Program Studi Psikologi Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Selamat Datang diwebsite Prodi Psikologi
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Peran Pola Asuh Orangtua Terhadap Perkembangan Anak Kolokium Prodi Psikologi FPSB
Written by F3ry   
Monday, 05 January 2015
Selain pola asuh orangtua, kenyamanan lingkungan psikologis (kehangatan dalam rumah tangga) juga sangat berpengaruh pada perkembangan karakter dan kepribarian seorang anak. Hal ini diungkapkan oleh Ery Surayka Puspa Dwi, Psikolog saat menyampaikan materi kolokium tentang ‘Kasus Klinis dalam Praktek Psikologi’ yang diselenggarakan oleh Departemen Psikologi Klinis Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Rabu, 31 Desember 2014 di R. Audiovisual .

Lebih jauh pemilik panggilan akrab Ibu Dwi ini berbagi pengalamannya saat melaksanakan tugas sebagai seorang Psikolog. Banyak kasus psikologis yang sudah berhasil ditangani dengan baik, seperti psikosomatis, stress, kecemasan, schizophrenia, psikotik, depresi-trauma, phobia, panic attack, gangguan tingkah laku pada anak (gangguan belajar, gangguan bahasa, slow learner, gangguan emosi, gangguan pervasif, sibling rivalry, dll) , gangguan dalam pergaulan (minder, tidak pede, jomblo, dll), anak berkebutuhan khusus, (gifted, jenius, indigo, autis, retardasi mental, down syndrom, ADHD, dll), obesitas, substance abuse, quit smoking, PSTD, kesurupan, perselingkuhan, drugs abuse, kleptomania, disleksia, dan masih banyak lagi.

Dari gangguan-gangguan atau kasus psikologis tersebut di atas yang terjadi pada usia dewasa awal lebih banyak merupakan implikasi dari pola asuh atau kondisi lingkungan psikologis yang diberikan oleh orangtua. Ibu Dwi juga menambahkan bahwa dalam beberapa kasus tertentu intervensi dilakukan juga dengan menggunakan teknik hypnotherapy.

 
Profesionalisme Guru PAUD Kolokium Psikologi FPSB
Written by F3ry   
Monday, 05 January 2015
“Jika kita ingin memasukkan anak ke sekolah PAUD, makan kita perlu menghitung proporsional jumlah guru pembimbing dengan kapasitas (jumlah) siswa yang ditawarkan. Hal ini penting untuk menjamin bahwa anak kita mendapatkan bimbingan yang baik”. Demikian ungkap Rieka Apriyani, S.Psi saat memberikan materi kolokium “Profesionalisme Guru PAUD” yang diselenggarakan Departemen Psikologi Pendidikan dan Perkembangan Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Selasa, 23 Desember 2014. Acara yang berlangsun di GKU. Prof. Dr. Sardjito, M.P.H Kampus Terpadu UII ini dimoderatori oleh Resnia Novitasari, S.Psi., MA.

Direktur ‘Sekolah Primagama’ KB-TK dengan 32 cabang di seluruh Indonesia yang juga alumni Prodi Psikologi FPSB UII mengawali paparannya dengan menyampaikan 4 standar kompetensi yang harus dimiliki guru menurut UU No. 14 tahun 2005, yakni kompetensi pedagogik terkait dengan kemampuan guru dalam merancang, mengelola dan menilai pembelajaran anak didik serta memberikan motivasi dan penguatan pada anak didik (verbal dan non verbal), kompetensi kepribadian yang berkait erat dengan sikap, akhlak dan keteladanan, kompetensi sosial yang berhubungan dengan kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi secara intensif dan efisien dengan seluruh warga sekolah serta kompetensi profesional yang berhubungan dengan penguasaan pembelajaran secara luas dan terintegrasi sesuai dengan kehidupan sehari-hari.

Tak jauh berbeda dengan standar kompetensi tersebut, seorang guru PAUD profesional menurut Rieka juga harus mampu merancang, melaksanakan dan menyusun laporan penelitian, mampu berinovasi dalam mengembangkan model pembelajaran sesuai dengan kebutuhan anak serta mampu memahami materi ajar sesuai dengan kurikulum PAUD dan mengintegrasikannya dengan materi lain yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari.

Pengasuh rubrik di koran Harjo dan Republika ini juga menambahkan bahwa seorang guru PAUD haruslah memiliki kesukaan dalam mengamati perilaku anak (dengan cermat), suka menjadi pendengar yang baik, suka menjalin hubungan intensif yang baik dengan anak, mampu berempati dan menempatkan diri pada posisi anak, suka memberikan kesempatan pada anak, memiliki ketegasan yang hangat, suka menggunakan bahasa anak, suka menggunakan alat peraga, dan lain sebagainya.

Terkait dengan pendirian lembaga PAUD menurutnya ada beberapa modal yang harus dipersiapkan, yakni membuat tujuan, misi dan misi, mempersiapkan kurikulum, membuat segmentasi peserta didik, menyiapkan sarana dan prasarana, menyiapkan biaya pendidikan, serta menyiapkan sistem evaluasi evaluasi peserta didik.

“Kesabaran, keikhlasan, serta doa merupakan bagian yang tak terpisahkan ketika Anda berkomunikasi dengan anak”, pungkasnya.

 
Prodi Psikologi Gelar Intercultural Learning Psychology
Written by F3ry   
Monday, 05 January 2015
Untuk lebih mengenalkan proses pembelajaran maupun proses konseling psikologi di Filipina, Departemen Psikologi Sosial, Industri dan Organisasi Prodi Psikologi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) secara khusus menggelar kolokium bertema “Intercultural Learning, University Student Counceling and Learning Psychology in Filipina”, Selasa, 9 Desember 2014 di Gedung Kuliah Umum (GKU) Prof. Dr. Sardjito, M.P.H. dengan menghadirkan Noreen Grace G. Justo, Patricia Michelle M. Soledad, Chito C Flores dan Melody L. Mante dari Atheneo de Davao University and Palawan University Filipina sebagai pembicara. Dosen Prodi Psikologi FPSB UII, Wanadya Ayu Khrisna Dewi, S.Psi., MA tampil sebagai moderator.

Dalam acara tersebut, para pembicara tampak sangat bersemangat dan cukup interaktif dalam berbagi pengalamannya menjadi mahasiswa Psikologi di Filipina. ‘Managing Intercultural Conflicts’ adalah salah satu materi yang mereka share kepada para peserta kolokium. Tak jauh berbeda dengan para pembicara, para peserta juga tampak sangat antusias dalam mengikuti sekaligus menikmati acara tersebut. Sesi tanya jawab pun benar-benar mereka manfaatkan. Namun karena keterbatasan waktu yang disediakan, maka tidak semua peserta yang sudah mengacungkan jari sebagai tanda ingin mengajukan pertanyaan berhasil menyampaikannya.

Kita semua tentu berharap agar kegiatan serupa (sharing pengalaman dengan menghadirkan tamu dari negara lain) bisa terus dianjutkan untuk menambah wawasan mahasiswa maupun dosen, baik di lingkungan FPSB UII khususnya maupun UII pada umumnya.

 
Laboratorium Psikologi Gelar Expo 2014
Written by F3ry   
Monday, 05 January 2015
Ruang Audiovisual Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) menjadi salah satu stand Laboratorium Expo 2014 yang ramai dipadati pengunjung pagi ini, Kamis, 4 Desember 2014. Dalam Lab Expo 2014 kali ini ruang audiovisual dipergunakan sebagai stand IPSINEMA untuk nonton bareng dan bedah film bertema Psikologi, Miracle Worker (Pkl. 09.00-11.30 WIB) dan A Beautiful Mind (Pkl. 13.00-15.30).

 

Tak kalah ramai dengan stand IPSINEMA, beberapa stand pameran Lab Expo di Lt.4 seperti stand Grafis Corner (membaca karakter melalui tes grafis), pameran alat tes intelegensi, alat tes bakat & minat, alat tes inventory, alat tes proyektif, alat tes inventory, alat tes biopsikologi, maupun psikologi eksperimen dan OW (Observasi Wawancara) juga mendapat banyak pengunjung.

Selain mendapat pengetahuan tentang berbagai alat tes psikologi, pengunjung yang didominasi oleh mahasiswa Prodi Psikologi FPSB UII juga berkesempatan mendapatkan doorprise berupa voucher pulsa dan buku alat tes yang diterbitkan oleh lab. Psikologi FPSB UII.

 
Kuliah Lapangan di Pondok Pesantren Raudhatul Muttaqien Prodi Psikologi FPSB UII
Written by F3ry   
Tuesday, 02 December 2014
Menimba ilmu bagi mahasiswa UII tidak selalu dilakukan di ruang perkuliahan. Mahasiswa dapat pula mengikuti kuliah lapangan di tempat-tempat pembelajaran yang relevan, seperti pondok pesantren. Sebagaimana nampak dalam kuliah lapangan yang diikuti oleh mahasiswa Psikologi UII angkatan 2014 yang berlangung di Pondok Pesantren Raudhatul Muttaqien, Sabtu (29/11). Pondok pesantren yang berlokasi di JL. Cangkringan Km 4, Babadan, Purwomartani, Kalasan, Sleman ini diasuh oleh Ustadz KH. Hamdani Bakran Adz-Dzakiey. Selain dikenal sebagai pemuka agama, ia juga dikenal sebagai penulis yang cukup produktif dengan menghasilkan beberapa buku yang membahas tentang nilai-nilai keislaman.

Setidaknya sebanyak 55 mahasiswa Psikologi UII menyimak pemaparan Ustadz Hamdani tentang “Jiwa, Qalbu, dan Akal Manusia”. Disampaikan Ustadz Hamdani bahwa Rasulullah SAW adalah bapak ruhani umat manusia. Menurutnya jiwa (nafs) adalah tubuh halus manusia yang berada di antara ruh dan jasad. “Jika ia sangat dekat dengan hakikat ruhnya, maka ia selalu berada dalam aktifitas kebenaran Tuhannya. Jika ia sangat dekat dengan jasad atau tubuh kasarnya, maka ia akan selalu berada dalam aktifitas yang menyimpang dari kebenaran Tuhannya”, ungkap Ustadz Hamdani.

Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Results 1 - 9 of 93

Search

Polls

Fasilitas Anjungan Mhs Selama ini :
 
Personal Development Planning System