Kolokium tema "Kepemimpinan Kreatif " FPSB UII
Written by F3ry   
Wednesday, 10 April 2013

Kompleksitas permasalahan yang terus tumbuh dalam sebuah organisasi, lembaga, institusi ataupun pemerintahan tentu membutuhkan penanganan khusus (baca : kreatif) untuk mencari solusinya. Kehadiran pimpinan yang kreatif sebagai pemegang kekuasaan sekaligus pengambil keputusan jelas memiliki peran yang sangat penting dalam proses tersebut. Oleh karena itu, untuk memberikan gambaran ataupun tambahan pengetahuan tentang kepemimpinan kreatif bagi mahasiswa S1, Prodi Psikologi secara khusus menggelar kolokium “Kepemimpinan Kreatif”, Selasa, 26 Maret 2013 di Auditorium FPSB UII. Hadir sebagai pemateri adalah Prof.Dr. Zulrizka Iskandar, M.Sc dari Universitas Padjajaran Bandung dengan moderator Dr. H. Fuad Nashori, S.Psi., M.Si.

Dalam paparannya, Guru Besar Universitas Padjajaran tersebut menyampikan definisi kepemimpinan kreatif sebagai sosok pemimpin yang mampu menganalisa situasi, mencari jalan keluar agar unggul bila dibandingkan dengan usaha sejenis, serta memiliki keunggulan dalam hal ‘produk, bahan baku, dan pemasaran’. Pemimpin kreatif juga harus mampu mengatur organisasi dengan melakukan distribusi pekerjaan, meningkatkan kompetensi bawahan, melakukan interaksi sosial, mensosialisasikan langkah-langkah kerja kepada bawahannya dan mengambil keputusan untuk kepentingan organisasi.

Prof Zulrizka menambahkan bahwa seorang pemimpin kreatif tidak harus menjalankan ide kreatifnya sendiri, namun bisa mendistribusikan kepada seluruh bawahannya untuk kemudian bisa diwujudkan secara bersama-sama. Hal ini tentu harus didahului dengan pemberian pemahaman akan ide kreatif tersebut kepada bawahannya. Ini berarti pula bahwa seorang pemimpin kreatif harus memiliki energi cukup untuk memperjuangkan ide kreatifnya, memiliki komitmen terhadap organisasi, mampu melakukan diseminasi ide kreatifnya, mampu mempengaruhi bawahannya agar dapat memahami ide kreatifnya, mampu bekerjasama dengan bawahannya, mampu mengembangkan atau membimbing bawahannya (anak buahnya) untuk dapat melakukan pekerjaan atau ide kreatifnya, mampu memotivasi bawahannya untuk melakukan pekerjaannya, mampu mengatasi hambatan teknis yang terkait dengan ide kreatifnya serta mampu berkonsentrasi pada prioritas yang telah dipilihnya.

Lantas, sikap atau karakteristik kepribadian seperti apa yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin kreatif?

Menurut Guru Besar Psikologi Sosial tersebut, sikap atau karakteristik pribadi yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin kreatif diantaranya adalah memiliki sikap positif terhadap permasalahan yang dihadapainya, percaya diri dan dapat meyakinkan orang lain tentang ide kreatifnya, mau mendengarkan umpan balik atau komentar dari orang lain mengenai ide-idenya, mampu mengendalikan diri dengan baik terhadap kritik yang kurang mendukungnya, mampu menghargai orang lain yang memberikan umpan balik dan kritik, memiliki pengetahuan yang memadai sehingga dapat menjelaskan ide-ide tersebut, memiliki integritas diri yang kuat, mampu menggunakan power untuk memberikan sanksi dan penghargaan kepada bawahannya, dapat dipercaya, fleksibel dalam berpikir, dapat melakukan kerjasama dengan baik, memiliki kemampuan interpersonal yang baik serta memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap pekerjaan, bawahan/anak buah dan organisasi.

Seorang pemimpin kreatif dalam bekerja akan melakukan tindakan yang selalu mengembangkan sinergi dalam organisasi, memahami kebutuhan anggota organisasinya, bertindak sebagai pelatih yang baik, memperjuangkan anak buahnya dalam organisasi, menciptakan iklim kerja yang menyenangkan, berempati pada anggotanya, bereaksi cepat untuk menstabilkan situasi yang berubah, akan didengarkan bawahan serta proaktif melihat ke depan terhadap potensi dan peluang yang menantang untuk organisasi.

Dalam paparannya, Guru Besar Universitas Padjajaran tersebut menyampikan definisi kepemimpinan kreatif sebagai sosok pemimpin yang mampu menganalisa situasi, mencari jalan keluar agar unggul bila dibandingkan dengan usaha sejenis, serta memiliki keunggulan dalam hal ‘produk, bahan baku, dan pemasaran’. Pemimpin kreatif juga harus mampu mengatur organisasi dengan melakukan distribusi pekerjaan, meningkatkan kompetensi bawahan, melakukan interaksi sosial, mensosialisasikan langkah-langkah kerja kepada bawahannya dan mengambil keputusan untuk kepentingan organisasi.

Prof Zulrizka menambahkan bahwa seorang pemimpin kreatif tidak harus menjalankan ide kreatifnya sendiri, namun bisa mendistribusikan kepada seluruh bawahannya untuk kemudian bisa diwujudkan secara bersama-sama. Hal ini tentu harus didahului dengan pemberian pemahaman akan ide kreatif tersebut kepada bawahannya. Ini berarti pula bahwa seorang pemimpin kreatif harus memiliki energi cukup untuk memperjuangkan ide kreatifnya, memiliki komitmen terhadap organisasi, mampu melakukan diseminasi ide kreatifnya, mampu mempengaruhi bawahannya agar dapat memahami ide kreatifnya, mampu bekerjasama dengan bawahannya, mampu mengembangkan atau membimbing bawahannya (anak buahnya) untuk dapat melakukan pekerjaan atau ide kreatifnya, mampu memotivasi bawahannya untuk melakukan pekerjaannya, mampu mengatasi hambatan teknis yang terkait dengan ide kreatifnya serta mampu berkonsentrasi pada prioritas yang telah dipilihnya.

Lantas, sikap atau karakteristik kepribadian seperti apa yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin kreatif?

Menurut Guru Besar Psikologi Sosial tersebut, sikap atau karakteristik pribadi yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin kreatif diantaranya adalah memiliki sikap positif terhadap permasalahan yang dihadapainya, percaya diri dan dapat meyakinkan orang lain tentang ide kreatifnya, mau mendengarkan umpan balik atau komentar dari orang lain mengenai ide-idenya, mampu mengendalikan diri dengan baik terhadap kritik yang kurang mendukungnya, mampu menghargai orang lain yang memberikan umpan balik dan kritik, memiliki pengetahuan yang memadai sehingga dapat menjelaskan ide-ide tersebut, memiliki integritas diri yang kuat, mampu menggunakan power untuk memberikan sanksi dan penghargaan kepada bawahannya, dapat dipercaya, fleksibel dalam berpikir, dapat melakukan kerjasama dengan baik, memiliki kemampuan interpersonal yang baik serta memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap pekerjaan, bawahan/anak buah dan organisasi.

Seorang pemimpin kreatif dalam bekerja akan melakukan tindakan yang selalu mengembangkan sinergi dalam organisasi, memahami kebutuhan anggota organisasinya, bertindak sebagai pelatih yang baik, memperjuangkan anak buahnya dalam organisasi, menciptakan iklim kerja yang menyenangkan, berempati pada anggotanya, bereaksi cepat untuk menstabilkan situasi yang berubah, akan didengarkan bawahan serta proaktif melihat ke depan terhadap potensi dan peluang yang menantang untuk organisasi.