M. Nur Syuhada: Setelah Lulus Harus Terus Beraktivitas
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:8.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:107%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
“Setelah Anda lulus, maka Anda harus terus memiliki aktivitas. Jangan sampai tidak memiliki aktivitas. Kalau bisa, aktivitas yang dilakukan mendukung Anda dalam mengembangkan potensi diri. Aktivitas tersebut akan sangat dihargai oleh perusahaan saat proses seleksi calon karyawan. Jangan sepelekan juga medical check up. Banyak calon pelamar gagal dalam proses ini setelah diketahui mereka mempunyai kolesterol/gula yang tinggi. Ini bisa diakibatkan kesalahan dalam pola makan kita”. Demikian ungkap alumni Prodi Psikologi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Muhammad Nur Syuhada, S.Psi saat memberikan pembekalan kepada calon alumni FPSB UII, Jumat, 31 Oktober 2014 di Ruang Audiovisual FPSB UII.

Kesalehan seorang muslim dinilai menurun saat tidak mampu membentengi diri dari pengaruh-pengaruh negatif pergaulan kemasyarakatan. Islam sebagai agama memberikan pedoman agar para pemeluknya bisa selamat di dunia dan akhirat. Problematika masyarakat muslim baik di Indonesia maupun di masyarakat dunia, seperti ISIS di Iraq dan Syiria, contohnya, ikut menyedot perhatian warga dunia utamanya kaum muslim sendiri. Bahkan, sejumlah intelektual muslim dari kalangan peneliti dan akademisi menilai perlu adanya solusi untuk kembali pada ajaran Al Qur’an dan Hadits sebagai respon menanggapi problem di masyakarat.
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Jakarta kembali menggelar even nasional tahunan ‘
