Psikologi UII Terima Kunjungan Studi Universitas Al Azhar Indonesia

Suasana diskusi tentang penerapan dan pengembangan kurikulum Program Studi Psikologi, Pelaksanaan proses pembelajaran, Pelaksanaan kegiatan praktikum dan pengelolaan laboratorium psikologi, Pengelolaan serta pengembangan fasilitas laboratorium dan sarana pendukung pembelajaran, antara Delegasi FPP UAI bersama delegasi Fakultas Psikologi UII. (Foto: Fakhrian N.H./Marcomm)
Fakultas Psikologi UII menerima kunjungan studi banding dari Fakultas Psikologi dan Pendidikan Universitas Al Azhar Indonesia (FPP-UAI) di Depok. Kunjungan ini berlangsung lancar pada Kamis(03/09/2026) untuk membahas integrasi keilmuan. Diskusi tersebut fokus pada kurikulum pendidikan dan pengelolaan laboratorium psikologi Islam.
Rombongan FPP UAI diwakili oleh Kaprodi Psikologi Liana Mailani, S. Psi., M.A. dan Direktur Akademik Dr. Radhiya Bustan, M. Soc., Sc., Psikolog. Mereka disambut hangat oleh jajaran pimpinan dan dosen Fakultas Psikologi UII.
Kaprodi Psikologi UAI Liana menyampaikan tujuan utama kedatangan mereka ke kampus ini. “Sebenarnya kami ingin banyak belajar dari UII terkait kurikulum, laboratorium,” tuturnya menjelaskan.
Kunjungan ini sangat penting untuk pengembangan keilmuan psikologi berlandaskan nilai Islam. Pasalnya, integrasi agama dan sains dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.
Pemahaman keislaman ini terus didorong kepada seluruh pendidik secara perlahan.
UII telah lama menjadi pionir dalam penerapan keilmuan psikologi Islam. Hal ini memotivasi institusi pendidikan lain untuk turut mengembangkan konsep serupa.
Kendati demikian, penerapan kurikulum khas ini bukan tanpa hambatan di lapangan. Salah satu tantangannya adalah penyiapan sumber daya manusia yang benar-benar kompeten.
Fakultas Psikologi UII memiliki strategi khusus untuk mengatasi kendala krusial tersebut. Mereka mengadakan program pengajian rutin guna membekali para tenaga pendidik internal.
Pendekatan kolaboratif ini sukses meningkatkan rasa percaya diri para dosen muda. Sementara itu, mereka juga diajak menulis buku bunga rampai secara bersama.
Upaya berkelanjutan ini mewujudkan nilai Rahmatan lil Alamin dalam lingkungan akademik. Sistem pembelajaran menjadi jauh lebih inklusif dan ramah bagi semua kalangan.
Selain itu, Fakultas Psikologi UII juga membagikan pengalaman evaluasi sistem kurikulumnya. Saat ini mereka sedang menyempurnakan implementasi konsep Outcome Based Education (OBE).
Sistem OBE menuntut pengukuran capaian pembelajaran yang sangat detail dan presisi. Fakultas terus melakukan pembaruan kurikulum agar senantiasa relevan dengan kebutuhan zaman.
Di sisi lain, pembahasan hangat juga menyentuh topik pengelolaan laboratorium praktik. Pihak UAI ingin mengetahui standar penyelenggaraan praktikum alat tes diagnostik psikologi.
Mahasiswa sarjana di kampus ini dilatih menggunakan berbagai instrumen asesmen penting. Mereka praktik langsung mengadministrasikan tes inteligensi hingga alat tes kepribadian dasar.
Praktikum laboratorium ini sifatnya wajib dan sangat menentukan status kelulusan mahasiswa. Setiap kelompok kecil didampingi oleh satu asisten praktikum yang sudah berpengalaman.
Model pengajaran ini membekali seluruh lulusan dengan standar kompetensi yang kuat. Alumni terbukti menjadi lebih siap ketika memasuki jenjang pendidikan profesi psikolog.
Kebijakan akademik nasional terkait program MBKM juga sempat menjadi bahan diskusi. Pengelola program studi sangat berhati-hati dalam mengonversi nilai kegiatan magang eksternal.
Mereka tentu tidak ingin kompetensi inti para mahasiswa hilang begitu saja. Oleh karena itu, konversi nilai hanya diberlakukan khusus untuk mata kuliah pilihan.
Pertemuan studi banding kedua institusi ini berlangsung hangat dan sangat kekeluargaan. Diskusi dua arah tersebut memberikan banyak wawasan segar bagi kedua belah pihak.
Delegasi UAI berencana segera mengadopsi beberapa program unggulan dari kampus ini. Salah satunya adalah skema pelibatan dosen agama dalam kelas mata kuliah umum.
Langkah kolaborasi lintas prodi dinilai sangat efektif guna mempercepat integrasi keilmuan. Para dosen dipastikan akan saling melengkapi ragam perspektif dalam proses mengajar.
Pihak tuan rumah menyambut baik rencana progresif pengembangan kurikulum UAI tersebut. Mereka selalu terbuka luas untuk menjalin kerja sama strategis di masa depan.
Kegiatan sarat ilmu ini akhirnya ditutup dengan sesi ramah tamah bersama. Sinergi positif institusi pendidikan Islam diharapkan semakin kuat setelah pertemuan ini.
Pengembangan ilmu pengetahuan berbasis Islam memang membutuhkan komitmen solid banyak pihak. Jejaring kampus muslim nasional memegang peran vital dalam mewujudkan cita-cita tersebut.
Berbagai inovasi pendidikan tinggi harus terus didorong demi melahirkan generasi unggul. Mahasiswa masa depan dituntut cerdas secara akademik sekaligus teguh fondasi spiritualnya.
Kampus ini sukses membuktikan bahwa ajaran agama dan sains bisa bersinergi harmonis. Fakta keberhasilan ini menjadi inspirasi berharga bagi seluruh perguruan tinggi Indonesia.

Delegasi Prodi Psikologi Fakultas Psikologi dan Pendidikan, Universitas Al-Azhar Indonesia. (Foto: Fakhrian/Marcomm)



































