Menembus Batas: Mahasiswa UII Laksanakan KKN Mandiri Internasional di Taipei
Enam mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) mencatat sejarah dengan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Internasional di Taipei, Taiwan. Program ini menjadi langkah komitmen UII dalam memperluas kesempatan mahasiswa untuk mengabdi di luar negeri secara mandiri, sekaligus membuka jalan bagi pengalaman lintas budaya yang kaya makna.
Mahasiswa Program Studi Psikologi Angkatan 2022, Afta Raasikh Editia, menjadi salah satu mahasiswa yang berkesempatan untuk melakukan KKN Mandiri Internasional di Taipei. Bersama dengan 5 mahasiswa dari program studi lain: Pendidikan Bahasa Inggris, Ilmu Komunikasi, Hukum Keluarga Islam, Hubungan Internasional dan Ekonomi Pembangunan.
Perjalanan Persiapan dan Pendanaan
Perjalanan menuju Taipei bukanlah hal instan. Bersama dengan kelompoknya, Afta harus melewati proses panjang: mencari mitra luar negeri, menyusun program kerja, mengajukan proposal ke Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) UII, hingga mengupayakan pendanaan.
Pendanaan terbesar datang dari internal UII, mulai dari program studi, fakultas, hingga universitas. Namun, tidak hanya berhenti disitu, mereka juga berinisiatif menggalang dana dengan berjualan baju bekas. “Kami sempat mengajukan ke beberapa instansi seperti BAZNAS RI, Pertamina, hingga brand besar. Tapi alhamdulillah, dukungan terbesar tetap dari internal UII,” ungkap Afta.
Kolaborasi dengan PCINU Taiwan
Bekerja sama dengan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Taiwan, Afta dan kelompok mengusung tema “International Community Engagement for Impact: Collaborative Empowerment Between UII Students and Indonesian Migrant Workers in Taiwan” dengan berfokus pada pemberdayaan pekerja migran Indonesia di Taiwan melalui pendekatan edukatif, spiritual, dan sosial selama bulan Ramadhan.
Dalam laman Instagram @formosadiary, mereka membagikan rekap kegiatan KKN Mandiri Internasional di Taipei. Setiap mahasiswa membawa program kerja sesuai bidang studi masing-masing, sekaligus berkontribusi membantu PCINU Taiwan dalam berbagai aktivitas selama bulan Ramadhan. Kegiatan tersebut meliputi pendampingan anak-anak diaspora dan lokal melalui TPQ secara rutin, penggagasan workshop serta edukasi bagi pekerja migran Indonesia, dan inisiasi program pemberdayaan komunitas dengan membuka ruang diskusi bersama.
PCINU Taiwan menyambut kedatangan mahasiswa UII dengan hangat dan selalu melibatkan mereka secara aktif dalam setiap kegiatan, sehingga tercipta suasana kebersamaan yang erat antara mahasiswa, komunitas diaspora, dan masyarakat lokal.
Belajar dari Budaya Taiwan
Selama masa KKN ini berlangsung, Afta menyadari pengalaman lintas budaya yang cukup signifikan dibandingkan kehidupannya di Indonesia. Sebagai negara dengan penduduk minoritas Islam, Afta merasakan bahwa masyarakat Taiwan banyak mempraktikkan nilai-nilai keislaman di dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari tingginya toleransi antar umat beragama, tingginya tingkat kejujuran para warga Taiwan, serta sistem keamanan yang tertib dan teratur. “Dari segi toleransi, Taiwan itu sangat mengerjakan dengan toleransi perbedaan apapun. Jadi nggak ada diskriminasi apapun di sini,” jelasnya.
Selain itu, sebagai mahasiswa psikologi, ia menyoroti pentingnya peran PCINU sebagai wadah coping stress bagi diaspora Indonesia di Taiwan serta berkontribusi besar dalam memajukan perkembangan Islam di sana. Berbagai kegiatan keagamaan membuat para WNI merasa senang dan antusias, meski tuntutan kerja dan belajar di Taiwan cukup tinggi.
Pelajaran Berharga dari Pengalaman Internasional
Melihat betapa menariknya pengalaman yang ia jalani, memberi Afta pandangan baru tentang pentingnya keberanian mengambil kesempatan. Ia berpesan agar mahasiswa lain tidak ragu mencoba hal baru, termasuk pengalaman internasional.
“Di luar negeri, kita menemukan perspektif baru yang bisa diterapkan ketika kembali ke Indonesia. Jadi jangan takut untuk aktif, berprestasi, dan berani melangkah keluar dari zona nyaman,” tuturnya.
UII: Melahirkan Mahasiswa Unggul dan Mendunia
Universitas Islam Indonesia terus mendorong mahasiswa untuk berkiprah di tingkat global, salah satunya yaitu pengabdian masyarakat. Komitmen ini diwujudkan oleh Program Studi Psikologi UII dengan mengintegrasikan ilmu psikologi bersama nilai profetik, keislaman, dan keindonesiaan. Melalui KKN Mandiri Internasional, mahasiswa Psikologi UII mendapat pengalaman lintas budaya, keterampilan praktis, dan perspektif global yang relevan untuk menjawab tantangan psikologi di dunia.
Mari bergabung bersama Psikologi UII dan wujudkan mimpi menjadi psikolog yang unggul, berkarakter Islami, dan siap mendunia. Informasi pendaftaran mahasiswa baru dapat diakses melalui: https://pmb.uii.ac.id/
Penulis: Khansa Tafidah Khairunnisa



