Wakil Ketua DPRD Kota Palangkaraya Silturrahmi Ke FPSB UII

Wakil ketua DPRD Kota Palangkaraya y

IDA AYUNIA ANGGRAINI (MERAH) DAN ANGGOTA DPRD KOTA PALANGKARAYA BERFOTO BERSAMA DEKAN FPSB UII DAN KA. PRODI PSIKOLOGI (HIJAU) BERFOTO BERSAMA DEKAN

ang juga alumni Prodi Psikologi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Ida Ayunia Anggraini, S.Psi bersama ketua komisi  C bidang Pendidikan bersilaturrahmi ke FPSB UII. Keduanya disambut hangat oleh Dekan FPSB UII, Dr.rer.nat. Arief Fahmie, MA., HRM., Psikolog bersama Ketua Prodi Psikologi, Mira Aliza Rachmawati, S.Psi., M.Psi dan beberapa dosen prodi psikologi, (Jumat, 22/01).

 

Dalam pertemuan yang cukup singkat tersebut, mengemuka wacana kerjasama dalam proses pendirian ataupun penyelenggaran sekolah inklusi di Kalimantan Tengah. Menurut Nia (sapaan akrab Ida Ayunia Anggrainin semasa kuliah), selama ini memang belum ada sekolah inklusi di Kalimantan Tengah, yang ada baru Sekolah Luar Biasa (SLB).  

Semoga wacana kerjasama tersebut dapat segera terealisasikan. Dan berikut sedikit profil dari Ida Ayunia Anggraini, S.Psi. :

Muda, cantik, energik. Demikian sedikit gambaran sosok Wakil Ketua 1 DPRD Kota Palangkaraya Periode 2014-2019, Ida Ayunia Anggraini, S.Psi. Dara kelahiran Kota Palangkaraya tahun 1989 silam dan baru saja menikah dengan Riki Indransyah tersebut merupakan alumnus Prodi Psikologi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) tahun 2012. Nia (sapaan akrab Ida Ayunia Anggraini) sendiri tercatat sebagai mahasiswa prodi sejak 2008 (angkatan 2008). Sosok penggemar olahraga bola basket semasa kuliah di UII ini pun membuat sejarah baru dengan mencatatkan namanya sebagai pimpinan dewan termuda di Kalimantan Tengah.

Karir Nia berawal sejak ayahnya, Ida bagus Suprayatna, ST yang juga ketua DPC salah satu partai politil Kota Palangkataya sering mengajaknya terlibat pada kegiatan ataupun acara kepartaian. Dari situlah timbul keinginannya untuk berpartisipasi membangun kota kelahiran melalui dunia politik.

Nia mengaku bahwa keilmuan (baca: psikologi) dan pengalaman berorganisasi yang dia dapat semasa duduk di bangku kuliah benar-benar sangat bermanfaat dalam mendukung karirnya sebagai ‘decision maker’. Dengan bekal keilmuan dan pengalaman berorganisasi itulah Nia merasa sangat terbantu dalam mengelola ataupun melakukan kontrol terhadap anggota dewan dan juga mengontrol diri sendiri untuk tidak mudah terpancing emosi saat menghadapi kondisi yang kurang baik (demo, dll).

Meski banyak orang memandang perpolitikan di negeri kita saat ini ‘kurang baik’, Nia tetap berharap agar para pemuda peduli dengan dunia perpolitikan. Menurutnya, pemuda memiliki peluang besar dalam berperan membangun daerah dan atau negara. Dunia politik menurutnya juga banyak memberikan pengalaman baru yang cukup unik dan menarik.

Guna memperoleh pengalaman yang tak kalah menarik dalam proses pembangunan daerah Palangkaraya, di waktu yang akan datang Nia bermaksud untuk memberanikan diri maju pada pemilihan kepala daerah.

FPSB Agendakan The 2nd National Conference on Islamic Psychology 2016

Sebagai masyarakat akademis tentu kami mempunyai tanggung jawab untuk mengembangkan keilmuan. Dan sebagai insitusi yang ada di bawah institusi Islam (baca: Universitas Islam Indonesia), maka kami fokus kepada Psikologi Islam. Sebagai masyarakat akademis kita tidak boleh hanya mengembangkan keilmuan aja, tetapi harus memiliki sensitifitas atas problematika yang ada di masyarakat. Pada tataran itulah kampus harus bisa memberikan solusi, pencerahaan. Peserta tidak hanya memiliki wawasan untuk topik tersebut (topik: Psikologi Islam untuk Penguatan Keluarga  Menuju Bangsa yang Tangguh dan Berkarakter) tetapi juga memiliki kesempatan meningkatkan ketrampilan praktisnya, bukan hanya dari sisi kognitif  tapi tapi juga psikomotoriknya. Demikian papar Dekan Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Dr. rer. nat Arief Fahmie, S.Psi., MA., Psi. kepada awak media saat jumpa pers dalam rangka sosialisasi agenda The 2nd National Conference on Islamic Psychology (NCIP) di R. Sidang VIP Gedung Rektorat UII, Selasa, 19 Januari 2016.  The 2nd National Conference on Islamic Psychology (NCIP) sendiri akan dihelat pada tanggal 16-17 Februari 2016 di Royal Ambarrukmo Plasa, Jl. Laksda Adisucipto No.81 Yogyakarta. Dengan penyelenggaranan acara tersebut diharapkan para peserta nantinya mampu mempersiapkan keluarga yang tangguh dan berkarakter sebagai salah satu upaya menjawab dampak modernitas yang saat ini telah membawa pergeseran nilai-nilai, kebudayaan dan teknologi. Fakta yang ada di lapangan saat ini adalah anak-anak kecil sudah sangat mudah dalam mengakses internet melalui piranti bantu (gadget) yang terus berkembang/canggih dan berharga murah. Jika hal ini tidak disikapi serius (baca: bebas tanpa bimbingan/pengawasan dari orangtua), maka bisa dipastikan anak-anak ini akan dengan sangat mudah mengakses konten2 yang belum layak untuk mereka akses dan pasti memiliki dampak negatif.

Selain Dekan FPSB UII, ketua panitia NCIP (Wanadya Ayu Krishna Dewi, S.Psi., MA) dan juga wakil Dekan FPSB UII (Dr. Hepi Wahyuningsih, M.Si) turut memberikan pernyataan akan urgensi pelaksanaan The 2nd NCIP yang akan menghadirkan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Dr. Asrorun Ni’am Sholeh, MA sebagai keynote speaker dan beberapa pakar sebagai pembicara, seperti Prof. Dr. Arief Rahman, M.Pd. (Tokoh Pendidikan Nasional), Prof. Dr. Ir. Euis Sunarti, M.Si. (Institut Pertanian Bogor) dan Dr. Hepi Wahyuningsih, S.Psi. M.Si. (Universitas Islam Indonesia). Dalam rangkaian kegiatan NCIP juga akan di gelar presentasi call for paper terkait isu-isu keluarga, pendidikan dan pengasuhan serta workshop yang akan membahas topik Love that Binds: Islamic Psychology for Family Relations dan Pendidikan Akhlaq Mulia dengan menghadirkan pakar dari luar negeri, yakni Prof. Dr. Malik Badri (Founder of Modern Islamic Psychology, International Institute of Islamic Thought and Civilization, International Islamic University Malaysia) dan Associate Prof. Mastura Badzis (Insitute of Education, International Islamic University Malaysia).

Pengaruh Lingkungan pada Kasus Disabilitas

“Adanya siswa penyandang disabilitas dalam sebuah sekolahan inklusi itu menurut saya sebenarnya memacu kita (guru) untuk lebih kreatif dalam menyusun kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan para penyandang disabilitas. Hanya saja kebanyakan para guru tidak sempat untuk membuat atau memikirkannya karena sudah cukup banyak pekerjaan yang harus mereka emban, seperti laporan dan lain-lain yang terkait dengan sertifikasi”. Demikian ungkap Pradytia Putri Pertiwi dari Arbeiter-Samariter-Bund (ASB) dalam kegiatan kolokium Psikolog Klinis yang diselenggarakan oleh Prodi Psikologi Fakultas  Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Selasa, 8 Desember 2015 di R. Auditorium.Lebih jauh, aktivis ASB (serupa dengan PMI di Indonesia) yang akrab disapa mbak Ditya tersebut memberikan contoh-contoh kasus yang menyangkut definisi dari disabilitas, seperti pada tuna daksa, tuna wicara, tuna netra, lansia dan beberapa contoh kasus lainnya. Terkadang sesorang yang masuk disabilitas bisa lepas dari definisi tersebut manakala menemukan alat bantu atau bantuan dari lingkungan sekitar. “Jadi lingkungan turut menentukan tingkat disabilitas seseorang”, ungkapnya.

Pengenalan Body Mapping dalam Prevensi Sexual Abuse pada Anak

“Akhir-akhir ini semakin marak kejahatan dan eksploitasi terhadap anak seperti kekerasan, bullying, penculikan, penjualan atau yang sering dilihat di media saat ini adalah pelecehan seksual dan pornografi anak. Oleh karenanya anak-anak perlu kita ajari cara-cara melindungi dirinya dari kekerasan tersebut sejak usia dini. Perlu dipahami bahwa tidak ada usia terlalu muda bagi seorang anak anak untuk diperkenalkan dengan upaya perlindungan diri. Idealnya, perlindungan diri mulai dikenalkan pada saat anak berusia 3-5 tahun. Hal ini diperlukan karena pada rentang usia tersebut anak mulai berinteraksi dengan dunia di luar keluarga”. Demikian kiranya pernyataan yang disampaikan Nindyah Rengganis, S.Psi  dari Early Childhood Care and Development Resource Center (ECCD RC) saat menyampaikan materi “Body Mapping : Upaya Membantu Anak Melindungi Diri dari Kekerasan” dalam kolokium yang diselenggarakan oleh Prodi Psikologi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Senin, 23 November 2015 di R. Auditorium FPSB UII. Acara dimoderatori oleh Resnia Novitasari, S.Psi., MA.Masih menurut Rengganis bahwasanya cara menarik yang bisa digunakan untuk mengenalkan perlindungan diri kepada anak-anak adalah melalui permainan, lagu, body mapping, atau dengan metode-metode tertentu. Rengganis juga menyampaikan 7 konsep factsheets yang disusun oleh Family Planning Quensland yang perlu diberikan kepada anak dalam rangka menanamkan perlindungan dirinya, seperti harga diri, asertivitas, kesadaran akan tubuh, memahami bentuk-bentuk hubungan, memahami aturan tentang sentuhan, memahami perasaan yang muncul, dan mengetahui hal yang harus dilakukan jika aturan tersebut terlanggar.

Adapun metode-metode yang disampaikan kepada peserta kolokium antara lain adalah membiasakan agar anak menyadari tentang haknya, memasukan informasi tentang perlindungan diri dalam kegiatan belajar mengajar, ataupun perlindungan diri dengan melakukan body mapping atau pengenalan terhadap tubuh anak terkait bagian tubuh mana yang boleh disentuh dan yang tidak boleh disentuh oleh orang lain serta memberikan informasi yang diperlukan terkait tentang perlindungan diri, perbedaan gender, dan sebagainya.

Lantas, bagaimana jika kekerasan terhadap anak sudah terjadi?

Jika kekerasan tersebut sudah terjadi, maka Rengganis menyampaikan beberapa hal yang bisa dilakukan, yakni memenuhi kebutuhan anak akan rasa aman dengan tidak menyalahkan korban atas hal yang sudah terjadi, menghubungi pihak yang berkompeten dalam pendampingan kasus kekerasan seperti FPK2PA (tiap kabupaten), Rifka Annisa, Rekso Dyah Utami, dan sejenisnya, melakukan intervensi psikologis dan kejiwaan jika diperlukan, melibatkan anak dalam proses penyelesaian kasus, membangun dukungan masyarakat untuk memberikan rasa aman kepada korban dan keluarganya, ikut memantau proses hukum yang diambil dan memberi dukungan psikologis-sosial pada korban jika kasusnya masuk ke ranah hukum, serta menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran bagi seluruh masyarakat dan bukan justeru menutupi.

Dosen Psikologi Presentasikan Proposal Penelitian di Zhejiang University

Memasuki tahun ketiga kerjasama riset CRCEP (Cross-Cultural Research Collaboration and Exchange Program) antara Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) dengan Fakultas Psikologi Universitas Surabaya (Ubaya), Zhejiang University (Hangzhou), dan Zhejiang University of Technology (Hangzhou), 6 dosen dan 5 orang mahasiswa Prodi Psikologi dan juga Magister Psikologi Prfesi FPSB UII melakukan kunjungan ke Zhejiang University, 1-7 November 2015. Keenam dosen Psikologi yang dimksud adalah Nur Pratiwi Novianti, MA. Psikolog, Dr. H. Fuad Nashori, S.Psi., M.Si., Psikolog, Sumedi Priyatna Nugraha, Drs., MA., M.Ed., Ph.D, Irwan Nuryana Kurniawan, S.Psi., M.Si., Hariz Enggar Wijaya, S.Psi., M.Psi serta Indahria Sulistyarini, S.Psi., MA., Psikolog.Adapun agenda yang diikuti oleh para dosen dan juga mahasiswa FPSB UII di Zhejiang University adalah mempresentasikan proposal penelitian dalam acara 2nd International Conference of Psychology in Health, Educational, Social and Organizational Setting (ICP-HESOS). “Konferensi itu memang berisi presentasi hasil penelitian dan juga proposal penelitian. Harapannya proposal penelitian yang kami sampaikan bisa mendapat respon dari dosen dan juga mahasiswa Zhejiang University untuk dilanjutkan menjadi sebuah penelitian kolaboratif yang bagus dan bisa dimuat di jurnal internasional”, ungkap Pak H. Fuad Nashori yang yang telah mempresentasikan proposal penelitian berjudl “Perbedaan Pemaafan antara Orang Indonesia (Madura) dengan orang Pakistan” dalam konferensi tersebut.

Pak Fuad berharap agar ke depan akan semakin banyak mahasiswa yang bisa terlibat dalam kerjasama dengan luar negeri sehingga akan menjadi pengalaman internasional yang sangat berarti, karena mahasiswa akan berlatih bertemu dengan rekan-rekan dari negara dan budaya yang berbeda. Namun demikian, yang tidak kalah penting menurut Ketua Program Magister Psikologi Profesi FPSB UII tersebut adalah mempersiapkan makalah, proposal penelitia ataupun artikel yang baik. Hal itu bisa dilakukan dengan keterlibatan prodi untuk meminta para dosen mendampingi mahasiswa dalam pembuatan makalah, artikel ataupun proposal penelitian yang akan dipresentasikan.

“Saya yakin semakin kita banyak bergaul dengan orang lain dengan budaya yang berbeda akan memunculkan banyak inspirasi. Dan bai bagi para rekan-rekan dosen saya harapkan mau membuat makalah/proposal penelitian yang layak. Saya yakin mereka bisa..!”, pungkasnya.

FPSB Gelar POTMA dan IKAMA

Kaliurang (UIINews). Dalam rangka menjalin komunikasi serta silaturrahmi yang baik dengan orangtua/wali mahasiswa angkatan 2015, Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) secara khusus menyelenggarakan acara Pertemuan Orang Tua/Wali Mahasiswa atau akrab disebut sebagai POTMA, Sabtu, 31 Oktober 2015 M/18 Muharram 1437 H di GKU. Prof. Dr. Sardjito, M.Pd.Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al Quran yang kemudian dilanjutkan sambutan Dekan FPSB UII, Dr.rer.nat Arief Fahmie, M.A, HRM. Usai memberikan sambutan dan selayang pandang tentang fakultas, Dekan FPSB UII juga menyosiaslisasikan adanya pembentukan pengurus Ikatan Orang Tua Mahasiswa (disingkat IKAMA). Agenda berikutnya adalah penyampaian selayang pandang tentang atmosfer akademik prodi yang ada di FPSB UII oleh masing-masing ketua Prodi (Psikologi, Pendidikan Bahasa Inggris, Ilmu Komunikasi, Hubungan Internasional).

Sesi tanya jawab menjadi agenda yang cukup menarik perhatian para orangtua/wali mahasiswa. Kesempatan untuk bisa studi atau mengikuti pertukaran mahasiswa ke negara lain dan juga pemilihan jurusan/konsentrasi studi menjadi fokus perhatian dari hampir semua orangtua/wali mahasiswa yang hadir. Selain pertanyaan, dari perwakilan orangtua/wali juga mengajukan permohonan agar putera-puterinya (para mahasiswa baru) bisa mendapatkan bekal akhlakul karimah (penguatan akhlak yang baik) secara cukup disamping bekal pengetahuan dari masing-masing konsentrasi studi yang telah dipilih.

Usai menikmati sesi tanya jawab, para orangtua/wali mahasiswa mendapatkan informasi terkait sistem informasi akademik (UNISYS) khususnya akun bagi orangtua/wali mahasiswa yang disampaikan oleh staf Divisi SIM & Akademik, Faryanto. Usai acara berakhir, beberapa orangtua/wali mahasiswa berkumpul untuk membahas pembentukan pengurus IKAMA.

Laboratorium Psikologi Gelar Workshop Chronobiopsychology

Guna mempelajari atau pun mengetahui secara lebih mendalam tentang konsepchronobiopsychology atau ilmu tentang ritme tubuh manusia dalam kaitannya dengan ilmu psikologi melalui alat smardwatch dan analisis hasilnya, Laboratorium Prodi Psikologi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan workshop “Chronobiopsychology: theory, practices, data analysis”, selama 4 hari (2,3,5,6 November 2015) dengan menghadirkan Dr.rer.nat. Hans-Ullrich Balzer (Jerman) sebagai pemateri. Workshop diikuti oleh dosen Prodi Psikologi, laboran dan juga perwakilan dari Fakultas Kedokteran UII.Dalam paparannya, direktur sekaligus pemilik Chronomar GmbH, Berlin, Jerman tersebut secara langsung mempraktekan cara penggunaan dan juga analisis hasil dari alat smardwatch yang memang sudah dimiliki oleh laboratorium prodi psikologi FPSB UII. Smardwatch sendiri merupakan teknologi mutakhir yang berperan untuk membantu melihat respon stres, kondisi wellbeing, kognitif, dan juga emosi seseorang dalam jangka waktu tertentu

Joomla SEF URLs by Artio

Tokoh Psikologi Islam Silaturrahmi ke FPSB UII

Tokoh pendobrak pemikiran Psikologi Islami dunia asal Sudan dan tercatat sebagai guru besar di International Islamic University of Malaysia, Prof. Malik Badri, Ph.D bersama direktur International Istitute of Islamic Tought (IIIT), Professor Habib Chirzin melakukan kunjungan silaturrahmi sekaligus penjajakan kerjasama ke Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Selasa, 13 Oktober 2015. Keduanya diterima hangat oleh Rektor UII, Dr. Harsoyo, M.Sc., Wakil Rektor III, Dr. Abdul Jamil, SH., MH, Dekan FPSB UII, Dr.rer.nat. Arief Fahmie, MA bersama para ka.prodi dan staf pengajar FPSB UII di R. Sidang VIP Lt. III Gedung rektorat UII.Dalam pertemuan yang cukup singkat tersebut, Prof. Malik Badri berharap agar Islamisasi pengetahuan bisa dilakukan di UII, khususnya bidang Psikologi. Hal ini penting karena ilmu psikologi merupakan salah satu ilmu yang mempelajari tentang jiwa/nafs yang secara otomatis akan sangat berkait erat dengan ajaran agama Islam.

Prof. Malik Badri juga sempat mengenang salah satu tokoh pendiri UII, Moh. Natsir. Diceritakan olehnya bahwa pertemuannya dengan Moh. Natsir terjadi pada tahun 50-an saat ada konferensi tokoh Islam dunia di Lebanon, dimana saat itu Prof. Malik Badri mendapat tugas meng “care” Pak Moh. Natsir. Beberapa tahun kemudian pertemuan tersebut berlanjut dengan diundangnya Prof. Malik Badri ke Jakarta. Dan ketika berkunjung ke Masjidnya Pak Natsir, Pak Natsir meminta Prof Malik Badri muda untuk ceramah di masjidnya. Prof. Malik Badri mengagumi Moh Natsir sebagai tokoh pergerakan Islam yang jernih dan tulus.

Dan ketika di UII beliau menyaksikan salah satu perwujudan cita-cita Moh Natsir dan mendoakan dengan sangat tulus dan mengharukan. ” May Allah bless him and all people who graduate from this university”.

Sementara itu, Dr. Harsoyo, M.Sc dalam sambutannya menyampaikan adanya upaya-upaya UII dalam melakukan Islamisasi pengetahuan dalam rangka mencetak lulusan yang cerdas dan islami.

The Wisdom of Islam

The Wisdon of Islam. Demikian tema seminar series dari International Conference on Islamic Psychology (ICONIPSY) yang digelar di R. Auditorium Lt. Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Kamis, 15 Oktober 2015. Hadir sebagai pemapar materi adalah Prof. Robert Frager, Ph.D, Chairman of The Spiritual Guidence M.A, Program at The Institue of Transpersonal pshology (ITP), Sofia University, Palo Alto, California, USA.  Sedangkan bu Emi Zulaifah, M.Sc tampil sebagai moderator.Dalam paparannya, tokoh Psikologi Sufi tersebut banyak mengungkap tentang nafs atau keinginan kuat dari dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu kebaikan ataupun keburukan. Nafs adalah proses yang diciptakan oleh interaksi pikiran / jiwa dan tubuh. Beliau menerangkan beberapa kategori nafs yang ada pada diri seseorang, seperti nafs Ammaaratum bis-Suu (Nafsu Amarah) yang cenderung membawa pada sifat kejelekan yang diakibatkan oleh tunduknya hati seseorang untuk mengikuti nafsu syahwat dan panggilan syetan, nafs lawwamma (nafsu lawwamah) atau pun nafsu yang belum sempurna ketenangannya sehingga seseorang kadang melakukan kebaikan dan juga kadang keburukan, nafs Mulhima (nafsu yang menginspirasi), nafs Muthmainnah (nafu yang pada kebaikan), nafs radiyya, nafs mardiyya, dan juga nafs safiyya.

“Dalam tataran sufi, seseorang akan tetap senang dalam menjalani/menerima ujian dari Allah SWT”, ungkapnya.

Psikologi Uhamka Lakukan Studi Laboratorium ke Prodi Psikologi

Fakultas Psikologi Universitas Muh

SUASANA PENYAMBUTAN UTUSAN STUDI LABORATORIUM DARI FAK. PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA

ammadiyah Prof. DR. HAMKA atau sering disingkat UHAMKA mengirimkan dua (2) orang utusannya untuk melakukan studi laboratorium di Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Senin, 12 Oktober 2015. Kedua utusan,  yakni Dewi Tri Handayani, S.Psi., M.Si (pengelola lab. Psikologi Uhamka ) dan Puti Archianti, S.Psi., M.Psi (staf pengajar Psikologi Industri dan Organiasi) disambut hangat oleh Dekan FPSB UII, Dr.rer.nat Arief Fahmie, MA., Psikolog , Kepala Laboratorium Prodi Psikologi FPSB UII, Libbie Annatagia, S.Psi., M.Psi beserta staf laboran di ruang sidang Prodi Psikologi FPSB UII.Setelah beramah tamah sekaligus menyampaikan maksud dan tujuannya, kedua utusan kemudian diajak untuk melihat langsung kondisi lab milik Prodi Psikologi FPSB UII yang menempati lantai IV Gedung Soekiman Wirjosandjojo. Usai melihat-lihat ruang pengelola laboratorium, keduanya segera menuju lab psikoterapi dan berkesempatan mencoba alat biopsikologi, yakni ‘Stress Pilot’ dan ‘Smard Watch’.

Sejurus kemudian, keduanya segera beranjak ke lab. Klasikal, lab individual, lab anak, lab eksperimen dan terakhir berkunjung ke lab. Observasi dan wawancara atau sering disebut lab. OW.