Program Studi Psikologi Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Selamat Datang diwebsite Prodi Psikologi
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Corporate Gathering 2017 : Upaya Perbaikan dan Peningkatan Kualitas Alumni
Written by Fajrul Falah Wangsaguna   
Wednesday, 20 December 2017

Rabu (20/12/2017) Program Studi Psikologi UII menggelar kegiatan Corporate Gatering 2017 yang bertempat di Hotel Santika Yogyakarta. Acara tersebut adalah salah satu kegiatan Program Studi Psikologi UII sebagai upaya berkelanjutan untuk berbenah diri dalam mengembangkan Program Studi Psikologi UII yang lebih baik. Selain itu, kegiatan ini adalah wujud komitmen Program Studi Psikologi UII untuk meningkatkan kualitas alumni sesuai dengan kebutuhan zaman.

“Kegiatan ini adalah bagian dari proses evaluasi penyelenggaraan pendidikan Psikologi UII. Selain itu, Psikologi UII terus memperbaiki diri karena sedang mempersiapkan akreditasi internasional”. Tutur Arief dalam sambutannya.

Kegiatan ini melibatkan user atau pengguna Alumni Psikologi UII yang telah berkarir di pelbagai bidang pekerjaan. Review yang diberikan para user akan menambah perbendaharaan perspektif evaluasi bagi Program Studi Psikologi UII serta dapat memberikan gambaran hasil proses pendidikan yang telah terselenggara selama ini. Pengumpulan keterangan dilakukan dengan metode Focuss Group Discussion yang dipandu oleh fasilitator dan asisten fasilitator.

Dr. rer. nat. Arief Fahmi, S.Psi., MA., Psikolog yang merupakan dosen Program Studi Psikologi UII sekaligus Dekan Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya UII menyampaikan ucapan terimakasih atas partisipasi kegiatan dan kepercayaan kepada Alumni Program Studi Psikologi UII. Selebihnya Dekan FPSB UII menginginkan Program Studi Psikologi UII terus menjaga silaturahim dan kemitraan yang telah terjalin untuk kebaikan bersama.

“Sebagai mitra kita tak hanya bertemu hari ini, tapi juga dimasa depan, semoga sukses untuk kita semua” tutup Arief.

User didatangkan dari bermacam-macam instansi dan bidang kerja. Hadir pada acara tersebut diantaranya dari Pusat Psikologi Terapan UII, Puskaga UII, K24 Yogyakarta, BRI Syariah, Bank Mandiri Kanwil Yogyakarta, SDIT Lukman Hakim Sleman, Biro Psikologi Titik Lingkaran, ECCD-RC Yogyakarta, Biro Psikologi CMT, CV Archilla, PT Primissima.

Last Updated ( Thursday, 21 December 2017 )
 
LABORATORIUM PSIKOLOGI GELAR LAB EXPO 2017
Written by Fajrul Falah Wangsaguna   
Tuesday, 19 December 2017

Selasa (19/12/2017) Laboratorium Psikologi Universitas Islam Indonesia mengelar kegiatan Lab Expo 2017 bertempat di Kampus Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan Laboratorium Psikologi UII dalam rangka memberi pengetahuan tentang fungsi, tujuan dan target dari alat tes psikologi serta mengenalkan fasilitas yang ada di Laboratorium Psikologi UII kepada mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Islam Indonesia.

“Sasaran umum kegiatan ini adalah civitas akademika UII dan sasaran khususnya adalah mahasiswa baru Psikologi UII, kita mengadakan expo atau pameran dari jam 09.00 WIB sampai jam 15.00 WIB, mahasiswa boleh datang boleh melihat semua stand dan mempelajarinya” Kata Libbie selaku Kepala Laboratorium Psikologi UII.

Libbie Annatagia, S.Psi., M.Psi., Psikolog menambahkan, stand yang dipamerkan di Lab Expo meliputi Ravens’s Corner, Movie Corner, Bilik Perkembangan, Bilik Kepribadian, Bilik Biopsikologi, Bilik Psikologi Eksperimen, Games Roscach, Photobooth. Bilik-bilik tersebut ramai dikunjungi oleh para peserta yang rata-rata adalah mahasiswa aktif. Selain dapat mengunjungi peserta juga bisa melakukan simulasi penggunaan alat tes yang ada. Selain itu, terdapat stand tokoh psikologi yang telah masyhur seperti Albert Bandura, Abraham Maslow dan Pavlov.

“Semoga acaranya lancar dan berkah, acaranya dapat memperkaya wawasan mahasiswa tentang alat-alat tes yang ada di Lab Psikologi UII, fasilitas yang ada di Lab Psikologi UII dan lebih mendekatkan Lab Psikologi UII dengan Mahasiswa” pungkas Libbie.

Sebagai penyelenggara, Laboratorium Psikologi UII menggandeng para asisten praktikum yang terpilih untuk berpartisipasi mengsukseskan kegiatan tersebut. Hal ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan bagi mahasiswa dalam penyelenggaraan kegiatan Laboratorium Psikologi UII dan menambah kemeriahan acara tersebut. Salain itu, pada asisten praktikum tidak hanya menjaga stand, namun juga menjelaskan kepada pengunjung tentang alat tes psikologi yang menjadi fasilitas Laboratorium Psikologi UII.

Last Updated ( Thursday, 21 December 2017 )
 
Psikologi Kaji Enterpreneurship dan Sociopreneurship
Written by F3ry   
Wednesday, 16 March 2016
“Sehebat apapun kalian tanpa enterpreneur kalian akan kalah dengan lulusan kampus-kampus yang punya enterpreneurship, bahkan lulusan dr kampus-kampus (baca: lulusan) yang tidak terkenal atau tidak punya nama.  Hidup ini tidak pasti. Orang yang tidak siap dengan ketidakpastian, jangan hidup”. Demikian motivasi yang  disampaikan oleh Drs. Adriano Rusfi, Psikolog kepada para peserta kegiatan kolokium yang digelar oleh Prodi Psikologi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Jumat, 11 Maret 2016 di R. Auditorium FPSB UII.Lebih jauh penentang keras gerakan LGBT tersebut menegaskan bahwa jiwa enterprenur atau wirausaha sangat berbeda dengan jiwa pedagang. Menurutnya setiap orang tidak mesti harus bisa pedagang tapi wajib menjadi seorang enterpreneur, yakni orang yang berani dan bisa menjalani hidup dengan baik meski banyak/sebesar apapun tantangan yang dihadapinya. “Orang berani identik dengan berani mati, dan saya bukan seorang yang berani mati. Sedangkan orang bernyali adalah orang yang berani menjalani/menghadapi kehidupan ini dengan sebaik mungkin. Penakut (baca: takut menghadapi kematian) boleh, pengecut (baca: tidak berani menghadapi hidup) jangan! Saat ini banyak orang yang berani mati, tapi tidak terlalu banyak yang berani hidup. Berjuanglah pada titik tersebut meski sering gagal. Doa sangat diperlukan dalam enterprenurship” ungkapnya. Sosok yang juga dikenal publik sebagai konsultan SDM dan Pendidikan tersebut juga menambahkan bahwa saat ini terlalu banyak permasalahan sosial yang membutuhkan kepemimpinan enterpreneurial, yakni pemimpin yang berani mengambil tanggung jawab untuk mencari solusi atas permasalahan sosial yang ada dengan menciptakan kondisi masyarakat yang lebih kreatif dan produktif dalam menggali ataupun memunculkan setiap potensi yang dimilikinya. Setelah seseorang memiliki jiwa enterpreneur, maka selanjutnya adalah seseorang harus memiliki jiwa sociopreneurship yang bertujuan untuk membantu kesulitan orang lain, membuka lapangan kerja, menghindari kekufuran, menjauhi riba, dakwah, naik haji, bikin masjid, memiliki nilai tawar pada sisi sosial-ekonomi-politik dan juga harapannya adalah masuk surga. Modal sociopreneur adalah airmata, empati, social concern, social linkage, dan do’a orang lain.
Read more...
 
Prof Marcus Stueck Ajarkan School of Emphaty
Written by F3ry   
Wednesday, 16 March 2016
“Emphaty is based on attachment/connection/relation (Biological, behavioural, affective) in autopoietic network and between living elements (plants, humans, animals). Emphaty is not altruism”. Demikian definisi empati menurut Prof. Dr. rer.nat. habil. Marcus Stueck yang disampaikan pada acara kolokium Prodi Psikologi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) berjudul ‘School of Emphaty’, Jumat, 04 Maret 2016 di R. Auditorium FPSB UII.Di awal paparannya, Profesor ramah tersebut banyak menceritakan tentang sejarah berdirinya ‘School of Emphaty’ yang sudah dia rintis sejak tahun 2008 di Jerman dan Latvia. Baru pada tahun 2010-2011 ‘Schoolmof Emphaty’ masuk ke Indonesia melalui sebuah workshop di Yogyakarta. Sekedar mengingat kembali bahwa School of empathy merupakan sebuah metode/ teknik pembelajaran yang terdiri dari 2 metode, yakni melalui bahasa komunikasi-verbal dan badan-nonverbal (dance of life). Dance/gerak tari sebagai salah satu media pembelajaran empati dikarenakan bisa membawa perasaan dan ekspresi seseorang ke dalam tarian. Ekseperimen telah membuktikan bahwa dance bisa mempengaruhi perilaku seseorang sejalan dengan adanya proses biokimia yang terjadi di otak saat melakukannya (baca: gerakan dance). “Empati terkait dengan dengan kontak fisik/tubuh yang didasarkan pada rasa cinta/sayang. Jadi, untuk bisa ber-empati dengan sesama memang diperlukan koneksi (sentuhan secara langsung maupun tak langsung) yang nantinya akan berimplikasi pada kemampuan seseorang untuk merasakan kondisi fisik/psikis orang lain. Empati adalah hubungan, komunikasi dan kelekatan. Ini adalah hal penting untuk bisa melakukan empati pada orang lain,” tambahnya. Beberapa kumpulan foto pelaksanaan empathy pun beliau sampaikan demi menambah wawasan para mahasiswa. Masih Menurut Prof. Dr. rer.nat. habil. Marcus Stueck bahwa biodanza bisa diikuti dan dimengerti oleh siapa saja tanpa membedakan ‘kondisi’ seseorang. Biodanza bisa menjadi penyeimbang antara pengatahuan dan perasaan. Hal ini tentu berbeda jika dibandingkan hanya dengan sekedar membaca.
Read more...
 
2nd NCIP Kaji Peran Psikologi Islam dan Penguatan Keluarga
Written by F3ry   
Wednesday, 16 March 2016
Psikologi Islam untuk Penguatan Keluarga Menuju Bangsa yang Tangguh dan Berkarakter. Demikian tema besar kegiatan  “2nd National Conference on Islamic Psycology-NCIP” yang digelar oleh Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Selasa-Rabu, 16-17 Februari 2016 di Royal Ambarrukmo Hotel Yogyakarta. Tokoh nasional bidang Pendidikan sekaligus Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO dan juga Guru Besar Universitas Negeri Jakarta, Prof. Dr. H. Arief Rachman, M.Pd bersama Prof. Dr. Ir. Euis Sunarti, M.Si (IPB) dan Dr. Hepi Wahyuningsih, S.psi., M.Si (UII) tampil sebagai pemateri seminar. Sedang ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Dr. H. M. Asrorun Ni’am Sholeh, MA tampil sebagai keynote speaker.Dalam sambutannya selaku tuan rumah, Dekan FPSB UII, Dr.rer.nat Arief Fahmie, MA., HRM menegaskan bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian terhadap upaya pencarian solusi permasalahan bangsa yang merupakan dampak kemajuan teknologi dan peran/posisi keluarga melalui disiplin ilmu Psikologi, khususnya melalui peran Psikologi Islami yang juga diharapkan mampu membawa kebahagian di akhirat. Sementara Rektor UII, Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc sebelum membuka acara secara resmi juga berpesan agar kegiatan tersebut nantinya bisa kembali memaksimalkan peran dan fungsi keluarga sebagai lingkup terkecil dalam kehidupan seseorang mampu mencetak/melahirkan generiasi yang tangguh dan berkarakter. Ketua KPAI, Dr. H. M. Asrorun Ni’am Sholeh, MA dalam paparannya mengkritisi tidak imbangnya antara kecepatan pemahaman dalam pemanfaatan teknologi oleh orang tua dengan kecepatan perkembangan teknologi itu sendiri yang mengakibatkan anak-anak lebih pandai menggunakan teknologi tanpa pemahaman pemanfaatannya secara baik dan benar, sehingga sulit dikontrol oleh orangtua yang kurang atau juga tidak paham dengan pemanfaatan perkembangan teknologi yang terjadi. Beliau juga mengkritisi kurang intensifnya pertemuan dan komunikasi antara anak dengan orangtua. “Kasus keluarga dan pengasuhan anak memiliki kontribusi yang tinggi dalam kekerasan/penelantaran terhadap anak. Keharmonisan keluarga juga menjadi faktor utama terjadinya kasus penelantaran anak. Sementara fenomena lain yang tak kalah berpengaruh adalah faktor ekonomi yang bukan hanya kemiskinan tapi juga kekayaan yang mendadak, seperti halnya sertifkasi yang diperoleh oleh para pendidik. Survey KPAI menunjukkan adanya peningkatan proses gugat cerai dan juga perceraian yang terjadi pada para pendidik semenjak adanya sertifikasi”, ungkapnya. Staf pengajar Fakultas Syari’ah dan Hukum di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta itu juga menambahkan pentingnya masyarakat untuk mempelajari, menguasai, dan juga memahami apa saja yang diperlukan sebelum proses pernikahan khususnnya paska berkeluarga, seperti halnya tentang hak dan kewajiban sebagai suami/isteri. Prof. Dr. H. Arief Rachman, M.Pd selaku pemateri seminar dalam paparan singkatnya menyampaikan tentang pendidikan berkarakter yang bersinergi dengan orangtua, guru dan masyarakat. Sedangkan Prof. Dr. Ir. Euis Sunarti menyampaikan materi penguatan karakter dan ketangguhan keluarga Indonesia yang kemudian ditutup oleh Dr. Hepi Wahyuningsih, S.Psi., M.Si yang menyampaikan kualitas perkawinan untuk penguatan keluarga. Pada hari kedua, agenda masuk dalam sesi workshop bertema Love that Binds: Islamic Family for Family Relations dengan menghadirkan Prof. Dr. malik Badri (Founder of Modern Islamic Psychology), Dr.Phill Qurrotul Uyun, S.Psi., M.Si dan Dr. Hepi Wahyuningsih. S.Psi., M.Si sebagai pembicara serta tema Pendidikan Akhlak Mulia dengan menghadirka Prof. Mastura Badzis, Ph.D dan Irwan Nuryana Kurniawan, S.Psi.,M.Si sebagai pemateri.
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Results 1 - 9 of 120

SK BAN PT AKREDITASI A PRODI PSIKOLOGI

Search

Polls

Fasilitas Anjungan Mhs Selama ini :
 
Personal Development Planning System