Program Studi Psikologi Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Selamat Datang diwebsite Prodi Psikologi
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
INFORMASI PENTING....
Written by F3ry   
Friday, 28 December 2012

Assalamu’alaikum wr.wb

Pengumuman ditujukan mahasiswa prodi Psikologi Angkatan 2012

Berhubung besok hari Sabtu, 29 Desember 2012 pkl. 09.00 WIB

diadakan bimbingan DPA bersamaan dengan acara pertemuan wali mahasiswa angkatan 2012.

Maka diWAJIBkan hadir dan mohon diinformasikan kepada teman-teman angkatan  2012 yang lain.

Demikian pengumuman ini kami sampaikan. terimakasih

Wassalamu’alaikum wr.wb.

 

Prodi Psikologi

 

 
Kolokium Layanan Psikolog di Puskesmas Prodi Psikologi FPSB UII
Written by F3ry   
Thursday, 13 December 2012

Pemateri : Amalia Rahmadani, S.Psi., M.Psi., PsikologKeberadaan layanan jasa Psikolog di setiap Puskesmas memang sudah menjadi suatu keharusan di jaman sekarang. Problematika hidup yang semakin komplek jelas menjadi salah satu pemicu banyaknya kasus gangguang kejiwaan di kalangan masyarakat, utamanya di kalangan masyarakat kelas menengah ke bawah yang hanya mampu mengakses layanan kesehatan setingkat Puskesmas. Kompleksitas permasalahan kejiwaan di lapangan (baca : puskesmas) jelas membutuhkan pendekatan khusus untuk menyelesaikannya.

 Oleh karena, guna memberikan sedikit gambaran mengenai program layanan Psikolog di Puskesmas, secara khusus Departemen Psikologi Klinis Prodi Psikologi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia menyelenggarakan kolokium bertema “Program Pelayanan Psikolog di Puskesmas”, Kamis, 6 Desember 2012 dengan menghadirkan salah satu Psikolog Puskesmas Gamping 1 Sleman, Amalia Rahmadani, S.Psi., M.Psi., Psikolog

Menurut Amalia Rahmadani, tugas seorang psikolog puskesmas secara garis besar (di dalam dan di luar gedung) adalah melakukan kegiatan/program promotif dan preventif, program kuratif serta program rehabilitatif. Untuk progam promotif dan preventif bisa dilakukan dalam bentuk penyuluhan di sekolah-sekolah, di masyarakat (karang taruna, PKK, posyandu, dll), lintas sektoral, pelatihan kader, serta skrining kesehatan jiwa (sekolah dan kader). Sedangkan tugas kuratif bisa berupa konseling dan psikoterapi baik di dalam maupun di luar Puskesmas (sekolah atau posyandu), seperti: kegiatan asesmen, penegakan diagnosis, perkiraan prognosis, konseling psikoterapi individu, keluarga, maupun kelompok. Bisa juga dilakukan melalui tes psikologi (tes masuk sekolah, tes bakat-minat, tes potensi karir, tes utk siswa ABK). Untuk program rhabilitatifnya bisa dilakukan dengan cara memberikan pendampingan pasien, melakukan monitoring dan evaluasi, merencanakan tindak lanjut/rekomendasi/rujukan, melakukan kunjungan ke rumah pasien, mengadakan family gathering, konseling kelompok, FGD maupun koordinasi lintas sektoral.

Selain itu, Psikolog Puskesmas juga melayani program paket konseling & deteksi risiko masalah psikososial, seperti pemeriksaan calon pengantin, pemeriksaan calon jamaah haji, deteksi tumbuh kembang balita, maupun pemeriksaan psikologis untuk keterangan sehat. Sepintas Amalia juga menyampaikan mengenai penanganan tematik, seperti tumbuh kembang anak, ibu hamil, kesehatan reproduksi remaja & infeksi menular seksual, napza: berhenti merokok, kekerasan dalam rumah tangga, korban bencana, penderita HIV/AIDS, keluarga dengan gangguan jiwa, serta difabel.

Amalia menambahkan bahwa seorang Psikolog Puskesmas harus bisa melakukan pendekatan yang terbaik kepada pasien. Pendekatan yang dimaksud adalah pendekatan yang sesuai dengan persepsi pasien itu sendiri. Ini terkait dengan masih adanya masyarakat yang enggan dianggap mengalami ‘gangguan jiwa’ ataupun dianggap ‘stres’.

Selain tugas pokok seorang Psikolog Puskesmas juga memiliki tugas penunjang, seperti pembuatan media promosi (leaflet, mading, materi penyuluhan/ pelatihan, modul pelatihan), melakukan siaran radio, melakukan tes inteligensi dan tes kepribadian, menjadi saksi ahli, mau memperkaya keilmuan melalui seminar, pelatihan, lokakarya, workshop, dan lain-lain. Sedangkan tugas tambahannya adalah melakukan dan melaporkan survey kepuasan pelanggan internal serta melakukan pembinaan SDM karyawan Puskesmas.

Secara administratif, psikolog puskesmas juga diminta membuat laporan hasil pemeriksaan psikologis, membuat register konseling individu, keluarga, kelompok, membuat laporan kegiatan promosi kesehatan (penyuluhan, skrining, pelatihan) dan mampu mengelola Sistem Informasi Kesehatan Mental- Online (SIKM - Online), mengelola data konseling individu, data absensi, data promosi kesehatan serta laporan kunjungan

Kepada para peserta kolokium Amalia berpesan untuk sering berlatih melakukan intervensi dengan memanfaatkan teman dekat sebagai subjeknya, seperti mendengarkan curhatan misalnya. Dengan semakin banyaknya latihan yang dilakukan, Amalia berkeyakinan bahwa suatu saat sangat membantu peserta kolokium dalam melakukan intervensi psikologi yang tepat saat peserta sudah menjadi seorang psikolog atau bahkan bertugas sebagai psikolog di sebuah puskesmas.

Read more...
 
Hepi Wahyuningsih Dosen Prodi Psikologi Lulus Gelar Doktor di UGM
Written by F3ry   
Tuesday, 16 October 2012

”Perkawinan yang berkualitas tinggi adalah perkawinan yang terus berkembang karena mengejar tujuan pokok dan tujuan bersama. Kualitas perkawinan yang tinggi dapat dicapai dengan kebajikan/virtue, dimana faktor religiusitas dalam model psikologis kualitas perkawinan menjadi master of virtue yang mampu mengintegrasikan virtue yang lain (komitmen perkawinan dan pengorbanan) untuk mengejar kualitas perkawinan yang tinggi. Sehingga dapat dikatakan bahwa faktor kualitas perkawinan yang utama adalah religiusitas”. Demikian ungkap Doktor baru Prodi Psikologi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia, Hepi Wahyuningsih yang telah berhasil mempertahankan desertasinya "Model Psikologis Kualitas Perkawinan Pasangan Suami Istri" saat menempuh ujian terbuka Program Doktor Ilmu Psikologi UGM, Kamis (11/10) di Auditorium Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Masih menurut Bu Hepi (panggilan akrab Dr. Hepi Wahyuningsih, S.Psi., M.Si) bahwa berfungsinya sebuah perkawinan dapat dilihat dari dua hal, yaitu kualitas perkawinan dan kestabilan perkawinan. Kualitas perkawinan adalah evaluasi subjektif suami atau istri terhadap hubungan perkawinan yang berupa sebuah kontinum yang merefleksikan bermacam-macam karakteristik perkawinan. Stabilitas perkawinan menggambarkan kondisi dari sebuah perkawinan (terjadi perpisahan, perceraian, desersi, atau pembatalan). Dalam studi keluarga, kualitas perkawinan mendapatkan perhatian yang besar dari para peneliti karena berpengaruh positif terhadap kesejahteraan psikologis, kesehatan fisik individu yang menikah, dan berkorelasi positif dengan tingginya kemampuan anak dalam menjalin hubungan dengan teman sebaya.

“Kualitas perkawinan juga ditemukan berkorelasi negatif dengan problem perilaku anak dan problem emosional anak. Selain itu, hasil analisis pada kelompok suami menunjukkan religiusitas suami memiliki efek langsung dan tidak langsung terhadap kualitas perkawinan suami. Secara lebih jelas dapat dikatakan bahwa efek religiusitas suami terhadap kualitas perkawinan suami secara parsial dimediasi oleh komitmen perkawinan suami dan pengorbanan suami. Besar sumbangan efektif religiusitas, komitmen perkawinan, dan pengorbanan terhadap kualitas perkawinan sebesar 76%. Efek religiusitas istri terhadap kualitas perkawinan istri secara parsial hanya dimediasi oleh komitmen perkawinan istri. Pada kelompok istri, besar sumbangan efektif religiusitas, komitmen perkawinan, dan pengorbanan terhadap kualitas perkawinan sebesar 64%”, paparnya.

Dalam penelitian tersebut juga ditemukan bahwa kualitas perkawinan seseorang tidak banyak dipengaruhi oleh faktor dari pasangannya, tetapi banyak dipengaruhi oleh faktor dari diri sendiri. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kualitas perkawinan, seseorang tidak boleh menuntut pasangannya. Suami tidak boleh menuntut istrinya agar lebih religius, lebih berkomitmen, maupun agar lebih berkorban karena yang lebih mempengaruhi kualitas perkawinan dirinya adalah tingkat religiusitas, komitmen perkawinan, dan pengorbanan dirinya sendiri. Demikian halnya istri, istri tidak boleh menuntut suaminya agar lebih religius, lebih berkomitmen, maupun lebih berkorban karena yang lebih mempengaruhi kualitas perkawinan dirinya adalah tingkat religiusitas dan komitmen dirinya sendiri. Adanya nonindependence yang ditemukan dalam penelitian tersebut menunjukkan ketika suami/istri berusaha meningkatkan komitmen perkawinan dan pengorbanannya secara otomatis juga akan meningkatkan komitmen perkawinan dan pengorbanan pasangannya sehingga tidak hanya akan meningkatkan kualitas perkawinannya, tetapi juga secara tidak langsung akan membantu pasanganya dalam meraih kualitas perkawinan yang tinggi.

Temuan menarik yang lain, ternyata religiusitas istri selain berpengaruh pada kualitas perkawinan istri, religiusitas istri juga berpengaruh secara tidak langsung terhadap kualitas perkawinan suami melalui komitmen istri yang berpengaruh terhadap pengorbanan suami. Religiusitas suami berpengaruh negatif terhadap pengorbanan istri. “Temuan menarik ini menunjukkan pentingnya seorang calon istri maupun calon suami untuk memperhatikan tingkat religiusitas istri/suami dalam memilih pasangan. Sehingga penelitian ini juga dapat dijadikan sumber rujukan bagi muslim yang akan menikah dimana kriteria pemilihan pasangan seperti yang telah dituntunkan dalam agama Islam, yaitu memilih pasangan berdasarkan kesamaan agama”, imbuhnya. Kesamaan agama akan membawa pada kesamaan pandangan mengenai perkawinan sehingga baik langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh pada tingginya kualitas perkawinan.
Last Updated ( Tuesday, 16 October 2012 )
Read more...
 
H. Fuad Nashori Lulus Doktor Tercepat Universitas Padjajaran (UNPAD)
Written by F3ry   
Tuesday, 16 October 2012

"Alhamdulillah, berkat kemurahan dari Allah swt saya dapat selesaikan studi program doctor dalam tempo dua tahun satu bulan. Berdasar keterangan bagian akademik pascasarjana Unpad, ini adalah kelulusan tercepat program doktor Unpad,” demikian disampaikan Dr. H. Fuad Nashori, S.Psi., M.Si., Psikolog, kepada UII News. Selain tercepat, hasil studi mantan Dekan FPSB UII Periode 2006-2010 yang sangat ramah dan murah senyum tersebut juga sangat memuaskan dengan IPK 3.78. Disertasinya yang berjudul “Pemaafan pada Etnis Jawa (Studi Kasus pada Warga Kota Yogyakarta)” berhasil memperoleh nilai A pada ujian terbuka yang diselenggarakan tanggal 8 Oktober 2012.

Program yang dikuti dosen prodi psikologi UII ini adalah Program Penugasan dan Disertasi. Di semester pertama ada penyegaran tiga matakuliah, yaitu filsafat, metode, dan teknik analisis statistik. Pada semester kedua ada penugasan-penugasan yang intinya adalah menyiapkan segala sesuatunya sehingga proposal siap. Mulai tahun kedua ada seminar usulan penelitian. Setelah itu ambil data, analisis data, seminar hasil, ujian tertutup, dan ujian terbuka.

Kepada UIINews, sosok yang sangat dikenal aktif dalam menulis artikel maupun buku tersebut membagi kunci kecepatan masa studinya. “Fokus dan prihatin,” ungkap dosen psikologi sosial ini dengan lugas. “Saya jadikan disertasi sebagai agenda utama hidup saya. Sambil studi di bandung, saya masih aktif mengajar dan membimbing skripsi mahasiswa S1 dan tesis S2 Psikologi UII. Namun, prioritas saya tetap studi. Yang lain-lain sengaja saya poisisikan sebagai sekunder”, tambahnya.

Diceritakan oleh dosen yang sangat akrab dengan mahasiswa ini bahwa sepanjang 2 tahun masa studinya, hampir tiap minggu ia pulang pergi Yogya-Bandung, berangkat malam dan pulang menjelang shubuh. Setiap ada perkembangan ia laporkan kepada para promotor disertasinya. Sebuah perjuangan yang luar biasa. Bahkan pria asal Mojokerto ini sering masuk angin dan sakit perut. Namun demikian, proses melaporkan yang mendapat umpan balik dan segera menindaklanjuti saran promotornya menjadikan semuanya dapat berjalan lancar.

Selama sekolah, ayah lima anak ini memilih hidup prihatin. Ia lebih memilih untuk fokus studi daripada menerima permintaan berceramah atau aktivitas lain yang menjanjikan uang. Ketika ada kekurangan uang, ia putuskan pinjam saja. “Godaan utama orang yang studi adalah proyek, baik menulis di media massa maupun ceramah. Saya sangat sering menolak ceramah dari sejumlah pihak, karena kekhawatiran mengganggu fokus saya”, tuturnya.

Selain fokus, faktor promotor adalah faktor yang penting. Pak Fuad menceritakan bahwa promotor-promotornya sangat baik dalam memberi pelayanan. Hampir setiap akhir pekan mereka menyediakan waktunya untuk membimbing Pak Fuad secara bersama-sama. “Kami juga akrab. Saya sudah mengunjungi rumah semua pembimbing saya dan tidur di sana. Saya bersedia menginap karena diminta.

Kalau mereka ke Yogya, saya selalu menemui mereka dan mendapat bimbingan”, imbuh Pak Fuad.

Diceritakan pula bahwa Pak Fuad sudah akrab dengan ketiga promotrnya jauh sebelum studi lanjut pada Program Doktor Ilmu Psikologi Unpad. Salah seorang ko-promotor, Prof Kusdwiratri Setiono, sudah ia kenal sejak mahasiswa S1. Bahkan, orangnya hadir dalam pernikahan Pak Fuad tahun 1997. Ketua Promotor, Prof Zulrizka Iskandar, sudah dikenalnya sejak tahun 2002 saat Pak Fuad mengisi seminar psikologi Islami di Unpad dan beliau membuka acaranya. Prof Zul dan Pak Fuad juga sering bertemu saat mereka menjadi dekan di fakultasnya masing-masing. Promotor ketiga adalah teman sesama pembantu dekan urusan kemahasiswaan dan alumni. DR Gimmy Prathama dan Pak Fuad sudah sering bertemu. “Semua itu menjadi faktor yang memudahkan. Namun demikian, saya juga harus katakan bahwa setiap tahapan penyelesaian ada jumpalitannya. Semua tahap ada kesulitannya. Kesehatan yang tiba-tiba menurun, pengambil data yang lamban, dan sebagainya. Hal utama yang saya harapkan dan akhirnya saya peroleh adalah kepercayaan dari mereka.,” pungkasnya.

 

Read more...
 
Jadwal Kuliah Semester Ganjil TA 2012-2013 FPSB UII
Written by F3ry   
Tuesday, 28 August 2012

Jadwal Kuliah Semester Ganjil TA 2012-2013 FPSB UII revisi-2 per 27 Agustus 2012

Klik..

http://www.fpscs.uii.ac.id/download/category/15-kuliah

Last Updated ( Tuesday, 28 August 2012 )
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Results 73 - 81 of 118

SK BAN PT AKREDITASI A PRODI PSIKOLOGI

Search

Polls

Fasilitas Anjungan Mhs Selama ini :
 
Personal Development Planning System