Ekskursi Budaya Prodi Psikologi UII 2025: Pengenalan Budaya Indonesia bagi Mahasiswa Kelas Internasional
Ekskursi budaya merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Prodi Psikologi Universitas Islam Indonesia sebagai bagian dari pembelajaran mahasiswa yang mengikuti kelas internasional dan bilingual. Kegiatan ini dirancang khusus untuk memperkenalkan budaya Indonesia, khususnya budaya Jawa dan Yogyakarta, kepada mahasiswa internasional secara langsung. Melalui kegiatan ekskursi budaya, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami budaya Indonesia secara teoretis, tetapi juga mampu merasakan, mempraktikkan, dan mengapresiasi nilai-nilai budaya lokal yang hidup ditengah masyarakat.
Rangkaian kegiatan ekskursi dimulai dengan keberangkatan peserta dari kampus menuju Desa Wisata Kembang Arum sesuai dengan rundown yang telah ditetapkan. Setibanya di lokasi, peserta disambut oleh pengelola Desa Wisata Kembang Arum dan dipandu untuk mengikuti berbagai aktivitas budaya yang telah disiapkan. Kegiatan di Desa Wisata difokuskan pada pengenalan warisan budaya tak benda, khususnya seni membatik dan kuliner tradisional, yang menjadi bagian penting dari identitas budaya Yogyakarta.
Kegiatan pertama yang dilakukan adalah membatik yang dipandu oleh Mas Limbong selaku instruktur. Peserta dibagi menjadi kelompok kecil yang terdiri dari empat hingga enam orang untuk memudahkan proses pendampingan. Setiap peserta diberikan kain putih yang telah memiliki pola dasar berupa berbagai jenis motif bunga. Pada tahap awal, peserta mempraktikkan teknik batik tulis, yaitu menggambar motif menggunakan canting dan malam sesuai pola yang tersedia.
Setelah sesi batik tulis, peserta secara bergantian diperkenalkan dengan teknik batik cap. Pada tahap ini, peserta dapat memilih motif cap seperti kupu-kupu, bunga, semar, atau burung, kemudian dicap pada kain yang sama. Proses ini menunjukkan perbedaan teknik serta fungsi batik tulis dan batik cap dalam tradisi batik Indonesia. Selanjutnya, peserta memasuki tahap pewarnaan kain dengan menggunakan cat khusus batik. Peserta diberikan kebebasan untuk memilih warna merah, biru, atau oranye, sehingga setiap hasil karya memiliki karakter dan keunikan masing-masing. Melalui kegiatan ini, mahasiswa kelas internasional memperoleh pengalaman langsung dalam menciptakan karya batik sebagai salah satu warisan budaya Indonesia yang telah diakui secara internasional.
Setelah menyelesaikan kegiatan membatik, peserta melanjutkan aktivitas di Desa Wisata Kembang Arum dengan pembuatan makanan tradisional, yaitu cemplon dan klepon. Kegiatan ini dipandu oleh beberapa petugas Desa Wisata Kembang Arum yang menjelaskan bahan dan proses dari masing-masing makanan. Peserta mempelajari cara membuat cemplon yang berbahan dasar singkong fermentasi dengan isian gula jawa, kemudian digoreng hingga matang. Selain itu, peserta juga diajak membuat klepon dari adonan ketan yang dibentuk, direbus, lalu disajikan dengan parutan kelapa dan sedikit garam. Peserta juga dapat mencicipi langsung hasil olahan yang telah dibuat, sehingga kegiatan ini menjadi pengalaman yang menyenangkan dan berkesan.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan di Desa Wisata Kembang Arum selesai, peserta beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan menuju Museum Ullen Sentalu. Kunjungan ke museum ini menjadi bagian penting dari ekskursi budaya karena memberikan pemahaman historis dan kontekstual mengenai Kasultanan Yogyakarta serta Kerajaan Mataram lainnya, yakni Kasunanan Surakarta, Kadipaten Mangkunegaran, dan Kadipaten Pakualaman. Di Ullen Sentalu, peserta dipandu oleh pemandu wisata profesional untuk menjelajahi berbagai koleksi seni dan artefak bersejarah, seperti batik klasik, gamelan, lukisan, serta dokumentasi kehidupan empat Kerajaan Mataram. Selama tur berlangsung, pemandu wisata menjelaskan secara runtut sejarah Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta (Solo), termasuk perkembangan budaya, seni, dan nilai-nilai kehidupan masyarakatnya. Selain itu, peserta juga diajak mengamati keunikan arsitektur museum yang menyatu dengan alam, menciptakan suasana yang tenang dan reflektif.
Kegiatan ekskursi budaya memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi mahasiswa kelas internasional. Melalui rangkaian kegiatan di Desa Wisata Kembang Arum dan Museum Ullen Sentalu, mahasiswa kelas internasional memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai budaya Indonesia, khususnya budaya Yogyakarta, baik dari aspek seni, kuliner, maupun sejarah. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan apresiasi mahasiswa terhadap keberagaman budaya Indonesia serta memperkuat pemahaman lintas budaya dalam konteks internasional.
Salah satu peserta dari kelas internasional turut menyampaikan kesan dan pengalamannya selama mengikuti kegiatan ekskursi budaya. Shakib, mahasiswa Psikologi UII Kelas Internasional Angkatan 2024, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman yang sangat menarik dan menyenangkan baginya, “Today was a very interesting and fun day. We went to Desa Wisata, membatik, and then made some traditional snacks. Before this, I had never tried membatik, but when I did, I found it really interesting. And we going to museum in Yogyakarta City. This was a new experience for me, I learned about the history of the Kasultanan’s family and everything about Java.” Kesan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan ekskursi budaya ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi mahasiswa internasional dalam memahami budaya, seni, dan sejarah Jawa secara langsung.
Author: Raisha Nur Rahmani





