MAPPRO Gelar Sumpah Profesi ke-34

Program Magister Psikologi Profesi (MAPPRO) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) kembali mengambil sumpah 7 orang lulusannya, Sabtu, 25 Februari 2017 di R. Auditorium FPSB UII.

Ketua HIMPSI Wilayah Yogyakarta, Dr. Helly P. Soetjipto, MA dalam sambutannya kembali mengingatkan pentingnya para lulusan untuk mengemban tugas dan amanah sebagai psikolog tanpa memperhitungkan suku, agama, ras sebagaimana yang telah diikrarkan dalam sumpah tersebut.

Sementara Wakil Rektor II UII, Dr. Nur Feriyanto, M.Si menegaskan semakin pentingnya peran profesi psikolog di masyarakat saat ini dimana persoalan yang dihadapi masyarakat semakin banyak dan sangat komplek. “Anda bisa mengambil kesempatan tersebut untuk mengamalkan ilmu yang Anda miliki”, ungkapnya.

HIMPSI Jajaki Kerjasama denga FPSB UII

Pengelola Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Yogyakarta bertekad akan mengoptimalkan peran dan fungsi organisasi agar lebih bermanfaat bagi masyarakat luas,  berdaya saing/kuat, dan lebih bermartabat. Hal ini disampaikan oleh Haryanta, selaku pengurus HIMPSI Wil. Yogyakarta saat menyosialisasikan mimpi/cita-cita tersebut pada civitas akademika FPSB UII (dosen dan Mahasiswa), Senin, 30 Januari 2017 di R. Auditorium FPSB UII.   

Sosialisasi tersebut juga merupakan tahapan dalam proses penjajakan kerjasama yang ingin dibangun pengurus HIMPSI dengan Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) yang memiliki prodi Psikologi.  

 

Oleh karenya, Haryanta berharap agar setiap lulusan Psikologi (S1 dan S2) bisa segera mengurus kartu anggota HIMPSI dan ijin praktek (bagi lulusan S2) secepatnya. Karena selain akan mendapatkan proteksi (bagi yang akan membuka praktek psikolog) anggota juga akan mendapatkan 2x pelatihan gratis yang diselenggarakan HIMPSI dan juga potongan harga tiket dalam acara2 yang diselenggarakan HIMPSI.

Ketua HIMPSI Wilayah Yogyakarta, drs. Helly P. Soetjipto, MA berharap agar yang  dilakukan HIMPSI wilayah Yogyakarta nantinya bisa memperkuat sistem pendidikan psikologi dan menjadi trend setter pengembangan maupun peningkatan kompetensi Psikologi di Indonesia.

 

Membangun Keluarga Berdaya Tahan di Tengah Perubahan Zaman dalam Perspektif Islam

Perubahan yang terjadi pada pasangan hidup kita (suami/isteri) yang disebabkan oleh banyak faktor (usia, peristiwa, finansial, dll) dapat memicu konflik dan mengancam ketahanan keluarga. Namun apabila nilai-nilai dalam agama diterapkan secara benar, maka nilai-nilai agama itu akan tetap mempu menguatkan keluarga. Hal ini disampaikan oleh Dr.Phil. Qurrotul Uyun, S.Psi., M.Si., Psikolog  dan Dr. Phil Emi Zulaifah, M.Sc dalam acara pertemuan rutin Ikatan Keluarga Ibu-Ibu (IKI) Universitas Islam Indonesia (UII), Jumat, 10 Februari 2017 di GKU. Prof. Dr. Sardjito, M.Ph Kampus Terpadu UII.

Selain penerapan nilai-nilai agama secara baik dalam keluarga sebagai salah satu modal penting dalam mempertahankan keluarga, keduanya juga menyampaikan hal-hal atau prinsip penting lainnya yang juga bisa dijadikan penguat dalam berkeluarga, seperti menemukan-menjalani-memelihara cinta dan cita-cita keluarga, menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna (termausk pasangan hidup kita), menyadari bahwa tidak ada keluarga yang tidak akan diuji oleh Allah SWT, senantiasa mengingat-ingat kebaikan pasangan dan mengingat-ingat kekurangan diri kita, menemukan/menyamakan misi dalam keluarga, bersabar-bersyukur-ridha dengan apa yang sudah diberikan Allah SWT, memaafkan kesalahan yang dilakukan oleh pasangan (tidak ada manusia yang sempurna), serta mau menjadikan konflik sebagai sarana untuk membangun kekuatan keluarga.

 

Keduanya juga menambahkan bahwasannya sebagian orang ada yang mampu menerima setiap musibah dengan rasa syukur dan bahkan membuat semakin dekat dengan Allah SWT.  “Masing2 kita adalah ujian bagi yang lain. Bagaimana setiap periatiwa menjadikan kita semakin dekat dengan Allah. Ini yang menurut saya sangat penting..!”, pungkas Bu Uyun.