Syi’ār
Volume 2 Edisi 1, 2026
Tanggal Terbit 12 Mei 2026
Beretika menuju masa remaja
Imadi
Tenaga Kependidikan Fakultas Psikologi, Universitas Islam Indonesia
Masa remaja adalah suatu masa dimana anak – anak mengalami proses menuju ke masa dewasa, atau bisa disebut masa peralihan. Masa remaja adalah sebuah fase yang sangat luar biasa, karena fase ini adalah waktu di mana para remaja mulai mencari dan memunculkan jati dirinya. Banyak para remaja mencari jati diri dengan mencoba berbagai macam hal-hal baru, serta memperluas jangkauan pertemanan. Namun, dalam proses pencarian kebebasan ini, sering kali ada hal penting yang selalu terabaikan atau bisa dianggap kuno, yaitu tentang etika. Padahal, etika bukanlah hanya sekadar sebuah aturan yang secara formal tentang tata cara bergaul, tata cara berpakaian ataupun tata cara makan dan minum, melainkan cerminan dari kualitas dirinya yang sesungguhnya.
Di era modern yang serba digital dan penuh dengan teknologi canggih saat ini, tantangan etika bagi para remaja jauh lebih kompleks apabila dibanding dengan generasi yang sebelumnya. Saat ini etika para remaja mudah dilihat dari aktivitas kebiasaan keseharianya baik setiap waktu, setiap menit, bahkan setiap detik, yang tak bisa lepas dari genggamannya, yaitu melalui layar handphone atau layar ponsel dengan berbagai media sosial di dalamnya. Ada beberapa yang sering kita jumpai, tentang bagaimana tata cara para generasi muda atau remaja menyampaikan aspirasinya melalui berkomentar di media sosial, ataupun cara mengirim pesan singkat kepada orang lain, terutama yang lebih tua, seperti kepada guru atau orang tua sendiri, hingga bagaimana tata cara menyikapi sebuah perbedaan pendapat dalam ruang publik digital maupun non digital.
Jika dibandingkan perbedaanya dengan zaman dahulu, sebuah etika remaja dulu sudah terlihat di saat sedang berhadapan atau bertatap muka secara langsung. Salah satu contohnya adalah ketika sedang lewat di hadapan orang lain yang lebih tua, mereka selalu diajarkan untuk selalu menyapa. Apabila menerima pemberian dari orang lain, mereka selalu diajarkan tentang tata cara berterima kasih yang baik, serta tata cara berpendapat dan bergaul dengan penuh toleransi dan kesopanan.
Masa peralihan merupakan sebuah proses bukan masa anak-anak lagi, tetapi juga belum sepenuhnya dewasa. Di fase inilah saat yang paling penting dan yang paling tepat untuk membentuk fondasi dan karakter anak-anak untuk menjadi remaja yang beretika. Fondasi yang perlu kita bentuk diantaranya adalah remaja yang tau tempat, tau diri, dan tau Tuhan. Memahami keadaan remaja zaman sekarang, atau yang bisa dikatakan remaja zaman modern, atau remaja di zaman yang serba canggih, tentunya tidak mudah untuk menerapkan ajaran tersebut. Dilihat dari pergeseran waktu, perubahan zaman, dari masa lalu ke masa sekarang ini, sangatlah penting penerapan fondasi etika yang kuat untuk para remaja sebagai generasi selanjutnya.
Sahabat Ali bin Abi Thalib pernah berpesan: “Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup di zaman mereka, bukan pada zamanmu.” Maka dengan datangnya zaman yang serba digital ini, tentunya banyak hal yang harus bisa disikapi oleh para orang tua terhadap putra putrinya yang sedang beranjak menuju ke masa remaja. Era saat ini telah banyak perubahan dan perkembangan, baik perkembangan di bidang pendidikan, teknologi maupun kebudayaan, yang sangat mempengaruhi tata cara beretika bagi para generasi muda, terlebih bagi para remaja. Untuk itu sangat penting penerapan pendidikan karakter yang mempunyai dampak baik bagi kehidupan, supaya terhindar dari segala permasalahan, juga semakin terpupuk moral dan norma agama pada diri generasi muda.
Remaja yang membiasakan diri dalam menerapkan etika, menghormati orang lain, jujur, dan bertanggung jawab, nantinya akan terasa lebih mudah dipercaya oleh lingkungan sekitar, termasuk dalam membuka peluang karier kerja. Selain itu, penerapan etika sangat penting untuk membangun hubungan yang sehat, karena bisa menghindari segala permasalahan, perbedaan pendapat, atau konflik antar teman, antar pelajar yang sering terjadi karena dipicu oleh hal-hal yang sepele, seperti salah paham, atau karena ucapan yang kurang tepat. Dengan menerapkan etika berkomunikasi yang baik, seperti mendengarkan saat orang lain berbicara, tidak memotong pembicaraan, dan menghindari penyebaran informasi atau berita yang tidak jelas, kita bisa menciptakan hubungan pertemanan yang baik, positif, dan saling mendukung. Sering kali kita perhatikan dan kita lihat di lingkungan sekitar, banyak anak-anak remaja yang sudah selayaknya perlu kita ajarkan tentang etika, perilaku yang baik dan benar, serta tidak lepas dari ajaran sopan santun.
Ajaran etika berbicara atau komunikasi dengan baik sesuai dengan firman Allah SWT dalam Surat Thaha Ayat 44, yang mengajarkan berbicara dengan lemah lembut. Dari beberapa contoh tersebut, tentunya masih banyak lagi etika yang harus kita ajarkan untuk diterapkan oleh para generasi muda dan anak-anak menuju masa remaja. Menerapkan etika tidak berarti harus menjadi pribadi yang kaku. Dengan penerapan etika tersebut, remaja tetap bisa tampil penuh dengan gaya dan mengikuti perkembangan atau tren yang ada. Namun, penuh gaya dan mengikuti tren yang sesungguhnya adalah mampu berperilaku dengan tahu batas dan aturan. Karena itu, sangatlah penting mengajarkan pembiasaan diri untuk mengucapkan hal-hal mudah, seperti ucapan “tolong”, “maaf”, dan “terima kasih” dengan tanpa merasa gengsi.
Pada akhirnya, masa remaja akan berlalu, dan akan melangkah ke dunia dewasa yang lebih luas. Bekal terbaik yang bisa dibawa bukanlah seberapa besar kepopuleran atau seberapa banyak pengikut di media sosial, melainkan bagaimana kita memperlakukan manusia lain. Mari jadikan etika sebagai gaya hidup, karena kecerdasan tanpa etika hanya akan melahirkan kesombongan, adapun kecerdasan yang dibersamai etika akan melahirkan kehormatan. Seperti kutipan hadits Nabi: “Sesungguhnya yang paling aku cintai di antara kalian dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah mereka yang paling bagus akhlaknya di antara kalian.” (HR Tirmidzi)
Jadi, marilah kita ajarkan tentang etika dan akhlak yang sesuai dengan ajaran agama dengan harapan semoga kita semua dan keluarga senantiasa bisa terjauh dari api neraka dan didekatkan dengan surgaNya Allah SWT.



