FPSB Bangun Komunikasi Efektif Staf Kependidikan

Bisa dipastikan semua orang sepakat untuk menempatkan ‘komunikasi’ sebagai salah satu faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan dalam mencapai tujuan tertentu, khususnya dalam membangun budaya kerja yang kompak dan solid di sebuah perusahaan/institusi. Oleh karena, Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia secara khusus menyelenggarakan outbond bertema “komunikasi efektif” bagi staf ‘Tenaga Kependidikan’ yang digelar pada 23 Desember 2012 di Orang Utan Resto Magelang. Materi outbond disampaikan oleh tim dari Mahasiswa Magister Psikologi Profesi PSB UII dalam kemasan beberapa permainan, seperti jaring laba-laba, ranjau, puzzle, giring balon, dan juga permainan pengorbanan diri, yakni permainan yang meminta peserta untuk memanfaatkan seluruh potensi yang melekat pada diri (tangan, kaki, ikat pinggang, tali sepatu, dll) kemudian berbaris guna menggapai bendera yang telah disediakan terlebih dahulu dari jarak tertentu.

Laboratorium Psikologi Gelar ‘Open House’

Untuk lebih mengenalkan Laboratorium Prodi Psikologi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia kepada para mahasiswa (khususnya mahasiswa baru), laboratorium yang berlokasi di Gedung Dr. Soekiman Wirjosandjojo lantai 4 membuka ‘Open House’ pada hari Selasa dan Rabu (18-19 Desember 2012). Event 100% free ini memang merupakan agenda tahunan laboratorium Psikologi FPSB UII.

Metode Pengajaran Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

“Setiap manusia itu dilahirkan beragam dan memiliki keunikan masing-masing. Sebagai seorang psikolog/calon psikolog yang memiliki profesi dengan sebutan ‘helping hand profession’, maka kita harus menghargai keragaman tersebut. Jangan dipisah-pisahkan, jangan dibeda-bedakan”. Demikian pesan Prof. Dr. Frieda Mangunsong, Psikolog saat memberikan materi tentang ‘Metode Pengajaran Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus’ dalam kegiatan kolokium Psikologi Pendidikan dan Perkembangan yang digelar Prodi Psikologi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia, Senin, 17 Desember 2012.

Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Agendakan Workshop “School of Empathy”

Untuk kali ke dua Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia akan menyelenggarakan workshop ‘School of Empathy” pada tanggal 2 sd 3 Januari 2013. Kegiatan akan diselenggarakan di GKU (Gedung Kuliah Umum). Prof Dr. Sardjito, Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia dengan menghadirkan Prof. Dr. Marcus Stueck (Applied University Zwickau (DPFA)-Universitat Leipzig, Jerman) sebagai pemateri.

Prodi Psikologi Selenggarakan Kolokium Layanan Psikolog di Puskesmas

Keberadaan layanan jasa Psikolog di setiap Puskesmas memang sudah menjadi suatu keharusan di jaman sekarang. Problematika hidup yang semakin komplek jelas menjadi salah satu pemicu banyaknya kasus gangguang kejiwaan di kalangan masyarakat, utamanya di kalangan masyarakat kelas menengah ke bawah yang hanya mampu mengakses layanan kesehatan setingkat Puskesmas. Kompleksitas permasalahan kejiwaan di lapangan (baca : puskesmas) jelas membutuhkan pendekatan khusus untuk menyelesaikannya.

Lika-liku Tugas Psikolog di Puskesmas

 

Keberadaan layanan jasa Psikolog di setiap Puskesmas memang sudah menjadi suatu keharusan di jaman sekarang. Problematika hidup yang semakin komplek jelas menjadi salah satu pemicu banyaknya kasus gangguang kejiwaan di kalangan masyarakat, utamanya di kalangan masyarakat kelas menengah ke bawah yang hanya mampu mengakses layanan kesehatan setingkat Puskesmas. Kompleksitas permasalahan kejiwaan di lapangan (baca : puskesmas) jelas membutuhkan pendekatan khusus untuk menyelesaikannya.

Oleh karena, guna memberikan sedikit gambaran mengenai program layanan Psikolog di Puskesmas, secara khusus Departemen Psikologi Klinis Prodi Psikologi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia menyelenggarakan kolokium bertema “Program Pelayanan Psikolog di Puskesmas”, Kamis, 6 Desember 2012 dengan menghadirkan salah satu Psikolog Puskesmas Gamping 1 Sleman, Amalia Rahmadani, S.Psi., M.Psi., Psikolog

Menurut Amalia Rahmadani, tugas seorang psikolog puskesmas secara garis besar (di dalam dan di luar gedung) adalah melakukan kegiatan/program promotif dan preventif, program kuratif dan serta program rehabilitatif. Untuk progam promotif dan preventif bisa dilakukan dalam bentuk penyuluhan di sekolah-sekolah, di masyarakat (karang taruna, PKK, posyandu, dll), lintas sektoral, pelatihan kader, serta skrining kesehatan jiwa (sekolah dan kader). Sedangkan tugas kuratif bisa berupa konseling dan psikoterapi baik di dalam maupun di luar Puskesmas (sekolah atau posyandu), seperti: kegiatan asesmen, penegakan diagnosis, perkiraan prognosis, konseling psikoterapi individu, keluarga, maupun kelompok. Bisa juga dilakukan melalui tes psikologi (tes masuk sekolah, tes bakat-minat, tes potensi karir, tes utk siswa ABK). Untuk program rhabilitatifnya bisa dilakukan dengan cara memberikan pendampingan pasien, melakukan monitoring dan evaluasi, merencanakan tindak lanjut/rekomendasi/rujukan, melakukan kunjungan ke rumah pasien, mengadakan family gathering, konseling kelompok, FGD maupun koordinasi lintas sektoral.

Selain itu, Psikolog Puskesmas juga melayani program paket konseling & deteksi risiko masalah psikososial, seperti pemeriksaan calon pengantin, pemeriksaan calon jamaah haji, deteksi tumbuh kembang balita, maupun pemeriksaan psikologis untuk keterangan sehat. Sepintas Amalia juga menyampaikan mengenai penanganan tematik, seperti tumbuh kembang anak, ibu hamil, kesehatan reproduksi remaja & infeksi menular seksual, napza: berhenti merokok, kekerasan dalam rumah tangga, korban bencana, penderita HIV/AIDS, keluarga dengan gangguan jiwa, serta difabel.

Amalia menambahkan bahwa seorang Psikolog Puskesmas harus bisa melakukan pendekatan yang terbaik kepada pasien. Pendekatan yang dimaksud adalah pendekatan yang sesuai dengan persepsi pasien itu sendiri. Ini terkait dengan masih adanya masyarakat yang enggan dianggap mengalami ‘gangguan jiwa’ ataupun dianggap ‘stres’.

Selain tugas pokok seorang Psikolog Puskesmas juga memiliki tugas penunjang, seperti pembuatan media promosi (leaflet, mading, materi penyuluhan/ pelatihan, modul pelatihan), melakukan siaran radio, melakukan tes inteligensi dan tes kepribadian, menjadi saksi ahli, mau memperkaya keilmuan melalui seminar, pelatihan, lokakarya, workshop, dan lain-lain. Sedangkan tugas tambahannya adalah melakukan dan melaporkan survey kepuasan pelanggan internal serta melakukan pembinaan SDM karyawan Puskesmas.

Secara administratif, psikolog puskesmas juga diminta membuat laporan hasil pemeriksaan psikologis, membuat register konseling individu, keluarga, kelompok, membuat laporan kegiatan promosi kesehatan (penyuluhan, skrining, pelatihan) dan mampu mengelola Sistem Informasi Kesehatan Mental- Online (SIKM – Online), mengelola data konseling individu, data absensi, data promosi kesehatan serta laporan kunjungan

Kepada para peserta kolokium Amalia berpesan untuk sering berlatih melakukan intervensi dengan memanfaatkan teman dekat sebagai subjeknya, seperti mendengarkan curhatan misalnya. Dengan semakin banyaknya latihan yang dilakukan, Amalia berkeyakinan bahwa suatu saat sangat membantu peserta kolokium dalam melakukan intervensi psikologi yang tepat saat peserta sudah menjadi seorang psikolog atau bahkan bertugas sebagai psikolog di sebuah puskesmas.

FPSB Tasyakuran Doktor dan Lepas Pegawai Purna Tugas

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Kali pertama Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia menyelenggarakan tasyakuran ‘khusus’ untuk menyambut ‘Doktor baru’. Di tahun 2012 ini, 3 orang staf pengajar yakni Arief Fahmie, Fuad Nashori, dan Hepi Wahyuningsih telah berhasil menyelesaikan studi S3 dan berhak menyandang gelar Doktor. Uniknya, masing-masing doktor mempunyai catatan tersendiri. Dr. Arief Fahmie berhasil meraih predikat ‘cumlaude’ dari TU Chemnitz, German. Dr. H. Fuad Nashori menjadi lulusan program doktor ‘tercepat’ dari Universitas Padjadjaran, Bandung, sedangkan Dr. Hepi Wahyuningsih berhasil lulus S3 dengan ‘IPK 4.00’ dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Ketiganya mendapatkan ucapan selamat dari segenap civitas akademika FPSB UII.

PBI Gelar Stadium General Students Learning Habit in Competence Based Curriculum”

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

“Students’ Learning Habits in Competence Based Curriculum”. Demikian tema besar Stadium General yang digelar oleh Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia, Jumat, 30 November 2012. Hadir sebagai pemateri adalah Anindito Aditomo, staf pengajar Fakultas Psikologi Universitas Surabaya yang sangat mahir dalam berbahasa Inggris. Acara dibuka langsung oleh Dekan FPSB UII, H. Sus Budiharto, S.Psi., M.SI., Psikolog.

Hijrah = Penyelamat Diri

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Pusat Dakwah Fakultas (PDF) Psikologi dan Ilmu sosial Budaya Universitas Islam Indonesia, atau sering disignkat JAFANA menggelar kajian khusus untuk menyambut tahun baru Muharram 1434 H di lapangan bulu tangkis FPSB UII, Kamis, 29 November 2012. Dekan FPSB UII, H. Sus Budiharto, S.Psi., M.Si., Psikolog hadir sebagai pemateri.