Fakultas Psikologi UII Gelar Workshop Hibah Eksternal

(kiri) Dr. Faraz, S.I.P., M.M selaku moderator acara dan (kanan) Prof. Dr. Subhan Afifi. M.Si selaku pemateri dalam kegiatan Workshop Hibah Eksternal Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia

 

Fakultas Psikologi UII menggelar Workshop Hibah Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat di Gedung Soekiman Wirjosandjojo, Kamis (21/5/2026). Acara ini diikuti 27 dosen untuk meningkatkan kemampuan meraih pendanaan riset secara kompetitif.

Prof. Subhan Afifi hadir sebagai pemateri utama dalam lokakarya tersebut. Dr. Faraz turut memandu jalannya sesi ini sebagai moderator acara.

Pasalnya, banyak dosen masih menemui kendala saat menyusun draf proposal. Hambatan ini meliputi pemahaman skema hibah hingga strategi memenuhi indikator penilaian.

Tiga pakar internal kampus juga diundang membagikan pengalaman sukses mereka. Mereka adalah Irwan Nuryana, Dr. Emi Zulaifah, dan Dr. Fuad Nashori.

Sementara itu, kegiatan ini bertujuan memicu semangat kolaborasi antar akademisi. Para dosen diharapkan makin aktif mengirimkan ajuan dana ke lembaga penyantun.

“Kebaruan (Novelty) penting untuk dinyatakan dalam proposal.” Hal itu dikemukakan Prof. Subhan saat menjelaskan trik memperkuat klaim ide penelitian.

Kendati demikian, pencapaian luar biasa tetap membutuhkan proses yang berkelanjutan. Peningkatan jumlah usulan lolos dana akan mendongkrak capaian kinerja perguruan tinggi. (yp)

(kiri) Dr. Sus Budiharto, S.Psi., M.Si., Psikolog sedang berinteraksi dengan pemateri dalam sesi tanya jawab. Foto: T. Hono

TIM PKM-K FPSB UII CIPTAKAN INOVASI MENTAL HEALTH KIT SEBAGAI ALTERNATIF SOLUSI UNTUK MENGELOLA EMOSI NEGATIF

Dewasa ini, masyarakat Indonesia dilanda oleh beragam permasalahan. Permasalahan tersebut salah satunya berupa kondisi yang tidak stabil akibat pandemi sehingga membuat masyarakat tertekan, stres hingga depresi. Menurut data terbaru dari hasil survei kesehatan mental melalui swaperiksa yang dilakukan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) (2022) selama masa pandemi Covid-19 dari Maret 2020 hingga Maret 2022 dengan jumlah responden sebesar 14.988 orang, dikatakan bahwa 75% responden memiliki permasalahan psikologis, 71,7% responden memiliki permasalahan kecemasan, 72,9% responden memiliki permasalahan depresi, 84% memiliki permasalahan trauma psikologis dan 85,1% responden memiliki kecenderungan untuk bunuh diri. Sedangkan berdasarkan data hasil Riskesdas (2018) mengatakan bahwa di Indonesia kasus cemas dan depresi memiliki angka prevalensi yang cukup tinggi, yakni sebesar 64,3 %. Sedangkan pada usia remaja (15-24 tahun) kasus depresi memiliki prevalensi sebesar 6,2% dan gangguan emosional memiliki prevalensi sebesar 9,8%. Read more