Program Studi Psikologi Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Selamat Datang diwebsite Prodi Psikologi
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
The Wisdom of Islam Print E-mail
Written by F3ry   
Wednesday, 16 March 2016
The Wisdon of Islam. Demikian tema seminar series dari International Conference on Islamic Psychology (ICONIPSY) yang digelar di R. Auditorium Lt. Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Kamis, 15 Oktober 2015. Hadir sebagai pemapar materi adalah Prof. Robert Frager, Ph.D, Chairman of The Spiritual Guidence M.A, Program at The Institue of Transpersonal pshology (ITP), Sofia University, Palo Alto, California, USA.  Sedangkan bu Emi Zulaifah, M.Sc tampil sebagai moderator.Dalam paparannya, tokoh Psikologi Sufi tersebut banyak mengungkap tentang nafs atau keinginan kuat dari dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu kebaikan ataupun keburukan. Nafs adalah proses yang diciptakan oleh interaksi pikiran / jiwa dan tubuh. Beliau menerangkan beberapa kategori nafs yang ada pada diri seseorang, seperti nafs Ammaaratum bis-Suu (Nafsu Amarah) yang cenderung membawa pada sifat kejelekan yang diakibatkan oleh tunduknya hati seseorang untuk mengikuti nafsu syahwat dan panggilan syetan, nafs lawwamma (nafsu lawwamah) atau pun nafsu yang belum sempurna ketenangannya sehingga seseorang kadang melakukan kebaikan dan juga kadang keburukan, nafs Mulhima (nafsu yang menginspirasi), nafs Muthmainnah (nafu yang pada kebaikan), nafs radiyya, nafs mardiyya, dan juga nafs safiyya. “Dalam tataran sufi, seseorang akan tetap senang dalam menjalani/menerima ujian dari Allah SWT”, ungkapnya. Dalam paparannya, tokoh Psikologi Sufi tersebut banyak mengungkap tentang nafs atau keinginan kuat dari dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu kebaikan ataupun keburukan. Nafs adalah proses yang diciptakan oleh interaksi pikiran / jiwa dan tubuh. Beliau menerangkan beberapa kategori nafs yang ada pada diri seseorang, seperti nafs Ammaaratum bis-Suu (Nafsu Amarah) yang cenderung membawa pada sifat kejelekan yang diakibatkan oleh tunduknya hati seseorang untuk mengikuti nafsu syahwat dan panggilan syetan, nafs lawwamma (nafsu lawwamah) atau pun nafsu yang belum sempurna ketenangannya sehingga seseorang kadang melakukan kebaikan dan juga kadang keburukan, nafs Mulhima (nafsu yang menginspirasi), nafs Muthmainnah (nafu yang pada kebaikan), nafs radiyya, nafs mardiyya, dan juga nafs safiyya. “Dalam tataran sufi, seseorang akan tetap senang dalam menjalani/menerima ujian dari Allah SWT”, ungkapnya.
 
< Prev   Next >

SK BAN PT AKREDITASI A PRODI PSIKOLOGI

Search

Polls

Fasilitas Anjungan Mhs Selama ini :
 
Personal Development Planning System