FPSB Berikan Pembekalan pada Calon Wisudawan/wati

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:8.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:107%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

“Kalau memang niat kerja, kita harus ‘galak’. Galak maksudnya komitmen. Harus bisa membedakan mana hati mana otak. Di dunia kerja anda harus strong. Kita tidak bisa memutuskan semua keputusan dg menyenangkan semua orang. Dan menjadi HRD adalah menjadi orang yang paling dekat dengan karyawan, di satu sisi adalah orang yang bisa memutuskan kerja karyawan”. Demikian ungkap M. Halim Febrianto, S.Psi saat memberikan materi pembekalan pada calon wisudawan-wisudawati Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Jumat, 28 Agustus 2015 di R. Audiovisual FPSB UII.

Lebih jauh Kepala HRD & GA CV. Pangan Lestari Semarang juga mengingatkan kepada para wisudawan/wati bahwa kondisi (baca: kompetisi/persaingan) di dunia kerja jauh lebih ‘jahat’ dari yang dialami selama kuliah. Kondisi tersebut harus bisa dtaklukan (pantang menyerah). Selain usaha dan doa, menurutnya faktor restu orangtua juga menjadi salah satu kunci dalam meraih sukses. “Jangan pernah melawan orangtua, utamanya ibu. Karena saya jamin pasti 1000 (seribu)% anda gagal. Yakin. Nggak bakal sukses. Saya saksi hidupnya. Dulu berkali-kali saya melawan ibu saya, berkali-kali pula saya gagal”, tandasnya.

Sosok yang pernah lama bekerja cukup lama di Nusantara Sakti Motor tersebut juga berpesan jika para lulusan ingin mencari penghidupan (materi) maka disarankan untuk keluar kota Jogja. Sedangkan jika ingin mencari kehidupan (baca: ketenangan/kenyamanan hidup), maka Jogja bisa menjadi salah satu pilihan yang tepat.

FPSB Sambut Mahasiswa Baru 2015

‘Implementasi Nilai-nilai Intelektual dan Kebersamaan Sebagai Upaya Membentuk Mahasiswa yang Berilmu Amaliah dan Beramal Ilmiah di Tengah Masifnya Teknologi dan Informasi’ diangkat sebagai tema besar kegiatan Semarak Ta’aruf Mahasiswa Penuh Makna (SERUMPUN) oleh LEM FPSB UII dalam menyambut kehadiran Mahasiswa Baru Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) TA. 2015/2016 atau angkatan tahun 2015.

Kegiatan SERUMPUN sendiri secara resmi dibuka oleh Dekan FPSB UII, Dr.rer.nat Arief Fahmie, MA., Psikolog dengan ditandai pemukulan gong dan pelepasan balon udara, Rabu, 26 Agustus 2015. Kegiatan yang direncanakan akan berlangsung hingga Kamis, 27 Agustus 2015 tersebut mempunyai beberapa agenda kegiatan, seperti senam pagi, saling berta’aruf, studium general, perkenalan dengan kelembagaan, diskusi, kunjungan stand UKM, gelar pertujukan kreatifi, perkenalan program studi dan The Rising Star sebagai penutup acara.

Segenap civitas akademika FPSB UII tentu berharap agar para mahasiswa baru tersebut nantinya dapat berproses dan menjalan kan perannya dengan baik sebagai mahasiswa.


 

Magister Psikologi Profesi Terima Tim Asesor BAN PT.

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;}

Program Studi Magister Psikologi Profesi (MAPPRO) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) menerima tim asesor dari Badan Akreditasi Nasional (BAN) Perguruan Tinggi (PT) yang terdiri dari Dr. Seger Handoyo, M.Si., Psikolog (Dekan Fakultas Psikologi Universitas Airlangga-Surabaya) dan Prof. Dr. Yusti Probowati, Psi. (Dekan Fakultas Psikologi dan Guru Besar Psikologi Forensik Universitas Surabaya), Senin, 24 Agustus 2015. Selain Dekan FPSB UII, Ketua, sekretaris, staf pengajar dan staf kependidikan Program MAPPRO FPSB UII, Wakil Rektor I UII dan Rektor UII tampak turut menyambut kedua asesor.

Usai seremoni sambutan dari Dekan, Rektor dan juga asesor, acara dilanjutkan dengan presentasi seputar visi-misi MAPPRO, tujuan pembelajaran, kompetensi lulusan yang ingin dihasilkan, struktur kurikulum, kerjasama, dan perkembangan MAPPRO lainnya yang disampaikan oleh Ketua Program MAPPRO, Dr. H. Fuad Nashori, M.Si., Psikolog.

Sejurus kemudian, asesor melakukan dialog dengan para user alumni MAPPRO dan juga supervisor PPKP MAPPRO, dialog dengan para staf pengajar, dengan mahasiswa dan terakhir dengan para staf kependidikan, sebelum akhir melakukan kunjungan ke Perpustakaan dan Museum UII.

Pada hari kedua, Selasa, 25 Agustus 2015 kedua asesor menyerahkan hasil verifikasi dan validasi data borang yang langsung dicermati dan ditanggapi oleh pengelola MAPPRO (Tim Task Force). Beberapa temuan dan masukan disampaikan oleh kedua asesor bagi perbaikan proses pembelajaran di MAPPRO FPSB UII. Acara diakhiri dengan pendatanganan sekaligus serah terima hasil pemeriksaan dari kedua asesor.

Psikologi Gelar Workshop Redesain Kurikulum

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;}

Sebagai salah satu bentuk keseriusan dalam rangka mencetak lulusan yang berkualitas tinggi (berkompeten) melalui proses belajar mengajar, Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) secara khusus menggelar workshop redesain kurikulum, Rabu-Kamis, 19-20 Agustus 2015 di Ruang Audiovisual FPSB UII. Iwan Wahyu Widayat, S.Psi., M.Psi dari Universitas Airlangga Surabaya hadir sebagai pemateri.

Dalam paparannya, mantan Ketua Unit Pengkajian dan Pengembangan Pembelajaran Psikologi (UP4) Fakultas Psikologi Universitas Airlangga Periode 2011-2013 tersebut banyak menyampaikan tentang tahap-tahap penyusunan/redesain Kurikulum Pendidikan Tinggi yang sudah dilakukan oleh Universitas Airlangga. Namun sebelumnya, pakar bidang Psikologi Pendidikan dan Psikologi Anak Berbakat tersebut mangawali paparannya dengan penyampaian materi terkait perkembangan perkembangan dan juga perubahan konsep Kurikulum Pendidikan Tinggi di Indonesia. Mulai dari dari Kurikulum Nasional-KBI (1994), Kurikulum Inti dan Institusional-KBK (2000/2002) hingga ke Kurikulum Pendidikan Tinggi-KPT (2012).

Adapun paparan tentang tahapan redesain kurikulum yang disampaikan meliputi analisis SWOT dan tracer study, menentukan profil lulusan yang diharapkan, menyusun capaian pembelajaran, menyusun bahan kajian yang didasarkan pada tingkat keluasan, tingkat kedalaman, dan tingkat kemampuan yang ingin dicapai, menyusun mata kuliah dan menentukan SKS, merangkai struktur kurikulum, dan juga menyusun rancangan pembelajaran. Selain itu, Pak Iwan juga menyampaikan tentang Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang didasarkan pada ketentuan Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Pada hari kedua, peserta langsung melakukan aksi sesuai tahapan-tahapan yang sudah disampaikan oleh pemateri.

Semoga, redesain ataupun formulasi ulang kurikulum yang dihasilkan nantinya mampu membawa dampak (baca: kompetensi lulusan) yang lebih baik. Amiin.

Prodi Psikologi Adakan Temu Alumni

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;}

Program Studi Psikologi bekerjasama dengan pengurus IKAPSI (Ikatan keluarga Alumni Psikologi) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar Temu Alumni Psikologi bertema “Membangun Kekeluargaan Yang Ramah, Bersahabat, dan Sinergi”, Sabtu, 15 Agustus 2015 di Kampus Terpadu UII. Selain dihadiri oleh para alumni Psikologi, tampak hadir pula beberapa pegawai dan dosen purnatugas yang pernah mengabdikan dirinya di FPSB UII.

Acara diawali dengan jalan sehat di lingkungan Kampus Terpadu UII yang dilanjutkan dengan tour ke Museum UII dan Candi Kimpulan di komplek Perpustakaan Pusat UII. Sejurus kemudian, acara berlanjut dengan sambutan dari Dekan FPSB UII, sambutan Ka. Prodi Psikologi, dan sharing time dengan menghadirkan dosen-dosen senior maupun dosen purnatugas yang merupakan perintis pendirian Fakultas Psikologi UII (sebelum FPSB UII), seperti Dr. H. Fuad Nashori, Msi, Drs.H. Muh. Bachtiar dan juga Hj. Ratna Syifa’a Rachmahana, M.Si. Sementara pihak alumni diwakili oleh Sonny Andrianto, S.Psi., M.Si yang saat ini juga tercatat sebagai staf pengajar (dosen) di Prodi Psikologi FPSB UII.

Musyawarah Anggota IKAPSI UII, Pelantikan Pengurus IKAPSI Pusat, dan Pembentukan IKAPSI Wilayah menjadi agenda terakhir sebelum kegiatan resmi ditutup.

FPSB Sepakat Adakan Orientasi Mahasiswa Baru yang Lebih Baik

Pelaksanaan Semarak Ta’aruf Mahasiswa Penuh Makna (SERUMPUN) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) harus dilandasi prinsip-prinsip keIslaman, profesionalisme dan pendidikan manusia dewasa dengan menghindari aktivitas-aktivitas yang tidak mendidik (pembodohan/perpeloncoan/kekerasan fisik maupun verbal) merupakan poin penting pertama yang disepakati dalam musyawarah antara Dekan FPSB UII, Dr.rer.nat Arief Fahmie, MA., Psikolog dengan Steering Committee SERUMPUN FPSB 2015, Singgieh Prananda yang juga disaksikan dan dihadiri oleh Kepala Unit Kerja Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Dakwah Islamiyah (KADI) beserta Legislatif terpilih tahun 2015-2016 yang berlangsung pada tanggal 10 Agustus 2015 di Ruang Sidang Dekanat. Kesepakatan tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya mewujudkan orientasi mahasiswa baru yang lebih baik.

Adapun poin penting lainnya yang telah disepakati adalah upaya maksimal untuk tetap melaksanakan sholat tepat waktu saat SERUMPUN berlangsung, menjaga nama baik FPSB UII, menjaga kebersihan lingkungan serta berperan aktif selama kegiatan SERUMPUN 2015.

Sesuai kepsepakatan pula bahwa Pelaksanaan SERUMPUN 2015 yang dijadwalkan akan dihelat pada 26-27 Agustus 2015 pun akan dimulai pada pkl. 07.00 WIB dan berakhir pada pukul 17.00 WIB.

Kita semua tentu berharap agar pelaksanaan SERUMPUN FPSB 2015 mendatang benar-benar menjadi contoh bagi fakultas lain dalam menyelenggarakan orientasi mahasiswa baru yang lebih baik (bermutu).

NB: Naskah kesepakatan pelaksanaan SERUMPUN 2015 bisa dibaca atau download di sini

FPSB Gelar Pelatihan Etos Kerja Islami

Etos kerja Islami hendaknya memang terus dipupuk agar senantiasa membawa berkah (kebaikan dan keridhaan Allah SWT) bagi semua pihak. Oleh karenanya, dalam rangka memupuk etos kerja islami tersebut, Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) secara khusus menyelenggarakan pelatihan ‘Etos Kerja Islami’ bagi seluruh tenaga kependidikan administratif pada hari Jumat, 14 Agustus 2015 di Laboratorium Komputer FPSB UII. Hadir sebagai pemateri adalah Annisaa Miranty Nurendra, S.Psi., M.Si yang menyampaikan materi berjudul ‘Prinsip-prinsip Etos Kerja Islami’.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Dekan FPSB UII, Dr.rer.nat. Arief Fahmie, M.A tersebut diawali dengan materi penyegaran niat awal dalam bekerja. Hampir seluruh peserta menyadari akan pentingnya ‘menyertakan niat tulus ikhlas beribadah’ dalam aktivitas bekerja sehari-hari. Niat yang tulus dan ikhlas tersebut disinyalir akan mampu menghasilkan pekerjaan yang efektif, efisien dan mencapai al falah (kesuksesan di dunia dan akhirat).

“Islam itu adalah agama yang seimbang. Seimbang antara dunia dan akhirat. Sebagaimana dikatakan dalam sebuah hadist bahwa kita diminta beribadah dengan bersungguh-sungguh seolah-olah kita akan mati esok hari, dan diminta bekerja keras (sungguh-sungguh) seolah kita akan hidup selama-lamanya”, ungkap Bu Annisaa.

Lebih jauh bu Annisaa menjelaskan bahwa bekerja memiliki makna sebagai penyelamat bagi lima (5) kebutuhan dasar manusia, yakni din (iman), nafs (jiwa manusia), ‘aql (intelektual), nasl (keturunan), dan maal (kekayaan). Beberapa ayat Al Quran yang berkenaan dengan kewajiban dalam bekerja diantaranya adalah adalah Surat Al Mulk ayat 15, Al Jum’ah ayat 10, dan juga Al Muzzammil ayat 20).

Adapun beberapa prinsip etos kerja Islami diantaranya adalah melakukan pekerjaan yang halal, kekayaan harus diusahakan sendiri (bekerja keras dan bukan meminta-minta), mengandalkan diri sendiri (usaha sendiri disertai dengan doa dan bukan cuma meminta dari orang lain), bekerja dengan penuh disiplin dan komitmen, niat yang ditujukan untuk kebaikan bersama, jujur dalam bekerja, dermawan, larangan melakukan monopoli dan penimbunan barang/harta, larangan melakukan suap, serta larangan tamak terhadap harta benda.

Kesimpulan yang diperoleh adalah setiap muslim harus berusaha cakap/terampil dalam melakukan pekerjaanya, bisa bekerjasama untuk menghasilkan hasil pekerjaan yang lebih baik, jika toh harus bersaing maka persaingan yang dilakukan akan membawa kebaikan, bekerja dengan penuh kejujuran dan bekerja dengan penuh tanggung jawab.

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;}

Mahasiswa FPSB Sumbang Juara di MTQM Nasional ke-14

“Alhamdulillah saya merasa sangat bahagia dan tidak ada ungkapan laib selain rasa syukur saya kepada allah swt, karena berkat izin dan rahmatnya kami bisa meraih juara 1 ini, keberhasilan ini tidak hanya semata mata usaha kami berdua, saya dan mas baim, tapi juga bimbingan dari offical kami juga, mas samsul zakaria dan mas antor, khususnya juga teman teman peserta mtq yang lain, karena mereka membantu kami juga mencerna dan memahami tema, melatih kami untuk mempertahankan retorika debat yang baik yang selama ini telah diajarkan, ya alhamdulillah juga mereka mendukung dan menguatkan semangat saya khusunya soalnya sempat down pada malam sebelum seperempat final, lawan lawan kami yang berat adalah dari UNM, UTM Bangkalan dan IPB”. Demikian ungkap Wafa’, salah satu mahasiswa Prodi Psikologi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) asal Pamekasan-Jawa Timur yang telah berhasil menyumbangkan Juara 1 untuk cabang lomba Debat Bahasa Arab pada gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional (MTQMN) ke-14 tahun 2015 di Kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat pada tanggal 1-8 Agutus 2015.

Sementara mahasiswa asal Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) FPSB UII, Fitria Hayati tampil sebagai Juara Harapan 1 pada cabang lomba Khattil Qur’an. MTQMN ke-14 dengan 22 cabang lomba itu sendiri diikuti tak kurang oleh 167 Perguruan Tinggi se-Indonesia .

Bersama rekan satu timnya, Ibrahim Malik asal Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UII, keduanya berhasil mengatasi perlawan dari 36 delegasi yang mengikuti cabang lomba Debat Bahasa Arab. Wafa’ mengaku persiapan yang dilakukan tidak pernah lepas dari diskusi seputar mosi yang diberikan. Ada sekitar 27 mosi untuk tahap penyisihan sampai semi final, dan 5 tema untuk final yang diberikan dewan hakim semalam sebelum babak final. Keduanya berada di posisi closing goverment atau pro kedua dengan tema ‘setuju pengontrolan terhadap penggunaan internet’.

“Kunci utama kami pertama adalah memahami tema, makna per katanya karena pemahaman akan bahasa arab juga menunjang argumen kita, mengumpulkan data yang logis dan benar yang bisa menguatkan argumen, dan argumennya dicari dari  ayat alquran yang relevan, ushul fiqh. Doa dan usaha yang lebih banyak dan tetap belajar dari pembimbing dan berdiskusi menjadi pegangan kami selama lomba. Harapan saya, saya ingin mengembangkan dan mengkader  mahasiswa yang bisa menjadi debater bahasa arab yang baik.. apalagi kampus kita ini membawa syiar islam, baik dari fakultas saya sendiri ataupun fakultas yang lain, semoga uii tetap menjadi pemenang debat bahasa arab lagi di mtqn selanjutnya dan menjadi juara umum mtqn 2017 nanti amieeen , yang penting adalag pengkaderan dan proses pembimbingan yang baik tetap harus dijalankan dan dimaksimalkan lagi”, ungkapnya.
Menanggapi torehan yang dipersembahkan oleh mahasiswa FPSB UII tersebut, Dekan FPSB UII (Dr.rer.nat. Arief Fahmie, MA) menyampaikan apresiasinya seraya berharap agar ke depan akan semakin banyak lagi mahasiswa FPSB UII yang mengukir prestasi di level nasional maupun internasional, baik bidang akademis maupun kegiatan kemahasiswaan lainnya.

Psikologi Miliki Doktor Baru

Bu Uyun. Demikian panggilan akrab salah satu staf pengajar Prodi Psikologi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) yang telah berhasil menyelesaikan studi lanjut 3 (program doktoral) di Institute of Psychology, Faculty of Biosciences, Pharmacy and Psychology, University of Leipzig, Jerman.

Pemilik nama lengkap Qurrotul Uyun, S.Psi., M.Si., Psikolog tersebut berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul Effectiveness of Sabr (Patience) and Salat (Prayer) on Resilience, Psychopathological symptoms, Just World Belief, and Coping after Merapi Eruption 2010 in Yogyakarta di hadapan 5 dosen penguji pada ujian doktoral yang berlangsung 23 Juli 2015 M/7 Syawal 1436 H. Kelima dosen penguji tersebut, yakni Prof. Dr. Evelin Witruk, Prof. Dr. Marcus Stück, Prof. Dr. Konrad Reschke, Prof. Dr. Stefan Schmuckle, Prof. Dr. Schulz.

“Latar belakang disertai tersebut berawal dari program Islamic Psychology for Teaching and Learning bersama Ustad Hamdani, sehingga memberikan inspirasi untuk mempelajari psikologi berdasarkan Islam (Al Quran dn Hadist). Selanjutnya hasil diskusi dengan teman-teman, terutama Pak Sus, Bu Emi, Pak Bagus, dan Pak Irwan, saya mencoba menerapkan perintah dalam Al Quran tentang perintah untuk menjadikan sabar dan shalat sebagai cara untuk minta pertolongan kepada Allah.  Dari ayat tersebut kemudian disusun menjadi pelatihan sabar dan  shalat yang digunakan untuk membantu menngurangi gangguan psikologis dan meningkatkan kesehatan mental para korban bencana alam Merapi”, ungkap Bu Uyun.

“Saya sangat bersyukur kepada Allah telah memberikan pengalaman hidup dan memberikan jalan untuk menyelesaikan studi ini, melalui UII, teman-teman, keluarga yang memberikan bantuan selama penyelesaian studi. Saya berharap dengan selesainya studi ini, dapat memberikan manfaat terutama untuk diri saya dan keluarga saya kebaikan dunia akhirat, serta kepada institusi (UII) dan semua yang membaca disertasi saya”, tambahnya.

Perjuangan keluarga (baca: keluarga Bu Uyun) untuk survive hidup di Jerman dengan penyesuaian diri terhadap cara hidup yang sangat berbeda menjadi kesan yang akan selalu dikenang. Sedangkan untuk kualitas perkuliahan di Jerman menurutnya tidak jauh berbeda dengan di Indonesia. “Semuanya sangat tergantung kepada kesungguhan pelakunya masing-masing”, tegasnya.

Ada catatan menarik dari sosok yang sangat ramah, grapyak dan konsen di bidang kajian Psikologi Klinis ini, yakni selama studi lanjut di Jerman beliau bersama suami tercintanya (Bapak Farid Mustofa, MA) banyak memberikan bimbingan (tausiyah) kepada komunitas mahasiswa Indonesia yang berada dan atau sedang menempuh studi lanjut di kota Leipzig, Jerman.

Kita doakan agar ilmu yang didapat bisa memberikan banyak manfaat bagi civitas akademika UII, khususnya Prodi Psikologi FPSB UII. Amiin..

 

FPSB Raih Peringkat I Hasil Audit Kinerja Badan Wakaf UII

“Alhamdulilla atas prestasi tersebut yang tentunya tidak terlepas dari kerjasama seluruh unsur di FPSB. Semoga menambah motivasi untuk bekerja lebih baik sebagai bagian dari ibadah kita di UII. Demikian ungkap Dekan Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Dr.rer.nat Arief Fahmie, MA. Psikolog menanggapi hasil Penilaian Audit Kinerja Badang Wakaf UII yang menempatkan Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) pada peringkat I. Audit sendiri dilakukan Lembaga Audit Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia.

Sedangkan menurut Dr. Hepi Wahyuningsih, M.Psi selaku Wakil Dekan menyatakan bahwa audit kinerja tersebut dilakukan meliputi dua jenis audit, yakni audit hasil kerja (audit RKAT) yang merupakan pemeriksaan terhadap realisasi serta bukti objektif dari RKAT Tahun 2014 dan audit Keuangan yang merupakan proses pemeriksaan untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif terhadap transaksi keuangan, akun-akun dan laporan-laporan keuangan di tahun 2014. “Peringkat 1 tersebut juga tidak lepas dari peranserta (kinerja) Kepemimpinan fakultas dan prodi pada periode sebelumnya…!”, ungkap Bu Hepi.

 

Atas prestasi tersebut, fakultas mendapatkan hadiah berupa laptop merk Macbook Apple yang diserahkan langsung oleh Ketua PYBW, Dr. Luthfi Hasan, M.Sc kepada Dekan FPSB UII pada hari Selasa, 5 Agustus 2015 M/ 20 Syawal 1436 H.