Fakultas Psikologi UII Lepas Wisudawan Sarjana Periode VI 2026

Sambutan perwakilan wisudawan oleh Hidayah Ananta Putri. Foto: Clearesta O.S., Rija A., Lutfiatul Mazidah A.E.P. (Marcomm)
Fakultas Psikologi UII menyelenggarakan pelepasan wisudawan sarjana periode VI secarakhidmat. Acara ini berlangsung di Auditorium Gedung Soekiman Wirdjosandjojo pada Sabtu(22/08/2026). Kegiatan tersebut bertujuan menyerahkan kembali lulusan kepada orang tua masing-masing.
Pasalnya, para wisudawan telah berhasil menyelesaikan studi di kampus tercinta. Mereka kini siap mengabdi sepenuhnya ke tengah masyarakat luas.
Dr. Sus Budiharto, S.Psi., M.Si., Psikolog selaku Dekan Fakultas Psikologi UII hadir memberikan sambutan yang begitu hangat. Beliau berpesan agar keilmuan psikologi harus didasari dengan kekuatan iman.
Hal ini sangat sejalan dengan nilai Islami kampus tersebut.”Ilmu psikologi harus didasari iman.” Demikian kutipan langsung dari pesan inspiratif Bapak Dekan tersebut.
Selain itu, setiap lulusan diharapkan menjadi penyembuh bagi alam semesta. Senyuman tulus menjadi langkah paling awal dalam proses penyembuhan tersebut.
Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas diri setiap saat. Sikap jujur wajib dipegang teguh oleh setiap wisudawan Psikologi UII.
Sementara itu, perwakilan wisudawan turut memberikan sambutan yang sangat mengharukan. Hidayah Ananta Putri didapuk resmi mewakili seluruh teman-teman angkatannya.
Ananta menceritakan perjuangan hebatnya berjualan mochi selama masa kuliah berlangsung. Bisnis kecilnya itu mendapat dukungan penuh dari para dosen.
“Suatu kehormatan bagi saya bisa diamanahkan dan berdiri di depan ini.” Kata-kata ini diucapkan Ananta dengan penuh rasa haru mendalam.
Kendati demikian, perjalanan hidup Ananta tidak selalu berjalan dengan mulus. Ia harus pandaibmembagi waktu antara jadwal kuliah dan bisnis.
Ia juga kehilangan sang ibu tercinta saat pertengahan masa kuliah. Kesedihan mendalam itu tidak menyurutkan semangatnya meraih gelar sarjana.
Di sisi lain, perwakilan orang tua mahasiswa juga memberikan pesan. Bapak Faturahman Gazalibberkenan naik ke atas mimbar utama.
Bapak Faturahman menyampaikan rasa terima kasih yang amat sangat mendalam. Ia bersyukurbputrinya mendapat bekal keilmuan yang sangat bermanfaat.
Beliau berprofesi sebagai hakim di sebuah lembaga resmi Pengadilan Agama. Profesi ini kerap kali menghadapi sengketa rumah tangga suami istri.
Menurut beliau, ilmu psikologi sangat penting untuk mendamaikan berbagai perselisihan. Psikologi diyakini mampu menenangkan jiwa yang sedang bergejolak hebat.
“Andai kata saya ini dahulu sarjana psikologi UII, mungkin tidak pusing-pusing menghadapi mereka itu.” Ujar Bapak Faturahman jujur di hadapan seluruh peserta acara.
Dalam acara ini, pihak fakultas memberikan penghargaan kepada lulusan terbaik. Wisudawan berprestasi akademik tingkat terbaik diraih olehSaudari Dia Sofia.
Dia Sofia sukses meraih nilai Indeks Prestasi Kumulatif sebesar 3,89. Ia merupakan putri kebanggaan langsung dari Bapak Faturahman Gazali.
Fakultas juga sangat mengapresiasi wisudawan berprestasi gemilang di kancah nasional. Saudari Fatimah Azzahra berhasil mengharumkan nama besar universitas kita.
Ia menjuarai ajang bergengsi Musabaqah Tilawatil Quran tingkat internasional. Prestasinya membuktikan keunggulan sejati mahasiswa Fakultas Psikologi UII.
Acara pelepasan ini turut diwarnai momen persembahan lagu sangat spesial. Wisudawan bernyanyi khusus untuk menghibur para keluarga yang hadir.
Fitria Nurizza Maulidah menyumbangkan suara emasnya dengan sangat indah sekali. Lagu tersebut sukses mengundang isak tangis bahagia segenap hadirin.
Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi doa bersama yang khidmat. Wakil Dekan Bidang Akademik, Riset dan Rekognisi Bapak Dr. Ahmad Rusdi, S.Psi., S.Sos.I., M.A.Si memimpin langsung sesi doa penutup tersebut.
Doa dipanjatkan untuk senantiasa memohon keberkahan ilmu para sarjana muda. Harapannya, setiap lulusan senantiasa dilindungi oleh rahmat Allah SWT.
Lulusan diharapkan mampu mengabdi sesuai dengan nilai luhur Rahmatan lil ‘Alamin. Ilmu yang didapat harus membawa kemaslahatan nyata bagi masyarakat.
Acara ini ditutup dengan proses pembagian Surat Keterangan Pendamping Ijazah. Para lulusan tertib mengambil dokumen penting di meja registrasi.
Sesi foto bersama akhirnya menjadi penutup rangkaian acara bahagia ini. Senyum ceria terus menghiasi wajah seluruh peserta kegiatan tersebut.
Seluruh civitas akademika turut merasa bangga atas pencapaian gemilang lulusan. Wisudawan Psikologi UII kini bersiap menyongsong masa depan cerah.
Bekal ilmu psikologi berbasis Islami akan menjadi senjata utama mereka. Mereka kini siap bersaing di dunia kerja secara profesional.
Kampus terus berkomitmen kuat mencetak generasi penerus bangsa yang unggul. Kualitas pendidikan selalu menjadi sasaran prioritas utama universitas ini.
Fakultas Psikologi UII sangat berharap para alumni selalu menjaga nama baik. Jalinan silaturahmi dengan kampus tercinta ini harus terus dirawat abadi.
Semoga keberkahan selalu menyertai langkah panjang para sarjana baru ini. Kiprah nyata merekadi tengah masyarakat sangat dinantikan saat ini.
Dekan UII turut membagikan pengalaman pribadinya saat memilih jalan karir. Beliau mengakui profesi dosen sebenarnya bukanlah cita-cita hidup awalnya.
Namun, beliau meyakini hal tersebut adalah ketetapan takdir jalan Allah. Ketetapan Allah pasti membawa banyak kebaikan di dunia dan akhirat.
Pesan ini turut memotivasi lulusan yang masih mencari peluang pekerjaan. Kesabaran selalu menjadi kunci utama dalam menghadapi setiap bentuk ujian.
Lulusan diminta jangan putus asa saat menghadapi penolakan dunia kerja. Segala kesulitan hidup pasti akan membuahkan hasil manis kelak.
Selain itu, semangat pantang menyerah harus tertanam di dada wisudawan. Mahasiswa sudah dilatih menghadapi berbagai tantangan selama kuliah berlangsung.
Kebersamaan selama empat tahun kuliah turut menorehkan kenangan sangat indah. Lingkungan suportif sangat membantu mahasiswa melewati masa sulit perkuliahan.
“Tarik napas sejenak, inhale, exhale.” Demikian ucapan Ananta saat mencoba menenangkan haru di mimbar.
Teknik relaksasi pernapasan tersebut merupakan bekal ilmu dasar psikologi praktis. Mahasiswa kerap mempraktikkannya untuk mengelola kondisi emosi diri sendiri.
Fakultas Psikologi UII memang serius membekali keterampilan nyata bagi mahasiswa. Ilmu tersebut sangat relevan digunakan untuk kebutuhan hidup harian.
Para pimpinan fakultas juga tampak kompak hadir mendampingi Bapak Dekan. Mereka memberikan dukungan moral yang penuh kepada para sarjana muda.
Kehadiran para orang tua menambah kesakralan prosesi pelepasan sarjana ini. Dukungan keluarga adalah pilar paling penting bagi kesuksesan para mahasiswa.
Perwakilan orang tua sangat menyadari beratnya perjuangan para dosen pengajar. Mereka memohonkan maaf tulus atas segala khilaf dari anak-anaknya.
Doa restu orang tua turut menyempurnakan kebahagiaan para wisudawan hari ini. Momen pelukan hangat mengiringi linangan air mata bahagia keluarga.
Lulusan kini secara resmi menyandang gelar kehormatan sarjana psikologi penuh. Tanggung jawab sosial yang besar kini telah menanti mereka.
Wisudawan sarjana ini adalah calon agen perubahan unggul di masyarakat. Kontribusi positif mereka akan selalu dinantikan oleh bangsa Indonesia.








