Program Studi Psikologi Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Selamat Datang diwebsite Prodi Psikologi
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Berita Terbaru


Nuzsep Almigo, S.Psi., M.Si hadir sebagai pembicara dalam Kolokium Prodi Psikologi FPSB
Written by F3ry   
Monday, 06 April 2015

Berpikir kreatif merupakan modal penting dalam melakukan konseling. Berpikir kreatif identik dengan berpikir ‘di luar kotak’ atau berpikir di luar kebiasaan atau terkenal juga dengan istilah berpikir out of the box. Hal ini disampaikan oleh salah satu alumni Prodi Psikologi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) angkatan 1995 yang juga dosen Fakulti Pendidikan dan Pembangunan Manusia Universiti Pendidikan Sultan Idris, Malaysia, Nuzsep Almigo, S.Psi., M.Si, dalam acara kolokium yang digelar Prodi Psikologi, Senin, 6 April 2015 di R. Auditorium Fakultas.

Dalam kolokium tersebut, selain menyampaikan materi ‘Adventure Based Counseling’ yang merupakan hasil penelitiannya dan sudah masuk dalam jurnal internasional, peserta juga diajak untuk melakukan beberapa simulasi yang bisa dilakukan sebagai media konseling.

 
Dr. Norbert Vajda, Hungaria hadir sebagai pembicara dalam Kolokium Prodi Psikologi FPSB
Written by F3ry   
Sunday, 29 March 2015

Bidang keilmuan Psikologi memang bisa diterapkan atau berperan dimana saja serta dalam bidang apa saja selama ada aktivitas manusia di dalamnya, termasuk dalam rehabilitasi masyarakat/korban bencana alam. Oleh karena itu, untuk memberikan gambaran tentang peran Psikolog dalam rehabilitasi masyarakat pasca bencana tersebut Prodi Psikologi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar kuliah pakar (kolokium), Kamis, 26 Maret 2015 dengan menghadirkan Dr. Norbert Vajda asal University of Pecs, Faculty of Illyes Gyula Institute of Social Work and Welfare, Hungary.

Menurut Dr. Norbert Vajda, agar seorang Psikolog dapat diterima dengan baik oleh masyarakat (baca: dalam proses intervensi-rehabilitasi) perlu memahami nilai-nilai internal di masyarakat tersebut, berpenampilan menarik dan memiliki/menyampaikan pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Selebihnya Dr. Norbert Vajda banyak mamaparkan hasil penelitiannya terkait dengan kondisi masyarakat korban eruspi Merapi 2010 lalu, termasuk di dalamnya kondisi kelekatan/kohesivitas masing-masing komunitas (baca: masing-masing dusun) dalam satu lingkungan ‘hunian tetap’ yang sudah diberikan oleh negara tersebut. Meski dalam satu lingkungan, mereka tetap menginginkan adanya pemisahanan sesuai dengan asal dusun/daerah masing-masing

 
Dekan Fakultas Psikologi Universitas Putra Indonesia (UPI) Padang, alumni Prodi Psikologi FPSB
Written by F3ry   
Sunday, 29 March 2015

Herio Rizki Dewinda, M.Psi., Psikolog merupakan alumni Prodi Psikologi (S1) dan juga lulusan Magister Psikologi Profesi (S2) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) yang saat ini mendapat kepercayaan/amanah sebagai Dekan Fakultas Psikologi Universitas Putra Indonesia (UPI) Padang. Karirnya pun terbilang cukup cepat. Usai diwisuda dan diambil sumpahnya sebagai seorang Psikolog (S2) awal Juni tahun 2013, dirinya langsung diterima sebagai dosen tetap. Kemudian pada bulan Agustus 2014 atau tepat di usianya yang ke-29 tahun dirinya mendapat kepercayaan untuk mengemban amanah sebagai Dekan. Usia tersebut 3 tahun lebih muda dari Dekan termuda di Indonesia (FE UI) yang pernah ada.

“Adanya amanah yang diberikan sekarang merupakan kepercayaan dari civitas yang memang berat jika dirasakan namun wajib untuk dilaksanakan dengan sebaik mungkin dan penuh tanggung jawab. Tentu saja dengan niat ibadah dan bekal keilmuan yang saya peroleh ketika menimba ilmu di UII serta pembelajaran secara berkelanjutan, insya Allah akan memberikan kesanggupan bagi saya dalam menjalankannya”, ungkap suami dari Ummil Khairiyah, M.Psi., Psikolog yang juga ayah dari Shanum Athifa Dekhari itu.

Selain punya hobi travelling, browsing internet dan menyukai makanan tradisional, pemilik sapaan akrab ‘Rio’ yang lahir di Tanjung Pati, 9 Agustus 1985 ini ternyata juga sangat menghargai waktu dalam hidupnya. Hal ini dapat dilihat dari motto hidupnya yang sederhana namun sarat pesan; ‘Satu inchi waktu sama dengan satu inchi emas, tetapi satu inchi emas tidak bisa menggantikan satu inchi waktu’. Oleh karenanya, Rio mengajak setiap individu agar dapat memanfaatkan setiap kesempatan yang dimiliki dengan sebaik mungkin.
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Results 22 - 28 of 120

SK BAN PT AKREDITASI A PRODI PSIKOLOGI

Search

Polls

Fasilitas Anjungan Mhs Selama ini :
 
Personal Development Planning System