Program Studi Psikologi Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Selamat Datang diwebsite Prodi Psikologi
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Tasyakuran Akreditasi Prodi Psikologi
Written by F3ry   
Tuesday, 03 February 2015

Pandailah untuk bersyukur (baca: mudah mensyukuri setiap nikmat yang sudah dimiliki). Dengan bersyukur tersebut insya Allah akan memudahkan kita untuk mendapatkan kenikmatan lainnya. Kita bisa bersyukur dengan cara melakukan kebaikan pada bidang kita masing-masing. Apabila kita senantiasa bersyukur dalam keadaan bahagia, maka Allah akan mengingat kita (baca: memberikan nikmat-Nya) saat kita sedih. Demikian pesan penting yang disampaikan oleh Rektor Universitas Islam Indonesia, Dr. Harsoyo, M.Sc saat memberikan sambutan di acara Tasyakuran Akreditasi (A) Prodi Ilmu Komunikasi dan Prodi Psikologi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Senin, 2 Februari 2015 di Mushola Baitul Hadi FPSB UII. Sedangkan Dekan FPSB UII, Dr.rer.nat Arief Fahmie dalam sambutannya berharap agar raihan akreditasi A tersebut dapat meningkatkan motivasi dan kontribusi prodi pada masyarakat secara lebih luas lagi.

Read more...
 
Prodi Psikologi UII Kembali Meraih Akreditasi A
Written by F3ry   
Monday, 02 February 2015

Pada tanggal 15 januari 2015, Badan Akreditasi Nasional – Pendidikan Tinggi (BAN-PT) merilis hasil penilaian akreditasi untuk Jenjang S1 Program Studi Psikologi UII. Penilaian tersebut menunjukkan nilai A dengan skor 367 bagi akreditasi Prodi Psikologi UII. Penilaian ini diberikan berdasarkan proses desk evaluation yang dilakukan berdasarkan isian borang yang telah dikirimkan sebelumnya dan visitasi (kunjungan langsung) yang dilakukan asesor dari BAN-PT pada tanggal 25-26 September 2014.

Pihak Universitas, Fakultas, maupun Prodi menyambut gembira hasil penilaian yang diberikan oleh BAN-PT. Hal ini menunjukkan, bahwa secara kualitas, berbagai indikator layanan kependidikan yang diberikan Prodi Psikologi lain telah dapat disejajarkan dengan Prodi Psikologi berbagai kampus terbaik yang ada di Indonesia. Indikator ini meliputi tata kelola, kurikulum, sarana-prasarana, bidang kemahasiswaan dan alumni, pendanaan, dan jumlah serta kualitas hasil publikasi, penelitian dan dan pengabdian masyarakat. Dalam hal kerjasama internasional, prodi Psikologi yang telah melakukan joint research antara lain dengan Zhejiang University, China, Leipzig University, Jerman dan University of Applied Science, Zwickau, Jerman.

Last Updated ( Monday, 02 February 2015 )
Read more...
 
Peran Pola Asuh Orangtua Terhadap Perkembangan Anak Kolokium Prodi Psikologi FPSB
Written by F3ry   
Monday, 05 January 2015
Selain pola asuh orangtua, kenyamanan lingkungan psikologis (kehangatan dalam rumah tangga) juga sangat berpengaruh pada perkembangan karakter dan kepribarian seorang anak. Hal ini diungkapkan oleh Ery Surayka Puspa Dwi, Psikolog saat menyampaikan materi kolokium tentang ‘Kasus Klinis dalam Praktek Psikologi’ yang diselenggarakan oleh Departemen Psikologi Klinis Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Rabu, 31 Desember 2014 di R. Audiovisual .

Lebih jauh pemilik panggilan akrab Ibu Dwi ini berbagi pengalamannya saat melaksanakan tugas sebagai seorang Psikolog. Banyak kasus psikologis yang sudah berhasil ditangani dengan baik, seperti psikosomatis, stress, kecemasan, schizophrenia, psikotik, depresi-trauma, phobia, panic attack, gangguan tingkah laku pada anak (gangguan belajar, gangguan bahasa, slow learner, gangguan emosi, gangguan pervasif, sibling rivalry, dll) , gangguan dalam pergaulan (minder, tidak pede, jomblo, dll), anak berkebutuhan khusus, (gifted, jenius, indigo, autis, retardasi mental, down syndrom, ADHD, dll), obesitas, substance abuse, quit smoking, PSTD, kesurupan, perselingkuhan, drugs abuse, kleptomania, disleksia, dan masih banyak lagi.

Dari gangguan-gangguan atau kasus psikologis tersebut di atas yang terjadi pada usia dewasa awal lebih banyak merupakan implikasi dari pola asuh atau kondisi lingkungan psikologis yang diberikan oleh orangtua. Ibu Dwi juga menambahkan bahwa dalam beberapa kasus tertentu intervensi dilakukan juga dengan menggunakan teknik hypnotherapy.

 
Profesionalisme Guru PAUD Kolokium Psikologi FPSB
Written by F3ry   
Monday, 05 January 2015
“Jika kita ingin memasukkan anak ke sekolah PAUD, makan kita perlu menghitung proporsional jumlah guru pembimbing dengan kapasitas (jumlah) siswa yang ditawarkan. Hal ini penting untuk menjamin bahwa anak kita mendapatkan bimbingan yang baik”. Demikian ungkap Rieka Apriyani, S.Psi saat memberikan materi kolokium “Profesionalisme Guru PAUD” yang diselenggarakan Departemen Psikologi Pendidikan dan Perkembangan Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Selasa, 23 Desember 2014. Acara yang berlangsun di GKU. Prof. Dr. Sardjito, M.P.H Kampus Terpadu UII ini dimoderatori oleh Resnia Novitasari, S.Psi., MA.

Direktur ‘Sekolah Primagama’ KB-TK dengan 32 cabang di seluruh Indonesia yang juga alumni Prodi Psikologi FPSB UII mengawali paparannya dengan menyampaikan 4 standar kompetensi yang harus dimiliki guru menurut UU No. 14 tahun 2005, yakni kompetensi pedagogik terkait dengan kemampuan guru dalam merancang, mengelola dan menilai pembelajaran anak didik serta memberikan motivasi dan penguatan pada anak didik (verbal dan non verbal), kompetensi kepribadian yang berkait erat dengan sikap, akhlak dan keteladanan, kompetensi sosial yang berhubungan dengan kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi secara intensif dan efisien dengan seluruh warga sekolah serta kompetensi profesional yang berhubungan dengan penguasaan pembelajaran secara luas dan terintegrasi sesuai dengan kehidupan sehari-hari.

Tak jauh berbeda dengan standar kompetensi tersebut, seorang guru PAUD profesional menurut Rieka juga harus mampu merancang, melaksanakan dan menyusun laporan penelitian, mampu berinovasi dalam mengembangkan model pembelajaran sesuai dengan kebutuhan anak serta mampu memahami materi ajar sesuai dengan kurikulum PAUD dan mengintegrasikannya dengan materi lain yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari.

Pengasuh rubrik di koran Harjo dan Republika ini juga menambahkan bahwa seorang guru PAUD haruslah memiliki kesukaan dalam mengamati perilaku anak (dengan cermat), suka menjadi pendengar yang baik, suka menjalin hubungan intensif yang baik dengan anak, mampu berempati dan menempatkan diri pada posisi anak, suka memberikan kesempatan pada anak, memiliki ketegasan yang hangat, suka menggunakan bahasa anak, suka menggunakan alat peraga, dan lain sebagainya.

Terkait dengan pendirian lembaga PAUD menurutnya ada beberapa modal yang harus dipersiapkan, yakni membuat tujuan, misi dan misi, mempersiapkan kurikulum, membuat segmentasi peserta didik, menyiapkan sarana dan prasarana, menyiapkan biaya pendidikan, serta menyiapkan sistem evaluasi evaluasi peserta didik.

“Kesabaran, keikhlasan, serta doa merupakan bagian yang tak terpisahkan ketika Anda berkomunikasi dengan anak”, pungkasnya.

 
Prodi Psikologi Gelar Intercultural Learning Psychology
Written by F3ry   
Monday, 05 January 2015
Untuk lebih mengenalkan proses pembelajaran maupun proses konseling psikologi di Filipina, Departemen Psikologi Sosial, Industri dan Organisasi Prodi Psikologi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) secara khusus menggelar kolokium bertema “Intercultural Learning, University Student Counceling and Learning Psychology in Filipina”, Selasa, 9 Desember 2014 di Gedung Kuliah Umum (GKU) Prof. Dr. Sardjito, M.P.H. dengan menghadirkan Noreen Grace G. Justo, Patricia Michelle M. Soledad, Chito C Flores dan Melody L. Mante dari Atheneo de Davao University and Palawan University Filipina sebagai pembicara. Dosen Prodi Psikologi FPSB UII, Wanadya Ayu Khrisna Dewi, S.Psi., MA tampil sebagai moderator.

Dalam acara tersebut, para pembicara tampak sangat bersemangat dan cukup interaktif dalam berbagi pengalamannya menjadi mahasiswa Psikologi di Filipina. ‘Managing Intercultural Conflicts’ adalah salah satu materi yang mereka share kepada para peserta kolokium. Tak jauh berbeda dengan para pembicara, para peserta juga tampak sangat antusias dalam mengikuti sekaligus menikmati acara tersebut. Sesi tanya jawab pun benar-benar mereka manfaatkan. Namun karena keterbatasan waktu yang disediakan, maka tidak semua peserta yang sudah mengacungkan jari sebagai tanda ingin mengajukan pertanyaan berhasil menyampaikannya.

Kita semua tentu berharap agar kegiatan serupa (sharing pengalaman dengan menghadirkan tamu dari negara lain) bisa terus dianjutkan untuk menambah wawasan mahasiswa maupun dosen, baik di lingkungan FPSB UII khususnya maupun UII pada umumnya.

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Results 1 - 9 of 95

SK BAN PT AKREDITASI A PRODI PSIKOLOGI

Search

Polls

Fasilitas Anjungan Mhs Selama ini :
 
Personal Development Planning System