PBI yang baru saja pulang dari PPL di Australia (periode 9) pada 2 November 2015 mendapat kesempatan untuk berbagi pengalaman. Mereka adalah Arya Arifuddin, Teguh Aiman Perdana, Endah Sri Erlyawati, Fatan, Nailis Saidah dan Ianatul Khoiriyah. Peserta tampak sangat antusias mendengarkan pengalaman PPL yang disajikan dalam bentuk video, foto-foto  dan juga paparan langsung dari para peserta PPL.

SMA Assalaam Silaturrahmi ke FPSB UII

Siswi-siswi SMA Assalaam Sukoharjo Surakarta bersilaturrahmi ke Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Rabu, 11 November 2015. Rombongan berjumlah 44 siswa dan beberapa guru pendamping disambut hangat oleh Dekan FPSB UII, Dr.rer.nat Arief Fahmi, S.Psi., MA., Psikolog bersama Tim Marcom FPSB UII.

Dalam kesempatan tersebut, rombongan mendapat informasi seputar sejarah UII, proses pendaftaran mahasiswa baru di UII, selayang pandang program studi di lingkungan di FPSB UII beserta prospek pekerjaan yang bisa didapatkan dan ditutup dengan tanya jawab.

 

Para siswa tampak sangat antusias untuk mengenal UII lebih dekat dan bahkan beberapa diantaranya sudah merencanakan untuk studi lanjut ke UII.

Laboratorium Psikologi Gelar Workshop Chronobiopsychology

Guna mempelajari atau pun mengetahui secara lebih mendalam tentang konsep chronobiopsychology atau ilmu tentang ritme tubuh manusia dalam kaitannya dengan ilmu psikologi melalui alat smardwatch dan analisis hasilnya, Laboratorium Prodi Psikologi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan workshop “Chronobiopsychology: theory, practices, data analysis”, selama 4 hari (2,3,5,6 November 2015) dengan menghadirkan Dr.rer.nat. Hans-Ullrich Balzer (Jerman) sebagai pemateri. Workshop diikuti oleh dosen Prodi Psikologi, laboran dan juga perwakilan dari Fakultas Kedokteran UII.

 

Dalam paparannya, direktur sekaligus pemilik Chronomar GmbH, Berlin, Jerman tersebut secara langsung mempraktekan cara penggunaan dan juga analisis hasil dari alat smardwatch yang memang sudah dimiliki oleh laboratorium prodi psikologi FPSB UII. Smardwatch sendiri merupakan teknologi mutakhir yang berperan untuk membantu melihat respon stres, kondisi wellbeing, kognitif, dan juga emosi seseorang dalam jangka waktu tertentu

FPSB Gelar POTMA dan IKAMA

Kaliurang (UIINews). Dalam rangka menjalin komunikasi serta silaturrahmi yang baik dengan orangtua/wali mahasiswa angkatan 2015, Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) secara khusus menyelenggarakan acara Pertemuan Orang Tua/Wali Mahasiswa atau akrab disebut sebagai POTMA, Sabtu, 31 Oktober 2015 M/18 Muharram 1437 H di GKU. Prof. Dr. Sardjito, M.Pd.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al Quran yang kemudian dilanjutkan sambutan Dekan FPSB UII, Dr.rer.nat Arief Fahmie, M.A, HRM. Usai memberikan sambutan dan selayang pandang tentang fakultas, Dekan FPSB UII juga menyosiaslisasikan adanya pembentukan pengurus Ikatan Orang Tua Mahasiswa (disingkat IKAMA). Agenda berikutnya adalah penyampaian selayang pandang tentang atmosfer akademik prodi  yang ada di FPSB UII oleh masing-masing ketua Prodi (Psikologi, Pendidikan Bahasa Inggris, Ilmu Komunikasi, Hubungan Internasional).

 

Sesi tanya jawab menjadi agenda yang cukup menarik perhatian para orangtua/wali mahasiswa. Kesempatan untuk bisa studi atau mengikuti pertukaran mahasiswa ke negara lain dan juga pemilihan jurusan/konsentrasi studi menjadi fokus perhatian dari hampir semua orangtua/wali mahasiswa yang hadir. Selain pertanyaan, dari perwakilan orangtua/wali juga mengajukan permohonan agar putera-puterinya (para mahasiswa baru) bisa mendapatkan bekal akhlakul karimah (penguatan akhlak yang baik) secara cukup disamping bekal pengetahuan dari masing-masing konsentrasi studi yang telah dipilih.

Usai menikmati sesi tanya jawab, para orangtua/wali mahasiswa mendapatkan informasi terkait sistem informasi akademik (UNISYS) khususnya akun bagi orangtua/wali mahasiswa yang disampaikan oleh staf Divisi SIM & Akademik, Faryanto. Usai acara berakhir, beberapa orangtua/wali mahasiswa berkumpul untuk membahas pembentukan pengurus IKAMA.