Ultah ke-10, KMPP FPSB Gelar Aksi Donor Darah
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
Sebagai salah satu rangkaian dari ultahnya yang ke-10 (4 Maret), keluarga besar Komunitas Mahasiswa Psikologi Progresif (KMPP) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia kembali menggelar aksi sosial kemanusiaan “Donor Darah”. Aksi sosial yang cukup mendapat simpati dari mahasiswa tersebut digelar di halaman depan gedung Soekiman Wirjosandjojo (FPSB UII), Senin-Selasa, 25-26 Maret 2013. Dalam aksi ini, KMPP menggandeng PMI Kab. Sleman sebagai partnernya. Perlu diketahui bersama bahwa PMI Kab. Sleman memerlukan cadangan darah minimal 500 kantong untuk setiap bulannya.

Kompleksitas permasalahan yang terus tumbuh dalam sebuah organisasi, lembaga, institusi ataupun pemerintahan tentu membutuhkan penanganan khusus (baca : kreatif) untuk mencari solusinya. Kehadiran pimpinan yang kreatif sebagai pemegang kekuasaan sekaligus pengambil keputusan jelas memiliki peran yang sangat penting dalam proses tersebut. Oleh karena itu, untuk memberikan gambaran ataupun tambahan pengetahuan tentang kepemimpinan kreatif bagi mahasiswa S1, Prodi Psikologi secara khusus menggelar kolokium “Kepemimpinan Kreatif”,
Mahasiswi Program Studi Ilmu Psikologi (2009), Rabiatul Aprianti, kembali mewakili Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) dalam ajang seleksi Mahasiswa Berpretasi (Mawapres) tingkat universitas yang digelar pada Selasa, (26/3) di Ruang Sidang Utama Gedung H. GBPH Prabuningrat, Rektorat UII.
“Banyak sekali pekerjaan-pekerjaan Psikologi Sosial untuk kita kembangkan. Saya miris terhadap pembatasan majoring (peminatan) yang ada di HIMPSI, yakni pada Psikologi Klinis Dewasa, Klinis Anak, Pendidikan dan PIO. Kenapa harus dibatasi? Kapan Psikologi Indonesia akan maju kalau hanya dibatasi 4 majoring? Padahal masalah Psikologi Sosial ini adalah masalah yang paling banyak terjadi di negara kita, seperti tawuran, korupsi, konflik, identitias bangsa, dan lain-sebagainya”.
“Anak-anak jaman sekarang banyak yang dimanjakan oleh orangtuanya dengan memenuhi semua kenginanannya secara cepat. Hal ini akan membuat anak memiliki ketergantungan yang sangat besar kepada orangtua. Padahal kita tidak selamanya bisa memberikan proteksi pada mereka. Oleh karena itu, biarkan anak belajar ‘frustasi’ (baca: dengan tidak memenuhi setiap keinginannya secara mudah). Dengan demikian, anak tersebut nantinya tidak terlalu tergantung pada orang tua dan bisa lebih mandiri”. Demikian ungkap Prof. Dr. Zulrizka Iskandar, M.Sc di sela-sela memberikan materi seminar tentang Pendirian dan Pengelolaan Lembaga Pelayanan Psikologi yang digelar oleh Magister Psikologi Profesi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia, Senin, 26 Maret 2013.
“Peluang pelayanan psikologi saat ini masih sangat luas. Permasalahan yang ada di Indonesia adalah permasalahan Psikologi. Baik tentang TKI, korupsi,
Ketua Himpsi Wilayah D.I. Yogyakarta,
“Temukan passion (baca: gairah untuk mendapat kebahagiaan hidup) kalian bersama ridho orang tua”. Demikian pesan khusus dan penting yang disampaikan Dekan Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia, H. Sus Budiharto, S.Psi., M.Si., Psikolog kepada para calon Wisudawan/wati FPSB UII pada acara ‘Pembekalan Alumni FPSB UII’, Jumat, 22 Maret 2013 di R. Auditorium FPSB UII.
