FPSB Gelar Lomba Keakraban

Kebersamaan dan kebahagiaan yang dikemas dalam lomba keakraban civitas Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia kembali terajut pada hari Jumat, 26 Februari 2016. Mengambil lokasi di halaman parkir FPSB UII, segenap dosen dan karyawan berkumpul bersama untuk mengikuti Lomba Keakraban yang merupakan agenda perdana Milad FPSB UII ke-21. Di kegiatan ini setidaknya ada 3 lomba kategori individu, yakni sumpit kelereng, sepeda lambat dan masukan paku dalam botol serta 3 lomba dalam kategori beregu, yakni balap bakiak, tebak nama dan juga estafet air.

 

Seluruh peserta tampak sangat antusias dan menikmati setiap lomba yang diikuti. Bahkan pada lomba balap bakiah, Prof. Dr. Marcus Stuek (Jerman) pun ikut ambil bagian meski mengalami kesulitan (terjatuh).  Lomba sejenis insya Allah juga akan diselenggarakan secara khusus untuk mahasiswa FPSB UII.

2nd NCIP Kaji Peran Psikologi Islam dan Penguatan Keluarga

Psikologi Islam untuk Penguatan Keluarga Menuju Bangsa yang Tangguh dan Berkarakter. Demikian tema besar kegiatan  “2nd National Conference on Islamic Psycology-NCIP” yang digelar oleh Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Selasa-Rabu, 16-17 Februari 2016 di Royal Ambarrukmo Hotel Yogyakarta. Tokoh nasional bidang Pendidikan sekaligus Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO dan juga Guru Besar Universitas Negeri Jakarta, Prof. Dr. H. Arief Rachman, M.Pd bersama Prof. Dr. Ir. Euis Sunarti, M.Si (IPB) dan Dr. Hepi Wahyuningsih, S.psi., M.Si (UII) tampil sebagai pemateri seminar. Sedang ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Dr. H. M. Asrorun Ni’am Sholeh, MA tampil sebagai keynote speaker.

Dalam sambutannya selaku tuan rumah, Dekan FPSB UII, Dr.rer.nat Arief Fahmie, MA., HRM menegaskan bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian terhadap upaya pencarian solusi permasalahan bangsa yang merupakan dampak kemajuan teknologi dan peran/posisi keluarga melalui disiplin ilmu Psikologi, khususnya melalui peran Psikologi Islami yang juga diharapkan mampu membawa kebahagian di akhirat.

Sementara Rektor UII, Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc sebelum membuka acara secara resmi juga berpesan agar kegiatan tersebut nantinya bisa kembali memaksimalkan peran dan  fungsi keluarga sebagai lingkup terkecil dalam kehidupan seseorang mampu mencetak/melahirkan generiasi yang tangguh dan berkarakter.

Ketua KPAI, Dr. H. M. Asrorun Ni’am Sholeh, MA dalam paparannya mengkritisi tidak imbangnya antara kecepatan pemahaman dalam pemanfaatan teknologi oleh orang tua dengan kecepatan perkembangan teknologi itu sendiri yang mengakibatkan anak-anak lebih pandai menggunakan teknologi tanpa pemahaman pemanfaatannya secara baik dan benar,  sehingga sulit dikontrol oleh orangtua yang kurang atau juga tidak paham dengan pemanfaatan perkembangan teknologi yang terjadi. Beliau juga mengkritisi kurang intensifnya pertemuan dan komunikasi antara anak dengan orangtua.

“Kasus keluarga dan pengasuhan anak memiliki kontribusi yang tinggi dalam kekerasan/penelantaran terhadap anak.  Keharmonisan keluarga juga menjadi faktor utama terjadinya kasus penelantaran anak. Sementara fenomena lain yang tak kalah berpengaruh adalah faktor ekonomi yang bukan hanya kemiskinan tapi juga kekayaan yang mendadak, seperti halnya sertifkasi yang diperoleh oleh para pendidik. Survey KPAI menunjukkan adanya peningkatan proses gugat cerai dan juga perceraian yang terjadi pada para pendidik semenjak adanya sertifikasi”, ungkapnya.

Staf pengajar Fakultas Syari’ah dan Hukum di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta  itu juga menambahkan pentingnya masyarakat untuk mempelajari, menguasai,  dan juga memahami apa saja yang diperlukan sebelum proses pernikahan khususnnya paska berkeluarga, seperti halnya tentang hak dan kewajiban sebagai suami/isteri.

Prof. Dr. H. Arief Rachman, M.Pd selaku pemateri seminar dalam paparan singkatnya menyampaikan tentang pendidikan berkarakter yang bersinergi dengan orangtua, guru dan masyarakat. Sedangkan Prof. Dr. Ir. Euis Sunarti menyampaikan materi penguatan karakter dan ketangguhan keluarga Indonesia yang kemudian ditutup oleh Dr. Hepi Wahyuningsih, S.Psi., M.Si yang menyampaikan kualitas perkawinan untuk penguatan keluarga.

Pada hari kedua, agenda masuk dalam sesi workshop bertema Love that Binds: Islamic Family for Family Relations  dengan menghadirkan Prof. Dr. malik Badri (Founder of Modern Islamic Psychology), Dr.Phill Qurrotul Uyun, S.Psi., M.Si dan Dr. Hepi Wahyuningsih. S.Psi., M.Si  sebagai pembicara serta tema Pendidikan Akhlak Mulia dengan menghadirka Prof. Mastura Badzis, Ph.D dan Irwan Nuryana Kurniawan, S.Psi.,M.Si sebagai pemateri.

 

Prodi Psikologi Tambah Doktor Baru

Keluarga besar program studi Psikologi, Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) kembali tersenyum bahagia setelah salah satu staf pengajarnya, Emi Zulaifah, Dra., M.Sc berhasil menyelesaikan studi S3 dan berhak menyandang gelar ‘Dr. Phil’ dari Institute for Psychology,  Leipzig University, Jerman. Sosok yang akrab disapa Bu/Mbak Emi ini berhasil mempertahankan disertasinya berjudul ‘Work-Family interface among family with Work separation. Testing the spillover and crossocer effect of work -family interference on personal and family domain’ di hadapan tim penguji yang terdiridari  Prof. Evelin Witruk, Prof Konrad Reschke dan Prof. Schroeger (dekan dari Faculty of  Pharmacy, Bioscience and Psychologie) pada 11 Februari 2016.  Hasilnya pun sangat membanggakan, yakni ‘Magna Cumlaude’.

Menurut bu Emi, hasil analisis data penelitiannya menunjukkan bahwa beban pekerjaan bagi mereka yang harus mengalami pisah keluarga karena bekerja ternyata memberikan efek psikologis yang negatif tidak hanya bagi karyawan yang bersangkutan tetapi juga bisa ke anggota keluarga lainnya, termasuk pasangan dan anak anak.  Dampak psikologis ke anggota keluarga (anak-anak) memang tidak secara langsung tapi melalui proses apakah orang tuanya yang bekerja memandang situasi pisah kerja tersebut mengusik ‘keseimbangan interaksi’ antara pekerjaan dan keluarga atau tidak, iklim di dalam keluarga dan kondisi psikologis ayah dan ibunya.  Kondisi psikologis yang dimaksud adalah kondisi emosi (positif/negatif), serta kepuasan terhadap keluarga dan kehidupannya. Sedangkan dampak psikologis kepada pasangan cukup melalui kondisi psikologis sang suami.

Bu Emi juga menambahkan bahwa orang tua yang banyak bersyukur dan ridho ternyata membantu pasangan untuk menjadi lebih tenang dan berbahagia.

“Penelitian ini didedikasikan kepada keluarga-keluarga di Indonesia. Semoga senantiasa mendapatkan kekuatan dalam menghadapi tantangan hidup di jaman yang terus menerus berubah”, harap bu Emi.

SMA N 1 Rogojampi Banyuwangi Silaturrahmi ke UII

Keluarga besar siswa/i SMA N 1 Rogojampi Banyuwangi kelas VIII jurusan IPA dan IPS melakukan silaturrahmi ke  Universitas Islam Indonesia atau tepatnya ke Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) serta Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Indonesia (UII), Jumat, 29 Januari 2016. Dari total rombongan yang berjumlah lk. 300 siswa, 120 siswa (jurusan IPS) didampingi lk. 10  guru bersilaturrahmi ke FPSB UII dan selebihnya ke FK UII. Kehadiran rombongan di FPSB UII disambut hangat oleh Dekan FPSB UII, Dr.rer.nat. Arief Fahmie, S.Psi., MA., HRM., Psikolog beserta Tim Marketing and Communication (MARCOM) FPSB UII.

 

Dalam sambutannya, Dekan FPSB UII merasa bahagia mendapat kunjungan silaturrahmi dari keluarga besar SMA N 1 Rogojampi Banyuwangi. “Gimana Kampus UII? Kerenn?”, tanya Pak Arif mengawali sambutan dan segera mendapat jawaban serentak;  “Kerennnnn.! Keren banget..!”.  Mendengar jawaban yang begitu antusias, maka Pak Arief  pun memotivasi para siswa agar setelah lulus SMA mau melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi khususny ke FPSB UII yang saat ini memiliki 4 prodi, yakni Prodi Psikologi, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris dan juga Prodi Hubungan Internasional.  

Sementara wakil kepala sekolah SMA N 1 Rogojampi, H. Achmad Ubaidillah selain menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan, juga menginformasikan bahwa tujuan mereka semata untuk memberikan gambaran tentang perguruan tinggi sekaligus motivasi para siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi jika mereka sudah lulus kelak. “Orang tua kalian sudah berpesan kepada kami untuk nggulo wentah (baca: memberikan pendidikan). Oleh karena itu besok setelah lulus SMA kalian harus melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi”, pesannya pada para siswa SMA N 1 Rogojampi.  “Kehadiran kami di sini adalah semata-mata tuntutan untuk menuntut ilmu. Kami berprinsip kalian harus melanjutkan ke perguruan tinggi”, tambahnya.

Sambutan diakhiri dengan penyerahan cinderamata dari FPSB UII kepada pihak SMA dan dibalas dengan penyerahan oleh-oleh (bawaan)  dari pihak SMA kepada FPSB UII.

Sejurus kemudian, para siswa mendapat informasi seputar sejarah berdirinya UII, tahapan dan jenis-jenis seleksi sebagai calon mahasiwa UII serta gambaran keunggulan dari masing-masing prodi yang ada di FPSB UII. Sesi tanya jawab menjadi agenda terakhir dari kegiatan kunjungan tersebut.