Lab. Psikologi Gelar Kompetisi Psikologi Ekseperimen dan Observasi Wawancara
Dalam rangka Memberikan pengetahuan kepada mahasiswa mengenai penelitian eksperimen dan observasi wawancara sebagai salah satu metode penelitian di psikologi, memberikan wawasan mengenai alat-alat penelitian Psikologi Eksperimen kepada para mahasiswa sehingga dapat meningkatkan pemahaman tentang Instrumen Penelitian Eksperimen pada umumnya dan pemahaman tentang praktikum Psikologi Eksperimen pada khususnya, memberikan wawasan pada mahasiswa mengenai teknik-teknik observasi wawancara yang mendukung penelitian kualitatif, menumbuhkan minat mahasiswa untuk melakukan penelitian eksperimen maupun kualitatif di ranah Psikologi, serta mengembangkan kreativitas mahasiswa untuk melakukan penelitian dengan berbagai alat dan teknik sederhana yang merupakan hasil karya sendiri, Laboratorium Prodi Psikologi secara khusus menggelar hajatan ‘Kompetisi Praktikum Psikologi Eksperimen dan Observasi Wawancara’, Kamis, 3 Juli 2014.

Dr.rer.nat Arief Fahmi, MA., HRM., Psikolog dan Dr. Hepi Wahyuningsih, S.Psi., M.Si resmi mengemban amanah sebagai Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) setelah bersama Dekan dan Wakil Dekan di lingkungan UII dilantik oleh Rektor Universitas Islam Indonesia, Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc., Selasa, 1 Juli 2014 di Auditorium Kahar Muzakkir Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia dengan disaksikan oleh Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII beserta dosen dan tamu undangan dari keluarga besar civitas akademika UII.
Muhammad Novvaliant Filsuf Tasaufi, S.Psi., M.Psi atau akrab disapa Pak Ali mendapat amanah dari Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) untuk mengemban jabatan sebagai Ketua Lembaga Dakwah Fakultas (LDF) Jamaah Fathan Mubina (JAFANA) Periode 2014-2015. Prosesi pelantikan pengurus LDF JAFANA yang secara struktural berada langsung di bawah Dekanat tersebut dilaksanakan pada hari Senin, 23 Juni 2014 di Auditorium FPSB UII.
“Kebahagiaan itu ada ilmunya. Bahagia yang hakiki mengarah pada tujuan yang bisa memberi kebahagiaan pula kepada orang lain. Siapa yang bertanggung jawab atas kebahagiaan itu? Diri kita sendiri. Kita yang merasakan, maka kita yang harus bertanggung jawab (baca: mengupayakan). Dalam Psikologi kebahagian ini bisa lebih jauh dipelajari dari ilmu Psikologi Positif atau Possitive Psychology”. Demikian ungkap Prof. Marc Helgesen, Guru Besar Miyagi Gakuin Women’s University, Sendai, Japan saat memberikan materi kolokium Psikologi Klinis berjudul The Science of Happines (Keys for Living a Happy Life), Jumat, 20 Juni 2014 di Auditorium Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia.
Mantap. Mungkin kata ini yang tepat untuk mengapresiasi langkah Program Studi Hubungan Internasional (HI) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia yang meski baru saja lahir namun sudah menjajaki kerjasama dengan 
