Dari Rakor FPSB UII, Pak Bachnas: ?Jangan Lupakan Senyum?

Image

Wakil Rektor III UII, Ir. Bachnas, M.Sc saat memberikan sambutan dan membuka Rakor FPSB UII Tahun 2011

Mari kembali kita ingatkan untuk senantiasa membudayakan senyum. Temasuk dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Jika ada satu permasalahan yang bisa kita selesaikan dengan senyum, buat apa kita selesaikan dengan amarah”, demikian himbauan Wakil Rektor III, Ir. Bachnas, M.Sc saat memberikan sambutan sekaligus membuka Rapat Koordinasi Kerja Fakultas psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas islam Indonesia yang digelar pada hari Senin-Selasa, 18-19 Juli 2011 di Auditorium FPSB UII.  Selain itu, Pak Bachnas (panggilan akrab Ir. Bachnas, M.Sc) juga mengingatkan beberapa hal penting kepada para peserta rakor, yakni :

?Pengungsi dan Trauma?

Kata “pengungsi” tentu sudah tidak asing lagi bagi telinga kita. Pengungsi diartikan oleh banyak orang sebagai seseorang atau sekelompok orang yang meninggalkan suatu wilayah guna menghindari suatu bencana atau musibah, baik musibah bencana alam, perselisihan agama, perseteruan politik maupun bencana lain seperti halnya kebocoran Rekator atau Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir yang terjadi di Jepang akibat bencana tsunami. Berbagai permasalahan pun tentu ada di pengungsian, baik permasalahan yang berkaitan dengan kesehatan, makanan, tempat tinggal, sarana ibadah, hingga permasalahan psikologis seperti halnya trauma.

Aktif Berorganisasi Tak Halangi Raih Prestasi

Image

Adhi Hutama Habibi, S.Psi didampingi kedua orangtuanya

Jika ada anggapan dari masyarakat akademik maupun para orangtua/wali mahasiswa atau bahkan mahasiswa sendiri yang meyakini bahwa dengan aktif berorganisasi akan menghalangi pencapaian prestasi atau bahkan membuat waktu kelulusan tertunda lebih lama, maka hal tersebut tidaklah semuanya benar. Setidaknya anggapan itu dipatahkan oleh seorang mahasiswa Prodi Psikologi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya yang sangat aktif berorganisasi, Adhi Hutama Habibi, S.Psi. Pemuda asal Kupang kelahiran tahun 1989 ini berhasil meraih IPK tertinggi 3,97. Atas prestasi tersebut, dirinya berhak mendapatkan penghargaan Pin Emas dari Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia pada acara Wisuda Doktor, Magister, Sarjana dan Ahli Madya Periode V Tahun Akademik 2010-2011 yang berlangsung pada hari Sabtu, 25 Juni 2011 di Gedung Auditorium Kahar Muzakir, Kampus Terpadu UII Yogyakarta.