Prodi Psikologi Kaji Program Desa Siaga Sehat Jiwa (DSSJ)
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:8.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:107%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
Desa Siaga Sehat Jiwa (DSSJ) merupakan pengembangan dari konsep Desa Siaga yang pernah digulirkan ataupun ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 574/MENKES/SK/IV/2000. Desa Siaga sendiri merupakan gambaran masyarakat yang sadar, mau dan mampu mencegah dan mengatasi berbagai ancaman terhadap kesehatan masyarakat pada umumnya seperti kurang gizi, bencana alam, termasuk didalamnnya gangguan jiwa, dengan menafaatkan potensi masyarakat setempat secara bergotong royong. Sedangkan Desa Siagam Sehat Jiwa merupakan suatu pelayanan keperawatan kesehatan jiwa komunitas. Demikian diungkapkan oleh Herlini Utari, S.Psi., M.Psi (Psikolog Puskesmas Kalasan, Sleman, Yogyakarta) saat menyampaikan materi kolokium bidang Psikologi Klinis bertema ‘Peran Psikologi dalam Program DSSJ yang diselenggarakan oleh Prodi Psikologi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Jumat, 26 Juni 2015.
Lebih lanjut Herlina Utari menjelaskan tentang keterlibatan dan juga peran dari setiap komponen pendukung pelaksana program DSSJ, seperti keterlibatan dan peran Kader Kesehatan Jiwa (KKJ), keterlibatan dan peran tokoh masyarakat serta keterlibatan dan peran Tim Pemegang Program Jiwa Puskesmas (perawat, psikolog, dokter, bidang desa) termasuk pola rekrutmen seorang kader kesehatan jiwa. Khusus untuk Kader Kesehatan Jiwa (sifatnya sukarela) menurut Herlini Utari yang diutamakan adalah mereka yang mau. “Kadang banyak yang mampu, tapi mereka tidak mau”, ungkapnya.
Adapun ciri-ciri/perilaku seseorang dikatakan mengalami gangguan kejiwaan diantaranya ditandai dengan sedih berkepanjangan dalam waktu lama, berkurangnya kemampuan dalam berkatifitas sehari-hari (makan, minum, bersih-bersih), malas, marah-marah tanpa sebab, bicara atau tertawa sendiri, mengamuk, menyendiri, tidak mau bergaul, atau bahkan sampai dengan mencoba untuk bunuh diri.
Oleh karenanya, untuk menekan atau mencegah timbulnya penyakit ganggan kejiwaan tersebut, DSSJ melakukan serangkaian aktifitas/pelatihan pada kelompok-kelompok beresiko, seperti pada kelompok prolanis, kelompok Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular-POSBINDU PTM, kelompok masyarakat dengan kejadian bunuh diri, konseling kelompok korban KDRT, dan juga konseling pada kelompok remaja beresiko.
Sesi tanya jawab seputar DSSJ menjadi penutup kolokium.

Puasa jangan membuat kita menjadi malas dalam bekerja (beraktivitas). Puasa harus membuat kita tetap produktif (baca: bekerja dengan penuh semangat). Bekerja sebenarnya ikatannya bukan sekedar transaksional, tapi lebih kepada kekeluargaan ataupun menjalin silaturrahmi.
Program Magister Psikologi Profesi (MAPPRO) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menggelar prosesi Sumpah Profesi Psikolog untuk Periode XIV,
Ibuku sayang, ibuku bahagia. Demikian tema pertemuan rutin Ikatan Keluarga Ibu-Ibu (IKI) Universitas Islam Indonesia (UII) yang pada periode Juni 2015 ini (tepatnya 12 Juni 2015) difasilitasi oleh Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) UII dengan menghadirkan Hj. Ratna Syifa’a Rachmahana, S.Psi., M.Si., Psikolog sebagai pemateri.
Prosesi serah terima kepengurusan sendiri secara simobolik ditandai dengan penyerahan buku kas dan sejumlah uang dari saldo kepengurusan periode 2014-2015. Perlu diketahui bahwasannya FMP-PIO memang memiliki divisi usaha yang diberinama FORMASTA. Divisi ini bertugas menggali dana melalui proyek-proyek dari luar UII.
Pengurus Lembaga Dakwah Fakultas (LDF) Forum Ukhuwah dan Studi Islam (FUSI) Fakultas Psikologi (Psi)
Dua orang utusan Universitas Pattimura-Ambon secara khusus bertandang ke Program Studi Ilmu Komunikasi (Ilkom) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Rabu, 3 Juni 2015. Mereka adalah
Masih dalam rangka memberikan gambaran yang lebih riil tentang proses dan teknik berdiplomasi antar negara (multilateral) kepada mahasiswanya, Program Studi Hubungan Internasional (HI) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) secara khusus mengundang Dirjen Multilateral Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia (RI), Hasan Kleib untuk menjadi pemateri kuliah pakar ‘Diplomasi Multilateral Indonesia’ yang digelar Rabu, 3 Juni 2015 di Gedung Perpustakaan Pusat UII-Gedung Moh. Hatta
Dalam rangka mempererat ataupun menjalin silaturrahmi antar anggota keluarga (dosen dan karyawan), Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) memilih obyek wisata Gunung Bromo dan Malang sebagai tujuan wisata pada tanggal 29 Mei-1 Juni 2015. Pemilihan kedua obyek wisata tersebut merupakan hasil polling yang dilakukan pada Maret 2015 silam. Sedangkan Travel Agent Maratours berhasil memenangkan tender sebagai penyelenggara. 
