Sarasehan dan Tasyakuran Milad ke 18 FPSB UII

Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia kembali menggelar “Sarasehan dan Tasyakuran” dalam rangka Milad-nya ke-18, Jumat, 31 Mei 2013 di Hall/Mushola Baitul Hadi. Acara bertema ‘Kontribusi FPSB pada Masyarakat dalam Membentuk Karakter Bangsa’ dihadiri oleh pimpinan fakultas/prodi, dosen, karyawan, dan mahasiswa. Suasana sarasehan yang digelar sebelum sholat Jumat tersebut tampak santai dan hangat. Berbagai permasalahan pun di share untuk dicarikan solusi terbaik, seperti usulan renovasi fasilitas laboratorium psikologi dan perbaikan Mushola Baitul Hadi agar lebih nyaman untuk melaksanakan ibadah, pertanyaan terkait dengan prosesi pemilihan dekan, aturan ijin sakit dan tata tertib berpakaian dalam saat ujian, usulan pemberian penghargaan kepada para aktifis lembaga kemahasiswaan, dan juga harapan untuk disediakan smoking area bagi para perokok aktif.

Semua pertanyaan dan usulan pengadaan/perbaikan fasilitas mendapat respon positif (diupayakan) oleh pimpinan. Namun demikian, khusus untuk pengadaan ‘smoking area’ pimpinan berjanji tidak akan pernah memfasilitasi. Hal itu terkait dengan fatwa MUI yang menyatakan bahwa merokok adalah haram meski ada juga ulama yang menyatakan bahwa merokok hukumnya adalah makruh. “Saya tidak sanggup jika nanti di akhirat saya ditanya oleh Allah, kenapa saya memfasilitasi tempat merokok padahal fatwa MUI menyetakan bahwa merokok adalah haram. Sesuatu yang haram kok difasilitasi?”, ungkap Dekan FPSB UII, H. Sus Budiharto, S.Psi., M.Si., Psikolog. Pak Sus juga menyempatkan diri untuk memberikan pembekalan kepada calon alumni FPSB UII yang akan mengikuti prosesi wisuda pada hari Sabtu, 1 Juni 2013.

Ba’da jamaah sholat Jumat, civitas akademika FPSB UII dipersilahkan untuk menikmati berbagai hidangan yang telah disediakan, seperti bakso, pempek, siomay, dan juga rujak eskrim. Suasana ‘pesta rakyat’ pun tampak sangat meriah dan penuh suka cita. Sejurus kemudian, civitas akademika sudah kembali berkumpul di Mushola Baitul Hadi untuk mengikuti acara prosesi ‘Tasyakuran Milad FPSB UII ke 18’. Acara diawali dengan pemotongan ‘Tumpeng’ oleh Dekan FPSB UII dengan didampingi wakil dekan beserta para ketua prodi. Tak lupa, doa bersama pun dipanjatkan dengan penuh khusyuk untuk memohon kebaikan bagi segenap civitas akademika FPSB UII. Usai berdoa, acara dilanjutkan dengan pembagian berbagai hadiah/ penghargaan bagi dosen, karyawan dan mahasiswa berprestasi serta pemenang lomba olahraga untuk cabang bulu tangkis dan tenis meja.

Acara diakhir dengan pembagian aneka doorprize. Selamat ulang ulang tahun bagi FPSB UII dan semoga akan terus berkonrtibusi bagi masyarakat dalam rangka turut serta membentuk karakter bangsa. Amin.

Kolokium ‘Aplikasi Psikologi Komunitas pada Panti Asuhan dan Anak Jalanan’ Psikologi FPSB UII

Guna menambah pengetahuan tentang aplikasi psikologi komunitas, Prodi Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia secara khusus menggelar kolokium bertema ‘Aplikasi Psikologi Komunitas pada Panti Asuhan dan Anak Jalanan’, Jumat, 31 Mei 2013 dengan menghadirkan Dwi Wahyu Arif Nugroho., S.Psi sebagai pemateri.

Pendiri sekaligus presiden direktur ‘Senyum Community Yogyakarta tersebut mengungkapkan bahwa untuk membangun sebuah lembaga pendampingan seperti Senyum Community tersebut benar-benar dibutuhkan kerja keras, dan ikhlas dengan terlebih dulu melakukan pendekatan kepada komunitas yang akan dijadikan target. Pendekatan ini dilakukan untuk sebisa mungkin memahami komunitas yang akan didampingi. Dengan pendekatan tersebut juga diharapkan bisa lebih fokus pada pemecahan masalah suatu komunitas yang berorientasi pad pengembangan potensi komunitas. Program yang digulirkan pun hendaknya berdasarkan pada kebutuhan/ urgenitas dan bisa berkembang sesuai kebutuhan dan dinamika komunitas.

“Prinsip dalam mendampingi sebuah komumitas adalah menjadikan mereka sebagai subjek dan bukan sebagai objek. Karena jika mereka kita jadikan objek dan kita suapi terus-menerus, maka mereka tidak akan pernah bisa mandiri. Jadikan posisikan mereka sebagai agen perubahan, meski untuk itu dibutuhkan sebuah proses panjang dan lama”, paparnya.

Di akhir paparannya, Dwi Wahyu Arif Nugroho mencoba menginspirasi sekaligus memotivasi mahasiswa agar mau melakukan hal yang sama melalui tagline presentasinya ‘Lihatlah dari yang paling mungkin, mulai dari yang paling mudah, dan lakukan sekarang. Apapun yang terjadi… keep moving forward..!’