Reza Dwi Ikhsan Pimpin LPM Kognisia 2015-2016

 

Bertempat di R.3.06 Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Pengurus (Ketua) Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FPSB UII, Rajamia Febriani melantik kepengurusan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Kognisia FPSB UII priode 2015-2016 yang diketuai oleh Reza Dwi Ikhsan, Jumat, 9 Januari 2015.

 

Prosesi pelantikan yang juga dihadiri oleh utusan LPM dari fakultas lain di lingkungan UII diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne UII yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan Dekan FPSB UII, Dr.rer.nat Arief Fahmie, MA.HRM, Psikolog. Dalam sambutannya, Pak Arief kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung setiap aktivitas positif yang dilakukan oleh mahasiswa.

Bahkan, dalam bulan Januari 2015 ini pihak fakultas berencana akan menyelenggarakan workshop fund rising dan juga pengelolaan keuangan bagi lembaga/komunitas mahasiswa yang ada di FPSB UII. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar lembaga/komunitas mahasiswa mampu menggali sumber-sumber dana secara mandiri untuk menjalankan program-program kerjanya serta mampu mengelola keuangan dengan baik. Program tersebut murni didedikasikan oleh pimpinan fakultas bagi lembaga/komunitas mahasiswa tanpa ada maksud untuk melakukan intervensi sedikit pun.

Semoga ke depan lembaga mahasiswa atau komunitas mahasiswa yang ada di FPSB UII terus tetap bisa menjalin kerjasama yang sinergis dengan pengelola/pimpinan fakultas.

FPSB Apresiasi Perkembangan Seni dan Budaya

“Silahkan Anda hidupkan seni dan budaya di FPSB UII ini. Manfaatkan semua fasilitas yang ada di kampus ini sebaik mungkin dengan tetap memperhatikan kebersihan lingkungan dan juga timing (pemilihan) waktu yang tepat. Kami juga akan berusaha memfasilitasinya dengan sebaik mungkin. Namun demikian, saya harap komunitas-komunitas yang ada tetap harus berkoordinasi dengan Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM)”. Demikian pesan Dekan Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Dr.rer.nat Arief Fahmie, MA.HRM., Psikolog dalam acara launching Komunitas musik FPSB UII, Simphony, Kamis, 8 Januari 2015 M/17 Rabi Al Awwal 1436 H di halaman/hall FPSB UII.

 

Selain menjadi wadah menyalurkan hobi atau bakat dalam bernyanyi maupun memainkan alat musik (bagi mereka yang sudah bisa), komunitas yang diketuai oleh Nouval Pramathana (2011) juga memberikan pelatihan (coaching) bagi mahasiswa yang ‘ingin bisa’ bernyanyi ataupun bermain alat musik. Dalam launching tersebut, beberapa lagu pun dimainkan untuk dinikmati bersama.

Untuk mendukung perkembangan seni dan budaya di FPSB UII, pimpinan juga berencana akan menyediakan tempat khusus yang lebih kondusif untuk berlatih ataupun pentas. “Insya Allah tahun mendatang hall ini akan kita ubah menjadi tempat yang lebih kondusif untuk penyelenggaraan kesenian (baca:latihan, pementasan, kompetisi, dll)”, tambah Pak Arief.

Selain Komunitas Simphony, saat ini memang sudah ada beberapa komunitas yang berkait erat dengan seni dan budaya di FPSB UII, seperti Komunitas Teater Selaras, Komunitas Teater Tenun, Komunitas Borneo Malenggang, Komunitas Fotografi (Klik-18), dan juga komunitas orang-orang film atau KOMPOR.COM. Sebagian dari komunitas-komunitas tersebut memang sudah menghasilkan karya bahkan sudah memperoleh berbagai penghargaan, sedang sebagian lainnya masih dalam taraf ‘membangun’ atau baru saja dibentuk

 

FPSB Bertekad Tingkatkan Kemampuan Berbahasa Asing

Keterampilan berbahasa asing (khususnya Bahasa Inggris) di civitas akademika Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) akan menjadi menjadi salah satu faktor yang mendapat perhatian khusus untuk terus ditingkatkan atau diasah dalam rangka internasionalisasi FPSB UII. Hal ini tentu senada dengan visi FPSB UII yang bertekad akan menjadi pusat pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat bidang Psikologi, Ilmu Komunikasi, Bahasa Inggris, dan Hubungan Internasional yang terkemuka di Asia Tenggara serta berkomitmen pada keislaman dan keindonesiaan.

 

Tekad tersebut mengemuka dalam acara ‘Workshop Pengelolaan Kerjasama Luar Negeri tahap 3’ yang digelar Rabu, 7 Januari 2014 di Ruang Audiovisual FPSB UII. Dalam workshop yang difasilitasi oleh Herman Felani Tanjung, S.S., M.A ini peserta dibagi dalam beberapa kelompok, yakni kelompok staf prodi, kelompkk dosen prodi Psikologi, Kelompok dosen Prodi HI dan PBI, serta kelompok divisi umum, SIM dan Perkuliahan. Tugas kelompok-kelompok tersebut antara lain adalah menidentifikasi peran masing-masing terkait dengan proses internasionalisasi FPSB UII selama ini, kendala yang dihadapi dalam menjalankan peran tersebut serta mencoba merumuskan solusi untuk mengatasinya. Masing-masing kelompok pun diberi kesempatan mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya untuk kemudian dikaji atau didiskusikan bersama-sama.

Sebagai salah satu langkah nyata untuk mewujudkan program internasionalisasi tersebut, pimpinan FPSB UII akan segera menindaklanjutinya dengan melaksanakan program-program penunjang pada tahun 2015 ini, salah satunya adalah penyelenggaraan pelatihan bahasa Inggris bagi karyawan FPSB UII yang akan dimulai pada pertengahan Januari 2015.

 

Peran Pola Asuh Orangtua Terhadap Perkembangan Anak

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:8.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:107%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Selain pola asuh orangtua, kenyamanan lingkungan psikologis (kehangatan dalam rumah tangga) juga sangat berpengaruh pada perkembangan karakter dan kepribarian seorang anak. Hal ini diungkapkan oleh Ery Surayka Puspa Dwi, Psikolog saat menyampaikan materi kolokium tentang ‘Kasus Klinis dalam Praktek Psikologi’ yang diselenggarakan oleh Departemen Psikologi Klinis Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Rabu, 31 Desember 2014 di R. Audiovisual .

Lebih jauh pemilik panggilan akrab Ibu Dwi ini berbagi pengalamannya saat melaksanakan tugas sebagai seorang Psikolog. Banyak kasus psikologis yang sudah berhasil ditangani dengan baik, seperti psikosomatis, stress, kecemasan, schizophrenia, psikotik, depresi-trauma, phobia, panic attack, gangguan tingkah laku pada anak (gangguan belajar, gangguan bahasa, slow learner, gangguan emosi, gangguan pervasif, sibling rivalry, dll) , gangguan dalam pergaulan (minder, tidak pede, jomblo, dll), anak berkebutuhan khusus, (gifted, jenius, indigo, autis, retardasi mental, down syndrom, ADHD, dll), obesitas, substance abuse, quit smoking, PSTD, kesurupan, perselingkuhan, drugs abuse, kleptomania, disleksia, dan masih banyak lagi.

Dari gangguan-gangguan atau kasus psikologis tersebut di atas yang terjadi pada usia dewasa awal lebih banyak merupakan implikasi dari pola asuh atau kondisi lingkungan psikologis yang diberikan oleh orangtua. Ibu Dwi juga menambahkan bahwa dalam beberapa kasus tertentu intervensi dilakukan juga dengan menggunakan teknik hypnotherapy.

Menjadi Psikolog yang Beriman dan Ikhlas Menolong Sesama

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:8.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:107%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

“Belajar ilmu psikologi itu harus disertai keimanan. Tanpa keimanan, nanti Anda akan terjebak oleh teori-teori psikologi Barat yang hanya mengandalkan otak saja (tanpa iman)”. Demikian pesan Ketua HIMPSI Wilayah D.I. Yogyakarta, Dr. Helly Prajitno Soetjipto, MA., Psikolog kepada 7 orang lulusan Magister Psikologi Profesi (MAPPRO) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) dalam acara pengambilan Sumpah Profesi Psikolog Periode XXI, Sabtu, 27 Desember 2014. Ketujuh wisudawan yang diambil sumpahnya tersebut adalah Reni Nurhayati, S.Psi., RA. Nidya Ayu Lestari, S.Psi., Devy Hestiwana, S.Psi., Tri Vika Listyawati, S.Psi., Fisrty Ajeng Wulandari, S.Psi., Ermin Emilia, S.Psi., dan Halfizh., S.Psi.

Sementara Rektor UII, Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc dalam pesannya juga berharap agar ilmu yang diperoleh benar-benar dapat dimanfaatkan untuk berbuat baik pada masyarakat, khususnya pada korban-korban bencana alam/musibah yang sedang banyak terjadi di negara kita. “Kelulusan dari saudara-saudara sekalian menjadi peluang untuk beramal saleh. Dan kalau kita berbuat baik pada orang lain, tidak perlu berharap banyak akan balasan dari orang yang kita bantu itu. Yakinlah akan balasan/pertolongan Allah SWT (kepada kita) melalui tangan-tangan yang lain”, ungkap Rektor.

Dekan FPSB UII, Dr.rer.nat . Arief Fahmie, M.A., HRM, Sekretaris Program Magister Psikologi Profesi, Rr. Indahria Sulistyarini, S.Psi., MA., Psikolog, beserta staf dosen dan karyawan tampak hadir menyaksikan prosesi pengambilan Sumpah Profesi Psikolog Periode XXI tersebut.

FPSB Berbeda, Bersama, Maju, Bahagia Tahun 2015

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:8.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:107%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Guna meningkatkan kebersamaan, keakraban dan kerjasama yang baik antar pegawai (SATPAM, administratif, cleaning service dan petugas parkir), Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) secara khusus menyelenggarakan ‘Outbond dan Rafting’ di daerah Magelang atau tepatnya di RM. Orang Utan (outbond) dan Sungai Elo (rafting), Kamis, 25 Desember 2014. Kegiatan difasilitasi oleh Jogja Consultant dan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Magister Psikologi Profesi (MAPPRO) FPSB UII.

Dalam kegiatan outbond, peserta diajak melakukan permainan-permainan kelompok yang cukup seru dan membuat semua tampak sangat menikmati. Yel-yel ‘FPSB Berbeda, Bersama, Maju, Bahagia Tahun 2015’ pun menambah suasana lebih semangat dan penuh rasa kekeluargaan. Puas dengan berbagai permainan yang penuh dengan filosofi, kegiatan dilanjutkan dengan rafting bersama di Sungai Elo.

Tak jauh berbeda dengan outbond, dalam rafting ini pun peserta tampak sangat menikmati jeram di sepanjang sungai sambil sesekali bermain siram-siraman air antar perahu.

FPSB Workshop-kan ‘Pengelolaan Kerjasama Luar Negeri’

“Saya sangat mengapresiasi sekali workshop Pengelolaan Kerjasama Luar Negeri ini. Mudah-mudah ini kick off ya, berkesinambungan karena merawatnya memang tidak mudah…”, demikian sambutan pembuka Wiryono Raharjo, Ph.D saat menjadi pemateri workshop Pengelolaan Kerjasama Luar Negeri Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Rabu, 24 Desember 2014 di R. Audiovisual. Sedangkan Dekan FPSB UII, Dr.rer.nat. Arief Fahmie., MA.HRM menjelaskan dalam sambutannya bahwa acara yang dimoderatori oleh Libbie Annatagia, S.Psi., M.Psi dan dihadiri oleh Dosen, Karyawan serta perwakilan dari lembaga mahasiswa yang ada di lingkungan FPSB UII tersebut merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan dan memperbaiki kerjasama luar negeri.

 

Ada 3 hal penting yang disampaikan oleh pemilik sapaan akrab ‘Pak Wing’ ini, yakni sejarah internasionalisasi UII yang dimulai sejak era 1980an-sekarang, arah stratejik kerjasama luar negeri UII 4 tahun mendatang yang meliputi program mobilitas mahasiswa (ke dalam dan ke luar negeri), program mobilitas staf (ke dalam dan ke luar negeri), dan program penguatan kelembagaan untuk implementasi kerjasama. Adapun materi terakhir yang disampaikan adalah inisiasi dan etika kerjasama luar negeri yang bisa dimulai dari mana saja, lebih fokus pada implementasi (bukan MoA atau MoU), lebih komunikatif dan responsif, serta menguatkan koordinasi kelembagaan internal UII.

 

Dekan FPSB “Blusukan-Silaturrahmi” ke Lampung dan Kaltim

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Penghujung akhir tahun 2014 atau tepatnya pada bulan Desember 2014, Dekan Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial BUdaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Dr.rer.nat Arief Fahmi, MA.HRM., Psikolog melakukan serangkaian kegiatan ‘blusukan-silaturrahmi’ ke Bandar Lampung dan Kalimantan. SMA N 1 Lampung, PT. Bukit Asam Lampung dan alumni Psikologi FPSB Lampung menjadi tujuan pertama ‘blusukan-silaturrahmi’ di Desember 2014. Di akhir bulan Desember, PT. Kaltim Prima Coal, SMAN 1, SMAN 2 Balikpapan dan ikatan Alumni FPSB UII Kalimantam Timur menjadi tujuan selanjutnya.

Di Bandar Lampung, meski belum sampai pada tataran MoA (memorandum of understanding) secara umum PT. Bukit Asam dan FPSB UII sepakat untuk melanjutkan kerjasama yang sudah berjalan selama ini, yakni bersedia menerima mahasiswa Magister Psikologi Profesi FPSB UII untuk melakukan kerja praktek atau magang.

Hal senada juga disampaikan pihak PT. Kaltim Prima Coal (KPC) yang sangat mengapresiasi kerjasama yang sudah terjalin selama ini dengan Program Magister Psikologi Profesi (S2) FPSB UII. Bahkan, PT. KPC juga akan memberikan kesempatan magang bagi mahasiswa S1 FPSB UII (Psikologi, Komunikasi, Bahasa Inggris, Hubungan Internasional) yang berdomisili di Sangata, Kalimantan Timur.

Saat berkunjung ke SMA N 1 dan SMA N 2, Dekan FPSB UII mendapat kesempatan untuk menyampaikan materi kepada siswa, komite sekolah, guru, dan orangtua tentang motivasi (siswa), peran orangtua dalam memilihkan tempat studi serta peran orangtua dalam kesuksesan studi bagi putera-puterinya. Selain itu, dekan juga berkesempatan melakukan diskusi dengan kepala sekolah (SMA N 1 dan SMA N 2 Balikpapan) terkait dengan rencana kerjasama riset, pengembangan fungsi guru BK serta pemetaan psikologis siswa berbasis computer.

‘Harapan saya agar semua stake holder tersebut (Perusahaan, SMA, Alumni) dapat bersama-sama meningkatkan kualitas Prodi sehingga dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi Prodi tapi juga bagi masyarakat luas’, ungkap Pak Arief.

IKAPSI Beri Pembekalan Alumni FPSB UII

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Perubahan status mahasiswa yang sudah lulus dari universitas menjadi seorang job seeker perlu dibekali dengan kemampuan yang memadai dan menjawab tantangan zaman. Pilihan untuk melanjutkan kuliah pasca S-1 atau pun membuka lapangan pekerjaan menjadi dua pilihan yang bisa dipilih, selain juga melamar pekerjaan. Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan, yaitu terkait personal branding. Demikian diungkapkan Widiasih Diana Putri, S.Psi, salah satu pengurus Ikatan Alumni Psikologi (IKAPSI) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya UII saat menyampaikan materi Job Seeker dan Personal Branding pada Pembekalan Calon Alumni FPSB UII, Rabu (24/12) di Ruang Diskusi Magister Psikologi Profesi FPSB UII.

Disampaikan, sebuah branding sangat diperlukan untuk memberikan kesan kepada perusahaan jika pelamar menginginkan dilirik oleh perusahan. Ratri juga menambahkan karir juga bisa dimulai dengan bekerja. Dalam pembekelaan tersebut, peserta juga diberikan tips untuk menghadapi psikoters. Tips yang diberikan yaitu: pastikan telah mengasah kemampuan terlebih dahulu dengan latihan, jaga stamina sebelum psikotes berlangsung, persiapkan alat tulis lengkap, datang lebih awal, berdoa, dan perhatikan instruksi.

Tidak hanya terkait tips pekerjaan, Ratri juga memberikan sejumlah informasi terkait beasiswa pasca sarjana seperti beasiswa unggulan DIKTI, Tanoto Foundation, dan Beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP.

Di akhir sesi, peserta juga dimotivasi untuk bergabung dengan keluarga Ikatan Alumni Psikologi (IKAPSI) sebagai wadah para alumni atau lulusan S-1. Tidak kurang 30 peserta hadir pada acara tersebut.

Psikologi Kaji Profesionalisme Guru PAUD

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:8.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:107%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

“Jika kita ingin memasukkan anak ke sekolah PAUD, makan kita perlu menghitung proporsional jumlah guru pembimbing dengan kapasitas (jumlah) siswa yang ditawarkan. Hal ini penting untuk menjamin bahwa anak kita mendapatkan bimbingan yang baik”. Demikian ungkap Rieka Apriyani, S.Psi saat memberikan materi kolokium “Profesionalisme Guru PAUD” yang diselenggarakan Departemen Psikologi Pendidikan dan Perkembangan Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Selasa, 23 Desember 2014. Acara yang berlangsun di GKU. Prof. Dr. Sardjito, M.P.H Kampus Terpadu UII ini dimoderatori oleh Resnia Novitasari, S.Psi., MA.

Direktur ‘Sekolah Primagama’ KB-TK dengan 32 cabang di seluruh Indonesia yang juga alumni Prodi Psikologi FPSB UII mengawali paparannya dengan menyampaikan 4 standar kompetensi yang harus dimiliki guru menurut UU No. 14 tahun 2005, yakni kompetensi pedagogik terkait dengan kemampuan guru dalam merancang, mengelola dan menilai pembelajaran anak didik serta memberikan motivasi dan penguatan pada anak didik (verbal dan non verbal), kompetensi kepribadian yang berkait erat dengan sikap, akhlak dan keteladanan, kompetensi sosial yang berhubungan dengan kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi secara intensif dan efisien dengan seluruh warga sekolah serta kompetensi profesional yang berhubungan dengan penguasaan pembelajaran secara luas dan terintegrasi sesuai dengan kehidupan sehari-hari.

Tak jauh berbeda dengan standar kompetensi tersebut, seorang guru PAUD profesional menurut Rieka juga harus mampu merancang, melaksanakan dan menyusun laporan penelitian, mampu berinovasi dalam mengembangkan model pembelajaran sesuai dengan kebutuhan anak serta mampu memahami materi ajar sesuai dengan kurikulum PAUD dan mengintegrasikannya dengan materi lain yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari.

Pengasuh rubrik di koran Harjo dan Republika ini juga menambahkan bahwa seorang guru PAUD haruslah memiliki kesukaan dalam mengamati perilaku anak (dengan cermat), suka menjadi pendengar yang baik, suka menjalin hubungan intensif yang baik dengan anak, mampu berempati dan menempatkan diri pada posisi anak, suka memberikan kesempatan pada anak, memiliki ketegasan yang hangat, suka menggunakan bahasa anak, suka menggunakan alat peraga, dan lain sebagainya.

Terkait dengan pendirian lembaga PAUD menurutnya ada beberapa modal yang harus dipersiapkan, yakni membuat tujuan, misi dan misi, mempersiapkan kurikulum, membuat segmentasi peserta didik, menyiapkan sarana dan prasarana, menyiapkan biaya pendidikan, serta menyiapkan sistem evaluasi evaluasi peserta didik.

“Kesabaran, keikhlasan, serta doa merupakan bagian yang tak terpisahkan ketika Anda berkomunikasi dengan anak”, pungkasnya.