Tag Archive for: Fakultas Psikologi UII

Psikologi UII Terima Kunjungan Studi Universitas Al Azhar Indonesia

Suasana diskusi tentang penerapan dan pengembangan kurikulum Program Studi Psikologi, Pelaksanaan proses pembelajaran, Pelaksanaan kegiatan praktikum dan pengelolaan laboratorium psikologi, Pengelolaan serta pengembangan fasilitas laboratorium dan sarana pendukung pembelajaran, antara Delegasi FPP UAI bersama delegasi Fakultas Psikologi UII. (Foto: Fakhrian N.H./Marcomm)

 

 

Fakultas Psikologi UII menerima kunjungan studi banding dari Fakultas Psikologi dan Pendidikan Universitas Al Azhar Indonesia (FPP-UAI) di Depok. Kunjungan ini berlangsung lancar pada Kamis(03/09/2026) untuk membahas integrasi keilmuan. Diskusi tersebut fokus pada kurikulum pendidikan dan pengelolaan laboratorium psikologi Islam.

Rombongan FPP UAI diwakili oleh Kaprodi Psikologi Liana Mailani, S. Psi., M.A. dan Direktur Akademik Dr. Radhiya Bustan, M. Soc., Sc., Psikolog. Mereka disambut hangat oleh jajaran pimpinan dan dosen Fakultas Psikologi UII.

Kaprodi Psikologi UAI Liana menyampaikan tujuan utama kedatangan mereka ke kampus ini. “Sebenarnya kami ingin banyak belajar dari UII terkait kurikulum, laboratorium,” tuturnya menjelaskan.

Kunjungan ini sangat penting untuk pengembangan keilmuan psikologi berlandaskan nilai Islam. Pasalnya, integrasi agama dan sains dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

Pemahaman keislaman ini terus didorong kepada seluruh pendidik secara perlahan.

UII telah lama menjadi pionir dalam penerapan keilmuan psikologi Islam. Hal ini memotivasi institusi pendidikan lain untuk turut mengembangkan konsep serupa.

Kendati demikian, penerapan kurikulum khas ini bukan tanpa hambatan di lapangan. Salah satu tantangannya adalah penyiapan sumber daya manusia yang benar-benar kompeten.

Fakultas Psikologi UII memiliki strategi khusus untuk mengatasi kendala krusial tersebut. Mereka mengadakan program pengajian rutin guna membekali para tenaga pendidik internal.

Pendekatan kolaboratif ini sukses meningkatkan rasa percaya diri para dosen muda. Sementara itu, mereka juga diajak menulis buku bunga rampai secara bersama.

Upaya berkelanjutan ini mewujudkan nilai Rahmatan lil Alamin dalam lingkungan akademik. Sistem pembelajaran menjadi jauh lebih inklusif dan ramah bagi semua kalangan.

Selain itu, Fakultas Psikologi UII juga membagikan pengalaman evaluasi sistem kurikulumnya. Saat ini mereka sedang menyempurnakan implementasi konsep Outcome Based Education (OBE).

Sistem OBE menuntut pengukuran capaian pembelajaran yang sangat detail dan presisi. Fakultas terus melakukan pembaruan kurikulum agar senantiasa relevan dengan kebutuhan zaman.

Di sisi lain, pembahasan hangat juga menyentuh topik pengelolaan laboratorium praktik. Pihak UAI ingin mengetahui standar penyelenggaraan praktikum alat tes diagnostik psikologi.

Mahasiswa sarjana di kampus ini dilatih menggunakan berbagai instrumen asesmen penting. Mereka praktik langsung mengadministrasikan tes inteligensi hingga alat tes kepribadian dasar.

Praktikum laboratorium ini sifatnya wajib dan sangat menentukan status kelulusan mahasiswa. Setiap kelompok kecil didampingi oleh satu asisten praktikum yang sudah berpengalaman.

Model pengajaran ini membekali seluruh lulusan dengan standar kompetensi yang kuat. Alumni terbukti menjadi lebih siap ketika memasuki jenjang pendidikan profesi psikolog.

Kebijakan akademik nasional terkait program MBKM juga sempat menjadi bahan diskusi. Pengelola program studi sangat berhati-hati dalam mengonversi nilai kegiatan magang eksternal.

Mereka tentu tidak ingin kompetensi inti para mahasiswa hilang begitu saja. Oleh karena itu, konversi nilai hanya diberlakukan khusus untuk mata kuliah pilihan.

Pertemuan studi banding kedua institusi ini berlangsung hangat dan sangat kekeluargaan. Diskusi dua arah tersebut memberikan banyak wawasan segar bagi kedua belah pihak.

Delegasi UAI berencana segera mengadopsi beberapa program unggulan dari kampus ini. Salah satunya adalah skema pelibatan dosen agama dalam kelas mata kuliah umum.

Langkah kolaborasi lintas prodi dinilai sangat efektif guna mempercepat integrasi keilmuan. Para dosen dipastikan akan saling melengkapi ragam perspektif dalam proses mengajar.

Pihak tuan rumah menyambut baik rencana progresif pengembangan kurikulum UAI tersebut. Mereka selalu terbuka luas untuk menjalin kerja sama strategis di masa depan.

Kegiatan sarat ilmu ini akhirnya ditutup dengan sesi ramah tamah bersama. Sinergi positif institusi pendidikan Islam diharapkan semakin kuat setelah pertemuan ini.

Pengembangan ilmu pengetahuan berbasis Islam memang membutuhkan komitmen solid banyak pihak. Jejaring kampus muslim nasional memegang peran vital dalam mewujudkan cita-cita tersebut.

Berbagai inovasi pendidikan tinggi harus terus didorong demi melahirkan generasi unggul. Mahasiswa masa depan dituntut cerdas secara akademik sekaligus teguh fondasi spiritualnya.

Kampus ini sukses membuktikan bahwa ajaran agama dan sains bisa bersinergi harmonis. Fakta keberhasilan ini menjadi inspirasi berharga bagi seluruh perguruan tinggi Indonesia.

Delegasi Prodi Psikologi Fakultas Psikologi dan Pendidikan, Universitas Al-Azhar Indonesia. (Foto: Fakhrian/Marcomm)

Fakultas Psikologi UII Gelar Silaturahmi IKI UII

Dr. phil. Qurotul Uyun, S.Psi., M.Si., Psikolog, menyampaikan materi bertajuk “Ibu Tangguh & Bahagia” dalam kegiatan Pertemuan Keluarga Besar Ikatan Keluarga Ibu-Ibu Universitas Islam Indonesia (IKI-UII) yang digelar pada Jumat, 21 Agustus 2026. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Qurotul Uyun mengajak para peserta untuk membangun ketangguhan diri dan kebahagiaan sebagai bagian penting dalam menjalankan peran di keluarga maupun lingkungan sosial. (Foto: Fakhrian & Nisa/Marcomm)

Fakultas Psikologi UII menggelar silaturahmi IKI UII guna mengedukasi keluarga pada Jumat(21/08/2026). Acara ini berlangsung edukatif di Gedung Kuliah Umum Prof. Dr. Sardjito.

Kegiatan rutin tahunan ini dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Anggota Ikatan Keluarga Ibu-Ibu UII tampak memadati ruangan tersebut.

Fakultas Psikologi UII bertindak sebagai tuan rumah penyelenggara. Agenda utama ini mengusung tema kesehatan mental keluarga.

Topik utamanya adalah mewujudkan sosok ibu tangguh dan bahagia. Dr.phil. Qurotul Uyun, S.Psi., M.Si, Psikolog hadir langsung sebagai pemateri utama.

Ibu Ragilia Lutfiatin selaku penyelenggara memberikan sambutan hangat. Beliau menekankan pentingnya silaturahmi untuk melapangkan pintu rezeki.

Ketua IKI UII, Ibu Sri Wahyuningsih, turut memberikan arahan. Beliau mengapresiasi upaya Fakultas Psikologi UII dalam acara ini.

Acara diawali dengan layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis. Peserta juga dihibur oleh penampilan Hadroh IKI UII.

Pasalnya, kesehatan fisik sangat berpengaruh pada kondisi psikologis ibu. Pemeriksaan ini dibantu oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran UII.

Panitia membatasi kuota pemeriksaan kesehatan hanya untuk seratus orang. Hal ini menyesuaikan ketersediaan waktu dan tenaga medis.

Sementara itu, tim Psikologi Profesi memandu sesi ice breaking. Peserta diajak bernyanyi bersama agar suasana menjadi lebih cair.

Lagu kebangsaan Indonesia Raya dinyanyikan dengan penuh semangat. Himne UII juga turut berkumandang merdu di dalam ruangan.

Pembacaan ayat suci Al Quran menambah keberkahan acara ini. Suasana ruangan seketika menjadi sangat tenang dan damai.

Sesi inti dipandu oleh moderator Ibu Dian Febriany Putri, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Diskusi berjalan interaktif membahas dinamika emosi ibu sehari-hari.

Dr. Qurotul Uyun menjelaskan bahaya fenomena butterfly effect. Emosi negatif sekecil apapun bisa merusak suasana rumah.

Beliau memaparkan bahwa ibu tidak dituntut menjadi sosok sempurna. Ibu berhak merasa sedih atau kecewa dalam batas wajar.

“Jadi, ibu itu adalah pusat energi dalam hidup.”. Demikian kutipan langsung dari penjelasan Dr. Qurotul Uyun.

Kendati demikian, emosi negatif tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Pendekatan spiritual seperti memperbanyak istighfar dinilai sangat ampuh.

Selain itu, waktu istirahat sejenak juga sangat penting. Hal ini membantu ibu merefleksikan diri dengan jernih.

Di sisi lain, ibu harus mampu menerima ketetapan Allah. Sikap ikhlas akan menghadirkan rasa kebahagiaan yang otentik.

Peserta tampak antusias merespons materi yang sangat relevan ini. Banyak ibu yang menyadari pentingnya mengelola rasa amarah.

Panitia membagikan berbagai doorprize pada sesi tanya jawab. Peserta yang beruntung menerima hadiah dengan sangat bahagia.

Moderator Dian Febriany memberikan simpulan yang menyentuh hati. Beliau mengingatkan para ibu untuk senantiasa merawat dirinya.

“Karena ketika seorang ibu belajar merawat dirinya bukan berarti dia sedang mengurangi cintanya kepada keluarga.”. Pesan indah tersebut menutup sesi inti acara ini.

Tim Psikologi Profesi kembali memandu sesi relaksasi ringan. Langkah ini efektif meregangkan otot setelah duduk lama.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi hikmah ibadah haji. Ibu Wanadya Ayu Krishna Dewi, S.Psi., M.A. bertugas membagikan pengalaman berharga tersebut.

Sesi ini bertujuan mempertebal keimanan anggota IKI UII. Ilmu tersebut diharapkan dapat diaplikasikan di rumah masing-masing.

Fakultas Psikologi UII sukses memfasilitasi kebutuhan edukasi ini. Pertemuan IKI UII ini berlangsung lancar hingga siang.

Acara ini sangat sejalan dengan nilai Rahmatan lil Alamin. Edukasi ini membawa kemaslahatan bagi keluarga besar UII.

Kehadiran Fakultas Psikologi UII memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Khususnya dalam upaya mencetak keluarga yang sehat mental.

Acara silaturahmi ini akhirnya ditutup dengan doa bersama khusyuk. Pertemuan rutin sukses mempererat ukhuwah islamiyah antar anggota.

Semoga kegiatan positif semacam ini dapat rutin diselenggarakan. Fakultas Psikologi UII siap terus berkontribusi bagi umat.

Ilmu psikologi aplikatif ini terbukti sangat diminati masyarakat awam. Pesan moral tersampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami.

Ibu yang bahagia akan melahirkan generasi masa depan cemerlang. Lingkungan keluarga menjadi fondasi utama pembentukan karakter anak.

Wanadya Ayu Krishna Dewi, S.Psi., M.A., menyampaikan materi bertajuk “Makna dan Hikmah Haji” dalam kegiatan Pertemuan Keluarga Besar Ikatan Keluarga Ibu-Ibu Universitas Islam Indonesia (IKI-UII), Jumat, 21 Agustus 2026. Dalam sesi tersebut, Wanadya mengajak peserta untuk memahami ibadah haji tidak hanya sebagai rangkaian ritual keagamaan, tetapi juga sebagai perjalanan spiritual yang sarat makna dan hikmah bagi kehidupan.

Fakultas Psikologi UII Hadir dalam Kegiatan Promosi “UII Corner”

PIC Booth UII Corner sedang melayani customer yang membutuhkan informasi terkait penerimaan mahasiswa baru UII 2026. Foto: Shatrani Zareeva M.A. (Marcomm)

 

 

Fakultas Psikologi UII menghadirkan layanan informasi publik di Pintu Selatan Stasiun Tugu Yogyakarta. Kegiatan konsultasi promosi kampus ini berlangsung pada Jumat (24/07/2026) pukul 15.00 hingga 21.00 WIB.

Penyelenggaraan booth UII Corner ini diinisiasi oleh Direktorat Pemasaran Universitas Islam Indonesia. Program ini bertujuan memperkuat promosi Penerimaan Mahasiswa Baru tahun akademik 2026/2027.

Direktorat Pemasaran memohon dukungan setiap fakultas untuk mengirimkan delegasi marketing communication (Marcomm). Fakultas Psikologi UII menugaskan staf terbaiknya untuk mengisi jadwal piket tersebut.

Staf Public Relation and Media (PRM) Marcomm ditunjuk mewakili fakultas pada kesempatan tersebut. Shatrani Zareeva Maryam Akbar bertugas memberikan pelayanan konsultasi sepanjang shift sore hingga malam.

Zeva mengungkapkan rasa bahagianya dapat mewakili unit Marcomm Fakultas Psikologi UII secara langsung. “Saya sangat senang dan bersyukur bisa mendapatkan kesempatan untuk mewakili Marcomm Fakultas Psikologi di booth UII Corner, karena disana saya dapat membantu langsung para pengunjung yang datang ke booth untuk mengenal UII atau pun Fakultas Psikologi secara lebih dekat.”

Lokasi booth di Pintu Selatan stasiun sangat strategis dan memiliki aksesibilitas tinggi. Tempat ini menjadi pintu keluar utama bagi para penumpang kereta api di Yogyakarta.

Suasana stasiun terpantau cukup padat oleh arus penumpang dan wisatawan lokal. Kendati demikian, interaksi dengan pengunjung semakin meningkat signifikan pada waktu malam hari.

Zeva menjelaskan kondisi lapangan saat menyapa para wisatawan dan calon mahasiswa. “Suasana pada jam tersebut cukup ramai terutama dengan booth UII yang berlokasi tepat di Pintu Selatan stasiun yang merupakan satu-satunya akses keluar para pengunjung kota Yogyakarta, namun untuk antusiasme pengunjung yang datang ke booth terasa lebih banyak ketika sudah memasuki malam hari.”

Para pengunjung mengajukan beragam pertanyaan penting terkait proses admisi program studi. Topik daya tampung serta kuota penerimaan mahasiswa baru menjadi pertanyaan yang sering diajukan.

Beberapa pengunjung membagikan kisah perjuangan mereka dalam mengikuti rangkaian tes masuk. Selain itu, ketersediaan jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) juga menjadi pusat perhatian.

Kehadiran booth konsultasi ini mempermudah masyarakat mengakses informasi pendidikan tinggi yang akurat. Langkah ini mempertegas komitmen UII dalam menghadirkan layanan publik yang inklusif.

Pelayanan informasi disajikan dengan semangat edukatif yang berlandaskan nilai-nilai keislaman luhur. Pendekatan ini mencerminkan misi UII dalam membawa kemaslahatan Rahmatan lil ‘Alamin bagi masyarakat.

Koordinator pemasaran fakultas memastikan kesiapan materi promosi dan konsultasi bagi setiap pengunjung. Kehadiran delegasi terbukti memberikan dampak positif bagi reputasi kelembagaan Fakultas Psikologi UII.

Konsultasi tatap muka membantu calon mahasiswa memahami iklim akademik di lingkungan kampus. Masyarakat memperoleh gambaran utuh mengenai kurikulum dan fasilitas unggulan yang tersedia.

Kolaborasi antar unit di lingkungan universitas mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan promosi. Sinergi ini memperkuat positioning UII sebagai perguruan tinggi swasta terkemuka di Indonesia.

Zeva mengajak calon mahasiswa bertumbuh bersama melalui ilmu psikologi di UII. “Bagi para calon mahasiswa yang memiliki ketertarikan untuk bergabung menjadi bagian dari Fakultas Psikologi UII, kami mengajak Anda untuk menjadikan perguruan tinggi sebagai perjalanan bertumbuh dan bermakna melalui ilmu psikologi.”

Ia berharap para calon mahasiswa menemukan lingkungan belajar yang mendukung pengembangan diri. “Kami berharap Anda dapat memilih dengan penuh pertimbangan untuk menemukan lingkungan belajar yang dapat mendukung setiap pribadi menjadi versi terbaik dirinya sendiri.”

Serunya Pengalaman Sehari Menjadi Mahasiswa Psikologi UII

Siswa sangat antusias mengikuti kegiatan simulasi sehari menjadi mahasiswa Psikologi UII. Foto: Rian (Marcomm)

 

 

Sebanyak 180 siswa SMA merasakan langsung pengalaman kuliah pada Rabu (3/6/2026). Mereka mengikuti program promosi “Sehari Menjadi Mahasiswa UII” di Kampus Terpadu.

Acara bertema “Desain Versi Terbaikmu” ini mengenalkan kehidupan kampus secara interaktif. Pasalnya, calon mahasiswa membutuhkan referensi utuh sebelum memilih perguruan tinggi idaman.

Fakultas Psikologi (FP) UII turut berpartisipasi menyambut hangat para pelajar tersebut. Siswa diajak berkeliling melihat fasilitas unggulan dan mencoba kelas interaktif fakultas.

Sementara itu, peserta juga melakukan simulasi perkuliahan layaknya mahasiswa sungguhan. Mereka menerima replika Kartu Tanda Mahasiswa untuk menyelesaikan berbagai misi akademik.

Sehari Menjadi Mahasiswa UII dirancang sebagai bagian dari kampanye I’m UII,” ungkap perwakilan penyelenggara. Kendati demikian, kegiatan ini juga menghadirkan gelar wicara bersama dosen inspiratif.

Program inovatif ini diharapkan mampu memberikan kesan positif bagi para pelajar. Dengan begitu, mereka semakin mantap melanjutkan pendidikan tinggi di kampus UII.

Para siswa mengikuti instruksi yang diberikan oleh pemateri kelas interaktif yang disampaikan oleh staf Marcomm FP UII. Foto: rian (Marcomm FP UII)

 

 

 

Kelima Pimpinan baru Universitas Islam Indonesia berfoto bersama dalam acara Pelantikan Rektor dan Wakil Rektor UII Periode 2026-2030

Sah! Prof Hari Purnomo Resmi Dilantik Jadi Rektor UII 2026-2030

Kelima Pimpinan baru Universitas Islam Indonesia berfoto bersama dalam acara Pelantikan Rektor dan Wakil Rektor UII Periode 2026-2030

Kelima Pimpinan baru Universitas Islam Indonesia berfoto bersama dalam acara Pelantikan Rektor dan Wakil Rektor UII Periode 2026-2030. Foto: SS via youtube @UIIYogyakarta

 

 

Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., ASEAN Eng. resmi menjabat sebagai Rektor Universitas Islam Indonesia (UII). Pelantikan khidmat ini berlangsung di kampus UII pada Kamis (4/6/2026).

Prosesi pengukuhan ini dihadiri oleh ratusan sivitas akademika dan tamu undangan daerah. Acara sakral tersebut menandai estafet kepemimpinan baru di lingkungan kampus.

Sementara itu, empat wakil rektor turut ditetapkan guna mendampingi Prof. Hari memimpin UII. Prof. Riyanto, S.Pd., M.Si., Ph.D. dipercaya sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik, Rekognisi, Riset, Inovasi, dan Kewirausahaan.

Prof. Rifqi Muhammad, S.E., M.Sc., Ph.D. menjabat Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Keberlanjutan. Dr. Nurjihad mengemban amanah sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Keislaman, dan Kealumnian.

Terakhir, Prof. Ir. Eko Siswoyo, S.T., M.Sc.ES., Ph.D., IPU. menjadi Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Admisi, dan Komunikasi Strategis. Pasalnya, tantangan pendidikan tinggi masa kini menuntut kolaborasi kuat antar pimpinan dalam universitas.

Dalam pidato perdananya, Prof. Hari Purnomo menyampaikan komitmennya kepada seluruh hadirin. “Sebuah kehormatan besar yang di dalamnya terkandung tanggung jawab yang tidak ringan,” ujarnya.

Pasalnya, tantangan pendidikan tinggi masa kini menuntut adaptasi dan inovasi yang cepat. Beliau menegaskan pentingnya membangun ekosistem akademik yang visioner dan berkarakter.

Sementara itu, kolaborasi antar fakultas dan mitra eksternal menjadi kunci utama kemajuan pendidikan. Sinergi lintas disiplin ini akan terus dipacu guna menjawab dinamika persoalan publik.

Kendati demikian, nilai keislaman tetap menjadi landasan utama dalam setiap langkah institusi. Rektor baru berharap semua pihak bersatu memajukan kampus dan peradaban bangsa.

Rektor baru menyadari jabatannya merupakan tanggung jawab besar yang harus diemban dengan baik. “Kehormatan ini bukan hanya saya pandang sebagai pencapaian pribadi,” ungkap Prof. Hari.

Kendati demikian, beliau melihat jabatan tersebut sebagai titipan yang menuntut pengabdian tulus. “Kepercayaan ini tidak akan pernah kami sia-siakan,” tegasnya di hadapan para tamu undangan.

Seluruh tamu undangan langsung memberikan ucapan selamat seusai prosesi pelantikan berakhir. Rektor baru kini bersiap menjalankan amanah demi menciptakan sistem pendidikan bermutu tinggi. (yp)

Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., ASEAN Eng. (Rektor UII 2026-2030)

Prof. Riyanto, S.Pd., M.Si., Ph.D. (Wakil Rektor Bidang Akademik, Rekognisi, Riset, Inovasi, dan Kewirausahaan UII 2026-2030)

Prof. Rifqi Muhammad, S.E., M.Sc., Ph.D. (Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Keberlanjutan UII 2026-2030)

Dr. Nurjihad, S.H., M.H. (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Keislaman, dan Kealumnian UII 2026-2030)

Prof. Ir. Eko Siswoyo, S.T., M.Sc.ES., Ph.D., IPU. (Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Admisi, dan Komunikasi Strategis UII 2026-2030)

 

Prof Suleyman Derin Ungkap Dua Dimensi Psikologi

Mahasiswa menyimak pemaparan materi oleh Prof. Dr. Suleyman Derin dari Marmara University, Istanbul, Turki. Foto: Surya

 

 

Fakultas Psikologi UII mengkaji pemikiran Al-Ghazali bersama Prof. Suleyman Derin pada Jumat (22/5/2026). Kuliah tamu di Auditorium Dr. Soekiman Wirjosandjojo ini bertujuan memadukan sains dengan nilai Islam.

Kegiatan akademik ini merupakan wujud implementasi visi dan nilai keislaman di lingkungan fakultas. Pasalnya, kajian psikologi Islam terus dikembangkan agar mampu menjawab tantangan masyarakat modern.

Dalam paparannya, Profesor asal Marmara University ini menyoroti keterbatasan teori psikologi modern. Ia menilai pendekatan Barat kerap melupakan aspek fundamental manusia yang berupa jiwa.

Konsep Islam justru menawarkan keseimbangan hidup yang utuh antara dunia dan dimensi ketuhanan. Islamic psychology has two dimensions vertical as well as horizontal but modern psychology is only horizontal,” tegasnya.

Sementara itu, pimpinan fakultas sangat menyambut baik diskusi ilmiah yang mendalam ini. Mahasiswa diharapkan mengeksplorasi ilmu perilaku dengan tetap berpegang teguh pada spiritualitas.

Kendati demikian, disiplin keilmuan psikologi Islam tidak lantas mengabaikan pembuktian empiris. In Islamic psychology, the truth lies in your heart,” pungkas Prof Derin.(yp)

Fakultas Psikologi UII Gelar Workshop Hibah Eksternal

(kiri) Dr. Faraz, S.I.P., M.M selaku moderator acara dan (kanan) Prof. Dr. Subhan Afifi. M.Si selaku pemateri dalam kegiatan Workshop Hibah Eksternal Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia

 

Fakultas Psikologi UII menggelar Workshop Hibah Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat di Gedung Soekiman Wirjosandjojo, Kamis (21/5/2026). Acara ini diikuti 27 dosen untuk meningkatkan kemampuan meraih pendanaan riset secara kompetitif.

Prof. Subhan Afifi hadir sebagai pemateri utama dalam lokakarya tersebut. Dr. Faraz turut memandu jalannya sesi ini sebagai moderator acara.

Pasalnya, banyak dosen masih menemui kendala saat menyusun draf proposal. Hambatan ini meliputi pemahaman skema hibah hingga strategi memenuhi indikator penilaian.

Tiga pakar internal kampus juga diundang membagikan pengalaman sukses mereka. Mereka adalah Irwan Nuryana, Dr. Emi Zulaifah, dan Dr. Fuad Nashori.

Sementara itu, kegiatan ini bertujuan memicu semangat kolaborasi antar akademisi. Para dosen diharapkan makin aktif mengirimkan ajuan dana ke lembaga penyantun.

“Kebaruan (Novelty) penting untuk dinyatakan dalam proposal.” Hal itu dikemukakan Prof. Subhan saat menjelaskan trik memperkuat klaim ide penelitian.

Kendati demikian, pencapaian luar biasa tetap membutuhkan proses yang berkelanjutan. Peningkatan jumlah usulan lolos dana akan mendongkrak capaian kinerja perguruan tinggi. (yp)

(kiri) Dr. Sus Budiharto, S.Psi., M.Si., Psikolog sedang berinteraksi dengan pemateri dalam sesi tanya jawab. Foto: T. Hono

FP UII Sabet Juara dalam Kompetisi Olahraga dan Festival Seni Pertunjukan Milad Ke-83 UII

Tim Fakultas Psikologi sukses mengikuti berbagai cabang kompetisi Olahraga dan Festival Seni Pertunjukan Islami yang diselelngarakan oleh Universitas Islam Indonesia dalam rangka milad ke 83. foto: Humas UII

 

 

Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia (FP UII) sukses menyabet juara dan mencetak prestasi membanggakan dalam kompetisi olahraga dan Festival Seni Pertunjukan Islami Milad ke-83 UII tahun 2026.

Pasalnya, tim tarik tambang FP UII berhasil menyabet Juara 2 pada ajang olahraga bergengsi tersebut. Mereka tampil solid dengan mengalahkan tim Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) pada babak penyisihan.

Selanjutnya, skuad FP UII kembali menorehkan kemenangan gemilang atas FMIPA UII di babak semifinal. Kendati demikian, mereka menempati posisi kedua setelah bertanding sengit melawan Rektorat UII di final.

Sementara itu, Tim FP UII juga tampil memukau dalam ajang Festival Seni Pertunjukan Islami 2026. Mereka sukses memenangkan penghargaan kategori khusus, yaitu “Kreativitas & Orisinalitas Terbaik” secara gemilang, yang pada tahun sebelumnya diraih oleh Yayasan Badan Wakaf (YBW) UII sekaligus juara pertama. Keberhasilan ini membuktikan implementasi nyata dari kreativitas, nilai harmoni dan inovasi serta keunikan karya seni oleh Tim Fakultas Psikologi UII.

Meskipun kini Fakultas Psikologi UII telah berpisah dari FPSB UII, hal tersebut tidak menyurutkan semangat juang dan sportivitas dalam hal olahraga. Hal ini dibuktikan oleh Tim Fakultas Psikologi UII yang sukses mengikuti semua cabang kompetisi olahraga Milad ke-83 UII. (yp)

Kreativitas dan Orisinalitas yang ditampilkan oleh Tim Fakultas Psikologi UII dalam Festival Seni Pertunjukan Islami Milad ke-83 UII 2026. Foto: Rian & Zeva (Marcomm FP UII) & Humas UII

 

Perjuangan tim dibalik layar (Student Staf Psikologi UII) dalam mempersiapakan properti pertunjukan. Foto: Student Staf Psikologi UII 2026

 

Tim Fakultas Psikologi UII meraih juara Kreativitas dan Karya Orisinalitas Terbaik dalam Festival Seni Pertunjukan Islami Milad ke 83 UII tahun 2026. Foto: Humas UII

 

Perjuangan jatuh bangun tim Fakultas Psikologi UII melawan Tim Rektorat dalam laga FInal kompetisi Tarik Tambang Milad ke-83 UII tahun 2026. Foto: Humas UII

 

 

 

FP UII Sambut Kunjungan Sekolah Perdana MAS Husnul Khotimah

Siswa Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Husnul Khotimah Kuningan Jawa Barat berfoto bersama Pimpinan Fakultas Psikologi. Foto: Zeva (Marcom)

 

 

Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia (UII) menerima kunjungan sekolah perdana yaitu Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Husnul Khotimah Kuningan. Acara tersebut berlangsung pada Rabu (6/5/2026) di Auditorium Lantai 3 Gedung Dr. Soekiman Wirjosandjojo.

Kunjungan ini bertujuan mengenalkan program studi psikologi UII kepada para siswa sekolah tersebut. Pasalnya, pemahaman ilmu psikologi dinilai amat penting untuk mempelajari perilaku manusia sehari-hari.

Dekan Fakultas Psikologi UII, Dr. Uyun, menyambut kedatangan rombongan siswa beserta guru pendamping. Ia memaparkan keunggulan program studi UII yang selalu mengintegrasikan ilmu umum dan agama.

“Jadi psikologi yang berkembang selama ini di luar sana adalah psikologi barat,” ungkap Dr. Uyun. Ia menegaskan bahwa mahasiswa Fakultas Psikologi UII akan turut mempelajari ilmu psikologi Islam.

Sementara itu, Kepala MAS Husnul Khotimah, Ustaz Alfar, sangat mengapresiasi sambutan hangat fakultas. Ia menilai ilmu kejiwaan ini sangat relevan untuk dipelajari oleh siswa jurusan IPS.

“Kenapa tepat untuk belajar psikologi ya tadi karena banyak manfaatnya soal psikologi ini ya,” tuturnya. Manfaat tersebut mencakup perbaikan manajemen diri hingga penyelesaian berbagai permasalahan sosial masyarakat.

Kendati demikian, rangkaian agenda kunjungan tidak sekadar berpusat di dalam ruangan auditorium kampus. Para siswa turut diajak mengenal kekayaan sejarah yang ada di sekitar lingkungan universitas.

Di akhir acara, para siswa diajak berkeliling melihat langsung peninggalan Candi Kimpulan. Situs candi bersejarah tersebut terletak tepat di dalam area bangunan Perpustakaan UII.

Tingkatkan Kompetensi Marcomm, FP UII Gelar Pelatihan MC & Presenter

(Tengah Kiri) Sonny Andrianto, S.Psi., M.Si., Ph.D (Wadek KKA FP UII) & Gusti
Muhammad Rafli Abrar (Pemateri Training MC) berfoto bersama staf Marcomm Fakultas Psikologi UII. Foto: Rian (Marcomm)

 

 

Fakultas Psikologi UII menggelar pelatihan MC untuk tingkatkan kompetensi komunikasi staf Marketing Communication (Marcomm), Sabtu (18/4/2026). Acara tatap muka ini berlangsung di Ruang Audiovisual Ilmu Komunikasi UII.

Pelatihan ini menargetkan seluruh anggota unit Marketing and Communication periode 2026. Pasalnya, unit ini berperan strategis dalam menyiarkan informasi akademik kepada publik.

Keterampilan berbicara di depan umum para anggota dinilai belum sepenuhnya merata. Kendati demikian, panitia sigap memperbaiki kondisi tersebut untuk menjaga reputasi fakultas.

Dokumen landasan kegiatan milik panitia juga menegaskan pentingnya program pelatihan ini. “Kemampuan public speaking dan komunikasi yang baik merupakan kompetensi esensial bagi presenter dan MC.”

Sementara itu, panitia menghadirkan dua pemateri yang sangat ahli di bidangnya. Mereka adalah pakar komunikasi Nadia Wasta Utami dan praktisi Gusti Muhammad Rafli.

Program ini bertujuan menumbuhkan kesiapan mental mahasiswa saat tampil di publik. Upaya tersebut menjadi wujud nyata komitmen institusi dalam mendidik generasi unggul.

(Tengah) Nadia Wasta Utami, S.I.Kom., M.A. (Direktur Pemasaran UII) berfoto bersama staf Marcomm Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia. Foto: Rian (Marcomm)