Dekan FPSB UII Bincang-bincang dengan Lembaga Kemahasiswaan & Mahasiswa FPSB

Lembaga Kemahasiswaan Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia (DPM/LEM) secara khusus menggelar ‘Bincang-bincang bersama Dekan FPSB UII’, Jumat, 18 Januari 2013 di Mushola Baitul Hadi FPSB UII. Acara yang dihelat usai Jumatan tersebut merupakan media serius dan juga santai lembaga mahasiswa/ mahasiswa perseorangan untuk menyampaikan saran, kritikan, keluhan maupun masukan yang bertujuan untuk perbaikan fakultas, seperti tentang tempat parkir yang sudah tidak muat lagi menampung kendaraan mahasiswa, aturan presensi kuliah, Unysis, remediasi, pelayanan, fasilitas dan lain sebagainya.

Pembekalan Calon Alumni, FPSB Undang Manager HR Representatif BRI Syariah Jogja-Jateng

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Sedikit berbeda dengan pelaksanaan ‘Pembekalan Calon Alumni’ Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas islam Indonesia yang digelar Jumat, 18 Januari 2013 Di Auditorium FPSB UII. Dalam acara ini, secara khusus Pimpinan Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia mengundang seorang alumni Prodi Psikologi FPSB UII yang saat ini tengah mengembang sebagai Manager HR. Representatif PT. BRI Syariah Wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Prodi Psikologi FPSB UII Selenggarakan Workshop “School of Empathy”

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

“Dasar dari empati adalah merasakan, memikirkan apa yang dirasakan dan dipikirkan orang lain. Jadi untuk bisa ber’empati’dengan sesama, maka harus ada koneksi perasaan yang mampu merasakan orang lain. Empati adalah hubungan, komunikasi dan kelekatan. Empati juga terkait dengan kontak tubuh. Dan dasar dari semuanya adalah cinta. Ini adalah hal yang penting untuk mengembangkan empati”, Demikian ungkap Prof. Dr. Marcus Stueck kepada para peserta Workshop School of Empathy yang dihelat oleh Prodi Psikologi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia selama 2 hari, Rabu-Kamis, 2-3 Januari 2013. Ini merupakan workshop kedua yang sebelumnya pernah diselenggarakan pada bulan Maret 2012.

STAIN Pontianak Studi Banding ke FPSB UII

Dalam rangka studi kelayakan pendirian program studi baru, Ketua Jurusan Dakwah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pontianak secara melayangkan surat permohonan kepada Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam ndonesia untuk memberikan izin Bapak Zulkifli, S.Ag., MA dan ibu Sri Hidayati, S.Sos.I., M.Pd melakukan penelitian dan pengumpulan data (studi banding). Namun karena satu dan lain hal, akhirnya hanya Bapak Zulkifli , S.Ag., M.A yang bisa bertandang ke FPSB UII dan diterima langsung oleh Dekan FPSB UII, Sus Budiharto, S.Psi., M.Si, Jumat, 28 Desember 2012.

FPSB Gelar Pertemuan Orangtua/Wali Mahasiswa

Guna menjalin silaturrahmi dan komunikasi yang baik dengan orangtua/wali mahasiswa baru (angkatan 2012), Fakultas Psikologi dan Ilmu sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) secara khusus menggelar acara ‘Pertemuan Orangtua/Wali Mahasiswa’, Sabtu, 29 Desember 2012 di Auditorium. Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 160 Orangtua/wali tersebut dibuka secara langsung oleh Dekan FPSB UII, Sus Budiharto, S.Psi., M.Si., Psikolog yang sebelumnya telah diawali pembacaan kalam Ilahi oleh Febia Ramadhaniati (Mahasiswa Prodi Psikologi FPSB UII angkatan 2011) dan pemutaran CD Profil FPSB UII.

FPSB Bangun Komunikasi Efektif Staf Kependidikan

Bisa dipastikan semua orang sepakat untuk menempatkan ‘komunikasi’ sebagai salah satu faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan dalam mencapai tujuan tertentu, khususnya dalam membangun budaya kerja yang kompak dan solid di sebuah perusahaan/institusi. Oleh karena, Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia secara khusus menyelenggarakan outbond bertema “komunikasi efektif” bagi staf ‘Tenaga Kependidikan’ yang digelar pada 23 Desember 2012 di Orang Utan Resto Magelang. Materi outbond disampaikan oleh tim dari Mahasiswa Magister Psikologi Profesi PSB UII dalam kemasan beberapa permainan, seperti jaring laba-laba, ranjau, puzzle, giring balon, dan juga permainan pengorbanan diri, yakni permainan yang meminta peserta untuk memanfaatkan seluruh potensi yang melekat pada diri (tangan, kaki, ikat pinggang, tali sepatu, dll) kemudian berbaris guna menggapai bendera yang telah disediakan terlebih dahulu dari jarak tertentu.

Laboratorium Psikologi Gelar ‘Open House’

Untuk lebih mengenalkan Laboratorium Prodi Psikologi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia kepada para mahasiswa (khususnya mahasiswa baru), laboratorium yang berlokasi di Gedung Dr. Soekiman Wirjosandjojo lantai 4 membuka ‘Open House’ pada hari Selasa dan Rabu (18-19 Desember 2012). Event 100% free ini memang merupakan agenda tahunan laboratorium Psikologi FPSB UII.

Metode Pengajaran Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

“Setiap manusia itu dilahirkan beragam dan memiliki keunikan masing-masing. Sebagai seorang psikolog/calon psikolog yang memiliki profesi dengan sebutan ‘helping hand profession’, maka kita harus menghargai keragaman tersebut. Jangan dipisah-pisahkan, jangan dibeda-bedakan”. Demikian pesan Prof. Dr. Frieda Mangunsong, Psikolog saat memberikan materi tentang ‘Metode Pengajaran Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus’ dalam kegiatan kolokium Psikologi Pendidikan dan Perkembangan yang digelar Prodi Psikologi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia, Senin, 17 Desember 2012.

Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Agendakan Workshop “School of Empathy”

Untuk kali ke dua Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia akan menyelenggarakan workshop ‘School of Empathy” pada tanggal 2 sd 3 Januari 2013. Kegiatan akan diselenggarakan di GKU (Gedung Kuliah Umum). Prof Dr. Sardjito, Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia dengan menghadirkan Prof. Dr. Marcus Stueck (Applied University Zwickau (DPFA)-Universitat Leipzig, Jerman) sebagai pemateri.

Prodi Psikologi Selenggarakan Kolokium Layanan Psikolog di Puskesmas

Keberadaan layanan jasa Psikolog di setiap Puskesmas memang sudah menjadi suatu keharusan di jaman sekarang. Problematika hidup yang semakin komplek jelas menjadi salah satu pemicu banyaknya kasus gangguang kejiwaan di kalangan masyarakat, utamanya di kalangan masyarakat kelas menengah ke bawah yang hanya mampu mengakses layanan kesehatan setingkat Puskesmas. Kompleksitas permasalahan kejiwaan di lapangan (baca : puskesmas) jelas membutuhkan pendekatan khusus untuk menyelesaikannya.